
"Sean..." Ucap Nyonya Chelsea begitu senang saat melihat putra tampannya berjalan dengan gagahnya menuju tempatnya berdiri.
Semua tamu undangan yang hadir pada malam itu sontak menatap pada pria dan wanita yang seolah-olah menjadi bintang utama dalan acara makan malam itu.
"Kenapa aku seperti mengenali seseorang yang sedang bersama dengan anak Tuan Richard." Gumam Gerry menelisik wajah wanita yang terlihat sangat anggun dengan gaun merah menyala menbungkus tubuh mungilnya.
"Itu Nona Rania, Tuan." Timpal Asisten Jimmy yang sudah langsung mengenali siapakah pemilik wajah cantik bak putri itu.
"A-apa?!" Rahang Gerry nyaris terjatuh sangking terkejutnya. "Bagaimana bisa Rania bersama dengan anaknya Tuan Richard?" Seru Gerry yang sudah dapat mengenal dengan jelas jika wanita cantik yang sedang menggandeng lengan penerus keluarga Wilson itu adalah Rania.
Berbeda dengan Gerry yang terkejut dan bertanya-tanya atas apa yang dilihatnya. William yang duduk di sampingnya nampak mengetatkan rahangnya dan mengepalkan kedua tangannya erat dengan wajah yang sudah merah padam menahan amarah.
"Rania..." Gumam William yang sudah merasa berang. Ingin sekali William berlari ke arah pria yang kini sedang memegang erat jemari istrinya itu kemudian menghajarnya habis-habisan. Namun William masih dapat mengontrol emosinya mengingat saat ini acara baru saja dimulai. Dan William tidak ingin mengacaukan acara yang sudah susah payah digelar oleh Tuan Richard.
"Para tamu undangan semua. Di sini saya akan memperkenalkan putra semata wayang saya dan istri saya yang bernama Sean Putra Wilson. Dan mulai saat ini, putra sayalah yang akan menggantikan saya dalam mengelola perusahaan dan juga bisnis-bisnis saya. Dia adalah putra kebanggaan saya. Dan saya harap untuk kedepannya rekan-rekan bisnis saya dan Sean dapat bekerja sama dengan baik." Ucap Tuan Richard.
Tamu undangan yang mendengarkan pengumuman yang diucapkan Tuan Richard pun sontak bertepuk tangan. Banyak dari mereka yang menatap kagum pada wajah pria yang sudah lama disembunyikan identitasnya oleh Tuan Richard. Mereka tidak menyangka jika putra Tuan Richard sangatlah tampan dan berkarisma.
"Oh iya Tuan Richard, bolehkah anda juga memperkenalkan siapakah wanita cantik yang saat ini berada di samping putra anda?" Tanya pembawa acara dengan senyuman menggoda. "Apakah Nona yang berada di samping putra anda saat ini adalah calon Nona muda dari keluarga Wilson?" Tanyanya lagi.
"Untuk saat ini dia adalah sekretaris saya dan tidak menutup kemungkinan dia juga mungkin akan menjadi calon istri saya buat ke depannya." Seloroh Sean yang mendapatkan tepukan keras di lengannya oleh Rania. Sedangkan orang-orang yang mendengar ucapan Sean sontak bertepuk tangan lebih keras.
Brak
Suara meja yang dipukul secara keras menghentikan tepuk tangan orang-orang.
"William... Tahan emosimu!" Peringat Gerry melihat William yang sudah sangat emosi dan rahangnya yang sudah mengetat.
Tak berbeda dengan orang-orang yang sedang mengalihkan pandangan pada meja Gerry, William dan Asisten Jimmy, Rania pun turut memandang ke arah meja yang menjadi sumber suara.
Rania menelan salivanya susah payah denga kedua mata yang membola sempurna saat melihat dengan jelas tatapan elang yang saat ini menghunus tajam kepadanya.
"Wi-William." Lirih Rania. Kenapa William bisa ada di sini?" Batin Rania bertanya-tanya.
Asisten Jimmy yang melihat suasana mulai tidak kondusif pun angkat bicara. "Maaf, Tuan saya tidak sengaja. Silahkan dilanjutkan lagi acaranya." Ucapnya dengan datar.
***
...Mau lanjut lagi? Kencengin komen dan votenya yuk!...
Sambil menunggu cerita Kyara update, kalian bisa mampir di dua novel aku yang lainnya, ya.
- Serpihan Cinta Nauvara (End)
- Oh My Introvert Husband (On Going)
Jangan lupa beri dukungan dengan cara
Like
Komen
Vote
Agar author lebih semangat untuk lanjutin ceritanya, ya...