Pernikahan Yang Tak Kuduga

Pernikahan Yang Tak Kuduga
PYTK 150 Season 3 (Next Generasi)


"Yank...." Enzy membelalakkan matanya sambil membekap mulutnya sendiri melihat apa yang ada di hadapannya.


"Apa kamu suka ?" Tanya Khay tersenyum.


"Apa kamu juga bahagia ?" Tanya Khay lagi.


Dan lagi-lagi Enzy hanya bisa mengangguk, siapa yang tidak suka dan bahagia jika mendapatkan kejutan seperti ini, Khay sengaja mempersiapkan sebuah dinner khusus di atas roftoop hotel, disana sudah ada sebuah meja dan dua kursi yang sudah di hias seindah mungkin, juga di sekitar roftoop sudah di hias dengan sangat elegan, di tambah lagi dengan tulisan Happy Anniversary yang kedua my Wife.



Khay kemudian menuntun Enzy duduk di tempat yang sudah disediakan, Khay menarik salah satu kursi lalu mempersilahkan istri cantiknya itu duduk.


"Terimakasih." Ucap Enzy kemudian mendudukkan dirinya.


"Sama-sama sayang." Sahut Khay kemudian duduk di kursi depan Enzy.


Khay mamanggil salah seorang pelayan yang stan by disana untuk melayani dan menyediakan apa yang di inginkan pasangan suami istri tersebut.


"Tolong yang saya minta tadi agar segera dibawah kesini !" Serunya pada pelayan laki-laki tersebut.


"Baik tuan, di harap untuk menunggu sejenak." Sahut pelayan laki-laki tersebut lalu mengundurkan diri dari sana untuk mengambil apa yang di perintahkan Khay.


"Sejak kapan kamu menyiapkan ini semua yank ?" Tanya Enzy melihat setiap sudut dekorasi roftoop tersebut.


"Baru tadi sore sih sayang, karena rencana awalnya bukan disini, melainkan di tempat lain, tapi karena Rendra Nendra kekeh ingin di traktir siang tadi, makanya aku ubah tempatnya." Jelas Khay.


"Jadi ini yang membuatmu sibuk dengan ponsel sejak tadi ?" Tanya Enzy sejujurnya ia sempat kesal karena sejak tadi Khay terus saja sibuk dengan ponselnya, bahkan Khay menjawab panggilan masuk ke ponselnya harus menjauh terlebih dahulu darinnya.


"Iya sayang, maaf ya, karena aku tahu sejak tadi kamu pasti kesal, kan ?" Ucap Khay.


Tak lama pelayan yang di perintahkan Khay tadi kembali sambil membawa sebuah kue, dan di belakangnya di ikuti dua orang pelayan lainnya dengan membawa satunya membawa sebuah buket bunga mawar merah, dan yang satunya lagi membawa sebuah kado yang berukuran sedang.


Khay beranjak mengambil bunga yang dibawah salah satu pelayan, setelah pelayanan satunya meletakkan kue tersebut di atas meja.


Khay berlutut di hadapan Enzy sambil menyodorkan buket bunga tersebut.


"Sayang, sekali lagi aku ucapkan selamat hari jadi pernikahan kita yang kedua, aku harap di usia pernikahan kita yang masih terbilang sangat muda ini, bisa membuat kita sama-sama belajar dan saling mengerti satu sama lain, membuat ikatan kita semakin kuat, bukan hanya ikatan sebagai dua insan, tapi ikatan hati kita semakin kuat." Ucap Khay.


Mata Enzy mulai berkaca-kaca, mendengar ungkapan yang terlontar dari mulut dari sang suami tercintanya.


Khay mengeluarkan sebuah kotak beludru biru berbentuk persegi panjang, saat Khay membukanya terlihat jelas disana ada sebuah gelang berlian dengan sebuh leontin kecil bertuliskan inisial nama mereka K.E.


"Sayang aku ingin kamu terus memakai ini, aggap saja ini bukti ikatan kita, karena sungguh aku sangat tidak ingin jauh darimu walau sedikitpun, aku sangat mencintaimu lebih dari yang kamu tahu." Lanjut Khay sambil memasangkan gelang itu di pergelangan tangan kiri wanitanya itu.


Enzy tak bisa lagi membendung perasaannya, dengan cepat ia memeluk suaminya yang masih berlutut dihadapannya, Enzy menangis, tentunya tangisan haru.


"Yank, aku juga mencintaimu, sungguh." Ucap Enzy mengeratkan pelukannya pada leher Khay.


"Mungkin ini terdengar sangat lebay, tapi sungguh inilah yang aku rasakan, aku sangat bahagia bisa mendapatkan pendamping hidup sepertimu, pendamping hidup yang amat menghormati, dan mencintaiku sepenuh hatinya, begitupun dengan hatiku yang hanya terisi dengan satu nama yaitu kamu suamiku, Khayran Delvin Al Fariziq." Lanjut Enzy.


Khay tersenyum mendengar kata demi kata yang keluar dari mulut istrinya, kemudian perlahan melepaskan pelukan Enzy, kemudian kembali mendudukkan dirinya di kursi yang sedikit bersebelahan dengan kursi Enzy, lalu meminta salah satu pelayan tersebut membawa kotak hadiahnya yang sejak tadi pelayan itu pegang.


"Ini apa lagi yank ?" Tanya Enzy saat Khay mengatakan kalau itu juga miliknya.


"Kamu memberiku banyak kejutan, sedangkan aku tidak menyiapkan apa-apa untukmu." Ucap Enzy mengerucutkan bibirnya.


"Aku tidak masalah akan hal itu sayang, aku tidak butuh hadiah seperti ini, hadiah yang sangat aku inginkan adalah, cukup kamu terus berada di sampingku saja, itu saja sudah sangat cukup bagiku." Ucap Khay menarik tangan Enzy lalu mengemaggamnya.


"Aku janji akan selalu ada disamping kamu sampai maut memisahkan kita." Sahut Enzy.


...----------------...


Sepulang dari dinner, Khay tak membawa Enzy pulang, tapi melainkan ke salah satu kamar presiden suit yang ada di hotel tempat mereka dinner.


Kamar tersebut tak kalah cantiknya dengan dekorasi layaknya kamar pengantin baru.



"Ini ?" Enzy menoleh melihat Khay berdiri disampingnya.


"Iya sayang, aku juga sengaja menyiapkan ini, kita akan melakukan seperti pasangan suami istri lainnya layaknya pengantin baru, bukannya kita tak pernah melakukan hal seperti ini dulu?" Jawab Khay kemudian menarik pinggang Enzy agar lebih merapatkan tubuh mereka.


Enzy mendongak menatap Khay, dengan kedua tangannya ia letakkan di dada suaminya itu.


"I love you my wife." Ucap Khay kemudian mencium sekilas bibir Enzy.


"I love you to my husband." Balas Enzy tersenyum mengembang.


Tanpa pikir panjang Khay langsung mencium bibir Enzy, tak hanya sampai di situ ia terus me***matnya dengan sangat lembut namun mampu membuat Enzy serasa ingin terbang, refleks Enzy mengalungkan tangannya di leher Khay, keduanya saling mencecap bibir masing-masing dengan posisi masih berdiri, namun kali ini Khay sudah menyandarkan Enzy ke tembok.


"Egghhh...." Enzy mengeluarkan lenguhannya saat tangan Khay dengan nakalnya me*****s bo****gnya, membuat Khay semakin bergairah dan semakin merapatkan tubuhnya pada Enzy,.


Khay menarik tangan Enzy agar membuka kancing kemeja yang ia gunakan, begitupun tangan kanan Khay menurunkan resleting gaun yang dikenakan Enzy yang ada di bagian belakang.


Setelah cukup melakukan pemanasan awal, Khay sudah tidak lagi menahan gairahnya untuk tidak menyetubuhi istrinya yang sudah memperlihatkan tubuhnya yang setengah polos, begitupun dengan Khay yang hanya menggunakan celana bahannya.


Khay menuntun Enzy ke tempat tidur dengan masih saling mencumbu, Khay membaringkan Enzy dengan sangat perlahan, lalu malam ini menjadi malam paling bahagia bagi pasangan tersebut.


Setelah melakukan kegiatan panas hingga dini hari, keduanya sama-sama berbaring saling memeluk karena ke lelahan.


Bersambung..........


Maaf baru bisa up, dan maaf ceritanya mungkin membosankan, dan alurnya sangat datar, mohon di maklumi saja.....


Just information untuk lanjutan cerita Khay dan Enzy yang berjudul DAMBAAN sudah up, jika berkenan mohon untuk mampir, terimakasih 🙏🙏🙏🙏


Untuk kisah Kavi dan Kia akan tetap lanjut disini....


Jangan lupa terus berikan LIKE, jika layak diberikan LIKE menurut kalian, dan juga KOMENTAR, jika ada saran ataupun masukkan dari kalian, dan juga menurut perasaan readers mengenai episode ini, Dan satu lagi VOTE jangan lupa jika memang pantas bisa untuk diberikan VOTE....


Mampir juga ke cerita author berjudul DENDAM MEMBAWAH CINTA....


...TERIMAKASIH...


...🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏...