Pernikahan Yang Tak Kuduga

Pernikahan Yang Tak Kuduga
PYTK 48 Season 2


Kenan mengeret kopernya menuruni setiap anak tangga rumahnya, di ikuti Diva dan anaknya, malam ini Kenan di haruskan untuk terbang ke Singapore untuk membahas mengenai pembukaan beberapa outlet Distro dan Office, yang nantinya akan di kelolo Noval kekasih dari Jova. Namum karena ada beberapa kendala jadi mengharuskan Kenan untuk ke sana.


Diva tidak dapat mengantarkan suaminya untuk ke bandara karena baby Khay sedikit demam.


"Hati-hati, jangan lupa vitaminnya di minum, dan kalau sudah tiba di sana jangan lupa kabari aku By' !! Ujar Diva kemudian mencium punggung tangan suaminya.


"Iya yank, kamu juga hati-hati jaga diri baik-baik saat aku tidak ada !" Balas Kenan saat sudah berada di depan rumah, kemudian mencium kening istrinya bergantian kening putranya.


Saat akan naik ke mobil, tiba-tiba baby Khay menangis, ia minta di gendong oleh ayahnya, Kenan yang akan memasuki mobil yang sudah di siapkan sopir yang akan mengantarnya, ia kembali menoleh, dan menggendong putranya itu.


"Jagoan ayah jangan nangis, jagoan kan tidak boleh nagis sayang, cepat sembuh, nanti ayah cepat membereskan pekerjaan ayah di sana, kemudian kembali main sama kamu sayang, Ok !! Ya sudah sekarang Abang sama Bu da ya ?" Kenan mencium seluruh wajah putranya itu lalu memberikannya kembali kepada Diva. Seakan ia mengerti dengan omongan Ayahnya tangisan baby Khay pun mengerti dan tertawa khas bayi.


Setelah kepergian Kenan, Diva kembali masuk kedalam rumah membawa baby Khay masuk ke kamarnya.


🍀🍀🍀


Di sisi lain, tampak Calista berjalan menyusuri koridor bandara, dengan meyeret koper yang cukup besar malam itu juga Calista akan bertolak keluar negeri.


"Apa semua kebutuhan kita di sana sudah kau persiapkan ?" Tanya Calista pada Reni sekertarisnya.


"Sudah semua nona, sesuai permintaan nona saya menyewa apartemen yang nona inginkan, tapi....


"Tapi apa ?" Calista menoleh menatap tajam sekertarisnya itu.


"Tapi unit yang nona minta tidak sesuai, tapi nona tenang saja, kita masih satu lantai dengan yang nona minta sebelumnya." Jelas Reni sekertarisnya.


"Ya sudah tidak apa-apa." Calista dan Reni pun memasuki bagian keberangkatan karena pesawat yang mereka akan tumpangi akan segera berangkat.


🍀🍀🍀


Setibanya di salah satu bandara internasional di Singapore, Kenan langsung di sambut oleh Noval dan Jova yang sudah menunggunya.


"Selamat malam Tuan Kenan." Sapa Jova dengan candaannya.


"Malam, kamu biasa aja manggilnya Jov !" Ujar Kenan.


"Bercanda Nan, oh iya bagaimana kabar kamu, Diva dan juga baby Khay ?" Tanya Jova.


"Baik, Mereka juga baik, hanya saja tadi pas berangkat baby Khay sedikit demam." Terang Kenan.


"Ya sudah, nanti saja ngobrolnya, lebih baik sekarang kita pergi !" Sahut Noval dan di angguki Kenan.


Dalam perjalanan tak henti-hentinya Jova bercerita dan menanyakan sahabatnya, tak lupa kabar mengenai Lani yang baru saja melahirkan, walaupun hampir setiap hari mereka berkomunikasi, tapi dasarnya Jova yang selalu bertingkah heboh dan agak sedikit lebay.


"Nov bagaimana persiapan pembukaan office nya ?" Kenan mengalihkan pembicaraan karena sebenarnya sudah jengah mendengar ocehan-ocehan Jova yang seperti tak ada hentinya.


"Sudah hampir 95% di perkirakan kurang lebih dua bulan lagi akan segera buka." Jelas Noval sedikit menoleh ke arah Kenan yang sedang duduk di samping kemudi, sedangkan Noval yang menyetir, Jova tentu saja duduk bagian belakang.


"Soal perekrutan karyawan bagaimana ?" Tanya Kenan lagi.


"Soal perekrutan sudah di buka juga sudah banyak pelamar, dan mungkin nanti setelah penerimaan karyawan, saya mau minta agar bisa minta beberapa karyawan dari Indonesia agar membantu kami di sini sampai masa training karyawan baru." Jelas Noval.


Setibanya di apartemen yang dulunya mereka tempati saat masa perawatan Kenan, May yang dulu bekerja untuk mereka setiap hari datang untuk membersihkan apartemen tersebut.


"Kalian enggak mampir dulu ?" Tanya Kenan saat sudah turun dari mobil Noval yang berhenti pas depan lobi apartemen.


"Lain kali aja Nan, ini sudah sangat larut malam, lagian pasti kamu juga butuh istirahat, apalagi besok pagi kita harus menghadiri pertemuan." Jelas Noval.


"Ya sudah kalian hati-hati, saya masuk dulu. !!" Ujar Kenan lalu masuk melalui lobi kemudian menuju lift yang mengantarkannya menuju unitnya berada.


Kenan masuk ke unit apartemennya, saat masuk ia langsung teringat kebersamaan dirinya dan Diva di apartemen tersebut yang tak ada berubahnya sama sekali. Dengan langkah perlahan Kenan memasuki kamarnya yang dulu ia tempati bersama Diva dan baby Khay. Kenan merebahkan tubuhnya di tempat tidur mengeluarkan ponselnya ingin menghubungi jam, terlebih dahulu ia melihat jam di ponselnya yang sudah menunjukkan pukul 11 malam waktu Singapore. Kenan mengurungkan niatnya untuk menghubungi Diva, karena ia tidak mau menganggu istirahat istrinya itu, jadilah Kenan hanya mengirimkan Foto dirinya sedang berbaring di tempat tidur, tidak lupa menbahkan caption kalau dirinya sudah tiba. Setelah mengirimkan foto dan pesan Kenan kembali beranjak lalu masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Sekitar 10 menit Kenan kembali dari kamar mandi dan naik ketempat tidur dan mulai memejamkan matanya, walau sebenarnya ia sulit tidur karena istrinya tidak berada di sampingnya.


🍀🍀🍀


Pagi ini Kenan telah selesai bersiap-siap dengan stelan jas lengkapnya, kemudian ia keluar dari kamarnya, di luar sudah ada Noval yang sedang menunggunya.


"Apa sudah siap pak ?" Tanya Noval formal.


"Enggak usah formal gitu Nov, kalau kita berdua saja." Ucap Kenan.


"Tidak bisa seperti itu pak, saat ini sudah masuk jam kerja, saya harus profesional." Ujar Noval.


"Baiklah kalau itu, ayo kita berangkat sekarang !!" Ujar Kenan.


Keduanya pun berjalan keluar, saat ingin masuk lift ia bertemu dengan Calista yang juga ingin masuk lift yang sama, Kenan yang melihat Calista berada tepat di hadapannya kaget.


"Pak Kenan !" Sapa Calista dengan senyuman merekahnya yang hanya di balas anggukan dan sedikit senyuman samar.


"Pak Kenan ada keperluan apa di sini ? Ibu Diva nya enggak ikut ??" Tanya Calista mengekor masuk dalam lift.


"Saya ada urusan, Diva tidak ikut." Jawab Kenan dingin, sedangkan Noval yang melihat Calista hanya diam mengamati.


"Pak Kenan tinggal di sini juga ?" Calista kembali melemparkan pertanyaan.


"Iya." Sahut Kenan singkat.


"Wahhh kebetulan sekali ya pak, saya juga tinggal di sini." Ujar Calista.


Kenan tak lagi menggapi ocehan-ocehan Calista, ia malah beralih ke Noval membahas soal pekerjaan dan persiapan pertemuannya nanti dengan klaiyen.


Kenan juga diam-diam mengirimkan pesan kepada orang kepercayaannya yang ia kirim bekerja dengan Calista, menanyakan maksud kedatangan wanita itu di negara tersebut.


Kenan menyeringai saat ia menerima balasan dari orang tersebut.


Setelah tiba di lobi, Kenan dan Noval langsung berjalan menuju arah parkiran tanpa menoleh kepada Calista ataupun hanya berucap sepatah katapun. Berbeda dengan Noval yang sempat berpamitan, kalau ia dan Kenan duluan dan di balas anggukan dan senyuman oleh Calista.


Bersambung......


Budayakan like komen dan vote sebanyak-banyaknya setelah atau sesudah membaca episodenya, karena dukungan kalian sangat berarti buat Author, membangkitkan semangat menulis author, dan maaf kemarin enggak sempat up soalnya lagi ada pekerjaan penting di dunia nyata authornya, dan hari ini saya sempatkan untuk up, tapi maaf jika alurnya sedikit ngeblank soalnya authornya lagi sibuk.


Terimakasih 🙏🙏🙏🤗🤗🤗❤️❤️❤️