
"Ada apa kalian ke sini ?" Tanya Kenan setelah mereka sudah berada di gasebo yang berada di halaman belakang, dekat kolam renang di rumah Kenan.
"Tidak ada kami hanya sekedar mampir doang, sudah lama kami enggak pernah ketemu." Jawab Ray.
Karena sejak Ray menjadi wakil CEO di perusahaan keluarganya Ray tidak pernah lagi mengunjungi atau hanya berteman dengan Kenan begitupun Kenan yang memang sangat sibuk setelah menggantikan Pak Salman menjadi pemimpin perusahaan yang besar. Kenan maupun Ray hanya sesekali bertemu itupun karena urusan pekerjaan, dan tidak sempat mengobrol santai.
Tak lama Diva menghampiri mereka sambil membawa nampan berisikan teh hangat dengan cemilan.
"Nih minum dulu !! Ujar Diva saat meletakkan nampan yang ia bawa.
"Terimakasih Div, elu emang yang terbaik, dari tadi gue haus tapi suami elu enggak nawarin." Sahut Ray tersenyum ke arah Diva.
"Biasanya juga elu nyelonong aja, tanpa di tawarin." Sahut Kenan.
"Masalahnya tadi gue masih canggung, soalnya baru nyampe gue langsung di sambut muka dingin datar elu, mana jutek banget lagi !" Jelas Ray karena memang tadi Kenan sedikit kesal karena gara-gara kedatangan Ray, Kenan tidak dapat melanjutkan aktivitas panasnya dengan Diva, jadi dia harus menuntaskannya, jadilah dia main solo di kamar mandi 🤭🤭🤭
"Sudah-sudah !! Lan sudah berapa bulan ? Diva melerai karena kalau tidak Kenan dan Ray akan berdebat panjang lebar, kemudian mengalihkan perhatian ke Lani yang sedari tadi hanya terdiam.
"Sudah masuk 9 bulan Div, kata dokter kurang lebih 2 minggu lagi gue lahiran." Jelas Lani.
"Duh... Jadi enggak sabar gue, liat anak kalian, bapaknya yang lemes emaknya yang bar-bar." Ujar Diva membuat calon orangtua itu melotot ke arahnya.
Sedangkan Kenan hanya terdiam simpul mendengar penuturan istrinya.
"Kayak elu kagak bar-bar aja Div." Ucap Ray.
"Gue bar-bar, tapi suami gue kalem." Tukas Diva.
"Kalem apaan ? Dingin gitu menyalahkan kutub Utara." Sahut Ray.
"Div, entar kalau benar anak gue cowok pasti seru tuh kalau mereka sama-sama bawa motor-motor sport, terus jadi pembalap internasional Bahakan dunia, dan menjadi penerus Lorenzo juga Marquez." Sahut Lani berandai-andai.
"Gue Setuju lan." Ucap Diva dan bertos ria bersama Lani.
Sedangkan para suami hanya menatap cengok istri mereka masing-masing.
"Yank, aku enggak mau ya anak kita jadi pembalap, mending dia meneruskan perusahaan keluarganya." Sahut Kenan.
"Aku setuju yank, dengan ucapan Kenan." Timpal Ray.
"Ishh... Dasar laki-laki !! Ucap Lani.
"Kami laki-laki kenapa ? Kalian aja para wanita pada aneh, bukannya mikirin dapur, suami, anak, atau mikirin baju, tas, belanja, atau apalah itu, malah mikirin kek begituan." Jengah Ray.
"Ehh Yank, kita itu ibu-ibu gaul, ngapain mikirin kek begituan ? membosankan tau." Ucap Lani.
"Astaga Nan, bini kita." Ucap Ray.
"Iya Ray, kenap....
"Apa ? Mau bilang apa, kamu mau bilang kenapa bisa dapat istri seperti kita ? Hah..." Diva langsung menatap tajam Kenan.
"Enggak Yank, aku hanya mau bilang, kenapa emangnya dengan istri kita, aku tetap sayang kok " Sahut Kenan ngeles. Karena sebenarnya tadi Kenan ingin membenarkan perkataan Ray.
"Benar ?" Diva masih menatap tajam.
"Be... benar yank." Jawab Kenan gugup melihat sorot mata istrinya.
"Hahahaha... Ray menertawakan Kenan yang ternyata masuk jajaran suami takut istri.
"Apa ? Lani mencubit pinggang suaminya yang masih tertawa.
"En...Enggak yank, aku lucu aja melihat Kenan yang ternyata takut istri..
"Gue nggak nyangka Nan, ternyata Kenan yang dingin juga datar seperti kamu masuk jajaran suami takut istri." Tambah Ray masih dengan gelak tawanya.
"Tapi apa ?" Diva kembali menimpali.
"Enggak ada yank, aku sayang kamu." Sahut Kenan.
"Oh iya Ray, kamu dapat undangan ke acara penghargaan itu enggak ?" Kenan mengalihkan pembicaraan, dia takut jika semakin membahas masalah seperti itu, akan berakhir tidur di luar.
"Astaga gue hampir lupa, iya gue juga ada, kamu juga pasti ada dong." Ucap Ray.
"Emm... Kak Arka dan Rafa juga bakalan hadir, mereka akan datang dan kumpul di sini sehari sebelum acara, kalian kumpul di sini aja juga !" Jelas Kenan.
"Masalahnya Lani lagi hamil besar Nan." Ucap Ray.
"Hera juga hamil besar Ray, udah lama kita enggak berkumpul." Timpal Diva.
"Bagaimana sayang ?" Tanya Ray meminta persetujuan kepada Lani.
"Iya, kita ngumpul aja, lagian sudah lama kita enggak kumpul bareng." Jawab Lani.
"iya, lagian kapan lagi kita bisa kumpul." Timpal Diva.
🍀🍀🍀
Ray juga Lani sudah pulang, setelah makan malam bersama. Kini Kenan dan Diva beserta baby Khay sudah berada di kamar untuk beristirahat melepaskan penat saat bekerja di luar rumah.
Diva yang sedang memberikan Asi untuk baby Khay dengan membelakangi Kenan, tiba-tiba ia sedikit tersentak saat Kenan tiba-tiba memeluknya dari belakang, dan mencium tengkuknya.
"By, jangan benyak gerak ih, entar baby Khay terbangun, ini varu juga tidur." Tegur Diva sedikit berbisik karena takut membangunkan anaknya.
Kenan tak menghiraukan ucapan Diva, ia terus saja mencium tengkuk Diva sambil merapatkan badannya di badan Diva.
"Ahhgghhh by', Desahan Diva lolos saat Kenan menciumi leher bagian samping Diva dan memberikan tanda kepemilikan di sana.
"Itu baby Khay nya udah dong Asi nya yank, udah tidur juga." Bisik Kenan tepat dekat telinga Diva, membuat Diva merasakan sensasi berbeda.
Dengan perlahan Kenan membantu Diva melepaskan sumber Asi baby Khay dari mulut bayi tersebut, lalu membalikkan tubuh Diva menghadapnya.
"Baby Khay di pindahkan dulu by ! Nanti dia terbangun lagi." Ujar Diva ingin segera beranjak namun, bahunya di tahan oleh Kenan.
"Biar aku aja yank !" Kenan pun beranjak dari tempat tidur lalu memindahkan baby Khay ke boxnya dengan sangat hati-hati.
setelah menyelimuti baby Khay, Kenan mengecup kening putranya itu, lalu kembali ke tempat tidur. Kenan langsung memposisikan Diva di bawah kungkunganya. Kenan menatap mata Diva lekat-lekat, begitupun Diva sambil tersenyum menatap suaminya.
Kenan mencium kening Diva, lalu turun ke hidungnya, lalu terakhir ke bibir Diva, yang sudah menjadi candu untuk Kenan, hari Kenan jadi seperti ada yang kurang jika ia belum mencium bibir manis istrinya.
Keduanya pun larut dalam cumbuan mereka, dan malam yang dingin itu menjadi malam panas bagi pasangan tersebut, keringat bercucuran di sekujur tubuh polos keduanya, dengan nafas sambil beradu, dengan posisi tidur saling memeluk setelah menyelesaikan aktivitas yang menguras tenaga namun sangat berpahala.
"I love you Bundanya baby Khay " Ucap Kenan mengucup lama kening Diva.
Setelah cukup lama mencium kening Diva, Kini giliran Diva membalas ungkapan cinta suaminya.
"I love you to Ayahnya baby Khay." Kemudian Diva mencium bibir suaminya, tanpa ada *******.
Keduanya pun tertidur, dengan tubuh polos mereka saling memeluk, hanya di tutupi dengan selimut berwarna abu-abu.
Bersambung.....
Jangan lupa tinggalkan LIKE, KOMENTAR, juga VOTE sebanyak-banyaknya.
Maaf kalau ceritanya membosankan, soalnya lagi kurang vit, dan sedikit blank.
Mampir juga ke karya author lainnya. PERMATA HATI dan CINTA YANG KUNANTIKAN.
TERIMAKASIH 🙏🙏🙏🤗🤗🤗❤️❤️❤️