
Setelah tiba di apartemen Enzy langsung masuk kedalam kamarnya, ia langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur berukuran king size, akhir-akhir ini Enzy merasa cepat lelah.
Saat Enzy mulai memejamkan matanya, tiba-tiba ponsel yang sebelumnya ia letakkan di atas nakas samping tempat tidurnya berdering tanda panggilan masuk. Dengan malas Enzy meraih ponselnya lalu menjawab panggilan tersebut tanpa melihat siapa yang menghubunginya.
📞 "Emmm Halo." Ucap Enzy malas.
📞 "Sayang apa kamu baik-baik saja, kenapa suara kamu terdengar seperti itu ?" Tanya Khay khawatir.
Enzy sejenak melihat nama yang menelponnya, dan itu ternyata dari suaminya, Khay bangun lalu bersandar di kepala tempat tidur.
📞 "Aku enggak apa-apa kok, aku hanya kecapean, entah kenapa akhir-akhir ini aku cepat lelah." Terang Enzy terdengar lemah.
📞 "Ya sudah kalau gitu kamu istrirahat saja, aku matikan ya telponnya." Ucap Khay.
📞 "Enggak perlu, kamu enggak usah mematikan telponnya." Sahut Enzy.
📞 "Emangnya seharian ini kamu dari mana aja sayang ?" Tanya Khay.
📞 "Tadi aku ke kampus ada banyak kegiatan disana yang harus kami hadiri, kemudian setelah dari sana sorenya aku sama Rendra keluar jalan-jalan, mengunjungi pusat wisata kuliner yang ada dikota ini." Jelas Enzy.
📞 "Emmm...
📞 "Kok emm doang sih ? Kamu marah aku keluar jalan-jalan bareng Rendra" Enzy mencoba menebak karena tiba-tiba suara suaminya jadi kurang semangat.
📞 "Aku enggak marah kok sayang, apa kamu bersenang-senang disana" Sahut Khay lalu bertanya.
📞 "Senang sih, tapi lebih senang lagi kalau aku jalan sama kamu." Ucap Enzy membuat Khay terkekeh di seberang sana.
📞 "Udah mulai pintar ngegombal ya." Ujar Khay.
📞 "Ishh..apaan sih ? Oh iya tadi ada pria yang mengikutiku, sejak kemarin sih tepatnya aku udah mulai curiga soalnya dia selalu memperhatikan ku dari jauh, pas tadi di tempat wisata kuliner, tiba-tiba dia datang mendekatiku." Cerita Enzy soal pria tadi yang bernama Mike itu.
📞 "Lalu ? Apa dia menyentuh dan mendekatimu ?" Tanya Khay mulai kesal mendengar cerita istrinya itu.
📞 "Dia tidak sempat menyentuhku, karena Rendra keburu membuatnya babak belur." Enzy tak mungkin mengatakan kalau Mike menyentuhnya, bisa-bisa suaminya marah-marah.
📞 "Oh iya, baru kali ini loh aku liat Rendra menjadi mengerikan seperti itu, bahkan ia mengancam untuk mematahkan tangan pria itu." Lanjut Enzy mengingat sikap Rendra tadi.
📞 "Dia emang seprti itu sayang, dia kelihatannya aja konyol kocak seperti itu, tapi jika dia sudah marah akan berubah mengerikan, tapi syukurlah jika sudah seperti itu, andai saja aku berada disana aku tidak hanya membuatnya babak belur, tapi aku pastikan dia sudah berada di neraka sekarang, berani-beraninya dia menggoda istri dari KHAYRAN DELVIN." Geram Khay.
📞 "Sudah enggak usah bahas itu lagi, toh urusannya juga sudah selesai." Ucap Enzy.
📞 "Bagaimana denganmu, apa aja yang kamu lakukan sejak aku tidak ada ?" Tanya Enzy.
📞 "Tidak ada yang berkesan karena tidak ada kamu disampingku, aku hanya pergi ke kampus, setelah dari kampus aku langsung pergi ke kantor untuk membahas pembukaan club' olahraga kita." Jelas Khay.
📞 "Emm...cuma itu, kamu enggak genit-genit kan ?"
📞 "Enggaklah sayang, dan satu lagi sudah ada investor yang mau bekerjasama dengan club olahraga kita, khususnya ia sangat tertarik dengan club sepak bola." Tambah Khay.
📞 "Semoga berhasil ya, aku akan selalu doakan kamu." Ucap Enzy.
📞 "Terimakasih sayang kamu selalu mau mendukung dan mendoakan ku, oh iya kapan kamu akan pulang ?"
📞 "Iya sama-sama, bersabarlah sebentar lagi, seminggu lagi aku akan pulang, emang kenapa ?"
📞 "Aku sudah sangat merindukanmu, sayang, apa kamu tidak merindukanku ?" Tanya balik Khay.
📞 "Emmm....rindu gak ya ? Enggak tuh." Ucap Enzy sambil tersenyum.
📞 "Sayangggg..." Seru Khay terdengar manja.
📞 "Iya, aku juga sudah sangat merindukanmu, suamiku, sayang..." Ucap Enzy kemudian memutuskan sepihak sambungan teleponnya sambil senyum-senyum sendiri.
...----------------...
"Aku mencintaimu istriku, cepatlah pulang !" Ucap Khay kemudian mulai memejamkan matanya, karena besok pagi ia ada jam mata kuliah pagi, setelah itu ia lanjut menemui investor yang akan bekerjasama dengan club olahraganya.
...----------------...
Sementara di gedung CHANEL LINE, Terlihat Kavi sedang memarahi salah satu karyawannya, Sejak kejadian Kenan marah-marah dikantornya dan melarangnya untuk menemui Kia Kavi sangat berubah drastis, ia menjadi dingin dan suka marah-marah tak jelas pada karyawannya hanya karena masalah sepele. Bahkan sudah satu minggu ini juga Kavi mencoba menghubungi Kenan dan sering juga menghubungi Kia namun sama sekali tak ada yang bisa dihubungi, nomor Kenan tersambung namun tak menjawabnya, sedangkan nomor Kia sama sekali sudah tak aktif.
"Keluar !!" Seru Kavi pada karyawannya.
Kavi menyandarkan kepalanya di kursi kerjanya memejamkan matanya sesekali ia memijit keningnya.
Kavi kembali mengeluarkan ponselnya dari saku jasnya, lalu mencoba menghubungi Kenan bergantian dengan Kia namun hasilnya nihil.
"Aakkhhhh....." Kavi melempar ponselnya dan disaat bersamaan seorang pria dengan setelan jas rapi masuk ke ruangannya, langsung mengambil ponsel tersebut yang sudah hancur.
"Ada apa ?" Tanya Rio sahabat dari Kavi sekaligus menjabat sebagai wakil CEO di kantor tersebut.
"Ada masalah apa lagi, kenapa kau terlihat begitu kesal, akhir-akhir ini saya dengar kamu suka marah-marah tak jelas, ada apa sih, cerita sama gue." Seru Rio.
"Sejak kapan kamu datang, apa pekerjaan kamu disana sudah beres ?" Tanya Kavi dingin, membuka map dokumen yang ada diatas mejanya.
"Sudah beres tuan Kavi yang terhormat, ini aku bawa semua laporan putusan akhirnya, dan kita berhasil memenangkan tender tersebut." Jelas Rio menyerahkan beberapa dokumen pada sahabat sekaligus atasannya itu.
"Emmmm...." Sahut Kavi mencoba membuka dokumen yang diberikan Rio.
"Yasudah, hari ini gue mau cuti, gue udah janji sama anak istri gue, mau bawa mereka jalan-jalan." Ucap Rio kemudian beranjak dari kursinya.
"Siapa yang memberimu cuti ? Hari ini kamu tetap dikantor, gue ada urusan lain diluar." Ucap Kavi datar lalu beranjak dari kursi kerjanya.
"Kav, gue baru tiba dari luar negeri loh ini, gue udah pisah lama sama anak bini gue, mengertilah !!" Protes Rio.
"Ok hari ini kami cuti, tapi jangan harap kamu dapat bonus bulan ini." Sahut Kavi santai berlalu keluar begitu saja meninggalkan Rio yang mengeram prustasi melihat sikap sahabatnya itu.
...----------------...
Kavi mengendarai mobilnya menuju sekolah dimana Kia sekolah, hari ini ia memutuskan untuk menemuinya langsung, dan akan menjelaskan semuanya, ia akan mengutarakan perasaannya pada gadis kecil tersebut.
Saat tiba di parkiran sekolah, di saat bersamaan mobil Kenan juga tiba disana, Kavi mengurungkan niatnya saat melihat Kenan keluar dari mobilnya, ia memilih memantau dari mobil, tak butuh waktu lama, Kia keluar dan langsung menyalimi tangan ayahnya itu, dan masuk kedalam mobil, disusul oleh Kenan. Setelah mobil Kenan berjalan, Kavi juga mulai menjalankan mobilnya, ia ingin menemui keduanya, tak peduli Kenan akan marah padanya.
Setelah tiba di jalan yang sepi, Kenan menghentikan mobilnya, karena sudah sejak tadi dengan mobil yang sejak tadi mengikutinya.
"Keluar !" Seru Kenan menggedor kaca jendela mobil milik Kavi, setelah keduanya berhenti, sedangkan Kia tinggal di dalam mobil.
Saat Kavi keluar dari mobilnya Kenan langsung menatap kesal pria dihadapannya itu.
"Ada perlu apalagi kamu sampai terus mengikutiku" Tanya Kenan dingin.
"Nan, please tolong berikan aku kesempatan, beri aku kesempatan untuk dekat dengan Kia, aku benar-benar menyukainya, bukan hanya menyukainya tapi aku juga mencintainya." Ucap Kavi penuh permohonan.
"Saat itu saya sudah katakan dengan jelas, kalau saya tidak ingin putri saya dekat denganmu, dan saya yakin putri saya juga tidak akan mau dengan pria seperti dirimu."Ucap Kenan penuh penekanan sambil menujuk pria dihadapannya itu.
"Pleaseee Nan, beri aku kesempatan." Kavi terus memohon.
"Jangan panggil saya seperti itu, mulai saat itu Anda bukan lagi sahabat saya, Anda hanya sebatas parner kerja, tapi jika Anda tetap keras kepala, saya juga tidak segan-segan memutuskan kontrak kerja sama kita." Ujar Kenan tegas lalu pergi begitu saja langsung masuk kedalam mobilnya dan malajukannya kembali.
Sedangkan Kia yang memperhatikan sejak tadi dari dalam mobil hanya bisa diam, Kia hanya terus memperhatikan jalanan lewat jendela dengan tatapan yang sulit diartikan.
Bersambung........
Jangan lupa dukungan like, Komen dan Vote
Terimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏