Pernikahan Yang Tak Kuduga

Pernikahan Yang Tak Kuduga
Episode 98


Baby Khay menangis sangat kencang, sampai membangunkan kedua orangtuanya yang sedang terlelap. Diva segera beranjak dari tidurnya, dengan cepat ia menghampiri baby Khay, Diva melirik jam di kamarnya yang masih menunjukkan pukul 05:28.


"Dia kenapa Yank ?" Tanya Kenan menghampiri Diva.


"Popoknya penuh by'." Jawab Diva sambil mempersiapkan popok dan beberapa perlengkapan baby Khay.


"Biar aku yang ambilkan air hangat yank." Ucap Kenan kemudian masuk ke kamar mandi mengambilkan air hangat untuk baby Khay membersihkan pa**tnya.


Tak butuh berapa lama Kenan kembali, sambil membawa wadah berisikan air hangat.


"Ini Yank airnya, di rasakan dulu, siapa tau terlalu panas, atau kurang !" Ujar Kenan memberikan wadah tersebut.


"Ini sudah pas kok by', makasih ya." Ucap Diva kemudian menggantikan popok baby Khay.


"Iya sayang." Ucap Kenan memperhatikan Diva menggantikan popok anaknya dengan sangat telaten, dan hati-hati.


"Yank, kok muka kamu pucet ? Kamu sakit ?" Kenan langsung meletakkan punggung tangannya di kening Diva, kemudian turun ke lehernya, untuk memeriksa suhu badan istrinya itu.


"Tapi nggak panas yank." Ucap Kenan.


"Aku hanya sedikit pusing by', mungkin karena kurang tidur, soalnya pas jam 3 baby Khay bangun, terus jam setengah lima baru tidur kembali." Terang Diva.


"Kenapa nggak bangunin aku sih Yank ? Ya sudah, baby Khay biar aku yang jaga, sekarang kamu lanjut tidur lagi ! Aku nggak mau kamu sakit nanti." Ujar Kenan.


"Iya, tapi aku kasih dia Asi dulu by'." Diva segera memindahkan baby Khay ke tempat tidur, kemudian menyusuinya.


"Baiklah, sambil nungguin kamu selesai, aku subuhan dulu ya." Ucap Kenan mencium kening Diva terlebih dahulu kemudian masuk ke kamar mandi untuk wudhu.


Lima menit kemudian, Kenan keluar dari kamar mandi, dan mengganti piamanya dengan pakaian panjang untuk sholat, kemudian memakai pecintanya.


Kenan pun menjalankan kewajibannya dengan sangat khusyuk.



Selama Kenan sholat Diva terus memperhatikannya, dan tanpa Diva sadari air matanya tiba-tiba saja keluar tanpa aba-aba, mengingat saat Kenan berjuang melawan penyakitnya, sampai-sampai harus koma tiga bulan lamanya.


Diva tak henti-hentinya berterimakasih kepada Allah, karena telah menyembuhkan suaminya, dan juga memberinya seorang anak yang sangat lucu.


"Terimakasih ya Allah engkau telah memberiku kebahagiaan yang berlipat ganda, dan mungkin ini buah kesabaran ku selama ini, terimakasih... dan terimakasih Ya Allah." Gumam Diva.


Diva buru-buru menghapus air matanya saat melihat Kenan menyelesaikan sholatnya. Diva langsung meraih tangan Kenan untuk mencium punggung tangannya, saat Kenan menghampirinya. Begitupun Kenan mencium kening Diva bergantian dengan kening baby Khay.


"Uhh .... Anak ayah haus banget ya ? Tanya Kenan kepada baby Khay sambil mengelus pipinya.


"Aku lagi sarapan Ayah." Jawab Diva seolah-olah baby Khay lah yang menjawab pertanyaan Kenan.


"Ih ... Gemesss banget sih anak ayah." Ucap Kenan gemas, tapi bukannya pipi baby Khay yang ia cubit, tapi pipi istrinya.


"Kok, aku yang di cubit ?"


"Oh .... Kirain ini anak ayah. hehehe." Sahut Kenan terkekeh.


"Sana ganti dulu bajunya by' !" Suru Diva, kemudian bersandar di kepala tempat tidur, karena baby Khay sudah melepaskan ASInya.


"Iya, ini jaket aku aja kok, yang perlu di buka." Sahut Kenan sambil membuka jaketnya.


"Lagian kenapa, mesti pake jaket sih by' ?"


"Tadi aku sedikit kedinginan yank. Sekarang kamu lanjut lagi aja tidurnya, biar baby Khay aku yang jaga !" Ujar Kenan.


"Iya by', maaf ya, ngerepotin, soalnya kepala aku pusing banget." Ucap Diva sedikit tak enak karena harus Kenan yang menjaga baby Khay.


"Kok, minta maaf sih Yank, baby Khay juga kan anak aku juga, jadi sudah seharusnya aku ikut jagain dia, apalagi kamu sakit." Kenan ikut duduk di samping baby Khay.


Baby Khay yang belum tidur, seolah mengerti dengan percakapan orangtuanya, ia ikut tersenyum-senyum.


"Duh .... Anak ayah, senyum-senyum, anak siapa sih ini, ganteng banget sih ?" Kenan mengajak anaknya itu mengobrol.


"Abang, mainnya sama ayah dulu ya ! Bunda lagi sakit soalnya." Kenan menggelitik pinggang baby Khay, tapi dengan sangat lembut.


"Sayang, sekarang kamu tidur ! Seru Kenan saat melihat Diva masih bersandar di kepala tempat tidur.


"Iya, ini juga mau tidur." Diva segera membaringkan badannya.


Kenan membantu Diva untuk memakai selimut.


"Sini aku cium dulu !" Kenan mencium kening Diva, sebelum Diva benar-benar tertidur.


Setelah Diva memejamkan matanya, Kenan melirik jam dinding di kamarnya, dan sudah menunjukkan hampir jam 6, kurang lima menit lagi.


Kenan menggendong anaknya keluar, agar tidak mengganggu tidur Diva, yang sepertinya sudah terlelap.


Saat keluar Kenan mendapati Bunda Vivian sudah berada di dapur untuk menyiapkan sarapan.


"Selamat pagi Oma ..." Sapa Kenan menirukan suara anak kecil.


"Pagi juga cucu Oma. Pagi banget sih bangunnya ? Sapa balik Bunda Vivian.


"Terus Diva mana bang ? Tanya bunda Vivian.


"Aku suruh tidur lagi Bun, katanya dia pusing, dan pucat juga, kurang tidur dia, gara-gara baby Khay rewel terus dari semalam." Terang Kenan.


"Kasian menantu bunda. Ya sudah biarkan dia istirahat, nanti setelah sarapan Abang ke supermarket buat beli alat untuk memompa asi, sekalian botol susu !" Ucap Bunda Vivian.


"Buat apa Bun, Diva kan ada ? Tanya Kenan.


"Biar dia bisa stok ASI, agar kita tidak perlu menganggu waktu istirahatnya saat baby Khay haus." Terang Bunda Vivian.


"Oh ... Baik Bun, nanti aku ke supermarket.


🍀🍀🍀


Kini sudah menunjukkan jam 7 pagi, Pak Salman, Ray dan juga Lani turun dari kamar. Pak Salman dan Ray langsung menuju ruang tengah menghampiri Kenan dan juga baby Khay, sedangkan Lani langsung menuju dapur untuk membantu Bunda Vivian menyiapkannya sarapan.


"Pagi Bunda Vi." Sapa Lani.


"Pagi juga sayang."


"Maaf Bun, baru bisa turun buat bantuin, soalnya dari tadi mual terus." Sesal Lani.


"Nggak apa-apa sayang, Bunda ngerti kok." Ucap Bunda Vivian mengusap punggung Lani sambil tersenyum.


"Oh iya, Diva mana Bun ?" Tanya Lani.


"Di kamar, lagi nggak enak badan, lagi pusing katanya, dari semalam baby Khay rewel terus, mungkin dia kurang tidur." Terang Bunda Vivian.


"Ya sudah, sekarang tolong panggil mereka untuk sarapan, sarapannya sudah siap semua kan ?" Ujar Bunda Vivian dan di angguki Lani.


Lani langsung menuju ruang tengah untuk memanggil semuanya untuk sarapan.


Pak Salman dan Ray langsung menuju meja makan, sedangkan Kenan membawa baby Khay masuk ke kamar untuk menidurkan nya di boxnya karena sudah tertidur. Setelah menidurkan baby Khay Kenan memeriksa Diva terlebih dahulu, dan memperbaiki selimutnya, kemudian keluar dari kamar dengan sangat pelan menutup pintunya, karena takut membangunkan anak dan istrinya.


Setelah sampai meja makan Kenan langsung mengisi nasi goreng ke piringnya.


"Bagaimana keadaan Diva bang ? Tanya Bunda Vivian.


"Dia masih tidur Bun, tapi masih terlihat pucat." Jawab Kenan.


"Yah, nanti jadi pergi untuk cek villa?" Tanya Kenan kepada Ayahnya.


"Jadi, tapi tunggu Ayah Fikram dulu." Jawab Pak Salman.


"Oh ...."


"Memangnya kenapa bang ?" Tanya Pak Salman.


"Soalnya, mobil mau saya peke dulu Yah, buat kesupermarket, beli perlengkapan baby Khay." Jawab Kenan.


"Pake aja, Ayah bisa pake mobil Ayah mertua kamu !" Sahut Pak Salman.


🍀🍀🍀


Setelah sarapan, Kenan kembali ke kamarnya, seperti halnya tadi pas ia keluar dengan sangat hati-hati, begitupun dengan sekarang saat memasuki kamarnya ia juga sangat berhati-hati. Kenan mengecek Baby Khay terlebih dahulu, kemudian beralih kepada Diva, keduanya masih tertidur lelap. Setelah mengecek keduanya, Kenan segera berjalan menuju lemari untuk mengambil sweater dan juga dompetnya. Kemudian kembali keluar dengan sangat hati-hati.


"Bun, aku ke supermarket dulu, ada yang mau di titip nggak ? Ujar Kenan kepada Bunda Vivian yang kini duduk bersantai di ruang keluarga bersama Pak Salman, Ray, dan juga Lani.


"Nggak ada bang." Sahut Bunda Vivian.


"Keadaan Diva bagaimana ?" Tanya bunda Vivian.


"Dia masih tidur, titip baby Khay juga ya Bun, dia masih tidur !


"Iya, kamu hati-hati !"


Setelah Kenan berpamitan kepada semuanya, Kenan segera keluar dari unit apartemennya menuju basemen, dimana mobilnya berada, dan segera menuju supermarket terdekat.


Bersambung....


Terus pantengin terus ya readers, dan jangan lupa juga dukungan dari kalian.


Like


Coment


Vote


Favorit


Rate


Terimakasih 🙏🙏🙏🤗🤗🤗❤️❤️❤️