
Hari ini Kyara bangun lebih pagi dari pada hari-hari sebelumnya. Karena hari ini adalah hari pertama Gerry bekerja kembali ke perusahaan, Kyara berniat untuk mempersiapkan keperluan suaminya dan membuatkan sarapan khusus untuk Gerry.
Dengan perlahan Kyara menyingkirkan tangan Gerry yang melingkar di pinggangnya. Kyara pun turun dari ranjang dengan hati-hati agar pergerakannya tidak mengganggu tidur Gerry. Sebelum keluar dari dalam kamarnya, Kyara menyempatkan untuk melihat keadaan bayinya di ruangan yang terhubung dengan kamarnya. Setelah memastikan Baby Rey masih tertidur pulas di box bayinya, Kyara pun segera keluar dari dalam kamar Baby Rey.
"Kau sedang apa sayang?" Tanya Mama Riana yang baru saja memasuki dapur.
Kyara membalikkan tubuhnya. "Eh, Mama..." Ucapnya tersenyum. "Kya sedang menyiapkan bekal untuk Gerry di perusahaan nanti, Ma." Jawabnya kemudian.
Mama Riana mendekat. Memperhatikan Kyara yang sedang memasukkan sayur dan buah-buahan ke dalam kotak bekal Gerry.
"Gerry memang harus memperhatikan pola makannya agar cepat kembali pulih." Ucap Mama Riana seraya melebarkan senyumannya melihat Kyara yang begitu perhatian pada putranya.
Kyara ikut tersenyum. "Mama benar, semoga saja keadaan Gerry semakin hari semakin membaik." Kotak bekal yang sudah terisi penuh oleh beberapa macam makanan itu pun Kyara tutup.
*
"Sayang... Tolong pasangin dasi aku dong!" Teriak Gerry karena saat ini Kyara sedang berada di dalam kamar Baby Rey.
"Iya... Tunggu sebentar..." Jawab Kyara yang sedang kerepotan memakaikan baju Baby Rey karena bayinya itu berlari kesana-kemari. Setelah mempersiapkan baju yang akan dipakai Gerry di hari pertama kerjanya, Kyara harus kembali disibukkan untuk menenangkan bayinya karena suara tangisan Baby Rey terdengar semakin kencang di dalam kamarnya.
"Sayang ayo sini... Papa minta dipasangin dasinya itu..." Kyara mencoba mengejar Baby Rey yang masih asik berlari memutari ruangan.
"Sayang..." Pekik Gerry lagi.
Kyara mendesahkan nafasnya di udara. Kyara pun segera mengambil Baby Rey yang masih berlari itu dengan cepat agar bayi kecilnya tidak bisa lari lagi. Kemudian membawa Baby Rey keluar dari dalam kamarnya.
"Ayo pasangin dasi aku." Pinta Gerry dengan suara manjanya.
"Tunggu sebentar." Ucap Kyara. Kemudian dengan buru-buru memakaikan baju Baby Rey. "Duduk dulu di sini, ya. Mama mau pasangin dasi Papa sebentar." Kyara mendudukkan Baby Rey di atas karpet. Tak lupa memberikan bayinya mainan agar Baby Rey fokus pada mainannya.
"Ayo pasangin dasi aku." Pinta Gerry lagi saat Kyara sudah berada di dekatnya.
"Baiklah... Tapi aku tidak terlalu pandai memakaikan dasi orang lain." Ucap Kyara apa adanya.
"Tak masalah. Aku akan mengajarimu." Ucap Gerry seraya tersenyum.
"Nah, ini kan bisa. Katanya tadi gak bisa." Mencubit hidung Kyara yang tidak terlalu mancung.
"Tapi tetap aja gak rapi." Keluh Kyara.
"Tak masalah. Ini sudah lebih dari cukup." Gerry mengelus kepala istrinya. "Ayo turun. Mama dan Papa sepertinya sudah menunggu untuk sarapan." Ucap Gerry.
Kyara mengangguk sebagai jawaban.
Di meja makan terlihat Asisten Jimmy sudah duduk bersama Kakek Surya, Papa Johan dan Mama Riana.
"Kau sudah lama, Jimmy?" Ucap Gerry menjatuhkan bokongnya di kursi yang bersebelahan dengan Kyara.
"Saya baru saja sampai, Tuan." Jawab Asisten Jimmy.
***
...Mau lanjut lagi? Kencengin komen dan votenya yuk!...
Sambil menunggu cerita Kyara update, kalian bisa mampir di dua novel aku yang lainnya, ya.
- Serpihan Cinta Nauvara (End)
- Oh My Introvert Husband (On Going)
Jangan lupa beri dukungan dengan cara
Like
Komen
Vote
Agar author lebih semangat untuk lanjutin ceritanya, ya☺