Pernikahan Yang Tak Kuduga

Pernikahan Yang Tak Kuduga
Episode 91


Satu minggu sudah berlalu sejak kedatangan Pak Fikram. Pak Salman sudah kembali ke Indonesia tiga hari yang lalu, sedangkan keluarga Pak Fikram masih berada di Singapore, dan hari ini mereka akan kembali ke tanah air. Sebelum mereka kembali keluarga Pak Fikram kembali menemui Kenan di rumah sakit terlebih dahulu, karena setelah dari rumah sakit mereka akan langsung ke Bandara.


"Nan kami akan kembali ke tanah air, mungkin bulan depan baru bisa lagi Ayah dan Bunda kesini." Ucap Pak Fikram.


"Iya Yah, terimakasih." Ucap Kenan.


"Pesan Ayah, kamu harus kuat, dan semangat dengan cobaan yang Allah berikan !" Ujar Pak Fikram memeluk menantunya itu, sambil menepuk punggung Kenan, yang sedang duduk di brangkarnya.


"Kenan minta doa Ayah !" Balas Kenan memeluk Ayah mertuanya.


Kini giliran bunda Hani pamit kepada menantunya,dan juga anak perempuannya, yang kini sedang mengandung, memberikan doa yang terbaik untuk kesehatan anak dan menantunya.


"Sayang kamu jaga baik-baik kandungan kamu, dan nurut apa yang dikatakan bunda Vivian ! Bulan depan bunda sama ayah kesini lagi." Ucap bunda Hani sambil memeluk putrinya, kemudian mengecup keningnya.


"Iya, kalian hati-hati, dan segera hubungi kami jika kalian sudah sampai." Ucap Diva.


Sekarang kini giliran Arka, Arka memeluk adik iparnya itu.


"Saya juga ikut pamit, segeralah sembuh dan kembali ke tanah air !" Ucap Arka melepaskan pelukannya, kemudian menepuk punggung adik iparnya.


"Yang semangat Oke !" Saya yakin kamu pasti bisa melewati ini semua, kamu orangnya kuat kok, apalagi istrimu selalu ada buat kamu, jika dia bertingkah aneh kirim aja dia ke planet yang paling jauh hehehehe." Lanjut Arka dengan candaan.


"Kalau Saya kirim, terus buat apa saya memperjuangkan hidup saya Kak, dia itu semangat saya untuk berjuang, apalagi, kami akan segera memiliki hasil dari buah cinta kita." Ucap Kenan serius.


"Ckk ... Kamu ini, masih saja nggak bisa di ajak bercanda." Cebik Arka melihat tampang serius adik iparnya.


Kenan hanya tersenyum melihat cebikan kakak iparnya itu.


"Nan, Selfie yuk ! Ajak Arka mengeluarkan ponselnya dari saku celananya.


"Janganlah kak, saya tidak PD dengan keadaan saya sekarang." Ucap Kenan menolak ajakan Arka.


"Tenang aja, kamu tetap tampan kok, Ayo !" Kemudian Arka mengambil foto mereka berdua.



"Dek, Kakak pamit dulu, jaga kandungan kamu !" Arka memeluk adik kesayangannya itu.


"Iya, bawel." Sahut Diva membalas pelukan kakaknya.


"Div, kakak juga pamit ya ! Nan, cepat sembuh ! Ujar Vara kepada Diva dan Kenan.


"Iya kak, terimakasih sudah mau datang kemari." Sahut Kenan.


"Baby Raydan, ponakan tampannya tante, udah mau pulang juga ya ?" Kapan-kapan kesini lagi ya, sama Papa mama, Ok !" Ucap Diva menciumi seluruh wajah ponakannya itu.


"Ihhh... Gemes banget sih..." Diva mencubit pipi gembul bayi yang baru berusia Sebulan lebih itu.


"Woi... Anak gue lu Spain ?" Ucap Arka saat melihat anaknya itu menangis.


"Nggak gue apa-apain, dianya aja yang nangis, mungkin haus kali !" Jawab Diva santai.


"Itu pipinya merah, elu cubit kan, makanya dia nangis." Ucap Arka mengambil alih anaknya dari gendongan istrinya.


"Posesif banget lu, jadi bapak, orang gue nyubitnya pelan kok." Gerutu Diva langsung naik kebrankar Kenan, mendudukkan dirinya, menatap sinis kearah Arka yang menjauhkan baby Raydan darinya.


"Sudahlah yank, kali aja pipinya baby Raydan sakit kamu cubit." Kenan mengusap lengan istrinya yang kini cemberut.


"Tapi aku nyubitnya pelan kok by'." Sahut Diva.


"Pelan bagi kita yang orang dewasa, tapi dia masih bayi yank." Ucap Kenan lembut.


"By', kapan anak kita lahir ?" Ucap Diva menatap suaminya, yang hanya geleng-geleng kepala sambil tersenyum melihat tingkah istrinya, yang sangat menggemaskan menurutnya.


"Tunggu sekitar kurang lebih tiga bulan lagi yank !" Jawab Kenan.


"Duh ... Aku udah nggak sabar by', Pasti baby kita pasti lebih lucu dari baby Raydan." Ucap Diva mengelus perutnya.


"Itu Pasti, karena Bundanya aja lucu banget, apalagi kalau sedang cemberut seperti tadi." Sahut Kenan.


"Iya Bun, kalian hati-hati !" Sahut Diva dan Kenan bersamaan.


Setelah kepergian Pak Fikram sekeluarga Diva mengajak Kenan jalan-jalan di taman rumah sakit, saat Bunda Vivian ikut pamit untuk kembali ke apartemen, untuk memasak makan malam untuk Diva.


Bunda Vivian sendirilah yang memasak makanan untuk menantunya itu, walaupun ada asisten rumah tangga, tapi asisten tersebut tidak bisa memasak makanan Indonesia karena dia asli warga negara Singapore. Jadi asisten tersebut hanya bertugas untuk mbersihkan rumah, soal dapur Bunda Vivian lah yang turun langsung.


Saat tiba di taman, Diva duduk di bangku taman yang menghadap langsung di sebuah danau buatan. Begitupun Kenan beranjak dari kursi rodanya, kemudian ikut duduk di samping Diva. Kenan sedikit menarik kepala Diva untuk bersandar di bahunya, lalu tangan kirinya memeluk pinggang Diva dari samping, sedangkan tangan kanannya sibuk mengelus perut buncit sang istri, sesekali Kenan mengecup pucuk kepala Diva.


Diva sibuk memainkan kancing piama pasien yang Kenan kenakan.


"By' ... " Panggil Diva.


"Hmmm....


"By', berjanjilah akan tetap bersama kami, aku sangat takut jika kamu meninggalkanku, meninggalkan anak kita yang sangat membutuhkan sosok seorang Ayah !" Ucap Diva serak karena menahan tangis.


"Yank, tatap aku sini !" Kenan melepaskan pelukannya dari pinggang Diva. Kenan menangkup wajah Diva menatap dalam manik matanya.


"Yank, aku tidak bisa berjanji untuk tidak meninggalkan kalian, tapi aku berjanji untuk berjuang melawan penyakit ini, demi kamu dan anak kita nanti." Kenan menjeda ucapannya untuk menghapus air mata yang sudah membasahi wajah cubby Diva, menghapusnya dengan tangannya bergantian pipi kanan Diva kemudian beralih ke pipi kirinya.


"Yank, aku mau kamu berjanji satu hal untukku. Kenan menarik nafas panjang kemudian mengeluarkan perlahan.


"Jika nanti aku tidak bisa melawan penyakit ini dan akan berakhir menghadap kepada sang Ilahi, satu hal yang sangat aku minta dari kamu, kamu jangan pernah larut dalam kesedihan yang mendalam, aku mau kamu tetap melanjutkan hidup kamu, apalagi kamu masih sangat muda, masa depan kamu masih panjang, jika kamu tidak mau melakukan itu untuk dirimu, maka lakukan itu demi anak kita ! Dia pasti akan sangat membutuhkan mu, dan bukalah hatimu untuk orang yang tulus menerimamu dan juga anak kita nantinya." Ucap Kenan panjang lebar sambil menatap sang istri dengan mata berkaca-kaca.


Diva langsung berhambur memeluk suaminya, Diva menangis terisak sambil memperdalam pelukannya.


"Kamu jangan pernah lagi berkata seperti itu by', aku benar-benar takut jika sampai kamu meninggalkan ku, aku yakin kamu pasti sehat kembali." Ucap Diva dengan suara serak karena menangis.


"Aku akan selalu berada di dekat kamu, menamanimu, dalam setiap langkah pengobatan kamu by'." Sambung Diva.


"Terimakasih telah menerimaku dalam hidupmu, mungkin aku berjanji akan selalu berjuang dan selalu ada untukmu dan anak kita, tapi itu semua sudah ada yang mengatur takdir kita masing-masing.


"Jika nanti aku di takdirkan untuk meninggalkan kalian, aku berjanji bahwa kamu selalu berada di hatiku dan cintaku akan kubawah bersamaku, aku harap kita akan di pertemukan di kehidupan berikutnya, untuk memberikan kembali cinta yang telah aku bawah untukmu." Ujar Kenan membalas pelukan istrinya, kemudian mengecup kening istrinya.


Setelah Diva berhenti menangis, dan juga sedikit lebih tenang, kini keduanya menikmati udara segar di sore itu, Kenan tidak berhenti mengusap dan sesekali mencium perut Diva.


"By', kamu mau anak kita cowok apa cewek ?" Tanya Diva memperlihatkan suaminya yang terus mengajak calon baby mereka.


"Aku mah, sedikasihnya aja yank, mau cowok ataupun cewek bagi aku itu sama saja, yang terpenting kalian sehat." Jawab Kenan tampah beralih dari perut sang istri.


"Dan satu lagi, aku sudah siapkan nama, untuk calon anank kita yank." Lanjut Kenan setelah mereka terdiam sejenak.


"Apa ?" Tanya Diva penasaran.


"Kalau cowok, KHAIRAN DELVIN AL FARIZIQ. yang artinya, anak laki-laki yang penuh keberanian dan kebijaksanaan.


"Dan jika cewek, DANIAH KHANZA AL FARIZIQ, yang artinya, wanita cantik rupa dan juga hatinya, penuh dengan kelembutan.


"Aku mau kamu memberikan nama itu untuk anak kita nantinya Yank." Ucap Kenan menatap lurus kearah danau.


"Kamu yang akan memberinya by', karena kamu ayahnya." Sahut Diva.


"Itu tadi aku sudah memberinya yank." Ucap Kenan beralih menatap istrinya.


Beberapa menit mereka terdiam, meniati pemandangan danau yang sangat indah. Tiba-tiba Kenan meringis kesakitan di bagian belakangnya, dan juga merasa pusing, Kenan mencengkram kuat bagian belakangnya.


"By' kamu kenapa ?" Tanya Diva khawatir memegang lengan suaminya.


Kenan tak menjawab pertanyaan Diva, Diva langsung membantu Kenan untuk segera pindah ke kursi rodanya, tapi saat Kenan berdiri, tiba-tiba saja Kenan terjatuh tak sadarkan diri, dengan banyak darah yang keluar lewat hidungnya.


Bersambung....


Jangan lupa tinggalkan jejak dukungan kalian LIKE, VOTE, RATE, DAN FAVORITIIN JUGA JANGAN LUPA.


Jika ada saran dan kritik, tolong di sampaikan di kolom komentar !!!


Terimakasih atas dukungan kalian para reade 🙏🙏🙏🤗🤗🤗❤️❤️❤️