
Seminggu setelah kejadian kecelakaan terjadi, Kini Anita sudah lebih baik dan sudah di perbolehkan untuk pulang setelah di rawat di rumah sakit, hanya saja kaki kanannya sedikit cedera dan harus di gif selama beberapa hari, hal itu mengharuskannya memakai kursi roda.
Noval juga Pak Tito membantunya untuk turun dari brangkar dan mendudukkan nya di kursi roda.
Noval yang mendapat kabar kalau mamanya mengalami kecelakaan, besoknya ia langsung terbang ke tanah air, sedangkan Jova tidak bisa ikut karena ada beberapa tugas dari kampusnya yang tidak bisa ia tinggalkan.
"Kiki mana ?" Tanya Ibu Anita tak melihat keberadaan Kiki saat ia sudah duduk di kursi rodanya.
Karena sejak kecelakaan Kiki setiap hari mengunjunginya di rumah sakit, walau tak banyak bicara, ia hanya merasa berhutang budi karena biar bagaimanapun ibu Anita lah yang menyelamatkannya dari kecelakaan saat itu.
"Diva di kampus Ma." Sahut Pak Tito kemudian mendorong kursi roda istrinya itu keluar dari ruangan perawatan, di ikuti Noval di belakang sambil membawa tas keperluan mereka selama dirumah sakit.
"Val, nanti kamu jemput Kiki Ya ! Mama ingin bicara dengannya." Suru ibu Anita menoleh kearah Noval.
"Iya Ma." Sahut Noval.
🍀🍀🍀
📞 "Kamu dimana ?" Tanya Noval kepada Kiki dari sambungan telfon saat sudah berada di parkiran kampus Kiki.
📞 "Di kampus !" Jawab ketus Kiki.
📞 "Aku ada di parkiran kampus kamu sekarang ! Cepat kemari !" Seru Noval.
📞 "Ngapain kamu di situ ?"
📞 "Aku di suru mama buat jemput kamu, hari ini dia sudah di perbolehkan keluar dari rumah sakit, tapi katanya dia juga ingin berbicara kepadamu." Terang Noval.
📞 "Aku tidak bisa, aku ada kerjaan setelah ini." Tolak Kiki.
📞 "Tidak usah khawatir ! Tadi papa sudah ijin sama atasan kamu ! Sekarang kamu di mana?" Tanya nya.
📞 "Aku sudah mau keluar."
📞 "Cepatlah kemari ! Aku sudah tidak tahan di sini di dalam mobil kepanasan." Ucap Noval langsung mengakhiri panggilannya sepihak, membuat Kiki mendengus kesal di seberang sana.
10 Menit kemudian tampak Kiki berjalan kearah parkiran sambil yang kelihatan kebingungan. Noval yang melihat Kiki dari kaca spion mobilnya sedang celingukan, ia langsung keluar dari mobilnya meneriaki Kiki sambil melambaikan tangannya.
"Sini !" Noval kembali berteriak saat Kiki sudah melihatnya, karena teriaknya juga membuat mahasiswa/mahasiswi lainnya memperhatikannya.
Sedangkan Kiki hanya menampakkan wajah datarnya kemudian menghampiri Noval yang cukup jauh dimana tempatnya berdiri.
"Sudah selesai ?" Tanya Noval saat Kiki sudah berada di samping mobilnya.
Kiki hanya mengangguk, kemudian langsung masuk kedalam mobil tanpa menunggu Noval mempersilahkan nya.
Noval hanya menghela nafas melihat Kiki yang masih bersikap dingin dan datar terhadapnya, kemudian ikut masuk mobil lalu mulai menjalankannya meninggalkan pelataran kampus menuju rumah Pak Tito yang juga pernah menjadi rumah Kiki juga mamanya.
Dalam perjalanan keduanya hanya bungkam dan merasakan kecanggungan terhadap keduanya, karena mereka sudah lama tidak berduaan seperti ini.
"Ki...
"Val... Ucap keduanya bersamaan.
"Kamu duluan !" Ucap Noval masih tetap fokus dengan kemudiannya.
"Bagaimana dengan keadaan Jova ?" Tanya Kiki. Sebenarnya bukan hal itu yang ingin ia tanyakan, tapi entah kenapa tiba-tiba lidahnya keluh saat ingin menanyakan sesuatu hal terhadap Noval.
"Dia baik ! Apa kalian tidak berkomunikasi dengan baik ? Teman-teman kamu yang lainnya selalu berkomunikasi bahkan hampir setiap hari, mereka juga memiliki grup chat." Ucap Noval sedikit mengalihkan perhatiannya kepada Kiki lalu kembali fokus ke jalan.
"Aku masih komunikasi, tapi akhir-akhir ini jarang, sejak nenek saya di rawat, apalagi saya harus bekerja paruh waktu, agar aku bisa mendapatkan uang untuk mengembalikan uangmu, dan juga membayar perjalanan studytour ku di kampus." Terang Kiki.
Noval hanya bisa menganggukkan kepalanya, ia merasa tak enak dengan Kiki, Noval yang anak tiri selalu di manjakan dengan serba berkecukupan serta berkuliah di luar negeri dari hasil jerih payah ayah kandung Kiki sedangkan Kiki yang anak kandung, ia harus bekerja keras untuk mendapatkan uang hanya untuk membayar perjalanan studytournya.
"Maaf...." Ucap Kenan.
"Maaf karena aku dan keluargaku sudah mengambil alih posisi kamu juga mama kamu." Lanjutnya.
Kiki hanya terdiam mendengar permintaan maaf dari Noval.
"Bagaimana hubunganmu dengan Jova ?" Tanya Kiki mengalihkan, ia tahu kemana arah pembicaraan Noval selanjutnya.
"Kami baik, bahkan aku sudah melamarnya, dan secepatnya akan ku kenalkan dia kepada papa juga mama." Sahut Noval.
"Baguslah, dan jangan pernah kamu mempermainkannya, juga menyakitinya, seperti kamu, melakukannya kepad...." Kiki tidak lagi melanjutkan ucapannya.
"Tidak usah di bahas !" Sela Kiki.
"Satu lagi aku harap Jova tidak pernah mengetahui masalah ini, aku tidak ingin membuatnya kembali merasakan apa yang pernah ia rasakan sebelum-sebelumnya!" Tambah Kiki lalu menyandarkan kepalanya di jok mobil, lalu mengalihkan perhatiannya kejalanan.
"Tapi permasalahan keluarga kita ia harus mengetahuinya, karena bagaimanapun ia akan menjadi bagian dari keluarga kita." Ucap Noval.
"Keluarga kamu ! Aku sudah tidak memiliki keluarga selain nenekku." Sahut Kiki menegaskan perkataannya.
Noval sudah tidak lagi menanggapi perkataan Kiki barusan, karena percuma saja jika ia menantang Kiki yang memiliki tingkat keras kepala yang tinggi. Mungkin suatu saat Kiki akan mengerti semuanya, pikir Noval.
Dalam perjalanan yang kembali hening, tiba-tiba ponsel Noval berdering tanda panggilan video masuk, buru-buru Noval menjawabnya, meletakkan ponselnya di dashboard mobilnya.
"Hay sayang." Sapa Noval tersenyum manis.
"Hay juga." Balas Jova dengan wajah kesalnya.
"Kenapa kesal begitu, Hem ?" Tanya Noval.
"Kamu dari sejak pagi belum mengabariku, kemana saja kamu, apa jangan-jangan kamu ada cewek lain ya di sana ??" Tuduh Jova nyerocos kek petasan.
"Astaga sayang, aku sama sekali tidak ada yang lain selain kamu ! Beneran sumpah ✌️
Noval memperlihatkan bentuk tangannya.
Sedangkan Kiki yang mendengar obrolan hanya terdiam dan sedikit memojokkan dirinya di pintu mobil, takut-takut Jova melihatnya.
Noval melihat Kiki yang seolah takut jika Jova melihatnya.
"Sayang ada yang ingin bicara kepada mu." Ucap Noval membuat Kiki pempelototinya.
"Siapa ?" Terdengar Jova penasaran.
Noval segera mengarahkan ponselnya ke arah Kiki.
"Kiki, kenapa kalian bisa barengan ?" Pekik Jova kegirangan tanpa ada rasa curiga apapun.
"Tadi ketemu di jalan pas dari rumah sakit, sekalian aku beri tumpangan, dia kan sahabat kamu, berarti sahabat aku juga dong ! Sayang tidak apa-apa kan?" Sahut Noval berbohong.
Dia berpikir ini bukan waktu yang tepat untuk mengatakan semuanya.
"Oh, tidak apa-apa dong."
"Ki, apa kabar ?" Tanya Jova.
"Alhamdulillah baik Jov, kamu ?" Jawab Kiki sedikit merasa canggung karena ikut-ikutan membohongi sahabatnya itu.
"Alhamdulillah baik juga, bagaimana keadaan nenek kamu, saya dengan dia sakit ?" Tanya Jova.
"Iya, dia sempat di rawat, tapi sekarang sudah jauh lebih baik." Jawab Kiki.
"Kok kamu nggak pernah gabung di grup chat ? Hera aja yang pengantin baru sering gabung, bajakan kadang dia yang mulai duluan." Cerocos Jova seperti biasa saat kumpul dengan teman-temannya.
"Aku lagi sibuk Jov, maaf ya ?"
"Oh, iya tidak apa-apa, salam ya sama nenek kamu, dan tolong jagain Noval buat gue, jangan sampai matanya jelalatan ke cewek lain !"
"Tidak mungkin, sepertinya dia sayang benget ke kamu." Sahut Kiki
"Lagian kami hanya kebetulan ketemu kok." Tambah Kiki.
"Ya sudah kalau gitu gue mau istirahat, gue matiin dulu ya." Ucap Jova dan di angguki Kiki.
"Sayang, see you." Ucap Jova kepada Noval.
"See you sayang, miss you." Sahut Noval.
"Miss you to." Balas Jova kemudian mengakhiri panggilan videonya.
Bersambung....
Jangan lupa jejak LIKE, COMENT, VOTE..."
TERIMAKASIH 🙏🙏🙏🤗🤗🤗❤️❤️❤️