Pernikahan Yang Tak Kuduga

Pernikahan Yang Tak Kuduga
PYTK 101 Season 3 (Next Generasi)


Kini Kavi dan Kia sedang berada di halaman samping rumah opa Salman, keduanya duduk fi sepasang kursi kayu disana dengan meja kecil menjadi penghalang.


"Ada apa lagi om datang kesini, apa om belum cukup puas menganggu ketenangan keluarga kami ?" Setelah cukup lama mereka diam akhirnya Kia lebih dulu angkat bicara tanpa basa-basi.


"Kia, asalkan kamu tahu, saya kesini bukan bermaksud untuk membuat keributan atau menganggu ketenangan kalian, tapi aku kesini untuk menemui orang yang aku cintai, apa itu salah ?" Ujar Kavi melihat ke arah depan sana mengikuti arah pandang Kia.


Kia menoleh menatap pria yang kini ada di sampingnya itu, sambil tersenyum miring meremehkan.


"Siapa yang om maksud, jika itu adalah saya, saya harap om berhenti, karena saya tidak akan pernah menentang apapun keputusan ayah saya, jadi aku harap om pergi saja dari sini, dan menjauhi kami." Ucap Kia.


"Kamu tidak akan menentang apapun keputusan ayah kamu, bukan ?" Tanya Kavi menaikkan sebelah alisnya ikut menatap gadis di sebelahnya.


"Iya." Jawab Kia tegas.


"Jadi bukankah itu artinya, kamu juga memiliki perasaan kepadaku, hanya saja kamu tak ingin menentang ayahmu, bukan begitu ?" Ujar Kavi membuat Kia tak bisa berucap apapun lagi.


"A...Apa maksud Om, om jangan terlalu kepedean, saya tidak pernah mengatakan kalau saya memiliki perasaan lebih dari om." Ucap Kia gugup melihat kearah berbeda karena saking gugupnya.


"Jika seperti itu, kenapa kamu mesti gugup begitu, dan tak mau menatapku ? Lihatlah wajahmu sampai memerah seperti itu !" Goda Kavi.


"Lebih baik om pergi dari sini !" Serunya kemudian pergi meninggalkan Kavi disana yang masih tersenyum melihat sikap malu-malu Kia.


"Ehhh....dek mau kemana, terus wajah kamu kok memerah gitu, kamu demam ?" Tanya Oma Vivian saat mereka berpapasan di pintu masuk dari arah taman.


"Gak apa-apa Oma, aku mau ke kamar, aku lupa kalau aku ada tugas." Jawab Kia terus melangkah kakinya menuju kamarnya.


"Ada-ada aja." Ucap Oma Vivian cuek sambil menaikkan kedua bahunya, lalu menghampiri Kavi yang masih duduk di taman sana.


"Nak Kavi, silahkan diminum dulu !" Seru Oma Vivian meletakkan nampan berisikan dua gelas jus jeruk di meja.


"Tante gak harus repot-repot seprti ini, saya jadi gak enak." Ucap Kavi sopan.


"Ah...gak apa-apa, kamu santai aja, anggap ini rumah kamu sendiri." Ujar Oma Vivian ikut duduk di kursi, yang di tempati Kia tadi.


"Oh, iya nak, itu Kia kenapa ?" Tanya Oma Vivian.


"Sepertinya dia malu Tante." Jawab Kavi seadanya.


"Malu kenapa, kamu gak berbuat macam-macam kan sama cucu Tante ?" Tanya Oma Vivian menatap Kavi penuh selidik.


"Saya gak ngapa-ngapain tante, mungkin saja ada perkataan saya yang mungkin membuatnya malu." Sahutnya.


"Oh, ya sudah minumnya diminum gih !" Seru Oma Vivian.


"Iya Tante terimakasih." Ucap Kavi kemudian meminum minuman yang dibawakan Oma Vivian tadi.


"Oh iya Tante, om Salman kemana ?" Tanya Kavi setelah meletakkan gelasnya.


"Lagi kerumah om Fikram, orangtua dari Diva bundanya Kia." Terang Oma Vivian di angguki Kavi.


"Oh iya Tante, boleh tidak saya meminta nomor ponsel Kia ?" Ujar Kavi.


"Emang kamu tidak tahu ?" Tanya balik Oma Vivian.


"Tidak Tan, soalnya nomor yang dulu sudah tidak bisa dihubungi." Terang Kavi.


"Oh, iya tante lupa, Kenan sudah mengganti nomor ponsel Kia, oh iya maaf ya nak Kavi, atas sikap berlebihan Kenan pada nak Kavi." Ucap Oma Vivian.


"Gak apa-apa kok Tan, aku mengerti dengan dirinya."


"Oya nomor ponsel Kia boleh saya minta gak Tan ?"


"Oh boleh, tunggu sebentar ya !" Sahut Oma Vivian kemudian mencari nomor ponsel Kia diponselnya. Anggap saja Oma Vivian selalu membawa ponselnya kemana-mana.


"Nih !" Oma Vivian memperlihatkan ponselnya yang tertera nama dan nomor Kia disana.


"Sudah Tante, terimakasih." Ucap Kavi setelah memindai nomor ponsel Kia ke ponselnya.


"Sama-sama." Ucap Oma Vivian tersenyum.


"Kalau begitu saya permisi dulu Tan." Pamit Kavi di angguki Vivian.


...----------------...


Sementara di kamar Kia.


Kia sejak tadi memperhatikan Kavi lewat jendela kamarnya yang sedang mengobrol dengan Oma Vivian, sampai Kavi berpamitan pergi dari sana.


"Ada apa ini, kenapa juga tadi gue mesti kabur, bisa-bisa aki-aki itu beranggapan kalau aku benar suka padanya." Gerutu Kia sambil mengacak rambutnya kasar.


Kia memegang dadanya, jantungnya masih berdetak lebih cepat dari biasanya.


"Duh kok gue deg-degan gini ya, dada gue kok sesek gini ya, apa gue sakit jantung ?" Kia terus bertanya-tanya pada dirinya sendiri, lalu menegak air minum yang selalu tersedia di kamarnya dengan perlahan.


"Bagaimana sih rasanya jatuh cinta, seumur-umur gue gak pernah merasakan hal seperti itu, gue mesti tanya pada siapa ya, gue mau tanya Prilly, gue kagak tahu nomornya, kalau gue tanya sama bangkhay yang ada dia malah menertawakan ku, kalau sama bang Raydan, gue gak yakin, dia aja jomblo." Ucap Kia berjalan mondar mandir di dalam kamarnya.


"Apa gue tanya bunda kali ya ?..."


"Ahh... tidak-tidak yang ada gue introgasi lagi."


"Ahhhhkkkk kenapa cinta harus serumit ini sih." Erang Kia prustasi lagi-lagi mengacak-acak rambutnya sampai membuat rambut panjangnya berantakan.


Lama Kia berpikir memikirkan siapa yang bagus ia tanyai soal bagaimana saat orang sedang jatuh cinta, dan memastikan bagaimana perasaannya pada om Kavi yang sebenarnya.


"Ah...gue tahu harus menghubungi siapa, kenapa juga gue gak kepikiran dari tadi." Seru Kia kegirangan kemudian berjalan menuju meja yang tak jauh dari sana dimana ia meletakkan ponselnya. Lalu ia segera menghubungi setelah ia mendapat nama orang tersebut diponselnya, saat di deringan kedua orang diseberang sana pun menjawab panggilannya.


📞 "Assalamualaikum Ki." Terdengar suara perempuan dari seberang sana, dan itu adalah Enzy kakak iparnya.


📞 "Walaikumsalam kak, kak Enzy lagi dimana, aku ganggu gak ?" Tanya Kia.


📞 "Lagi dirumah aja Ki, gak kok kamu gak ganggu, ada apa Ki, gak biasanya kamu nelpon kakak ?"


📞 "Gak apa-apa, aku kangen aja, bagaimana keadaan kakak sama calon ponakan aku ?" Tanya Kia berbasa-basi, sebenarnya ia cukup malu untuk menanyakan tujuannya menelpon kakak iparnya itu.


📞 "Alhamdulillah kami baik-baik aja, hanya saja kata dokter pas kemarin kakak cek up, aku disuruh untuk istirahat, gak boleh terlalu kecapean, karena kandungan aku masih lemah katanya." Jelas Enzy diseberang sana.


📞 "Kamu sendiri bagaimana Ki, apa kamu betah disana ?" Tanya balik Enzy.


📞 "Baik juga kok kak, oh iya kak si bangkhay ada sama kakak gak sekarang ?"Tanya Kia.


📞 "Gak, dia lagi keluar, emang ada apa Ki?"


📞 "Kak aku mau nanya dong, tapi kakak jangan menertawakan ku ya !'"


📞 "Iya, emang kamu mau tanya apa ?"


📞 "Kak, kakak pernah jatuh cinta gak ?" Tanya Kia membuat Enzy terdengar terkekeh diseberang sana.


📞 "Ishhh kak, katanya gak mau menertawakan ku." Keluh Kia.


📞 "Iya , maaf...emang kamu gak tahu rasanya jatuh cinta bagaimana ?" Tanya balik Enzy.


📞 "Atau jangan-jangan kamu sedang jatuh cinta ya ?" Tambah Enzy.


📞 "Maka dari itu kak, aku gak tahu makanya aku mau tanya kakak, rasanya jatuh cinta itu bagaimana, bagaimana saat kak Enzy jatuh cinta sama bangkhay. ?"


📞 "Kakak sih gak terlalu bagaimana ya Ki, kakak hanya selalu merasa nyaman sama dia, selalu ingin melihatnya, kalau aku jauh rasanya ada yang kurang gitu." Jelas Enzy.


📞 "Kakak kalau dekat dengan bangkhay deg-degan gak ?" Tanya Kia lagi-lagi membuat Enzy terkekeh diseberang sana.


📞 "Iya, sampai sekarang malah." Jawab Enzy seadanya.


📞 "Kamu jatuh cinta ya Ki ?" Tanya Enzy.


Siapa yang jatuh cinta sayang ?" Terdengar suara Khay dari seberang sana.


"Siapa yang kamu telpon ?" Lagi-lagi terdengar Khay bertanya.


"Kia." Jawab Enzy.


📞 "Hallo Kia, kamu jatuh cinta ?" Tanya Khay terdengar mengejek, setelah mengambil alih ponsel istrinya.


📞 "Siapa yang jatuh cinta, ya udah bay..." Sahut Kia lalu memutuskan sambungan telponnya sepihak.


Bersambung......


Jangan lupa LIKE, KOMENT DAN VOTE.....


Satu lagi mampir juga yuk ke karya aku DENDAM MEMBAWAH CINTA......


Dijamin tak kalah seru dari cerita sebelumnya...


Sudah ada empat episode loh.....


mampir yah...yah.... author maksa nih 🙏🙏🙏