Hanya Sekedar Menikahi

Hanya Sekedar Menikahi
Kajadian yang membingungkan


Pukul dua dini hari William nampak terbangun dari tidurnya saat mendengar bunyi notifikasi dari ponselnya. "Siapa yang mengirim pesan malam-malam begini?" Gerutunya sambil menyambar ponselnya yang ada di atas nakas kecil di samping ranjang.


"Steve?" Kening William mengkerut saat melihat nama asistennya di sana.


Nona Bianca dan Nona muda Cilla sudah tidak berada di negara ini lagi, Tuan.


"Apa?!" William hampir saja berteriak. Guratan marah nampak terlihat jelas di wajah bulenya saat mengetahui jika tawanannya kini sudah pergi kembali dari negara ini.


Sebenarnya apa maunya Bianca? Apa dia sengaja untuk mempersulit hidupku dengan pergi sesuka hatinya. Kalau begini bagaimana bisa aku melakukan tes DNA pada anak itu sedangkan dia pergi entah kemana! Geram batin William.


William pun segera turun dari ranjang dengan hati-hati lalu keluar dari dalam kamar. Ia memerlukan segelas air dingin untuk mendinginkan pemikirannya saat ini.


"Gerry..." Ucap William merasa heran saat melihat Gerry tengah memainkan ponselnya di atas sofa. "Sedang apa kau malam-malam begini di ruang tamu?" Tanya William sambil berjalan mendekat ke arah Gerry.


"Tidak ada. Aku hanya merasa gerah di dalam kamar sehingga aku memilih untuk keluar." Ucap Gerry berbohong. Karena sejujurnya saat ini Kyara tengah marah kepadanya karena tadi ia mengatakan jika istrinya itu menyeramkan.


Kedua alis William nampak bertaut. "Alasan yang tidak masuk akal." Cetusnya kemudian.


"Lalu bagaimana denganmu? Kenapa kau keluar dari dalam kamarmu?" Tanya Gerry kembali.


"Aku hanya ingin minum." Balas William apa adanya. "Tunggulah di sini. Ada hal yang ingin aku bicarakan denganmu. Aku akan mengambil minum lebih dulu di dapur." Ucap William lalu segera melangkah ke arah dapur.


"Dia itu aneh sekali." Gumam Gerry menatap punggung William.


"Kenapa lama sekali?" Tanya Gerry heran.


"Dispensernya tidak dicolokkan hingga airnya tidak dingin. Dan di dalam kulkas juga tidak ada stok air dingin." Balas William lalu meletakkan dua gelas air dingin itu di atas meja.


"Jadi apa yang ingin kau bicarakan?" Tanya Gerry setelah meneguk air minum di depannya.


"Steve baru mengabariku jika saat ini Bianca telah kembali pergi dari negara ini. Dan saat di dapur tadi Steve kembali mengirim informasi jika saat ini Bianca pergi ke Inggris."


"Apa? Kenapa Bianca cepat sekali meninggalkan negara ini?" Ucap Gerry dengan bingung.


"Aku baru mengetahui jika Bianca tengah membuka usaha cabang butiknya di Ibu kota. Dan selama ini dia sering bepergian untuk mengurus pembukaan cabang butiknya di beberapa negara." Jelas William setelah mendapatkan informasi lengkap dari Steve.


"Berarti selama ini Bianca tidak menghindarimu, namun dia sedang melakukan pekerjaannya?" Tebak Gerry.


"Aku rasa begitu." Balas William.


"Aku rasa ada yang aneh saat ini." Ucap Gerry menebak-nebak semua kejadian yang terjadi. "Jika Bianca tidak menghindarimu selama satu tahun belakangan ini, tapi kenapa dia baru menunjukkan batang hidungnya di hadapanmu setelah sekian lama menghilang? Dan juga dia membawa seorang anak yang sangat mirip denganmu." Ucap Gerry dengan wajah serius.


"Semua kebenaran yang baru terungkap saat ini membuatku bingung dengan sikap Bianca. Apalagi setelah kejadian malam itu dia pergi begitu saja tanpa penjelasan. Membuatku bingung akan kejadian yang terjadi. Namun aku benar-benar merasa tidak menyentuhnya malam itu."


***