Pernikahan Yang Tak Kuduga

Pernikahan Yang Tak Kuduga
PYTK 74 Season 3 ( Next Generatoin )


Enzy keluar dari kamar mandi dengan wajah datar sulit di artikan, membuat suami dan mertuanya sangat penasaran.


"Sayang, bagaimana ? Tanya Khay penasaran di angguki Diva.


Tanpa menjawab pertanyaan dari suaminya, Enzy langsung berhambur, memeluk Khay dengan sangat erat sambil menangis, membuat Khay bingung bercampur khawatir.


Begitupun dengan Diva, Diva mendekati keduanya, lalu mengusap punggung menantunya itu.


"Ada apa sayang, kenapa kamu jadi seperti ini, coba katakan, jangan membuat kami khawatir !" Ucap Diva lembut.


Kemudian Enzy merenggangkan pelukannya, menatap suami dan mertuanya secara bergantian, lalu ia memberikan tespek yang ia gunakan tadi pada suaminya. Khay setelah melihat hasilnya langsung membelalakkan matanya saat melihat tanda positif disana, lalu meraih tubuh istrinya itu, dan langsung ia peluk dengan sangat erat, Khay terus menciumi pucuk kepela Enzy.


"Terimakasih sayang, akhirnya aku akan jadi seorang ayah, makasih....makasih banget." Ucap Khay lalu beralih menangkup wajah Enzy kemudian ia hujani dengan ciuman bertubi-tubi di wajahnya.


Sedangkan Diva yang melihat kejadian tersebut langsung mengambil tespek yang masih berada di tangan Khay, untuk ia pastikan perkataan putranya itu.


"Bener sayang, kamu positif, akhirnya bunda akan segera jadi Oma." Ucap Diva kegirangan langsung menatik lengan Enzy lalu ia peluk, kemudian tak lupa juga ciuman bertubi-tubi di wajah menantu kesayangannya itu.


"Sekarang juga kita harus kerumah sakit buat mengeceknya lebih jelas, dan memeriksa ke adaannya." Seru Diva.


"Iya Bun." Sahut Enzy.


"Kalau gitu aku mau mandi dulu." Lanjut Enzy di angguki oleh kedua orang ia sayangi itu, siapa lagi kalau bukan Khay dan Diva.


...----------------...


"Bagaimana ke adaan menantu dan calon cucu saya Dok ?" Tanya Diva setelah Enzy di periksa dan di USG.


"Alhamdulillah Nyonya, keadaan keduanya baik-baik saja, dan umur janinnya sekarang sudah masuk di Minggu ke sembilan." Jelas dokter Anne, salah satu dokter ternama yaitu yang bekerja di salah satu rumah sakit terkenal di kota Xx.


"Apa dok sudah Minggu ke Sembilan ?" Tanya Khay kaget mendengar usia kandungan istrinya, pasalnya ini sudah lebih dari dua bulan, tapi mereka tidak menyadarinya, karena Enzy sama sekali tak ada keluhan di awal-awal kehamilan.


"Iya tuan muda." Sahut dokter tersenyum.


"Tapi kok istri saya tidak ada keluhan sama sekali, di awal-awal kehamilannya, seperti wanita pada umumnya." Tanya Khay.


"Terkadang tidak semua wanita hamil mengalami keluhan-keluhan seperti yang tuan muda maksud, tapi mungkin di trimester pertama atau seperti saat ini yang istri Anda alami, baru di rasakan seperti mual, pusing, bahkan sering juga moodnya gampang berubah-ubah, makanya tuan muda jangan heran jika istri Anda kadang suka nangis, sensitif, atau bahkan marah-marah gak jelas, itu salah satu pengaruh hormonal ibu hamil." Jelas dokter Anne.


"Baiklah dokter, apa ada makanan yang harus di hindari ?" Tanya Khay antusias, pasalnya ia tak mau kedepannya nanti istri dan calon anaknya kenapa-napa jika tidak mengetahui apa yang harus dimakan dan tidak.


"Sebenarnya tidak ada yang harus di hindari saat hamil, hanya saja jangan terlalu berlebihan, terutama makanan yang bersifat panas, Bergas, dan jangan terlalu sering makan makanan pedas." Jelas dokter Anne secara mendetail.


"Baiklah dok, sampai disini saya mengerti." Sahut Khay.


Saat dokter menuliskan beberapa resep obat untuk, tiba-tiba Kenan masuk, karena sebelumnya Diva sudah memberi kabar pada suaminya itu, dan Kenan langsung menghentikan rapatnya, yang sedang berjalan, karena saking antusiasnya mendengar kabar kehamilan menantunya.


"Bagaimana keadaan menantu dan calon cucu saya ?" Tanya Kenan langsung tanpa duduk terlebih dahulu.


"Duduk dulu Yah !" Seru Diva.


Kenan langsung menuruti seruan istrinya itu, dan duduk di sebelahnya, karena saat ini Enzy masih duduk di brangkar yang ada diruang Dokter Anna, di temani Khay tentunya.


"Bagaimana Dok ?" Tanya Kenan mengulangi pertanyaannya.


"Alhamdulillah keduanya baik-baik saja tuan, umur kehamilannya sudah memasuki sembilan minggu." Jawab dokter menjelaskan.


"Baiklah kalau begitu, dan berikan penanganan yang terbaik untuk menantu saya !" Seru Kenan.


"Yah, kenapa harus di berikan penanganan yang terbaik, emang Enzy akan dirawat inap, tidak Yah, menantu kita sudah bisa pulang." Sahut Diva.


"Emangnya penanganan harus diberikan pasien rawat inap saja ? Tidak Bun ! Maksud ayah berikan obat-obatan dan vitamin-vitamin yang terbaik buat menantu kita, apalagi calon cucu kita." Terang Kenan.


Khay, Enzy dan dokter Anna hanya bisa tersenyum melihat tingkah kedua calon Opa Oma muda itu.


"Tidak yah, aku tidak ingin apa-apa saat ini." Sahut Enzy senang mendapatkan perhatian dari orang-orang sekelilingnya.


"Kalau kamu mau apa-apa jangan sungkan memintanya pada suami kamu ataupun pada kami yang nak !" Ujar Kenan di angguki oleh Enzy langsung.


...----------------...


Kini Kenan membawa menantunya itu tinggal di rumah utama, ia tidak ingin keduanya tinggal di apartemen, dengan keadaan Enzy yang sedang hamil muda.


Kenan akan melakukan apapun untuk kehamilan menantunya itu, ia tidak ingin calon cucunya itu merasa kekurangan seperti saat Diva mengandung Khay juga Kia, karena Kenan tidak bisa ada disisi istrinya saat hamil, karena saaat Diva mengandung Khay, Kenan jatuh sakit parah dan kritis, begitupun saat Diva mengandung anak keduanya yaitu Kia, bahkan Kenan tak mengetahui kalau istrinya sedang hamil, saat meninggalkan rumah, karena kesalahan yang ia perbuat.


"Selamat ya kak atas kehamilannya, aku udah gak sabar melihat ponakan aku, pasti lucu banget kek aku." Ucap Kia mengusap perut Enzy yang terlihat sedikit membuncit walau masih sedikit, karena baru memasuki umur di bulanan.


"Anak gue gak akan lucu kalau mirip kamu, yang ada.... amit-amit kalau sampai mirip kamu" Ujar Khay tak melanjutkan ucapannya, lalu memukul-mukul kepala bergantian di atas meja.


"Lebih lagi kalau mirip kamu, yang ada bukannya imut, lucu, tapi malah amit-amit." Ucap Kia tak mau kalah.


"Yah.... Denger tuh ucapan Kia, gak enak banget." Aduh Khay manja.


"Kamu tuh bang, udah mau jadi ayah, masih aja manja, kamu gak malu sama istri dan anak kamu nanti ?" Timpal Dive memutar bola matanya malas.


"Yah gak apa-apa kali Bun, entar kalau anak aku lahir, kan lucu ayah punya dua jagoan yang manja-manjaan sama ayah, iya kan yah ?" Sahut Khay lalu beralih menatap Kenan meminta pembelaan.


"Bang sekarang kamu udah tua, bersikaplah dewasa, sebentar lagi kamu akan punya anak juga, ayah tidak mau kamu selalu bersikap seperti ini, mulai sekarang kamu harus memperhatikan istri dan calon buah hati kamu, kamu harus selalu ada di samping istri kamu dalam keadaan seperti ini, ayah yakin dan semua ibu hamil pasti ingin sekali di perhatikan oleh suaminya." Ucap Kenan panjang lebar, dengan raut wajah sendu.


Diva yang melihat itu, tahu bagaimana perasaan suaminya saat ini, Diva tahu kalau suaminya itu kembali mengingat dan merasa bersalah saat ia hamil baik saat hamil Khay maupun Kia, Kenan tak bisa berada di sampingnya.


"Baik Yah, aku janji aku akan selalu ada buat Enzy dan calon buah hati aku, aku akan bersikap dewasa mulai sekarang." Sahut Khay.


"Bagus, kalau begitu bawah istri kamu istrirahat dikamar !" Seru Kenan dan langsung di turuti Khay.


Begitupun dengan Kia ikut masuk dikamarnya karena ia ingin mengerjakan beberapa tugasnya.


...----------------...


"By, ada apa ?" Tanya Diva mengusap lengan suaminya yang masih berbalut jas yang ia gunakan tadi pagi.


"Tidak apa-apa, yank, aku hanya teringat saat kamu di awal-awal kehamilan Abang dulu sampai menuju persalinan, aku tidak bisa selelu ada di dekat kamu, bahkan tidak bisa memenuhi kemauan kamu, apalagi saat kamu mengandung adek, aku benar-benar tidak tau akan hal itu, maaf..." Ucap Khay panjang lebar dengan mata berkaca-kaca jika mengingat perjuangan istrinya mengandung dan melahirkan tanpa dirinya.


"Sudahlah by', masalah ini tidak perlu lagi kita bahas, yang terpenting sampai saat ini kamu masih menjadi ayah yang hebat, terbaik buat mereka, dan tentunya ayah yang sangat bertanggungjawab." Ucap Diva kemudian menyandarkan kepalanya di bahu Kenan.


"Tapi aku janji yank, aku akan melakukan yang terbaik buat menantu kita dan calon cucu kita." Ujar Kenan merangkul bahu Diva.


"Iya yah, mendiang Rafa dan Hera pasti bahagia disana mendengar kabar kehamilan putri mereka." Ucap Diva mengingat mendiang kedua sahabatnya itu.


"Iya Yank, kita doakan saja mereka sudah bahagia disana, dan melihat kebahagiaan putri mereka." Sahut Kenan.


"By', besok kita ke makam mereka ya, kita ajak Enzy dan Khay sekalian." Seru Diva mendongak menatap suaminya itu.


"Iya sayang, ya sudah kalau gitu aku kembali ke kantor ya." Ujar Kenan kemudian pamit pada istrinya.


"Apa gak makan siang dulu by' ?" Tanya Diva.


"Tidak usah yank, aku makan di kantor aja, aku masih ada meting soalnya." Jawab Kenan lalu mencium kening istrinya itu.


Bersambung........


Jangan lupa like komen dan Vote.....


Jangan kemana-mana ya readers, sebentar lagi Kavi akan muncul kembali untuk memperjuangkan cintanya....


Terimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏