Pernikahan Yang Tak Kuduga

Pernikahan Yang Tak Kuduga
PYTK 80 Season 3 (Next Generasi)


Setelah berkeliling dan keluar masuk toko buah akhirnya Khay mendapatkan buah srikaya di salah satu pedagang kecil yang berada di pinggir perkampungan kota Xx.


"Akhirnya dapat juga nih buah." Ucap Khay menghembuskan nafas leganya, sambil menaikkan kantong kresek yang baru saja di berikan pedagang buah tersebut.


"Terimakasih pak, kalau begitu saya permisi." Pamit Khay, kepada akang penjual.


"Sama-sama tuan muda, bapak yang harusnya berterimakasih karena memborong buah bapak, bahkan melebihkan harga jual buah bapak." Ucap bapak-bapak tersebut.


"Bapak kenal saya ?" Tanya Khay cukup terkejut karena bapak itu mengenalnya.


"Siapa yang tidak kenal dengan putra sulung tuan Kenan." Sahut bapak tersebut terdengar bangga.


"Saya sangat mengagumi beliau, tuan muda, tuan Kenan sangat bijaksana dan ramah, apalagi beliau sering berdonasi di kampung kami, dan juga membantu para pedagang kecil seperti bapak, atau teman-teman pedagang bapak lainnya." Jelas bapak tersebut.


"Bapak terlalu memuji keluarga kami, bukannya sebagai umat manusia sudah sepatutnya untuk tolong menolong." Ujar Khay dan langsung mendapat sanjungan dari bapak-bapak tersebut.


"Ya sudah pak, kalau begitu saya pamit, takut istri saya sudah menunggu." Khay kembali berpamitan, dan langsung di angguki bapak pedagang tersebut.


...----------------...


Kia yang baru saja tiba langsung memarkirkan motornya, bukannya langsung masuk kerumah, Kia malah langsung memeriksa motornya, karena dirasa ada yang tidak beres pada bagian koplainnya.


"Dek, ngapain malah periska motor, bukannya langsung masuk ganti pakaian dulu." Seru Kenan tiba-tiba berada dibelakang putrinya itu, masih lengkap dengan setelan jas kerjanya, sepertinya pria itu baru saja pulang dari kantor.


"Sejak kapan ayah disitu ?" Tanya Kia menoleh melihat ayahnya kemudian kembali melanjutkan aktivitasnya.


"Dek, kamu kebiasaan ya, ditanya malah balik bertanya, itu gak sopan dek !" Seru Kenan lagi menasehati putrinya itu dengan lembut, Kenan memang selalu bersikap lembut pada anak-anaknya, namun ada kalanya ia bersikap tegas, dan di saat itulah Khay maupun Kia tak bisa membantahnya.


"Maaf yah." Ucap Kia merasa bersalah.


"Ini yah, sepertinya koplainnya sedikit ada masalah." Lanjut Kia menjelaskan.


"Ya sudah, kamu masuk dulu, ganti pakaian kamu, terus itu bersih-bersih !" Titah Kenan menegaskan.


Kia beranjak dari duduknya, kemudian mereka masuk bersama.


"Assalamualaikum " Ucap Kenan dan Kia bersamaan.


"Walaikumsalam." Sahut Diva keluar dari arah dapur, langsung menyambut kedatangan suaminya mengambil tas kerja milik Kenan lalu mencium tangannya, begitupun dengan Kia langsung mencium punggung tangan bundanya.


"Kalian datang barengan, terus kamu dek kenapa pulang terlambat ?" Tanya Diva kepada suami dan anaknya itu sambil melihat mereka bergantian.


"Tidak Bun, aku bukannya terlambat pulang, tapi aku langsung ke garasi memperbaiki motor aku Bun, karena ada masalah." Jelas Kia.


"Jadi ceritanya, kamu datang sejak tadi, begitu ?" Tanya Diva.


"Iya Bun." Sahut Kia.


"Kalau begitu aku pamit ke kamar ya Bun, aku mau mandi udah gerah banget nih, yah aku pamit ya." Pamit Kia kepada kedua orangtuanya.


"Putri kamu Bun." Ucap Kenan geleng-geleng kepala lalu melangkahkan kakinya menuju kamar.


"Dia anak kamu juga by' " Ucap Diva mengikuti langkah suaminya itu.


"Iya sayang, canda kok." Ucap Kenan lalu merangkul pinggang istrinya itu, tak lupa Kenan mencium bibir istrinya sekilas, membuat Diva memekik karena disana ada beberapa Asisiten rumah tangga yang melihat perlakuan Kenan.


"By', itu banyak yang liatin kelakuan kamu barusan." Ucap Diva.


"Gak apa-apa sayang, toh mereka juga gak merasa terganggu kan." Sahut Kenan santai, kemudian membuka pintu kamar mereka.


Saat masuk kedalam kamar, Kenan langsung mendorong tubuh istrinya itu di tempat tidur kemudian menindihnya.


"By', apa yang akan kamu lakukan ?" Ucap Diva menahan dada bidang milik suaminya.


"Apa yang harusnya kita lakukan yank, aku udah kangen banget, udah hampir seminggu kita tidak melakukannya, karena tamu bulanan kamu." Terang Kenan kemudian mencium bibir istrinya lalu **********.


Setelah cukup lama mereka saling me**"*t Kenan sejenak melepaskan ciumannya, menatap istrinya itu, walaupun umur mereka sudah tak semuda duku, namun perasaan Kenan dan Diva tak pernah berubah sedikitpun, bahkan Kenan masih memperlakukan Diva dengan sangat lembut dan penuh kasih sayang.


"Maaf...maaf...." Tiba-tiba Kia masuk kedalam kamar orangtuanya, kemudian berlari keluar karena melihat posisi ayahnya yang berada di atas bundanya, dan ke adaan pakaian Diva sudah tak beraturan akibat ulah tangan Kenan yang tak mau diam saat mereka berciuman.


"Kamu sih by', kenapa pintunya gak dikunci." Ucap Diva sedikit kesal.


"Ya sudah, lanjut yang tadi ya ?" Lanjut Kenan kemudian memulai lagi aktivitasnya yang sempat tertunda, tanpa menunggu persetujuan dari Istrinya.


Cukup lama mereka melakukan aktivitasnya, akhirnya Kenan mendapatkan pelepasannya yang ketiga kalinya, Diva heran suaminya ini masih saja kuat, padahal umur mereka sudah tak bisa lagi dibilang muda.


"Terimakasih yank, kamu masih saja sama waktu kita muda, tak ada berubah sedikitpun." Ucap Kenan kemudian mencium kening istrinya, yang masih berusaha mengumpulkan tenaganya, biar bagaimanapun Diva hanya seorang wanita dan tidak bisa di pungkiri kalau saat ini umurnya tak lagi muda, dan merasa sangat kelelahan setelah meladeni permainan Kenan.


"I Love you my wife." Ucap Kenan tepat di depan kening Diva, lalu beralih mencium bibir ranum istrinya sekilas, Kenan masih melakukan kebiasaannya setelah melakukan aktivitas intimnya.


"I Love you to my hubby." Balas Diva masih terdengar lemas sambil mengeratkan pelukannya, menjadikan lengan kanan Kenan sebagai bantalannya.


"Mandi yuk yank, ini udah hampir magrib !" Ajak Kenan setelah melihat Diva sudah fit kembali.


"Aku duluan aja by', aku yakin kita tidak hanya akan mandi." Ucap Diva bangun kemudian meraih kemeja suaminya yang berserakan di atas tempat tidur, lalu ia pakai.


"Hehehe...Kamu tahu aja yank ?" Sahut Kenan cengengesan.


"Gak usah banyak ngadi-ngadi deh by', kamu udah tua." Ujar Diva turun dari tempat tidur ingin segera melangkah masuk ke kamar mandi, namun dengan cepat Kenan menarik lengannya hingga Diva duduk di pinggiran tempat tidur.


"By...!" Pekik Diva


Kenan tersenyum lalu menumpuhkan dagunya di bahu istrinya lalu memeluknya dari belakang.


"Walaupun aku sudah tua, tapi aku masih mampu membuatmu kelelahan dan merasa enak di saat yang bersamaan, sayang." Ujar Kenan mencubit pelan perut Diva.


"By'.... Kok kamu makin hari makin mesum aja sih, ingat umur by', kita juga sudah akan punya cucu." Ujar Diva berusaha menutupi rona merah diwajahnya.


"Aku tahu yank, aku juga gak nyangka bakal punya cucu di usia 38 tahun." Ucap Kenan.


"Pasti lucu deh yank, kalau kita jalan kemana-mana bawa cucu, bisa saja orang mengira kalau itu anak kita." Lanjut Kenan berandai-andai.


"Iya, by, pasti lucu ya, aku jadi nggak sabar." Sahut Diva ikut berandai-andai.


"Sudah yuk kita mandi !" Ajak Kenan melepaskan pelukannya yang sejak tadi melingkar sempurna di perut istrinya itu.


"Pokoknya aku mau mandi sendiri, aku tahu kamu tidak akan hanya mandi." Ujar Diva beranjak.


"Engga yank, hanya mandi kok." Ujar Kenan menampakkan puppy eyesnya berharap istrinya menyetujui ajakannya.


"Pokoknya aku bilang tidak by', kita sudah hidup bersama bukannya hanya 10 tahun by', aku udah tahu kamu seperti apa." Ujar Diva buru-buru masuk ke kamar mandi lalu ia kunci rapat-rapat.


Kenan yang mendengar perkataan istrinya itu hanya bisa tersenyum sambil geleng-geleng kepala.


Saat akan turun dari tempat tidur untuk mengambil handuk yang ada di lemari khusus, tiba-tiba ponsel yang berada di saku jas yang ia gunakan tadi berdering tanda panggilan masuk. Kenan dengan cepat mengenakan celana bahannya yang tadi ia gunakan lalu mengambil ponselnya yang masih saja berdering.


📞 "Ya Hallo, ada apa ?" Tanya Kenan datar kepada seorang diseberang sana.


📞 "......


📞 "Apa, sejak kapan dia disana ?" Tanya Kenan kaget saat menerima informasi dari salah satu anak buahnya.


📞 "......


📞 "Baiklah, kamu terus pantau pergerakannya, dan kita lihat beberapa hari kedepan, apa niatannya sampai ia disana !" Seru Kenan lalu memutuskan sepihak panggilan tersebut.


"Kurang ajar...." Umpat Kenan tersulut emosi.


Bersambung.......


Maaf ya readers kemarin gak sempat up, soalnya sedikit ada kendala jaringan di daerah saya.


Di episode ini saya cerita soal Kenan dan Diva, soalnya entah kenapa aku kangen dengan ke uwauaaannn mereka....


Tetap budayakan LIKE, KOMEN,DAN VOTE, setelah membaca setiap episodenya.


Mohon maaf jika alurnya sedikit kacau....🙏🙏


Terimakasih 🙏🙏🙏