Pernikahan Yang Tak Kuduga

Pernikahan Yang Tak Kuduga
PYTK 11 Season 3 ( Next Generatoin )


Malam harinya, Enzy disibukkan dengan kegiatan memasaknya di dapur untuk makan malamnya, setelah cukup lama memasak akhirnya beberapa menu makan malam selesai ia buat, walaupun ia sedang marah dengan Khay namun ia tetap membuat makan lebih untuk pria yang sudah berstatus suaminya itu.


Enzy pun makan sendirian, karena Khay juga tak kunjung pulang, sampai Enzy selesai makan dan melanjutkan merapikan peralatan makannya, Khay belum juga menampakkan batang hidungnya.


Enzy tak terlalu ambil pusing dengan kepulangan Khay, sepertinya walaupun Khay tak pulang, Enzy malah senang, karena tak harus berbagai kamar dengannya.


Setelah pekerjaannya di dapur selesai, Enzy pun masuk ke kamarnya, ia langsung mengistirahatkan dirinya, ia duduk bersandar di kepala tempat tidur, sambil memainkan ponselnya.


Saat Enzy sedang tersenyum-senyum sendiri melihat akun media sosialnya, di saat itu juga Khay masuk.


Khay terlihat sangat dingin, ia langsung meletakkan kunci mobilnya di atas meja dekat sofa, kemudian berjalan kearah lemari untuk mengambil pakaian ganti, setelah mendapatkan pakaian yang akan ia gunakan, tanpa berkata sepatah katapun ia langsung masuk ke kamar mandi.


Setelah sekitar 10 menitan, akhirnya Khay keluar dari kamar mandi menggunakan celana pendek, di padukan kaos oblong berwarna hitam, di tambah rambut basahnya menambah aurah ke tampanannya bertambah. Enzy sempat memuji ketampanan yang dimiliki pria yang ada dihadapannya sekarang.


Khay berjalan ke arah meja belajar di mana tasnya berada, ia mengeluarkan laptopnya, kemudian duduk di sofa, terlihat Khay mengerjakan sesuatu.


Sementara Enzy sejak tadi memperhatikan gerak-gerik Khay.


"Kamu tidur diluar ! Aku tidak ingin sekamar denganmu." Ucap Enzy memecahkan keheningan.


Khay tak sedikitpun menghiraukan ucapan Enzy, ia tetap fokus pada laptopnya.


Enzy yang tak mendapat respon mulai kesal, ia segera turun dari tempat tidur dan menghampiri Khay, lalu berdiri didepannya.


"Bicaralah denganku ! Kenapa sejak tadi kamu hanya terdiam, apa kamu sudah bisu Hem ?" Serunya lagi merampas laptop yang ada dipangkuan Khay.


"Keluar !! Seru Enzy.


Khay memejamkan matanya kemudian menarik nafas kasar, lalu mengambil kembali laptop miliknya.


"Tidak akan." Sahut Khay melanjutkan kembali aktivitasnya.


"Keluar aku bilang !" Seru Enzy meninggikan suaranya.


Khay yang sejak tadi menahan emosinya, sudah tak bisa sabar lagi, menghadapi sikap Enzy yang selalu saja menyudutkannya. kemudian dengan kasar ia langsung menarik Enzy jatuh kesofa lalu mendindihnya.


"Apa yang kamu lakukan, hah ? Aku tidak ingin sekamar dengan pria seperti dirimu !" Ucap Enzy berusaha mendorong Khay agar menjauhinya.


"Kenapa kau selalu saja menyudutkanku, apakah aku ini terlihat seperti penjahat, hah ? Apakah sehina itu kau melihat ku, apa sekotor itu, sampai-sampai kau sangat membenciku ?" Geram Khay.


"Asalkan kamu tahu, seburuk-buruknya aku, aku tidak pernah berlaku kurang ajar kepada wanita-wanita yang pernah menjadi kekasihku, aku juga punya batasan dalam bergaul, dan apa kamu pikir aku akan melakukan apa-apa kepadamu, aku bukan pria yang suka memaksa seseorang." Tambahnya lagi, Khay sudah terlihat sangat geram dengan sikap Enzy.


"Aku tidak percaya, mungkin sekarang kamu tidak akan melakukan apapun padaku, tapi aku tidak nanti, asal kamu tahu aku tidak sudi di sentuh pria seperti dirimu." Ucap Enzy tak mau kalah.


"Apa kau begitu membenciku Enzy ? Sebenarnya tidak ada salahnya jika aku menyentuhmu, kamu sudah menjadi istriku dan sudah kewajiban kamu memenuhi kewajibanmu !" Ucap Khay mendekatkan wajahnya ke wajah Enzy.


"Kamu jangan kurang ajar !" Seru Enzy berusaha lolos dari Kungkungan Khay.


"Kurang ajar ? Aku ini suami kamu kalau lupa ! Ucap Khay mengusap pipi mulus Enzy dengan sensasional.


"Istriku, bagaimana kalau kita melakukannya sekarang ?" Tanya Khay kemudian mencium bibir Enzy, tak hanya menciumnya, tapi ia juga me****tnya dengan kasar.


Enzy yang mendapatkan perlakuan seperti itu, tak bisa lagi menahan tangisnya, ia memberontak, Enzy dengan sengaja menggigit bibir Khay, membuat Khay mengaduh kesakitan. Saat Khay lengah Enzy dengan cepat mendorong tubuh Khay dan berhasil lolos.


Plakkk....


Enzy menampar pipi Khay cukup keras, Khay hanya tersenyum miring mendapatkan tamparan dari wanita yang sudah menjadi istrinya itu, sambil memegangi wajahnya yang kena tamparan.


"Terimakasih atas tamparan yang kamu berikan, dan perlu kamu ingat, aku tidak akan pernah pisah darimu, sekalipun orangtuaku setuju dengan keputusanmu, camkan itu baik-baik !!" Ucap Khay menekankan setiap kalimat yang ia sampaikan.


Setelah berkata seperti itu, Khay keluar kamar sambil membanting pintu dengan sangat keras, membuat Enzy terlonjat kaget.


Sementara Enzy luruh kelantai, menangisi apa yang telah terjadi, ia tak menyangka dengan sikap kasar Khay.


"Papa...Mama... Apa ini jalan takdir yang harus aku terima, apa ini pria pilihan kalian ?" Gumam Enzy dengan suara seraknya.


Sementara di ruang tengah, Khay tampak menarik rambutnya kasar, ia tak habis pikir kenapa juga ia harus berbuat sekasar itu kepada Enzy.


Khay berbaring pada sofa, ia mencoba untuk memejamkan matanya, ia ingin meredahkan emosinya.


...----------------...


"Menurut beberapa para ahli, sumber daya manusia juga sangat dibutuhkan dalam pengembangan bisnis, salah satunya menurut Moses N Kinggundu, yaitu sumber daya manusia, atau biasa di singkat dengan SDM merupakan pengembangan dan pemanfaatan pegawai dalam rangka tercapainya tujuan dan sarana individu, organisasi, masyarakat, bangsa, dan internasional yang efektif."


"Selain pengembangan sumber daya manusia, adapun fungsi-fungsinya yaitu, satu, perencanaan atau dengan istilah lain plaining, kedua, Organisasi, atau organaizing. Ketiga, Pengarah, dan yang keempat, yaitu pengendalian atau controlling." Dosen di kelas Khay tampak menyampaikan materi hari ini, tak seperti biasa, Khay tak banyak memperhatikan apa yang disampaikan oleh dosen di depan, membuat sahabat-sahabatnya bingung melihatnya, karena biasanya Khay tak pernah mengacuhkan materi yang disampaikan.


"Tidak ada apa-apa." Sahut Khay mulai memperhatikan dosen di depan.


"Tapi wajahmu mengatakan kalau kau sedang ada masalah." Ujar Priska.


"Gue sedikit ada masalah." Sahut Khay.


"Masalah ? Tanya Leo menoleh kebelakang karena Leo dan Doni duduk di depan Khay juga Enzy.


"Emm..." Sahut Khay.


"Apa kamu digebukin cewek-cewek yang kamu putuskan kemarin ?" Timpal Doni.


"Tidak !!" Sahut Khay.


"Ok, kalau begitu, apa mereka berdemo di depan rumah kamu." Tebak Leo yang semakin ngaco.


"Ngaco kamu !" Seru Khay.


"Apa.... Saat Doni akan kembali mencoba untuk menebak masalah yang Khay hadapi, buru-buru Khay menyelanya.


"Dosen akan memarahi kita, dan memberikan kita hukuman, jika dia melihat kita mengobrol, lebih baik kalian catat materi yang disampaikan !!" Seru Khay mulai mencatat.


Ke empatnya pun kembali fokus pada materi yang disampaikan, hingga akhirnya dosen mengakhiri pertemuannya hari ini.


"Kita ke cafe depan kampus yuk !!" Ajak Leo.


"Kalian aja, gue enggak ikutan." Sahut Khay memasukkan buku-bukunya kedalam tas.


"Ah... enggak seru kamu Khay, ikut Napa !" Seru Doni.


"Iya Khay, sekalian cerita apa masalahmu" Timpal Priska.


"Tapi, gue lagi enggak mood." Ucap Khay.


"Ikut aja pokoknya !" Paksa Leo.


"Ya sudah, tapi gue enggak bisa lama, gue harua pulang." Ucap Khay pasrah dengan ajakan para sahabatnya.


Merekapun keluar dari kelas, dan langsung menuju parkiran, mereka membawa mobil masing-masing, menuju Cafe.


"Sekarang katakan apa masalahmu, siapa tau aja kita bisa membantumu !!" Ucap Priska setelah mereka duduk disalah satu meja yang berada di dalam cafe.


"Enggak perlu ! Gue bisa mengatasinya sendiri." Sahut Khay lalu melambaikan tangannya memanggil pelayan.


"Kalian pesan aja sesuka kalian, gue yang akan teraktir !" Seru Khay meletakkan buku menu diatas meja.


Setelah memesan beberapa pesanan minuman, dan beberapa makanan ringan, Leo kembali menanyakan perihal masalah yang menimpah Khay sebenarnya.


"Sebenarnya masalah kamu apasih Khay, apa karena seseorang ?" Tanya Leo.


"Bukan ! Sudahlah kalian tidak perlu membahas ini lagi, bukan masalah besar juga." Ucap Khay.


"Baiklah jika kamu bilang seperti itu." Sahut Leo.


Sahabat-sahabat Khay tidak ada yang mengetahui soal pernikahannya dengan Enzy, bukannya ia berniat menyembunyikan pernikahannya, namun Enzy memintanya agar tak mempublikasikan soal hubungan mereka, karena Enzy tak mau mendapatkan Bullian, apalagi dari gadis-gadis yang mengagumi suaminya.


"Emm... Soal team sepak bola kita, gue berencana untuk mengatur latihan kita, dan mencari anggota team satu lagi untuk menggantikan Alex." Terang Doni.


"Gue serahkan semuanya ke kamu Don, kamu urus semuanya, dan kabari gue nanti !" Seru Khay. Saat ia memperhatikan sekelilingnya, tak sengaja ia melihat Alex yang duduk tak jauh tempatnya berada, dan saat itu juga Alex tak sengaja melihat kearahnya, mereka saling bertatapan, Khay menatap Alex dengan tatapan sulit di artikan, sedangkan Alex menatap Khay dengan tatapan permusuhan. Leo, Doni, dan Priska mengikuti arah pandang Khay. Alex membuang pandangannya, dari Khay dan yang lainnya.


"Khay..." Panggil Priska.


Khay kembali menghadap sahabat-sahabatnya, ia menguk jusnya yang ternyata sudah di antarkan pelayan.


Bersambung.....


Jangan lupa terus berikan dukungan, author down melihat dukungan dari readers yang menurun....


Like, Komen, dan vote...


Terimakasih 🙏🙏🙏🤗🤗🤗❤️❤️❤️