Pernikahan Yang Tak Kuduga

Pernikahan Yang Tak Kuduga
PYTK 52 Season 2


Ketika malam hari, Calista berniat melancarkan rencananya, ia sengaja menunggu kedatangan Kenan di sebuah ruangan khusus penghuni apartemen tepat di tengah-tengah semacam aula yang ada di setiap lantai gedung tersebut, tempat ini di peruntukan para penghuni apartemen untuk saling mengobrol atau sekedar berbincang santai sesama penghuni apartemen. Jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam lebih tapi Kenan tak kunjung terlihat menampakkan batang hidungnya, Calista sudah di buat kesal akan hak tersebut. Saat Calista beranjak dari kursinya ia melihat May selaku Asisiten rumah tangga yang bertugas untuk mengurus apartemen milik keluarga Salman di Negera ini, May terlihat baru keluar dari unit yang di tempati Kenan.


"Permisi, apa tuan Kenan berada di dalam ?" Tanya Calista setelah berada di depan May.


"Maaf nona ini siapa ?" May malah balik bertanya.


"Saya rekan kerja tuan Kenan, ada hal penting yang harus saya sampaikan, apa tuan Kenan sudah berada di rumah ?" Jelas Calista berbohong, kemudian kembali bertanya.


"Oh, Tuan Kenan tidak lagi tinggal di sini nona, siang tadi tuan membereskan barang-barangnya." Jelas May.


"Maksudnya balik ke Indonesia ?" Tanya Calista menyelidik.


"Tidak nona." Sahut May.


"Terus tuan Kenan nya pindah kemana ya ?"


"Saya kurang tau juga, tapi sepertinya ia pindah ke apartemen milik tuan Noval, orang kepercayaan Tuan." Jelas May.


"Kalau boleh tahu Tuan Noval tinggal di mana ya ?"


"Saya kurang tahu nona, kalau begitu saya permisi." Jawab May kemudian pergi meninggalkan Calista berdiri sendirian di depan unit milik Kenan.


Calista mengepalkan tangannya, dengan wajah memerah karena amarahnya, rencana ia buat sebaik mungkin gagal begitu saja.


"Sepertinya dia benar-benar menghindar dariku, Ok Kenan aku tidak akan menyerah, tunggu saja !!" Ucap Calista menyeringai jahat lalu meninggalkan tempat itu menuju unit miliknya.


🍀🍀🍀


Ke esokan harinya Kenan bersama dengan Noval pergi ke sebuah hotel dalam rangkah mengadakan pertemuan dengan beberapa klaiyen yang turut andil dalam perencanaan pembukaan Office dan beberapa outlet di negara tersebut. Beberapa klaiyen di antaranya adalah pemasok beberapa brand-brand Fashion ternama seperti pakaian, tas, dan sepatu, ada juga dari pemasok aksesoris.


Kini Kenan, Noval dan beberapa klaiyen tampak berbincang-bincang sesekali terdengar pujian dari beberapa kaliyen yang di peruntukkan Kenan, mereka memuji Kenan yang masih sangat muda tapi sudah sangat bertalenta dalam pengembangan bisnis, tidak hanya bisnis fashion namun bidang properti bahkan saat ini Kenan memulai lagi di kancah perhotelan dan resort, bahkan klaiyen yang baru saja mengenal Kenan sempat kaget mendengar jika Kenan telah menikah dan memiliki seorang anak.


"Saya merasa sangat tersanjung mendengar pujian dari kalian, tapi kalian masih jauh hebat dari saya yang masih banyak belajar." Ucap Kenan merendah.


"Tuan Kenan jangan terlalu merendah seperti itu, tapi nyatanya tuan benar-benar sangat hebat, bahkan bisa-bisa lebih dari kami." Ucap Tuan Wang salah satu klaiyen Kenan yang berwarganegara Asli Singapore.


"Betul, andai saja tuan belum menikah, akan saya jodohkan tuan dengan anak saya." Timpal Tuan Mark.


"Hahaha tuan Mark bisa aja, bagaimana kalau kita memulai saja maksud dari pertemuan kita ini, bagaimana ?" Ujar Kenan meminta persetujuan.


"Tapi sepertinya perwakilan dari Galaxy fashion masih belum hadir tuan." Sahut Noval ikut-ikutan memanggil Kenan dengan sebutan tuan. Kenan yang mendengar Noval memanggilnya dengan sebutan tuan, langsung menoleh menatap asistenya atau orang yang akan ia percayakan untuk mengelola Office nya nanti, di negara tersebut. Noval mengerti arti tatapan Kenan, tapi Noval hanya tersenyum tanpa ada rasa bersalah sedikitpun.


"Apa sudah ada kabar dari mereka ?" Tanya Kenan.


"Katanya mereka tak lama lagi akan tiba tuan." Jawab Kenan setelah memeriksa Tabnya.


Kenan hanya mengangguk, sedangkan klaiyen yang lainnya kembali mengobrol, untung saja mereka mengerti akan hal keterlambatan seperti ini.


Tak lama mereka mengobrol terlihat seorang wanita mudah mudah memasuki restoran tersebut, dengan gaya yang sangat modis dan elegan, di tambah lagi dengan postur tubuhnya sangat menunjang penampilannya.


"Permisi, maaf saya terlambat." Ucap wanita tersebut setelah tiba di dekat meja yang Kenan dan yang lainnya tempati.


Noval dengan segera menyambut baik salah satu klaiyennya itu dengan sopan dan mempersilahkan nya untuk duduk, Kenan belum melihat wanita tersebut karena sedang tertunduk sambil memainkan ponselnya, sepertinya ia sedang berbalas pesan dengan Diva istrinya.


"Tuan, pihak dari galaxy fashion sudah datang." Bisik Noval sedikit lebih dekat dari telinga Kenan.


"Emmm berhenti memanggilku dengan sebutan tuan !!" Ujar Kenan balik berbisik.


Kenan pun begitu, ia kembali memperbaiki posisi duduknya, saat ia melihat wanita yang katanya perwakilan dari Galaxy fashion kaget sampai melototkan matanya.


"Sa...Sarla." ??


"Ke...nan...?" Keduanya berucap secara bersamaan sambil menunjuk satu sama lain.


"Tuan apa kalian saling mengenal ?" Tanya Noval.


"Emmm...." Kenan hanya berdehem sambil menganggukkan kepalanya.


"Baiklah segeralah mulai pembahasan kita hari ini !" Ujar Kenan selanjutnya setelah sejenak ada keheningan.


"Noval pun memulai pembahasannya, semuanyapun larut dalam pembahasan mengenai kerjasama mereka masing-masing, begitupun dengan Sarla yang sesekali terdengar memberi protesnya, dan memberikan sedikit masukan, sama halnya dengan Kenan tetap pada profesional kerjanya, hanya saja ada hal yang menjanggal di hatinya, kenapa Sarla bisa berada di negara ini, karena setaunya Sarla sudah ia penjarakan, seharusnya saat ini Sarla masih mendekam di penjara, dan yang membuatnya tak habis pikir Sarla sekarang bekerja sebagai direktur pemasaran salah satu Brad fashion, yang bekerjasama dengan perusahaanya.


"Bagaimana pendapat tuan, tentang pembukaannya di percepat saja, karena semuanya juga sudah sepakat, dan mengenai pemasok produk semuanya akan segera di antarkan ke Office." Jelas Noval meminta pendapat dari bos pendiri office yaitu Kenan.


"Jika seperti itu, Bagaimana jika Office kita buka Minggu depan saja, untuk outlet kalau semuanya belum bisa buka, kita buka yang sudah siap saja tapi tidak mungkin kita buka secara bersamaan dengan Office." Jelas Kenan.


"Bagaimana jika dua hari setelah pembukaan Office, outlet yang berada di pusat kota kita pembukaan." Usul Tuan Wang.


"Maaf, untuk itu sepertinya saya tidak bisa tuan, karena hati pembukaan office saya harus segera kembali ke Indonesia, karena saya sudah berjanji kepada anak dan istri saya, kami ada rencana ada liburan." Ujar Kenan.


Sedangkan Sarla yang mendengar Kenan telah memiliki seorang anak, sedikit kaget, tapi ia berusaha untuk menormalkan kembali ekspresi nya, ia berusaha sebisa mungkin untuk tetap fokus pada pekerjaannya.


"Sepertinya tuan ini sangat penyayang keluarga sekali, beruntungnya istri tuan." Ujar Tuan Mark.


"Saya yang beruntung memiliki istri seperti istri saya tuan." Sahut Kenan.


"Jadi bagaimana soal pembukaan office ?" Kini Sarla yang mengajukan pertanyaan.


"Tuan Noval bisa mewakili saya, karena beliaulah yang saya percayakan untuk mengelola Office dan beberapa outlet yang ada di negara ini." Jelas Kenan.


Semuanya tampak menyetujuinya, kalau seminggu lagi Office akan segera resmi di buka, untuk Karyawan memang semuanya sudah siap kerja, dan pembukaan outlet pertama Noval akan mengadakan pertemuan kembali untuk merencanakan pembukaan, karena rencana sebelumnya seperti belum tepat.


Setelah cukup lama mengadakan pertemuan, satu persatu klaiyen pamit untuk segera meninggalkan tempat, karena mungkin masih ada pekerjaan lain.


"Tuan Kenan kalau begitu, saya juga ikut pamit, semoga selalu bahagia dan selalu menjadi kepala keluarga yang baik bagi istri dan anak." Ucap Tuan Mark sambil menjabat tangan Kenan.


"Terimakasih atas doanya tuan, tuan juga semoga selalu mendapatkan kebahagiaan, dan segala urusan tetap lancar." Balas Kenan.


Tuan Mark juga berjabat tangan dengan Noval, bergantian kepada Serla yang masih berada di sana.


Setelah Tuan Mark sudah agak menjauh, Kenan pun berpamitan kepada Sarla untuk segera meninggalkan tempat tersebut.


"Nona Sarla, kalau begitu saya permisi, semoga kerjasama kita ini tidak menimbulkan masalah apapun, dan tetap profesional kerja." Ucap Kenan lalu pergi meninggalkan tempat tersebut, berjalan dengan langkah tegasnya sambil membuka kancing jasnya. Sedangkan Sarla hanya mampu menatap kepergian Kenan, yang semakin menjauh darinya.


"Kamu masih seperti dulu Nan, kamu tak berubah sama sekali, saya doakan kamu selalu berbahagia dengan keluargamu." Gumam Sarla tersenyum.


Bersambung.....


Budayakan like, Komen, dan juga vote.


Maaf jika kemarin enggak sempat up, di karenakan gangguan kesehatan...


Terimakasih 🙏🙏🙏🤗🤗🤗❤️❤️❤️