
Hari ini Dimana Kavi dan Kia berjalan menyusuri mall, banyak pasang mata yang menatap tidak suka pada Kia, orang-orang mengira Kia adalah wanita simpanan om-om.
"Lihatlah anak jaman sekarang ia rela merusak rumah tangga orang lain demi mendapatkan kesenangannya, apalagi laki-lakinya seorang pria kaya." Ucap salah satu ibu-ibu pengunjung mall.
"Dasar Ja***Ng tak tau diri." Cibir orang lainnya.
"Kasian ya, istri pria itu."
Dan masih banyak lagi cemoohan yang Kia dengar.
"Mas, pulang aja yuk !" Ucap Kia sendu, bahkan matanya sudah berkaca-kaca tanpa mau menatap suaminya yang sejak tadi merangkul pinggangnya.
"Sayang, kamu tidak perlu mendengar ucapan orang-orang, toh itu semua tidak benar !" Ujar Kavi, karena dirinya juga sangat jelas mendengar cemoohan orang.
"Tapi mas, ak....
"Sudah ya, sekarang ikut mas !" Sela Kavi lalu mengandeng tangan istrinya itu ke tengah-tengah mall, jangan lupa mall yang mereka kunjungi adalah mall milik mertuanya, atau milik tuan Kenan Al Fariziq.
Setelah tiba di tengah-tengah mall, yang ada di lantai bawah, dan posisinya dapat di lihat oleh orang-orang dari lantai lainnya, Kavi menghubungi petugas mall agar membawakannya sound sistem.
Hanya butuh beberapa menit sound sistem sudah berada di tangan Kavi.
"Maaf, untuk semua pengunjung mall, harap sedikit waktu atau perhatiannya." Ucap Kavi saat itu juga sudah banyak pengunjung teralihkan.
Bahkan Billboard yang ada di setiap sudut mall menayangkan Kavi dan juga Kia.
"Saya KAVINDRA GAYLAND, atau menantu kedua dari tuan KENAN AL FARIZIQ, ingin mengumumkan bahwa wanita yang berdiri di samping saya saat ini adalah istri sah saya, yaitu putri dari TUAN DAM NYONYA AL FARIZIQ, yang bernama AZKIA DEOLINA AL FARIZIQ." Ucap Kavi tegas.
Orang-orang sebagian besar sudah mengenali Kavi sebagai salah satu pengusaha tersukses di negara ini, juga sering wara-wiri di salah stasiun televisi sebagai pemilik stasiun televisi tersebut, tapi untuk Kia orang-orang belum terlalu banyak mengetahuinya, bahkan orang-orang disana terkejut karena ia tak menyangka kalau istri seorang Kavindra Gayland sangatlah muda.
"Sekali lagi, saya menegaskan ini, karena daya tidak ingin mendengar lagi, di luaran sana mencemoh atau berkata yang tidak-tidak mengenai istri saya, seperti yang saya dengar tidak lama ini, dan untuk yang menghina dan berkata yang tidak enak tadi mengenai istri saya, semoga anda selalu di beri kebahagiaan karena telah mencibir seseorang tanpa mengetahui yang sebenarnya." Lanjut Kavi.
Sementara orang yang mencibir Kia tadi merasa tidak enak, apalagi dengan perkataan Kavi yang terakhir.
"Baiklah hanya itu yang ingin saya sampaikan, dan untuk istriku....
"AZKIA DEOLINA GAYLAND, AKU SANGAT MENCINTAIMU, SEMOGA KAMI DAN CALON ANAK KITA SELALU DIBERI KESEHATAN HINGGA PERSALINAN NANTI." Lanjutnya kemudian memberikan kecupan di kening Kia.
Orang-orang yang menyaksikan itu hanya bisa mengigit jari melihat ke uwauaaannn Kavi kepada Kia.
"Mas." Cicit Kia malu karena banyak orang yang melihatnya.
"Apa ?" Kavi menatap Kia yang kini menunduk.
"Ngapain sih pakai acara begini segala ? Malu." Ucap Kia melirik ke segala arah mereka yang masih melihatnya.
"Biar mereka tahu aja." Sahut Kavi santai.
"Tapi...
"Milih seperti ini, atau gak tahu apa yang terjadi pada wanita-wanita yang mencemooh mu tadi, Hem ?" Tanya Kavi menaikkan alisnya.
"Ya sudah ayo kita pulang, aku udah gak mood berada disini !" Kia tak menjawab pertanyaan suaminya, lalu cepat-cepat ia menarik lengan Kavi agar segera pergi dari tempat tersebut.
"Katanya mau jalan-jalan ?" Tanya Kavi mengikuti langkah istrinya yang masih menariknya.
"Gak jadi, gak mood !" Jawab Kia ketus.
Kavi terkekeh melihat istrinya kesal.
"Ya sudah kita ke tempat lain aja yuk !" Ajak Kavi, menarik tangan Kia agar merangkul lengannya.
"Kemana ?" Tanya Kia.
"Kemana-mana hatimu senang." Jawab Kavi ngasal, sedikit berbeda.
Kia tertawa mendengar jawaban suaminya.
"Dasar Om-om." Cebik Kia menyandarkan kepalanya dibahu Kavi sambil berjalan.
Kia langsung menghadiahi cubitan keras pada perut kotak-kotak Kavi, Kavi meringis walaupun sebenarnya ia tak merasa sakit sedikitpun. Keduanya tertawa bahagia sambil berjalan menuju basemen, dimana mobilnya terparkir.
...----------------...
Kavi menghentikan mobilnya di sebuah bangunan yang sepertinya baru saja memulai pembangunan.
"Kita dimana mas, dan ini apa ?" Tanya Kia bingung.
"Ini kita di pembangunan kawasan perumahan yang baru saja aku bangun sayang, dan aku mau nanti rumah kita di bangun disini." Jelas Khay melepaskan seatbeltnya.
"Ayo turun sayang !" Ajak Kavi.
Kia melepaskan seatbeltnya terlebih dahulu kemudian mengikuti Kavi keluar dari mobil.
"Selamat sore tuan." Ucap salah satu orang yang Kavi percaya dalam pembangunan dikawasan tersebut.
"Iya, bagaimana, sudah sampai berapa persen pembangunannya ?" Tanya Kavi.
"Baru sekitar 20% tuan, mungkin setelah penggalian, akan segera dimulai pembangunannya." Jelas orang tersebut.
"Oh baiklah, untuk tempat yang sudah saya jelaskan sebelumnya, jangan dulu dibangun." Ujar Kavi.
"Baik tuan, tempat tersebut memang sengaja kami kosongkan terlebih dahulu sesuai permintaan tuan, tapi kami sudah menggali atau hanya sekedar membenahi tempatnya saja." Jelasnya lagi.
"Bagus, oh iya perkenalkan ini istri saya." Ujar Kavi lalu memperkenalkan Kia kepada orang tersebut.
"Selamat sore nyonya." Sapa orang tersebut.
"Sore juga pak, semangat ya kerjanya." Balas Kia.
"Iya nyonya." Sahutnya.
"Ya sudah pak, tolong semuanya di kontrol dengan baik, mudah-mudahan pembangunannya selesai sesuai waktu yang sudah di tentukan." Ucap Kavi melihat kesekitaran pembangunan.
"Insyaallah tuan, saya dan pekerja lainnya akan berusaha semampu kami."
"Kalau begitu saya pulang dulu pak." Pamit Kavi.
"Baik tuan, hati-hati !"
"Ayo sayang." Ajak Kavi kemudian menggandeng tangan Kia saat berjalan menuju mobil Kavi sesekali membantu Kia berjalan karena jalanan yang kurang rata karena pembangunan.
Tanpa mereka sadari sejak dari mereka di mall tadi ada seorang wanita yang selalu mengikuti mereka.
"Saya tidak akan membiarkan anak bau kencur itu di sampingmu." Seringai mengerikan tampak pada wanita itu.
Wanita itu memperbaiki letak kacamatanya, lalu merapikan kain penutup kepalanya, kemudian meninggalkan tempat tersebut secara sembunyi-sembunyi, takut seseorang melihatnya atau mencurigainya.
Bersambung......
Maaf para readers up-nya gak bisa setiap hari, Author sedikit ngebleng, mau buat alur ceritanya bagaimana.....
Jadi mohon maaf kalau part ini tidak cukup panjang bahkan lebih sedikit dari sebelumnya.
Mohon selalu berikan dukungannya
LIKE
KOMENTAR
VOTE....
TERIMAKASIH
🙏🙏🙏🙏🙏🙏