
Diva tampak sangat telaten merawat suaminya yang kini masih terbaring di atas tempat tidur, saat ini Diva terlihat sedang membersihkan badan Kenan, dengan cara mengelapnya dengan kain menggunakan air hangat, setelah itu ia juga menggantikan piama yang Kenan gunakan, selama ini bunda Vivian yang melakukan hal tersebut, tapi setelah Diva kembali tiga hari yang lalu, Diva lah yang melakukan semuanya menggantikan bunda Vivian.
Hari ini Kenan akan melakukan terapi untuk pertama kalinya setelah bangun dari koma.
"By', apa kamu siap buat terapi ?" Tanya Diva setelah mengancing kancing terakhir piama suaminya itu.
Kenan hanya tersenyum lalu mengedipkan kedua matanya, hanya cara begitulah Kenan menanggapi setiap ada orang yang mengajaknya berbicara.
"Ya sudah aku tinggal sebentar ya By', aku mau lihat Abang sama dedek Kia dulu, mungkin mereka sudah mandi sekarang, aku akan membawanya kesini." Ucap Diva tersenyum.
🍀🍀🍀
Di sebuah restoran di kota Z terlihat Arka dan Dafa tampak sedang mengobrol, Arka dan keluarganya sudah kembali ke kota Z kemarin karena ia ada urusan penting di perusahaannya.
"Bagaimana kabar mu Daf ?" Tanya Arka setelah keduanya membahas masalah pekerjaan.
"Aku baik kak, sekarang aku belajar untuk mengikhlaskan Diva, aku akan belajar untuk membuka hati untuk wanita lain." Ucap Dafa menatap lurus ke arah luar cafe.
"Maaf karena aku sudah memberimu harapan untuk mendekati adikku." Sesal Arka karena ia berencana menjodohkan Dafa dan Diva setelah Diva sudah bercerai dengan Kenan, namun nyatanya Arka dan keluarganya keburu mengetahui bagaimana masalah yang sebenarnya.
"Tidak apa-apa kak, aku juga mengerti akan hal itu." Ucap Dafa kemudian kembali meminum sisa minumannya.
"Baiklah Daf kalau begitu aku duluan, masih ada yang harus aku kerjakan di kantor, kamu yang sabar aku yakin banyak wanita di luar sana menginginkan mu untuk menjadi wanitamu, carilah wanita yang benar-benar tulus mencintai dan menerimamu apa adanya, Sekali lagi aku minta maaf." Ujar Arka kemudian pergi meninggalkan tempat tersebut, sebelum ia pergi Arka menepuk pundak Dafa untuk memberinya semangat.
Tak lama kepergian Arka, Dafa ikut beranjak dari duduknya, baru saja melangkahkan beberapa langkah, matanya tertuju pada sosok wanita yang ia kenal, wanita itu tampak sedang nangis.
"Kiki ?" Ucap Dafa saat ia sudah berdiri di samping meja yang Kiki tempati saat ini. Untung saja Kiki duduk di pojokan, jadinya pengunjung lain tak melihat kalau Kiki sedang menangis.
Kiki buru-buru menyekah air matanya saat seseorang menyebut namanya, kemudian ia mendongakkan kepalanya lalu mengerutkan keningnya, ia tak mengenali pemuda yang saat ini ada dihadapannya sekarang ini.
"Loh enggak kenal gue ? Gue Daffa, teman sekolah elo dulu." Ucap Dafa memperkenalkan dirinya karena melihat kebingungan Kiki saat ini.
"Dafa ? Dafa siswa yang urakan itukan, kok elo beda banget ya sekarang ?" Ucap Kiki kaget melihat penampilan Dafa yang sekarang apalagi saat ini ia berpakaian formal.
"Iya, elo tidak perlu juga mengatakan siswa urakan." Jengah Dafa lalu duduk di hadapan Kiki.
"Iya...Iya.... Tapi btw siapa yang ngijinin elo duduk di situ ?" Ujar Kiki melihat Dafa ikut duduk bersamanya.
"Apa ada yang marah jika gue duduk disini, lagian gue kasihan aja, melihat seorang wanita nangis sendirian, di pojokan lagi." Ucap Dafa tersenyum mengejek.
"Enggak ada yang ngelarang ada ataupun marah sih, dan apa yang elo katakan tadi, nangis ? Gue kagak nangis, gue hanya kemasukan debu tadi." Elak Kiki melihat kearah lain, karena sebenarnya ia malu karena kedapatan menangis di tempat umum seperti ini.
"Ngapain elo nangis sendirian disini ?" Tanya Dafa.
"Sudah gue bilang, gue kagak nangis !" Sargah Kiki.
"Sudah ! Elo tidak perlu menyembunyikan itu, mata elo sudah sangat membuktikan kalau elo benar-benar menangis." Ucap Dafa menunjuk mata sembab Kiki dengan memajukan bibirnya.
"Sekarang katakan ! Apa yang membuatmu menangis !!" Seru Dafa lagi.
"Tidak ada, ini bukan urusanmu." Sahut Kiki.
"Sekarang sudah menjadi urusanku !" Ucap Dafa tak mau kalah.
"Kenapa kau semakin menyebalkan, penampilan elu saja yang berubah tapi sikapmu tetap sama waktu sekolah dulu, tetap menyebalkan." Jengah Kiki memutar matanya malas.
"Sekarang elo juga sudah banyak berubah, sekarang elo lebih banyak bicara, berbeda waktu kita sekolah dulu." Tantang Dafa.
"Kita enggak sedekat itu, sampai elo mengetahui banyak tentangku." Ucap Kiki.
"Ya sudah itu sudah tak penting lagi, sekarang kita sahabat, dan coba katakan apa yang membuatmu menagis sendirian, apa karena elo ditinggal kekasihmu ?" Ujar Dafa lalu mencoba untuk menebaknya.
"Siapa juga yang di tinggalkan, bahkan gue tidak memiliki kekasih."
"Jadi apa karena elo menangisi ke jombloan mu disini ?" Tebak Dafa membuat Kiki mendengus kesal mendengar perkataan Dafa.
"Tidak ada gunanya gue disini, bersama dengan orang menyebalkan seperti mu." Ucap Kiki kesal lalu beranjak dari duduknya.
"Tunggu !!" Seru Dafa menahan lengan Kiki.
"Enggak, sekarang cerita, kenapa elo nangis !!" Seru Dafa menarik Kiki kembali duduk di sampingnya, sekarang posisi mereka sudah tak lagi berhadapan seperti tadi.
"Kenapa elo memaksa banget sih Daf ?" Tanya Kiki cemberut.
"Sudah ! Mulai sekarang kita sahabat jadi jika ada apa-apa cerita padaku !" Ujar Dafa.
Kiki tampak terdiam, kemudian berpikir apakah ia harus menceritakan masalahnya sekarang, karena ia tidak tau lagi harus bicara dengan siapa semua sahabat-sahabatnya jauh dari kota ini. Lani dan Diva berada dikota Xx, Hera dan Rafa sedang berlibur dengan keluarga kecilnya di luar negeri, sedangkan Jova sudah menetap di Singapore setelah menikah dengan Noval setahun yang lalu.
"Apa elo ada masalah ?" Tanya Dafa.
Kiki hanya bisa mengangguk kemudian menusukkan wajahnya.
"Ada masalah apa ? Coba cerita sama Gue, siapa tau aja gue bisa bantu !!" Seru Dafa melembut.
"Gue di pecat dari perusahaan, ada yang memanipulasi laporan keuangan, dan kebetulan gue yang harus bertanggung jawab akan hal itu, gue harus mengganti rugi dalam jumlah yang tidak sedikit." Jelas Kiki kemudian ia kembali menangis.
"Berapa yang harus kau ganti ?" Tanya Dafa turut prihatin mendengar musibah yang menimpah wanita yang saat ini ia klaim sebagai sahabatnya, entah kenapa ia ingin mendekati dan menjadi sahabat wanita itu.
" 1M, sedangkan tabungan ku hanya ada 300 juta saja." Lirih Kiki.
"Baiklah gue akan membantumu, besok datanglah ke kantor ku, kita bicarakan masalahmu itu, lebih baik sekarang elo pesan makan, kita makan kebetulan gue juga belum makan sejak tadi." Ujar Dafa membuat Kiki membulatkan matanya tak percaya apa yang ia dengar barusan dari mulut Dafa.
"Kenapa kau menatapku seperti itu ?" Tanya Dafa santai sambil membaca menu yang ada di atas meja tersebut.
"Ap...apa Gue enggak salah dengar, apa elo beneran mau membantu ku ?" Ucap Kiki masih belum percaya.
"Iya gue serius." Sahut Dafa.
"Pekerjaan elo apasih sebenarnya enteng banget kayaknya ngomong main bantuin gue segala, ini tidak sedikit loh, uang elo yang halalkan ?"
"Besok elo datang aja di kantor gue, di ANGKASA Group, sekalian elo akan tahu pekerjaan gue apa." Ujar Dafa lagi-lagi terlihat sangat santai.
"Baiklah." Putus Kiki tak lagi ingin banyak tanya.
🍀🍀🍀
Kembali di kota Xx
Kenan baru saja selesai melakukan terapi awalnya, dan dokter yang membantunya melakukan terapi juga sudah pulang, kini tinggallah Diva dan bunda Vivian dikamar itu.
"Bagaimana ?" Tanya Diva.
"Kenan hanya tersenyum tipis.
"Semoga saja kamu cepat pulih kembali, pokoknya kamu harus semangat ya sayang, agar kamu cepat berkumpul dengan istri dan anak-anak kamu." Sahut bunda Vivian mengelus rambut putranya itu.
"Benar kata bunda by', setiap hari Abang selalu nanyain kamu loh, kapan kamu mengajaknya bermain, dia selalu iri melihat Raydan anaknya kak Arka, katanya dia ingin juga diajak main sama ayahnya sama seperti Raydan yang selalu di ajak main kak Arka." Ucap Diva.
"Aku juga secepatnya ingin bersama kalian yank, Bun, doakan aku supaya aku cepat pulih kembali, tetaplah kalian berada di sisiku. Abang, dedek tunggu ayah sayang !!" Ucap Kenan yang hanya mampu ia katakan dalam hatinya saja.
Bersambung.....
Bonus Visual
Dafa
Kiki
Jangan lupa mampir juga ke karya aku, squel dari PERNIKAHAN YANG TAK KUDUGA, menceritakan kisah percintaan kedua sahabatnya Diva yaitu Rafa dan Hera, yang berjudul CINTA YANG KUNANTIKAN. Mulai hari Senin Senin akan mulai up lagi, dan akan up setiap hari, ceritanya tak kalah seru dari kisah Diva dan Kenan.
Jangan lupa berikan like, Koment, dan juga Votenya, jika berkenan bisa juga berikan sedikit hadiahnya.
Terimakasih 🙏🙏🙏🤗🤗🤗❤️❤️❤️