
Kenan menuruni tangga sambil menyeret dua koper besarnya di ikuti Diva di belakangnya sambil menggendong baby Khay, Kenan dan Diva langsung menghampiri Orangtuanya yang sedang menatap sedih kearah mereka.
"Pak Urip tolong turunin semua barang-barang saya yang di kamar, minta bantuan sama Pak Malih sama pak Malih pak !" Seru Kenan kepada Pak Urip yang kebetulan ada di ruangan tersebut karena juga sudah membantu Pak Salman mengeluarkan koper-kopernya.
"Baik Den." Pak Urip segera membawa satu koper lagi ke luar, sekalian untuk memanggil Pak Malih.
Setelah semuanya beres, keluarga Pak Salman kini bersiap-siap meninggalkan kediaman mewahnya, Kenan mengendarai mobilnya sendiri bersama anak istrinya, Pak Salman juga membawa mobilnya bersama dengan Istrinya. Sedangkan Pak Urip dan Pak Malih mengendarai mobil Bunda Vivian, juga mobil Diva yang di berikan Kenan dahulu.
Sepanjang perjalan menuju apartemen, Kenan hanya terdiam, Diva tahu dengan perasaan suaminya saat ini, Kenan pasti merasa sangat sedih meninggalkan rumah masa kecilnya, pasti di sana Kenan memiliki kenangan yang indah.
"Sabar by' !" Diva mengusap punggung Kenan.
Sejenak Kenan menoleh kepada Diva, menampilkan senyum yang sedikit ia paksakan, kemudian kembali fokus dengan kemudiannya.
"By', Yakinlah semuanya akan baik-baik saja, dan Allah pasti akan membalas atas semua yang telah terjadi !" Ucap Diva lembut menyandarkan kepalanya di bahu suaminya sambil memangku baby Khay yang sedang tertidur.
"Iya sayang, doakan aku ya !" Sahut Kenan.
"Pasti by'." Ucap Diva.
Tak butuh waktu lama setelah memasang iklan bahwa rumah Pak Salman akan segera di jual beberapa pembeli sudah banyak kalangan yang memperebutkan rumah tersebut dengan penawaran yang pantastis.
Mulai dari kalangan pebisnis sampai kalangan Artis ternama di Indonesia. Kediaman Pak Salman laku terjual dan yang berhasil pembelinya adalah seorang Artis papan atas, tak tanggung-tanggung berani memberi harga yang pantastis, sehingga tak ada lagi yang mampu menawarkan harga di atasnya. Jadilah yang rencananya ingin menjual 3 Unit apartemen maka yang jadi hanya menjual 2 Unit saja, dan koleksi mobil Pak Salman juga beberapa milik Kenan tidak jadi untuk di jual.
🍀🍀🍀
Di kota Z
Kiki tercengang saat mendengar kabar dari rumah sakit dimana neneknya di rawat akan segera di lakukan tindakan operasi, dan tambah kagetnya lagi semua biaya pengobatan, termasuk biaya operasi, dan paska operasi telah di bayar lunas.
Kini Kiki sudah bisa bernafas lega karena neneknya sudah bisa di operasi tinggal ia mendoakan operasinya berjalan lancar, namun jika ia teringat dengan ucapan bagian administrasi rumah sakit bahwa orang yang telah melakukan itu semua adalah salah seorang yang sangat ia benci dalam hidupnya, siapa lagi kalau bukan Noval.
🍀🍀🍀
Bandara internasional kota Z, terlihat Noval dan juga Jova duduk di kursi tunggu keberangkatan mereka untuk segera kembali ke Singapore.
"Dari tadi main ponsel mulu perasaan." Sindir Jova, karena sejak tadi Noval hanya terdiam sambil memainkan ponselnya dengan sangat serius.
"Maaf... Ini ada chat penting yang harus saya jawab, dan juga Chat dari Kenan."
"Kenan ? Ada kepentingan apa dia menghubungi kamu ?" Tanya Jova.
"Ini lagi bahas rencana buka outlet Distro di Singapore, tapi sepertinya harus kita tunda dulu sampai beberapa bulan kedepan, karena saat ini Kenan dan keluarganya tertimpa masalah, perusahaan Ayahnya terancam bangkrut, dan Office Kenan terkena masalah, salah satu managernya di salah satu outlet yang sangat berpengaruh menggelapkan Dana yang sangat besar." Kenan menceritakan apa yang telah menimpah keluarga Kenan dengan mendetail.
"Jadi nasib mereka sekarang bagaimana ? Jova jadi khawatir mendengar cerita Noval.
"Mereka sekarang tinggal di apartemen, dan rumah, beberapa apartemen, juga sebagian koleksi mobilnya mereka jual, untuk menutupi kerugian, dan membayar gaji karyawan." Terang Noval.
"Kenapa cobaan di keluarga Kenan begitu banyak."
"Karena mungkin dia benar-benar orang yang sangat baik, dan kata orang-orang sih gitu, orang baik pasti banyak tertimpa cobaan." Ujar Noval.
"Emang benar sih, mereka benar-benar keluarga yang sangat baik." Ucap Jova.
"Tapi untungnya perusahaan Ayahnya nggak tutup, dan Office Kenan demikian, tapi sepertinya Office dan Perusahaan Ayahnya bakal mereka gabung, dan beberapa karyawan perusahaan maupun karyawan outlet harus mereka berhentikan." Jelas Noval.
"Aku jadi prihatin dengan mereka."
Di sela-sela obrolan mereka tiba-tiba ponsel Noval berdering tanda panggilan masuk, dan betapa kagetnya Noval saat melihat nama yang tertera pada layar ponselnya. Ya Kiki lah yang menghubunginya, kenapa Noval sampai mengetahui nomor ponsel Kiki ? Noval mendapatkannya di administrasi rumah sakit, begitupun Kiki mendapatkan dari sana nomor ponsel Noval, yang sengaja Noval simpan kartu namanya di sana.
Noval sedikit menjauh dari Jova lalu mengangkat panggilan Kiki, Jova yang melihat hal itu mengernyitkan keningnya curiga.
📞 " Kamu tidak perlu melakukan semua ini, dan saya akan mengembalikan semua yang telah kau keluarkan untuk semua biaya ruamh sakit nenekku !" Kiki langsung menyela ucapan Noval.
📞 "Ki, saya dan keluarga besar sangat meminta maaf dengan kamu, juga almarhumah mama kamu, karena kelicikan mama saya dulu, kalian jadi menderita."
📞 "Anggap saja itu tanda permintaan maaf saya dan keluarga saya, walaupun sebenarnya itu tidak ada apa-apanya dibandingkan penderitaan kalian.
📞 "Saya tidak akan pernah menerima maaf dari kalian, dan saya pasti akan mengembalikan uang kamu." Kiki langsung memutuskan sambungan telponnya.
Noval menghela nafas beratnya, dia tak tau harus bagaimana lagi untuk mendapatkan maaf dari gadis kecil yang telah keluarganya rebut kebahagiaannya.
Dan bukan hanya masalah kekeluargaan tapi ada maslah lain antara Noval dan gadis itu sehingga ia sangat di bencinya.
"Siapa yang menelpon kamu ? Sampai gelisah seperti ini, dan harus menjauh dariku ? Tiba-tiba Jova telah berdiri di belakangnya, dan hal tersebut membuat Noval kaget langsung berbalik melihat Gadis yang telah menjadi kekasihnya itu 2 hari yang lalu.
Jova meliapat lengannya di depan dadanya menatap Noval yang masih kaget melihat dirinya tiba-tiba berada di belakangnya.
"Siapa ? Jova kembali bertanya.
"Em... It...Itu dari mama, katanya dia kurang sehat." Jawab Noval gugup.
"Kalau mama kamu, kenapa sampai gugup seperti itu ? Apa ada hal yang kau sembunyikan ?" Tebak Jova.
"Aku nggak gugup, aku hanya kaget doang kok, dan tidak ada yang aku sembunyikan darimu sayang." Noval berusaha mencairkan suasana yang mulai panas, terlihat sorot mata Jova.
"Ayo kita kesana ! Sebentar lagi pesawatnya takeout." Noval merangkul pundak kekasihnya itu, mengajaknya kembali ketempat duduk semula.
Jova tak lagi berkata sepata katapun, dan merasa kalau ada yang di sembunyikan Noval.
"Aku belum bisa jujur soal masalah ini Jov, maafkan aku." Noval membatin.
🍀🍀🍀
Ke esokan harinya Kenan telah bersiap untuk kebeberapa daerah dimana titik outlet yang akan ia tutup untuk sementara. Agenda Kenan hari ini sangatlah padat karena ia juga harus menghadiri meting penting dengan penanam saham baru ke perusahaan ayahnya, karena Pak Salman juga harus menemui beberapa klaiyen penting.
"Yank, sepertinya hari ini aku pulang malam, kamu tidak perlu menunggu ku, Ok." Ucap Kenan saat Diva sibuk memasangkan dasi dikerah kemejanya.
"Iya by', tapi ingat kesehatan kamu juga, kamu baru saja sebuh loh !" Sahut Diva.
"Iya sayang." Kenan mengecup kening Diva saat selesai memakai setelan jasnya.
"Baby Khay mana yank ?" Tanya Kenan saat berjalan beriringan keluar kamar dan langsung menuruni tangga.
"Baby Khay dibawa Bunda jalan-jalan di taman by'."
"Sarapan dulu by', aku sudah siapkan tadi !" Diva menyiapkan sarapan nasi goreng di meja makan. Kenan menempati satu unit apartemen dan satu unit lagi di tempati Pak Salman dan Bunda Vivian. kebetulan 2 unit itu berdampingan.
Bersambung.....
Jangan lupa Jejak
Like
Coment
Vote
Terimakasih 🙏🙏🙏🤗🤗🤗❤️❤️❤️