
Hari demi hari telah berlalu, Usia kandungan Diva kini berusia 3 bulan, mual di pagi hari sudah tidak lagi dia rasakan, nafsu makannya sudah bertambah Diva tidak lagi merasa mual jika mencium aroma nasi beserta lauknya.
Liburan yang direncanakan ayah Salman dibatalkan mengingat kandungan Diva tergolong masih lemah, dan untuk masuk universitas Diva tunda sampai tahun depan.
Kini menunjukkan jam 1 dinihari, Diva merasa lapar dan ingin memakan siomay.
"By' ... by' ... Bangun, aku lapar !" Diva membangunkan Kenan sambil menggoyangkan lengan suaminya.
"Ada apa Yank?" Tanya Kenan dengan suara khas orang bangun tidur, tapi masih memejamkan matanya. Kenan merasa sangat lelah dan mengantuk, bagaimana tidak, Kenan baru tertidur jam setengah 12 malam tadi, karena mengerjakan beberapa pekerjaan.
"By', bangun dulu, pengen siomay !!" Ujar Diva menarik tangan suaminya itu yang masih setia menutup matanya.
"Besok aja ya yank, aku capek banget nih !" Sahut Kenan sedikit membuka matanya.
"Ya sudah kalau kamu tidak mau belikan sekarang, biar aku yang pergi sendiri, ini juga bukan aku yang mau tapi anak kamu." Ujar Diva cemberut, dan segera beranjak dari tempat tidur.
"Yah sudah, kamu disini aja yank, biar aku yang Carikan !" Ucap Kenan menahan tangan Diva.
Dengan mata yang sulit untuk terbuka, Kenan segera bangun dan mengganti pakaian tidurnya dengan kaos hitam dan celana panjang, tidak lupa mengambil dompet. Dengan mata sedikit tertutup Kenan menuruni tangga untuk menuju dimana Pak Urip istirahat, Kenan ingin meminta Pak Urip untuk mengantarnya karena tidak mungkin ia membawa mobil dalam keadaan ngantuk berat.
(Gambaran Kenan saat menuruni tangga dengan mata sedikit terbuka karena menahan kantuk. Maaf tidak ada maksud apapun dengan visualnya ini hanya gambaran semata untuk para readers)
"Maaf ya Pak, saya mengganggu jam istirahat bapak." Ucap Kenan tak enak hati.
Saat ini Meraka sudah berada di jalan mencari siomay.
"Tidak apa den." Sahut Pak Urip.
"Pak kita ke Restoran yang di jln.Kkk, disana ada menu siomay dan buka 24 jam !" Ucap Kenan.
Dalam perjalanan Kenan tertidur, karena merasa sangat mengantuk tak tertahankan, sebelum ia tertidur memberikan uang kepada Pak Urip untuk membelikan Diva siomay.
Jam 2 Dinihari mobil yang dikendarai Pak Urip tiba dirumah, dan segera membangunkan majikannya itu.
"Den, kita sudah sampai !" Ujar Pak Urip sedikit menggoyangkan lengan Kenan, karena Kenan duduk di sampingnya.
"Ah ... Maaf ya Pak, saya tertidur." Ucap Kenan dan hanya dibalas anggukan dan senyuman tulus dari Pak Urip.
Kenan segera masuk langsung menuju dapur untuk menyajikan siomay yang di inginkan istrinya.
Saat masuk kedalam kamar Kenan mendapati Diva tertidur di sofa dengan TV yang menyala.
"Yank ... Bangun, ini siomaynya, makan dulu !!" Kenan membangunkan Diva sambil mengusap pelan pipinya, tak lupa mencium keningnya.
"Emmm .... " Diva menggeliat dan langsung membuka matanya saat merasakan keberadaan Kenan.
"Sekarang makan dulu siomaynya yank !" Ucap Kenan menunjuk siomay yang berada diatas meja.
" Suapin !" Ucap Diva manja.
"Manjanya istri ku." Ucap Kenan menarik gemas hidung Istrinya.
Kenan mengambil piring siomay dan segera menyuapi Diva dengan telaten.
Diva memperlihatkan wajah lelah suaminya yang dengan sabar menghadapi sikapnya selama ia hamil, Diva juga merasa heran kepada dirinya sendiri, kenapa ia bisa bersikap manja seperti ini.
"Suamimu ini memang tampan yank !" Ujar Kenan.
"By', maaf ya ...
"Maaf untuk apa, Hmm?" Tanya Kenan menaikkan kedua alisnya.
"Aku selalu menyusahkan kamu, aku selalu bersikap kekanak-kanakan akhir-akhir ini by'." Ucap Diva menundukkan kepalanya.
Kenan meletakkan kembali piring di atas meja, lalu menarik istrinya itu masuk kedalam pelukannya.
"Yank, aku tidak pernah merasa disusahkan, dan apapun yang kamu inginkan aku akan berusaha memenuhinya selama aku masih bisa, bahkan mempertaruhkan nyawa sekalipun akan aku lakukan jika itu hanya untukmu." Ujar Kenan kemudian mencium pucuk kepala Diva.
Diva mengeratkan pelukannya, dan menangis haru mendengar ucapan Kenan, Diva sangat bersyukur memiliki suami yang sangat menyanyinya dan tentu saja sangat mencintainya.
"Kamu jangan pernah tinggalkan aku by' !" Ucap Diva masih memeluk Kenan.
Kenan melepaskan pelukannya, beralih menangkup wajah, dan menatap dalam manik mata Diva yang sedikit sembab.
"Aku janji, akan selalu berada didekatmu, semoga Allah selalu mendengar setiap doa dalam sujudku, aku selalu meminta itu padanya." Kemudian Kenan mencium kening Diva lama.
"Sekarang makan lagi ya, itu siomaynya masih ada Yank !" Ucap Kenan saat melepaskan ciumannya.
"Ya sudah sekarang kita tidur ya !" Ucap Kenan kemudian mengangkat tubuh Diva naik keatas tempat tidur.
"Sayangnya Ayah, sekarang tidur juga ya, jangan ganggu Bunda dulu, kasian bundanya pengen istirahat !" Ucap Kenan di depan perut Diva yang sudah kelihatan membuncit, seolah-olah Kenan berbicara kepada anaknya.
"Iya ayah, tapi aku mau dipeluk ayah.." Ucap Diva menirukan suara anak kecil.
Kenan tersenyum mendengar perkataan istrinya itu, kemudian mengecup perut Diva lalu menariknya masuk dalam dekapannya.
🍀🍀🍀
Pagi menjelang, Kenan terbangun karena merasakan sakit yang teramat di bagian belakangnya, dan juga merasa pusing. Dengan perlahan Kenan memindahkan kepala Diva dari lengannya, setelah berhasil tanpa mengganggu tidur lelap sang istri, Kenan menyandar tubuhnya di kepala tempat tidur untuk menetralkan rasa sakitnya, saat merasa sedikit lebih baik, ia beranjak dari tempat tidur, Kenan ingin mengambil obatnya di lemari kecil di sudut ruangan, tempat beberapa berkas pentingnya. Saat baru melangkah beberapa langkah tiba-tiba Kenan jatuh tak sadarkan diri, dan darah yang keluar dari hidungnya.
Diva terbangun, menggeliat tanpa membuka matanya, dan langsung meraba di sampingnya, dan tidak merasakan keberadaan Kenan. Ia segera membuka matanya dan bangun dari tidurnya, saat memperhatikan sekitar kamar Diva membelalakkan matanya.
"By' ... " Pekik Diva dan segera turun dari tempat tidur saat melihat Kenan tak sadarkan diri dan darah keluar dari hidungnya.
"By' Bangun, Bangun by' ... kamu kenapa ?" Diva berusaha membangunkan Kenan dengan mengusap tangannya, dan sesekali menepuk wajah suaminya, dengan air mata yang sudah keluar karena khawatir melihat keadaan suaminya.
Diva segera berlari keluar kamar, menuruni tangga tanpa memikirkan kalau saat ini dirinya sedang hamil.
"Ayah, Bunda.... Tolong, Kenan, Kenan..." Teriak Diva memanggil mertuanya.
"Ada apa sayang ?" Tanya Bunda Vivian keluar dari dapur, khawatir melihat Diva.
Tak lama Ayah Salman juga keluar dari kamar karena mendengar teriakkan menantunya meminta tolong.
"Kenan, Pingsan Ayah, Bun, dan banyak keluar darah dari hidungnya." Jelas Diva.
Ayah Salman segera berlari menuju kamar Putra dan menantunya saat mendengar penjelasan Diva, di ikuti oleh Bunda dan juga Diva.
"Astagfirullah..." Pekik Bunda Vivian saat melihat keadaan Kenan.
"Sekarang kita bawa dia kerumah sakit !" Ujar Ayah Salman kemudian mengangkat tubuh putranya turun kebawah, langsung menuju kemobil yang memang sudah di siapkan Pak Urip, untuk Ayah Salman kekantor.
Pak Urip yang melihat Majikannya mengangkat tubuh Kenan segera membuka pintu mobil, dan segera membantunya memasukkan Kenan kedalam mobil.
"Pak kita kerumah sakit Xx Sekarang !" Pinta Ayah Salman kepada Pak Urip, setelah semua sudah berada di dalam mobil.
Dalam perjalanan Diva terus menangis sambil memangku kepala suaminya.
Beberapa menit kemudian mobil yang dikendarai Pak Urip tiba di depan rumah sakit, dan Dokter kenalan ayah Salman sudah menunggunya di loby, yang sebelumnya sudah ia hubungi.
"Kenan..." Ucap Dokter Bayu.
"Kamu mengenalnya Bay ?" Tanya Ayah Salman, melihat temannya itu kaget melihat Kenan.
"Jadi dia putra kamu ?" Dokter Bayu balik bertanya, dan diangguki Ayah Salman.
"Cepat masukan dia di ICU, dia pasien saya !" Ujar Dokter Bayu kepada perawat laki-laki yang mendorong brankar Kenan.
"Apa maksudnya kamu mengatakan dia pasien kamu ?" Ayah Salman khawatir, dia tau kalau Dokter Bayu ini adalah dokter spesialis kanker.
"Apa dia tidak pernah cerita kepada kalian ?" Dokter Bayu malah balik bertanya.
"Tidak, apa yang sebenarnya terjadi ?"
"Nanti saya akan jelaskan semuanya, lebih baik sekarang kita masuk, sekarang dia benar-benar butuh penanganan yang intensif !" Ujar Dokter Bayu dan segera berjalan masuk keruangan ICU dimana Kenan dibawah.
Bersambung.....
Bagaimana, para readers, aku minta pendapat dari kalian.
Kenan saya buat di meninggal dan setelah anaknya lahir akan ada pria yang mirip dengan Kenan, namun sifatnya berbanding terbalik dengan sifat Kenan yang datar+dingin....
Mohon beri pendapat kalian di kolom komentar 🙏🙏🙏
jangan lupa tinggalkan jejak
Like
Coment
Vote
🙏🙏🙏🤗🤗🤗❤️❤️❤️