
Sejak keluar dari ruangan poli kandungan, Kenan tak pernah melepas genggaman tangannya terhadap istrinya, dan jangan lupa senyum yang terus terukir di wajah tampannya. Saat dalam perjalanan pulang pun Kenan tidak pernah melepas tangannya dari Diva. Sedangkan Diva juga perasa kegerahan dibagian telapak tangannya.
"By', lepas dulu dong tangannya, tangan aku sudah basah sekali karena berkeringat !" Pinta Diva mendongak menatap wajah sang suami.
"Maaf yank, soalnya aku bahagia banget." Ucap Kenan melepaskan genggaman tangannya, kemudian mengecup kening istrinya.
Diva kembali menyandarkan kepalanya di dada Kenan, Diva sangat menyukai aroma tubuh Kenan.
Saat sampai di rumah Kenan dan Diva masuk setelah mengucapkan salam, yang sudah di sambut oleh Bunda Vivian dan ayah Salman.
"Kalian darimana saja, Kenapa sesore ini baru sampai di rumah, bukannya pesawat kalian tiba siang tadi, terus Diva kenapa wajah kamu pucat begitu sayang, apa kamu sakit, ini lagi Kenan kenapa kamu terus saja senyum-senyum seperti orang tidak waras gitu." Bunda Vivian langsung nyerocos menyodong pertanyaan kepada pasutri muda itu.
"Bunda kebiasaan, kalau bertanya satu-satu dong Bun, kami bingung mau jawab yang mana dulu !" Ujar Kenan menuntun Diva untuk duduk di sofa ruang tamu.
"Terus kalian dari mana, kenapa sampai jam segini baru sampai rumah ?" Ayah Salman mengulang pertanyaan istrinya.
"Begini Yah, Bun, tadi pas kami di pesawat Diva terus saja pusing, dan mual, sampai harus bolak-balik toilet, pas kami tiba kami mampir ke rumah sakit terlebih dahulu." Ucap Kenan menjelaskan.
"Dan kami ada kabar baik untuk kalian !" Lanjut Kenan menatap orangtuanya secara bergantian.
"Kabar baik ?" Tanya Ayah dan Bunda hampir bersamaan.
"Iya, Setelah tadi Diva di periksa dirumah sakit, Diva di nyatakan hamil, dan usia kehamilannya sudah tiga minggu." Terang Kenan.
Ayah dan Bunda mendengar penuturan Kenan seketika melebarkan matanya, kaget dan sangat bahagia mendengar jika mereka akan segera memiliki cucu. Bunda Vivian langsung beranjak dari duduknya menghampiri Diva dan memeluknya, tidak lupa ia menciumi seluruh wajah menantu kesayangannya itu.
"Selamat ya sayang, dan terimakasih karena kamu mau mengandung calon cucu kami." Ucap Bunda Vivian dengan mata yang berkaca-kaca sambil mengusap wajah pucat Diva.
"Iya Bun, dan Bunda tidak perlu berterimakasih, karena ini sudah menjadi kewajiban aku, sebagai seorang istri untuk memberikan keturunan buat suami dan juga cucu untuk kalian. !" Ujar Diva tersenyum.
Bunda Vivian kembali memeluk menantunya itu dengan erat, kemudian melepaskannya kembali saat Kenan berdehem.
"Bun, lepaskan Diva dong, dia butuh banyak istirahat, kata dokter dia tidak boleh kelelahan, dan terlalu beraktifitas, karena kandungannya masih muda dan lemah !" Terang Kenan menjelaskan kepada Bundanya.
Kini giliran Ayah Salman memeluk menantunya itu, dan mencium keningnya.
"Selamat ya sayang, mulai sekarang kamu jangan banyak bergerak dulu, kalau ingin sesuatu jangan sungkan memintanya kepada kami !" Ujar Ayah Salman.
"Ayah kenapa pakai meluk dan cium segala ?" Sahut Kenan sedikit kesal melihat ayahnya memeluk dan mencium istrinya.
"Posesif banget sih bang, dia kan anak Ayah." Ucap Ayah Jengah.
"Apa kalian sudah mengabari Ayah Fikram dan Bunda Hani ?" Tanya Bunda Vivian.
"Belum Bun." Jawab Diva.
"Ya sudah kalian istirahat saja dulu, biar nanti Bunda yang menghubungi mereka !" Ujar Bunda Vivian.
Kenan dan Diva pamit kekamar untuk beristirahat, Sedangkan Bunda Vivian masuk ke kamarnya untuk mengambil ponselnya karena ia ingin segera membagi kebahagiaan bersama besannya.
Tiga hari pun berlalu, setiap pagi Diva terbangun karena merasa mual dan pusing. akhir-akhir ini Diva juga susah untuk makan, Diva hanya mengonsumsi buah, dan juga susu untuk ibu hamil. Diva tidak tahan dengan bau nasi dan juga lauk pauk lainnya termasuk ikan, Diva sangat tidak bisa mencium aroma ikan yang menurutnya sangat amis, walaupun sudah di olah.
Sejak kehamilan Diva Kenan juga memiliki kebiasaan baru untuk membuatkan susu untuk Diva setiap pagi dan malam, karena menurut Diva buatan Kenan lebih enak. Diva juga bertambah manja kepada suaminya.
Seperti pagi ini Diva masih betah tiduran di bawah ketek suaminya, menurut Diva aroma Kenan sangat menenangkan saat Kenan belum mandi. Bahkan sejak kehamilannya Kenan tak pernah mandi jika ia tidak ingin keluar rumah, karena Diva melarangnya dan tidak bisa di bantah, karena jika di bantah Diva akan mendiaminya seperti di siang dua hari yang lalu, Diva mendiami Kenan hingga malam hari karena Kenan mandi saat Diva tertidur karena sudah merasa sangat lengket karena sudah jam 1 siang ia belum mandi.
"Yank, kita bangun ya, aku harus ke office hari ini, karena ada hal penting yang harus aku selesaikan !" Ujar Kenan sangat hati-hati.
"Tapi kamu janji ya by', kamu harus pulang cepat !" Sahut Diva mendongak melihat wajah Kenan.
Dua puluh menit kemudian Kenan dan Diva sudah sudah bersiap, dan segera turun kemeja makan untuk ikut sarapan bersama Ayah dan Bunda yang sudah berada di meja makan.
Tapi tidak dengan Diva, setelah mengambil susunya yang sudah di buatkan Kenan dan juga salad buah yang sudah di siapkan Bunda Vivian, Diva pergi keruang tengah, karena ia tidak tahan dengan bau nasi dan lauk pauk lainnya.
"Yank, aku pergi dulu, kamu mau di belikan apa saat aku pulang nanti ?" Kenan menghampiri Diva saat menyelesaikan sarapannya, dan menanyakan keinginan istrinya
"Aku mau jagung bakar, tapi yang rasa keju." Sahut Diva masih memakan salad buahnya.
"Iya, kamu baik-baik dirumah, jangan terlalu banyak jalan, ingat kata dokter kamu tidak boleh kelelahan !" Peringat Kenan kemudian mengecup kening istrinya, dan beralih mengusap dan mencium perut Diva yang masih rata.
"Aku pamit yank, Assalamualaikum." Kenan keluar menuju garasi mobilnya, setelah Diva menjawab salamnya.
50 menit perjalanan akhirnya Kenan tiba disebuah rumah sakit swasta, untuk menemui Dokter Bayu yang sebelumnya telah membuat janji.
Kenan sebenarnya berbohong kepada Diva, mengatakan jika dia akan pergi ke Office.
Karena hari ini Kenan akan memulai menjalani serangkaian kemoterapi untuk beberapa waktu kedepan.
"Selamat siang Dok." Sapa Kenan saat sudah berada diruangan dokter Bayu.
"Siang juga, bagaimana apa sudah siap ?" Tanya Dokter Bayu.
"Insyaallah saya sudah siap Dok, lebih cepat lebih baik, dan maaf kemarin saya membatalkan janji, karena istri saya kurang enak badan." Ucap Kenan menjelaskan, karena merasa tak enak hati membatalkan janji, padahal Dokter Bayu sudah mengosongkan jadwalnya hanya untuk dirinya.
"Tidak apa-apa, tidak usah merasa tak enak hati seperti itu." Sahut Dokter Bayu, mengerti dengan pasiennya itu kalau sedang tak enak hati kepadanya.
"Kalau begitu mari ikut saya, kita bisa memulainya sekarang !" lanjut Dokter Bayu langsung beranjak dan keluar dari ruangannya menuju ruangan kemoterapi, di ikuti Kenan.
Kini Kenan sudah berganti pakaian dan bersiap melakukan kemoterapi, sebelumnya Kenan melakukan beberapa pemeriksaan terlebih dahulu, sebelum lanjut kemoterapi.
Kemoterapi yang saat ini jalankan melalui tahap induksi, tahap ini merupakan fase perawatan pertama. Sifatnya pendek tetapi intensif, biasanya berlangsung selama 7 hari berturut-turut/seminggu. Tujuannya adalah membersihkan darah dari sel leukimia dan untuk mengurangi jumlah sel sak kanker di bagian sumsum tulang belakang hingga kembali normal.
Obat terapi leukimia di berikan dengan cara infus atau di masukkan melalui pembuluh darah.
Setelah cukup lama hingga sore menjalankan proses kemoterapi, Kenan segera bengun dan kembali mengganti pakaiannya, harusnya Kenan tetap tinggal dirumah sakit selama menjalani kemoterapi, namun Kenan menolak, karena ia tidak mau orang rumah curiga, dan akhirnya mengetahuinya.
Kenan sedikit merasa pusing, kata Dokter Bayu itu efek setelah melakukan kemo, dan bahkan bisa sampai merasa mual juga.
Setelah semuanya selesai, Kenan pamit kepada Dokter Bayu untuk segera pulang.
Bersambung ....
Maaf jika ada kesalahan dalam penjelasan mengenai kemoterapi dan juga penyakit leukimia, karena jujur saya juga tidak mengerti banyak soal dunia kedokteran 🙏🙏🙏🙏
Jangan lupa tinggalkan jejak dukungan kalian
Like
Coment
Vote
Salam sayang dari aku yang masih amatir
dan banyak-banyak Terimah kasih atas dukungan kalian selama ini 😊😊😊❤️❤️❤️
🙏🙏🙏🤗🤗🤗