
Tak cukup sampai tiga jam perjalanan mini bus yang di tumpangi Kenan dan lainnya tiba di sebuah resort pantai yang mengagumkan dan cukup mewah. Baby Khay yang terbangun langsung menangis saat melihat Kenan ayahnya yang tidak memanggilnya.
Kenan yang turun duluan dari mobil harus naik kembali karena mendengar tangisan anaknya yang cukup kencang.
"Ada apa Yank, kenapa baby Khay sampai nangis begitu ?" Tanya Kenan setelah berada di depan Diva yang masih duduk di jok mobil karena baby Khay menangis.
"Enggak tau juga by', tiba-tiba saja dia nangis saat bangun." Sahut Diva berusaha menenangkan anaknya itu.
"Baby Khay sini sayang, sama ayah !" Kenan mengambil alih Baby Khay dari Diva, setelah baby Khay menyadari bahwa yang menggendongnya adalah ayahnya tangisannya langsung berhenti.
"Astaghfirullah jagoan ayah, ternyata kamu nyariin ayah yah ?" Ucap Kenan mengusap air mata bayi berusia yang belum cukup setahun itu, tapi tampaknya baby Khay adalah anak yang pintar, ia sudah bisa mengenali kedua orangtuanya.
"Kayaknya baby Khay lebih sayang ayah dari pada bunda yah ?" Ucap Diva dengan wajah sedih dibuat-buat.
"Tenang aja Bun, Ayah yang akan menyayangi Bunda." Sahut Kenan mengusap rambut Diva dengan tangan satunya sambil tersenyum menggoda.
"Apasih ? Ayo turun ! Yang lain udah pada nungguin." Ujar Diva langsung turun meninggalkan ayah dan anak itu di mobil. Tak lama Kenan pun menyusul sambil menggendong jagoan kesayangannya.
🍀🍀🍀
Kini hari sudah menjelang sore, ke empat pasangan itu dan Abang Raydan juga baby Khay kini berkumpul di sebuah gasebo di dekat kolam renang yang mengarah ke laut. Raut wajah Diva selalu menampakkan kekesalan kepada Rafa, Diva pun tak pernah mengajak Rafa berbicara, tak seperti dulu saat mereka bertemu yang sepertinya sangat sulit untuk di pisahkan dalam artian hubungan sahabat seperti saudara.
Rafa pun menyadari akan hal tersebut, sesekali ia melihat kepada sahabatnya yang lainnya, tapi baik Lani maupun Hera tampak biasa-biasa saja.
"By', mau itu dong !" Diva menujuk salah satu Snack yang berada di dekat Kenan dengan nada manjanya.
"Idihhh manja bener !" Cibir Arka.
"Biarin suami sendiri kok, iya kan by ?" Ujar Diva lalu beralih pada Kenan untuk meminta pembenaran.
"Iya sayang." Sahut Kenan memberikan Diva Snack yang di minta Diva.
"Tuh dengar, emang paling enak deh di manjain suami, apalagi kalau waktu hamil, serasa bagaimana gitu, iya enggak Ra ?" Diva beralih kepada Hera.
Sedangkan Hera hanya mengangguk dengan sedikit senyum agak di paksakan.
"Woi Raf, kamu manjain istri kamu enggak ?" Tanya Diva kepada Rafa.
"Iya " Jawab Rafa singkat.
"Tau enggak Raf, waktu gue hamil ya, Kenan selalu merhatiin aku, pernah sekali aku menginginkan sesuatu, pas tengah malam, di saat Kenan tidur lelap, gue bangunin dong, memintanya untuk membelikan apa yang gue mau." Cerita Diva saat ia hamil muda.
"Terus Kenan mau ?" Tanya Lani.
Lani tau kalau Diva sengaja seperti itu bermaksud untuk menyindir Rafa.
"Ya mau dong, Kenan sangat pengertian tau waktu gue hamil, bahkan dia sakitpun dia selalu perhatian sama gue, saat dia harus di rawat intensif pun dia selalu memperhatikan gue lewat bunda Vivian." Cerita Diva.
"Sama Ray juga perhatian banget sama gue, bahkan gue juga pernah ngidam aneh-aneh, gue mau banget makan manisan buah Cermai, tau sendirikan buah Cermai sekarang sudah sangat langkah, bahkan dia berkeliling keluar masuk perkampungan di mana kiranya ia mendapatkan buah itu, sampai seluruh toko buah bahkan pasar-pasar sudah ia kunjungi semua." Lani ikut menceritakan soal perhatian suami mereka saat ia hamil.
"Kak Vara, Kalau kak Arka perhatian juga enggak saat kakak hamil ?" Tanya Lani kepada Vara.
"Behh... Jangan di tanya Lan, dia sampai-sampai sangat protektif sama kakak, bahkan awal-awal kehamilan mau turun tempat tidurpun dia menggendong aku, katanya aku tidak boleh kecapean lah, enggak boleh banyak geraklah, pokoknya ia tambah protektif sama kakak, apalagi saat menjelang persalinan, setiap malam ia mijitin kakak, dan tidak mau jauh-jauh, karena takut katanya, aku mau lahiran saat ia tidak ada." Cerita Vara panjang lebar.
Sedangkan Arka, Kenan juga Ray hanya diam mendengarkan cerita istri mereka, lain halnya dengan Rafa ia hanya terdiam, ada rasa sesal di hatinya karena selama ini ia memperlakukan Hera hanya sekedar rasa tanggung jawab saja terhadap anak yang di kandungnya, ia tak pernah menanyakan hal apa yang di inginkan Hera, bahkan tak jarang juga sampai Rafa mengabaikannya, saat Hera ingin di temani cek up ke dokter kandungan.
"Ra, kamu cerita juga dong pengalaman kamu hamil !" Seru Diva kepada Hera, namun pandangannya mengarah ke Rafa yang sedang tertunduk.
"Aku enggak ada pengalaman apa-apa sih, palingan mual muntah doang, saat awal-awal kehamilan, dan untuk ngidam aku tidak pernah menginginkan sesuatu yang aneh-aneh, mungkin babynya juga tidak ingin orangtuanya kerepotan kali ya." Ucap Hera.
"Bilang aja kalau ayah dari babynya enggak ada perhatiannya !" Sarkas Diva.
"Yank...!!! Kenan menegur Diva karena ia sudah mengerti maksud Diva mengungkit masa-masa kehamilan.
"Ngapain kamu bahas masalah hamil, kamu pengen hamil lagi ?" Tanya Kenan membuat Diva langsung beralih menatap Kenan dengan tatapan tajam.
"Kayaknya sih gitu Nan, Abang Raydan juga sudah bisa punya adik lagi tuh." Arka kompak dengan Kenan bertos ria.
"Iya kak, Nan, Kayak....
"Apa kamu juga mau bilang, kalau aku mau hamil lagi, satu aja belum brojol kamu mau nambah lagi, bener-bener kamu yah." Lani langsung menyela perkataan Ray.
"Bu...Bukan seperti itu Yank, tadi aku cuma mau bilang, kayaknya aku mau nunda dulu buat tambah momongan, sampai anak pertama kita nanti agak besaran yank, gitu maksudnya." Elak Ray.
"Agak besaran bagaimana Ray, agak besaran seperti Abang Raydan atau baby Khay ?" Tanya Arka seketika membuat gesebo tersebut riuh dengan suara tawa mereka. Dan hal tersebut membuat ketegangan Rafa juga Hera sedikit mencair.
"Dasar ya laki-laki, seenak udelnya pengen nambah ekor, enggak tau apa kalau hamil itu susah, butuh perjuangan, apalagi saat lahiran, mempertaruhkan nyawanya demi nyawa baru ke dunia." Cibir Diva.
"Tapi kalau proses buat kamu hamil enak dong yank." Goda Kenan langsung mendapat cubitan keras di pinggangnya.
"By, kamu ini siapa sih sebenarnya, kamu beneran Kenan suami aku kan ?" Ucap Diva menatap suaminya itu.
"Ya jelas aku Kenan suami kamu Yank, lagian aku enggak ada kembaran tuh." Sahut Kenan.
"Masalahnya, suami aku tuh dingin, irit bicara agak kelem gitu, tapi kok ini beda ya, lebih banyak bicara dan asal jemplak aja gitu kalau ngomong." Diva kembali berujar dan langsung di angguki yang lainnya.
"Iya Div, gue juga heran sama suami mu, bahkan pemikiran kita sama, soalnya sahabat gue itu lebih banyak diamnya, kok jadi bar-bar gini ya, apa jiwa Rafa sama laki kamu ketuker ya, sekarang malah Rafa yang lebih kalem dan irit bicara." Ray ikut menimpali.
"Bisa jadi tuh." Sahut Arka.
Di tengah-tengah obrolan mereka tiba-tiba Pak Salman, Pak Fikram tak lupa para istri masuk dan menghampiri mereka. Dan siapa sangkah di belakang mereka ada orangtua Ray juga.
"Ayah, Bunda..." Diva langsung beranjak dari duduknya ingin memeluk kedua orangtuanya, namun para orangtua tersebut bukannya menyambut pelukan Diva, mereka malah langsung menghampiri ke dua cucunya yaitu Abang Raydan juga baby Khay.
"Bunda, Ayah, Aku juga kangen loh sama kalian, aku anak kalian loh, !" Ujar Diva tampak Kesal melihat kedua orangtuanya langsung mengendong cucu mereka.
Pak Fikram menggendong Abang Raydan sedangkan Bunda Hani menggendong baby Khay.
"Sudah sayang, sini sama bunda aja pelukannya." Ucap Bunda Vivian langsung memeluk menantu kesayangannya itu.
"Bunda apa kabar ? Aku kangen loh Bun." Ucap Diva bergelayut manja di lengan ibu mertuanya itu saat melepaskan pelukan masing-masing.
"Bunda sehat sayang, kalau kalian bagaimana ?" Jawab Bunda Vivian lalu balik bertanya.
"Alhamdulillah kami sehat juga kok Bun." Jawab Diva lalu keduanya berjalan ke arah gazebo bergabung dengan yang lainnya, dengan Diva masih bergelayut manja.
Sedangkan Pak Salman dan kedua orangtua Ray sudah ikut bergabung dengan yang lainnya saat Bunda Vivian dan Diva berpelukan melepas kerinduan antara mertua dan menantu tersebut.
Bersambung....
Jangan lupa budayakan Like, Komen, dan juga Vote setelah membaca.
Mampir juga ke karya aku lainnya yang berjudul
-CLBK Cinta Lama Belum Kelar
-Permata Hati
-Cinta Yang Kunantikan
Atau langsung klik profil Author.
TERIMAKASIH 🙏🙏🙏🤗🤗🤗❤️❤️❤️