Pernikahan Yang Tak Kuduga

Pernikahan Yang Tak Kuduga
PYTK 148 Season 3 (Next Generasi)


Beberapa bulan kemudian


Enzy terlihah sedang duduk di salah satu bangku yang ada di taman kampus menunggu jemputannya, karena Khay sudah tak lagi begitu aktif di kampus karena sebentar lagi ia lulus, Khay hanya menunggu kapan ia akan ujian dan mulai menyusun skripsinya.


^^^•Enzy^^^


^^^"Yank, sekarang dimana ? Aku sudah selesai."^^^


Enzy mengirimkan pesan untuk Khay, suaminya.


•Khay


"Sudah di parkiran sayang, tunggu aku disana biar aku menjemputmu disana."


^^^•Enzy^^^


^^^"Cepatlah aku menunggumu, yank❤️, aku di taman depan fakultas."^^^


•Khay


"Ok sayang 😘😘😘


Saat sibuk berbalas pesan, tiba-tiba Rendra, dan Nendra datang menghampiri mereka, sepertinya kedua saudara kembar itu baru saja selesai latihan taekwondo, karena terlihat jelas masih menggunakan Han Dobok nya (Seragam taekwondo).


"Apa kamu akan pergi ?" Tanya Rendra pada Enzy.


Enzy yang sibuk berbalas pesan pada suaminya sedikit mendongakkan wajahnya melihat si kembar telah berdiri di hadapannya sambil membawa tasnya.


"Emmm...." Sahut Enzy berdehem.


"Lalu kenapa kau masih disini ?" Timpal Nendra.


"Aku lagi nunggu jemputan." Jawab Enzy.


"Khay ? Kalian aka pergi berdua ? Tanya Rendra di angguki pasti Enzy.


"Bagaimana kalau kita pergi bersama, hitung-hitung buat ngerayain anniversary kalian kecil-kecilan, bersama saudara kalian ini." Ajak Rendra.


"Betul itu Nzy, kebetulan ada restoran baru buka, katanya sih makanan disana enak-enak, tempatnya juga ok." Usul Nendra menimpali.


"Bagaimana jadi gak nih ?" Seru Rendra bersemangat.


"Sorry tapi sopirku hampir sampai." Ujar Enzy. Yang dimaksud sopirnya adalah suaminya sendiri.


"Apa nyonya Khayran sudah siap, sopir Anda telah datang menjemput." Ucap Khay tiba-tiba sudah berada di belakang Enzy, dan langsung duduk disamping istrinya itu lalu merangkulnya.


Enzy tersenyum mendengar penuturan suaminya.


"Apa benar Anda sopir saya pak ?" Enzy ikut menimpali candaan suaminya.


"Benar nyonya Khay, aku siap menjadi sopir jika itu Anda nyonya cantik." Jawab Khay menarik gemas hidung Enzy.


"Jadi kalian akan pergi berkencan untuk merayakan anniversary ?" Tebak Nendra.


"Pokoknya hari ini gak ada kencan-kencan, kami harus di teraktir, no DEBAT !!" Seru Rendra.


"Tidak ada, kalian jangan seperti orang susah minta di traktir terus, hari ini hari spesial kami, jadi jangan ganggu !" Ujar Khay.


"Maka dari itu, kalian harus meneraktir kami, jangan pelit-pelit !" Kekeh Rendra.


"Yoi bro, masa seorang tuan muda Khayran Al Fariziq, yang mengendarai mobil BMW seri terbaru seharga miliaran rupiah, pakaian branded tak mampu meneraktir kami hanya di sebuah restoran, CK...CK...." Timpal Nendra.


"Baiklah kalian ikut saja, aku sudah sangat lapar, Khay akan meneraktir kalian." Sahut Enzy kemudian berdiri lebih dulu dari duduknya.


"Sayang, masa mereka ikut sih, padahal aku ingin berdua aja sama kamu." Ucap Khay memelas.


"Ayo Nzy buruan pergi, jangan hiraukan suamimu itu !" Ujar Rendra menarik Enzy pergi dari sana meninggalkan Khay yang mendengus kesal.


Ya hari ini dimana hari anniversary pernikahan Khay dan Enzy yang kedua tahun, Khay dan Enzy memang sengaja tidak merayakannya secara besar-besaran walaupun Khay sudah meminta agar dirayakan, begitupun dengan Diva maupun Kenan mempertanyakan soal itu namun Enzy tidak ingin merayakannya, bukannya tidak ingin hanya saja Enzy lebih memilih untuk melakukan bakti sosial daripada berpesta besar-besaran, cukup doa dari mereka untuk kebahagiaan rumah tangganya, sudah cukup bagi Enzy.


Khay sudah menyiapkan kejutan kecil-kecilan untuk istrinya, ia sudah menyusunnya sejak


dua hari yang lalu, karena rencananya besok Enzy, Khay juga keluarga besarnya akan mengadakan santunan ke beberapa panti asuhan yang ada di kota Xx. Namun sepertinya rencana kejutan itu harus ia tunda sampai malam nanti, karena ulah sahabat sekaligus saudara kembar laknatnya itu yang menggagalkan rencananya.


...----------------...


Khay, Enzy, Rendra beserta Nendra duduk menikmati suasana restoran yang baru saja buka itu sambil menunggu pesanan mereka masing-masing, benar kata Rendra restoran ini sangat nyaman, dan menu-menu yang ada di restoran tersebut sepertinya juga enak-enak.


"Kenapa kalian gak liburan aja, sebagai perayaan anniversary kalian, sekalian hanimoon juga, iya kan ?" Ucap Rendra memulai pembicaraan.


"Lagian tanpa kami liburan atau hanimoon, tapi kami selalu merasa hanimoon terus."Timpal Khay.


"Iya gak sayang ?" Lanjut Khay beralih pada Enzy yang duduk di sampingnya.


"Iya in aja deh biar cepet." Sahut Enzy cuek tanpa beralih dari layar ponselnya, membuat Khay penasaran apa yang sedang istrinya itu lihat disana.


"Sayang, kamu lihat apasih, keknya serius banget ?" Tanya Khay penasaran sedikit melihat kearah ponsel Enzy, belum sempat Khay melihat, Enzy mematikan ponselnya lalu ia masukkan ponselnya di dalam slingbag nya.


"Gak ada apa-apa." Jawabannya.


Tak lama pesanan mereka datang mereka pun langsung menyantap makanan mereka, sesekali terdengar suara tawa ke empatnya karena candaan-candaan yang lontarkan satu sama lain.


...----------------...


Sementara di tempat lain, terlihah Kavi terus bermanja-manja dengan tidur di pangkuan Kia, sejak pagi tadi perasaan Kavi sungguh sangat tidak baik, badan lemas, dan muntah-muntah.


"Mas, kita kedokter aja ya, aku khawatir kamu kenapa-napa." Ucap Kia khawatir sambil mengusap pelan rambut Kavi, atas permintaan pria tersebut, entah sudah berapa kali Kia mengajak suaminya itu pergi kerumah sakit, namun sabanyak itu juga Kavi menolak.


"Gak perlu sayang, aku hanya masuk angin doang, bentar juga sembuh kalau sudah istirahat." Sahut Kavi lemas.


Tak lama Diva masuk kedalam kamar anak dan menantunya itu, sebelumnya wanita paruh baya itu terlebih dahulu mengetuk pintu.


"Sayang, bagaimana keadaan suamimu ?" Tanya Diva meletakkan teh jahe di atas nakas yang ada di sebelah tempat tidur.


"Masih lemes Bun, tapi mas Kavi nya gak mau kerumah sakit." Jawab Kia melihat ke arah bundanya.


"Kav, sebaiknya kamu ke rumah sakit, siapa tau aja kamu ada gangguan di pencernaan, lihat tuh muka kamu udah pucat banget gitu." Ujar Diva ikut khawatir melihat ke adaan manantu laki-lakinya itu.


"Gak Bun, kalau sampai besok aku masih seperti ini, besok aku ke rumah sakitnya." Jawab Kavi lemas.


"Atau bunda panggil dokter keluarga aja ya." Usul Diva entah sudah kesekian kalinya juga menawarkan.


"Sebelumnya terimakasih Bun, tapi sepertinya gak usah." Sahut Kavi.


"Keras kepala banget kamu Kav, saya juga baru tahu pria seperti kamu itu bisa manja gini." Ujar Diva melihat Kavi terus memeluk pinggang Kia.


Kavi hanya tersenyum samar mendengar ucapan mertuanya itu, sekaligus sudah ia anggap sebagai kakak sejak dulu.


"Oh iya Bun, itu apa ?" Tanya Kia menunjuk gelas yang dibawah Diva tadi.


"Emmm...Itu teh jahe, kamu kasi ke suami kamu, siapa tahu aja bisa meredam rasa mual dan juga rasa pusingnya." Jelas Diva.


Kia meraih gelas tersebut di bantu Diva, karena tangan Kia tak sampai karena Kavi tak sedikitpun mau beranjak dari pangkuan sang istri.


"Mas bangun dulu, terus minum ini !" Seru Kia.


Dengan sangat terpaksa Kavi bangun menerima gelas yang disodorkan Kia kepadanya.


"Baunya kok nggak enak gini sih Yank ?" Kavi menutup hidungnya saat inderanya mencium aroma jahe yang dominan pada minuman tersebut.


"Namanya juga obat, mana ada obat enak mas, buruan gih di minum !" Jawab Kia sedikit memaksa agar Kavi mau meminum minuman tersebut.


Kavi langsung meneguk habis teh jahe tersebut hingga tandas, walaupun sangat terpaksa karena ia tidak bisa menolak, saat Kia mengancamnya tidak akan mau merawatnya jika tidak ia habiskan.


Baru beberapa detik minuman itu masuk kedalam perutnya, tiba-tiba rasa mual itu kembali menyerangnya, dengan cepat Kavi berlari masuk ke kamar mandi.


"Ueeekkk....Ueeekkkk....


Kavi terus memuntahkan isi perutnya, yang hanya cairan bening, bahkan rasa pusingnya kembali menyerangnya, bulir keringat sudah membasahi wajah pucatnya.


"Pokoknya bunda harus telpon dokter keluarga kita, TITIK gak ada bantahan." Ucap Diva menegaskan saat melihat kondisi Kavi sudah sangat lemas.


Kavi kembali ke tempat tidur, dengan Kia memapah tubuh besar suaminya itu.


Bersambung.........


Sepertinya cerita Kavi dan Kia bakal lanjut di lapak ini, dan untuk cerita Khay dan Enzy lanjut dilapak yang baru....


Sedikit bocoran, di cerita Khay dan Enzy nanti disana sudah beberapa tahun lalu ya, dan kelakuan Khay dan Kavi masih absurd dan kocak.....


Jangan lupa terus berikan LIKE, jika layak diberikan LIKE menurut kalian, dan juga KOMENTAR, jika ada saran ataupun masukkan dari kalian, dan juga menurut perasaan readers mengenai episode ini, Dan satu lagi VOTE jangan lupa jika memang pantas bisa untuk diberikan VOTE....


Mampir juga ke cerita author berjudul DENDAM MEMBAWAH CINTA....


...TERIMAKASIH...


...🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏...