Pernikahan Yang Tak Kuduga

Pernikahan Yang Tak Kuduga
PYTK 72 Season 3 ( Next Generatoin )


Setelah banyak mengobrol, Khay pamit kepada istri dan sahabat-sahabatnya, kemudian naik ke atas panggung karena kebetulan restoran tersebut juga ada live musiknya.


"Selamat malam semua, maaf karena sedikit mengganggu acara kalian, saya ingin menyanyikan lagu untuk wanita yang kini menjadi pendamping ku, wanita yang sangat aku cintai." Ucap Khay duduk di salah satu bangku disana sambil memangku sebuah gitar.


"Maaf jika musik dan suara saya kurang bagus, tapi lagu ini mewakili perasaan saya pribadi." Lanjut Khay kemudian mulai memetik gitarnya.


🎢 🎢🎢


*Bagun pagi ini yang tampak berbeda.


Jam alarm membangunkanku seperti biasa.


Aku membiarkanmu menikmati mimipi indahmu.


Memikirkan kita saat menatap satu sama lain.


Tanpa mengucapkan sepatah katapun.


Caramu memandangku adalah bukti cinta kami.


Dengan semua saat-saat indah yang kami bagikan.


Apakah kau merasakan hal yang sama yang aku lakukan.


Haruskah aku menyimpan untuk diriku sendiri.


Atau haruskah aku memberitahumu.


Aku ingin kau menjadi yang terakhir.


Dan orang yang berbagi nafas denganku.


Aku tidak akan pernah melukaimu.


Apa kau mendengarku, sayang ?


Apapun yang terjadi percayalah padaku.


Tidak peduli seberapa sulitnya


Kita akan berhasil sama-sama.


Karena aku tahu pertemuan kami bukan kebetulan atau mimpi.


Dan hari ini aku telah mengambil keputusan


Mulai sekarang aku ingin kau menjadi......


Aku ingin kau menjadi yang terakhir.


Dan orang yang berbagi nafas denganku.


Aku tidak akan pernah melukaimu.


Apa kau mendengarku, sayang.....


Jika langit berantakan tolong di ingat.


Cintaku padamu tidak akan pernah berubah.


Kamu bisa tenang


Kita berdua akan berjalan berdampingan


Selama kau mencintaiku Oh....oh...oh....


Selama kau tak melepas tanganku*.


Semua orang bertepuk tangan setelah nyanyian Khay selesai, sedangkan Enzy hanya bisa tersenyum dengan mata berkaca-kaca, karena terharu melihat ketulusan suaminya itu saat menyanyi, bahkan sorot mata Khay tak pernah lepas dari Enzy.


Tak lama Khay turun dari panggung kembali ke meja mereka.


Enzy langsung berdiri dan memeluk erat Khay.


"Terimakasih, Terimakasih karena telah mencintai ku." Ucap Enzy dengan suara serak karena tangis, sambil menenggelamkan wajahnya di dada bidang Khay.


"Khay tersenyum mendengar ucapan istrinya itu, sambil membelas pelukannya.


"Kamu tidak perlu berterimakasih untuk itu sayang, karena tanpa kamu minta dan maupun aku akan tetap mencintaimu dan selamanya." Ucap Khay kemudian mencium pucuk kepala Enzy.


Khay yang mendengar sorakan orang-orang yang ada disana, perlahan melepaskan pelukannya lalu berlutut dihadapan wanita yang dicintainya itu, membuat wajah Enzy memerah karena malu dilihat orang banyak.


"Quensya Paradigta Malik, maukah kamu menjadi wanita satu-satunya pendampingku untuk selamanya, sampai mau memisahkan kita, berjalan berdampingan menjalani kehidupan ini, membuat dunia kita menjadi lukisan yang indah dan memiliki kisah yang romantis dan menarik, sampai anak cucu kita kelak bangga memiliki orang yang telah melahirkan mereka seperti kita." Ucap Khay panjang lebar, sambil menggenggam tangan kanan istrinya itu.


Enzy tak lagi berkata apapun karena tangisannya, suaranya seakan tersekat saking terharunya mendengar kata-kata yang diucapkan pria yang kini berlutut dihadapannya, kemudian Enzy mengangguk sembari mengatakan, Iya. Seketika suara tepuk tangan lagi-lagi memenuhi ruangan resto tersebut. Bahkan semua sahabat Khay ikut menyoraki tanpa terkecuali si kembar sibuk mengabadikan momen tersebut, setelah ia abadikan Nendra mengirimkan video itu ke Kenan.


Begitupun Priska yang ikut bertepuk tangan, namun tak seheboh Leo dan Doni, Priska tamoak tersenyum datar.


Setelah acara mereka selesai Khay, Enzy dan yang lainnya pulang kerumah masing-masing.


...----------------...


"Yank, kok senyum-senyum ?" Tanya Enzy ikut naik di tempat tidur lalu menyandarkan kepalanya di bahu Khay yang sibuk dengan ponselnya.


"Ini sayang, tadi pas di restoran Nendra diam-diam mideoin kita, lalu ia kirim ke grup keluarga kita, dan ia juga sengaja mengirimkan videonya ke ayah dengan pribadi."Jelas Khay memperlihatkan video yang ada di ponselnya.


Nb : Mereka memeliki group chat berisikan Sahabat-sahabat Diva dan Kenan, Arka dan juga Vara ada di grub tersebut, bahkan para anak-anak mereka termasuk Khay dan Enzy bergabung dalam grub tersebut.


Enzy tersenyum melihat video tersebut juga sedikit malu-malu saat mengingat ia langsung memeluk Khay di tempat umum seperti itu.


"Kenapa dengan wajah kamu, sayang, kamu sakit ?" Goda Khay melihat rona merah wajah istrinya.


Enzy memegang wajah, lalu menyembunyikan wajahnya di bahu Khay.


"Jangan menggodaku !" Cicit Enzy.


"Siapa yang menggodamu sayang, aku cuma khawatir, jangan sampai kamu sakit." Ujar Khay melingkari tangannya di bahu Enzy sambil menumpuhkan dagunya di pucuk kepala wanitanya.


"Aku tahu kamu menggodaku, karena wajahku memerahkan ?" Enzy mendongak menatap Khay.


"Tahu aja, emmm." Ucap Khay mencium sekilas bibir Enzy.


"Ngomong-ngomong, kalau aku perhatikan kamu gemukan deh, sayang." Ucap Khay mencubit pelan pipi kanan Enzy.


"Masa sih ? Tapi, emamngsih akhir-akhir ini aku suka ngemil." Sahut Enzy ikut meletakkan tangannya di wajahnya.


"Tapi aku suka, kalau kamu semok-semok gini, sayang, enak di peluk soalnya." Ujar Khay kembali mengeratkan pelukannya.


"Jangan suka ngegombalin aku Yank, aku tahu kamu gak suka sama cewek gendut." Ucap Enzy.


"Bener sayang, aku gak gombal." Sahut Khay.


"Udah ah, aku mau bobo.." Ucap Enzy kemudian memperbaiki posisi tidurnya membelakangi Khay, namun walau ia membelakangi pria itu, tapi Enzy tetap menarik lengan suaminya itu agar menjadi bantalannya, kemudian Khay langsung memeluknya dari belakang.


"Sayang, jangan bobo dulu dong !" Bisik Khay di celuruk leher Enzy.


"Yank, udah malem loh ini, aku ngantuk, capek juga." Sahut Enzy sudah memejamkan matanya.


"Kita main dulu yuk !" Ajak Khay tangannya sudah tak bisa diam menggerayangi tubuh bagian depan Enzy, membuat Enzy sedikit terganggu dengan ulah suaminya itu.


"Tapi yank, aku lagi capek, besok aja ya ?" Ucap Enzy membuka matanya lalu sedikit menoleh kebelakang.


"Sayang, satu ronde aja ya, pleaseee, nih si junior udah gak tahan." Ucap Khay sedikit memohon karena Khay Junio sudah tegang sejak tadi, Enzy pun dapat merasakan itu, karena Khay merapatkan tubuhnya di tubuhnya.


"Tapi janji, sekali aja ya, aku beneran capek." Sahut Enzy menyetujui ajakan suaminya.


"Iya janji, tapi gak janji ini akan sebentar." Sahut Khay kegirangan lalu membalikkan tubuh Enzy lalu menindihnya, Khay memulai aktivitasnya mulai dari mencium kening Enzy, turun ke hidung, kemudian mencium bibir mungil seksi istrinya, tak hanya ia cium Khay juga sudah mulai me***atnya, begitupun Enzy yang sudah mulai ikut larut dalam permainan suaminya, apalagi sentuhan-sentuhan pria itu selalu saja membuatnya nyaman.


Dan benar kata Khay, permainan mereka tak sebentar walaupun hanya satu ronde permainan saja, mereka bermain sampai lewat dari tiga puluh menit, bahkan hampir sejam.


Khay mencium kening Enzy setelah mendapatkan pelepasannya.


"I love you istriku." Ucap Khay masih di atas Enzy.


"Love you to, suamiku." Jawab Enzy lemas.


Kemudian Khay menjatuhkan dirinya di samping Enzy, menarik selimut untuk menutupi tubuh polos keduanya, bahkan Enzy tak sanggup lagi untuk bangun mengenakan pakaiannya kembali, berbeda dengan Khay ia masih sempat untuk bangun memakai boxernya, kemudian kembali berbaring di samping Enzy, lalu menarik kepala istrinya itu agar tertidur di lengannya.


Tak lama keduanya terlelap, dengan saling memeluk satu sama lain.


Bersambung.........


Jangan lupa like,komen, dan vote sebanyak-banyaknya...


Terimakasih πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™