Pernikahan Yang Tak Kuduga

Pernikahan Yang Tak Kuduga
PYTK 76 Season 2


Di rumah sakit di kota Xx


Dokter dan beberapa rekannya sedang melakukan operasi berusaha untuk mengeluarkan dua peluru yang bersarang pada dada kirinya, dokterpun tampak kesulitan mengeluarkan peluru kedua yang hampir mengenai jantungnya, hal itu membuat dokter harus lebih ekstra hati-hati, karena sedikit saja melakukan kesalahan akan berakibat fatal dengan Kenan, bisa-bisa membuat Kenan lumpuh atau bahkan meregang nyawa.


🍀🍀🍀


Di Alam lain


Kenan tampak sedang berada di tempat yang paling indah dengan suasana alam yang sangat sejuk di tambah pemandangan perbukitan dan hamparan rumput yang luas di tumbuhi pepohonan yang rindah yang tertata sangat rapi, di tambah taman bunga berwarna-warni yang sedang bermekaran.


Kenan terus berjalan pepohonan yang berjejer rapi di kedua sisi jalan bebatuan, dari kejauhan Kenan melihat sesosok wanita berpakaian putih sedang duduk di sebuah kursi panjang, Kenan terus melangkahkan kakinya mendekati wanita tersebut, saat ia dekat tiba-tiba saja wanita itu menoneh kepadanya.


"Yank ? Tanya Kenan langsung berjalan sedikit lebih cepat dan langsung duduk di samping wanita yang sangat mirip dengan Diva.


Wanita itu hanya terdiam menatapnya dengan tatapan datar, Kenan menyadari jika wanita itu sedang memangku seorang bayi.


"Ini bayi siapa yank ?" Tanya Kenan melihat kearah bayi tersebut.


"Ini anakku." Sahut Wanita yang sangat mirip dengan Diva.


"Kamu istriku kan ?" Lagi-lagi Kenan bertanya ia bingung melihat sikap dingin wanita mirip Diva itu.


"Dulu kau benar suamiku, tapi sekarang tidak lagi." Sahutnya.


"Kau adalah istriku, sekarang dan selamanya, aku sangat-sangat mencintai kamu dan anak kita." Ucap Kenan mengeluarkan air matanya.


"Tidak ! Sekarang pergilah orang-orang sedang menunggumu !!" Seru wanita itu kemudian beranjak dari duduknya lalu berjalan menjauhi Kenan.


"Yank tunggu, apakah bayi itu anak kita juga, apakah itu adiknya Abang yank....Yank... ku mohon jangan tinggalkan aku sendirian, aku tidak sanggup yank....." Kenan terus saja berteriak namun wanita itu tetap menghiraukannya dan melangkah semakin menjauh.


Kenan menjatuhkan dirinya di tanah, kemudian menangis sejadi-jadinya, ia ingin sekali mengejar wanita itu namun langkahnya seolah ada yang menahannya.


"Kenapa kau meninggalkanku yank ?" Lirih Kenan.


"Aku akan tetap disini yank, aku akan menunggumu kembali." Ujarnya.


🍀🍀🍀


Kembali ke dunia nyata


Dokter menghembuskan nafas leganya karena sudah berhasil mengeluarkan peluru dari dalam tubuh Kenan, dokterpun menyelesaikan tahap akhirnya yaitu menutup bekas sayatannya. Pas dokter menyelesaikan tahap akhirnya tiba-tiba kondisi Kenan menurun drastis, detak jantungnya semakin menurun membuat dokter dan beberapa perawat yang berada diruang operasi tersebut menjadi sedikit tegang.


"Cepat ambilkan alat pemicu jantung !!" Seru dokter.


Salah satu perawat dengan cepat mengambil apa yang di minta oleh dokter. Setelah semuanya sudah siap dokter pun menggunakan itu kebagian dada Kenan, keringat dokter mulai bercucuran karena keadaan Kenan belum stabil juga sampai dokter menaikkan tekanan alat tersebut pada tekanan maksimum.


"Hufffftt.... Syukurlah, walaupun keadaannya mulai stabil kembali tapi ini belum bisa dikatakan membaik." Seru dokter bernafas lega.


Sementara di luar ruangan Pak Anton dan Sarla tampak sedang menunggu dengan perasaan gusar, ia khawatir akan terjadi sesuatu dengan Kenan, karena hingga sore ini doter yang melakukan operasi kepada Kenan belum juga keluar.


"Bagaimana ini pak ?" Tanya Sarla terlihat cemas.


"Kita doakan saja yang terbaik !" Ujar pak Anton tak kalah khawatirnya, walaupun Kenan selalu bersikap dingin kepadanya tapi ia sudah menganggap bosnya itu seperti anaknya sendiri.


Tak lama Pak Salman dan Bunda Vivian tiba di rumah sakit dan langsung menuju ke depan ruang operasi dimana Kenan berada.


"Pak bagaimana keadaan Kenan ?" Tanya bunda Vivian terlihat sangat cemas.


"Tuan Kenan masih berada di ruang operasi nyonya, sudah lebih dari tiga jam berada di dalam." Jelas pak Anton langsung berdiri dari duduknya setelah pak Salman dan Bunda Vivian sudah berdiri di depannya. Sedangkan Sarla hanya duduk mematung ia sedikit merasa takut kepada pak Salman. Bunda Vivian dan Pak Salman belum menyadari kalau wanita yang ada di dekat mereka adalah Sarla mantan kekasih anaknya.


"Bagaimana ini bisa terjadi pak, sebenarnya ada masalah apa ?" Tanya Pak Salman penasaran dari awal permasalahannya sehingga membuat menantu dan cucunya pergi.


"Begini pak...." Omongan pak Anton terhenti saat dokter yang menangani Kenan keluar dari ruangan operasi sambil melepas penutup kepala dan juga maskernya.


"Bagaimana keadaan putra saya Dok ?" Tanya Pak Salman.


"Pelurunya sudah berhasil kami keluarkan tuan, namun pasien belum sadarkan diri, saya sudah prediksikan kalau pasien mengalami koma tuan," Jelas dokter membuat Bunda Vivian hampir terjatuh karena shok mendengar penjelasan dokter yang lagi-lagi putranya mengalami koma untuk yang kedua kalinya, Pak Salman langsung menahan tubuh istrinya yang hampir terjatuh.


"Tenang dulu Bun !" Serunya kemudian kembali beralih kepada dokter.


"Sampai kapan dia akan sadarkan diri dik ? Tanya pak Salman.


"Bagaimana ini Yah ?" Bunda Vivian sudah tak bisa lagi menahan tangisnya.


"Sering-seringlah untuk mengajaknya mengobrol nyonya, ceritakan yang menurut ibu membuatnya bersemangat dan termotivasi untuk segera sadar." Ujar dokter dan diangguki Pak Salman.


"Kalau begitu saya permisi tuan, saya masih ada pasien yang harus aku visit, mungkin sebentar lagi pasien akan di pindahkan di ruang perawatan." Pamit dokter.


Tak lama Sarla pun memberanikan diri untuk menegur orangtua Kenan, karena ia ingin segera pamit untuk pulang.


"Sore Tante, om." Sapa Sarla mengulurkan tangannya untuk menyalami tangan bunda Vivian terlebih dahulu.


Bunda Vivian mengernyitkan keningnya, ia sudah tak terlalu mengenali Sarla, wanita paruh baya itu terus memandangi wajah Sarla, karena ia tak merasa asing.


"Sarla, kamu Sarla kan?" Tanya bunda Vivian setelah ia mengingat-ingat.


"Iya Tante, saya Sarla." Sahut Sarla menundukkan wajahnya.


"Sedang apa kau kesini ?" Timpal Pak Salman terlihat raut kemarahan di wajahnya.


"Apa jangan-jangan karena kamu menantu dan cucuku pergi dari rumah, hah ?" Bentak Pak Salman.


"Tuan, sabarlah biar saya jelaskan semuanya, dia hanya membantu tuan Kenan, ia tak ada salah apapun dalam masalah ini." Sahut Pak Anton.


"Apa maksud kamu Anton ?" Geram pak Salman sampai ia tak lagi menyebutkan kata Pak di depan nama pak Anton mantan asistennya itu.


Pak Anton pun menceritakan dari awal rencana Kenan untuk menjebak Calista dengan cara berpura-pura berhubungan dengan Sarla seolah-olah Diva merasa dikhianati sampai Arka menangkap basa Kenan dan Sarla di salah satu kamar hotel, karena waktu itu ada anak buah suruhan Calista yang mengikuti Kenan, sehingga Kenan terpaksa memasukkan Sarla kedalam kamar hotel yang sama dengannya, tapi setelah orang suruhan Calista pergi, Sarla kembali ke kamarnya yang sudah ia pesan juga.


Pak Anton juga menceritakan rencana-rencana Calista bersama dengan sepupunya Disti pelaku penembak yang di alami Kenan, rencana untuk melenyapkan Diva dan baby Khay, untuk menghancurkan Kenan.


Pak Salman tampak terdiam mendengarkan semua cerita pak Anton, ia kembali menatap Sarla.


"Bagaimana bisa kamu bertemu dengan Anak saya bukannya kamu masih di penjara ?" Tanya Pak Salman dengan datar.


"Saya bertemu Kenan di Singapore pak, saat itu Kenan bekerjasama dengan perusahaan tempat saya bekerja kebetulan perusahaan itu milik calon suami saya di Singapore, saat ini saya menetap di Singapore, karena sekitar setahun yang lalu saya di bebaskan dari penjara karena saya selalu berkelakuan baik.


"Terus bagaimana nasib perusahaan orangtua kamu, karena setau saya orangtua kamu sudah meninggal ?" Tanya Pak Salman.


"Perusahaan milik orangtua saya sudah tidak ada lagi pak, sejak mereka meninggal sahamnya sudah di jual karena sudah tak ada lagi yang mengurusnya, karena pada saat itu aku masih di dalam tahanan, dan kami mengira saya akan di tahan sampai masa hukuman yang di jatuhkan kesaya yaitu 5 tahunan." Jelas Sarla tanpa terasa air matanya terjatuh dikalah ia mengingat orangtuanya.


"Tapi bagaimana bisa kamu mau menerima tawaran Kenan untuk membantunya ? Harusnya kamu malah membencinya kan ?" Pak Salman terus saja mengintrogasi Sarla.


"Awalnya saya tidak ingin membantunya pak, karena saya sudah tak ingin lagi berhubungan dengan masa laluku yang memalukan, tapi ternyata Kenan menemui calon suamiku yang ternyata berteman dengan Kenan, akhir nya calon suamiku menyarankan untuk membentuknya, sekalian demi menebus kesalahanku yang dulu." Lagi-lagi Sarla menjelaskan panjang lebar.


Pak Salman sudah mengerti akan hal permasalahan ini,namun masalahnya saat ini Kenan koma, di tambah Diva dan Khay pergi entah kemana, begitupun dengan keluarga Fikram yang lainnya sepertinya salah paham akan hal ini, dan menutup rapat keberadaan Diva.


Bersambung.....


Bonus Visual


Pak Salman



Bunda Vivian



Pak Anton



Sarla



Like, komentar, dan vote sebanyak-banyaknya ya readers, buat Author tambah semangat 🙂🙂🙂


Terimakasih...🙏🙏🙏🤗🤗🤗❤️❤️❤️