
" Selamat siang pengantin baru. " Ucap Ray setelah melihat Kenan dan Diva turun.
" mentang-mentang pengantin baru, Keluar kandangnya setelah siang, atau kalau tidak di bangunin, mungkinkan kalian tidak keluar kamar kali ya. " Lanjut Ray, kembali melihat ke arah televisi, karena sedang main game.
" sirik aja lu, kalau jomblo mah, jomblo aja, tidak usah ikut campur sama orang yang punya pasangan, halal lagi. " Jawab Kenan berlalu meninggalkan Ray yang tengah main PS.
" Mau kemana lu ?" Tanya Ray saat melihat Kenan pergi.
" Mau makanlah. " Jawab Kenan.
" Kamu di situ aja, nanti makanan dirumah gue habis kalau lu ikut makan. " Ucap Kenan.
" Dasar !! Sahabat laknat lu. " Ucap Ray melanjutkan gemenya.
Di ruang makan.
Setelah mereka sampai diruang makan, Diva langsung mengambil kan, makanan untuk Kenan setelah Kenan duduk.
" sayang hari ini kita ke office dulu karena ada yang harus saya kerjakan dulu di sana, setelah dari sana baru kita jalan-jalan. " Ucap Kenan kepada istrinya saat sedang mengambil makanan untuk ia makan.
" Iya, tidak apa-apa. " Ucap Diva meletakkan makanan di depan Kenan yang telah ia ambil untuk suaminya itu.
setelah Kenan dan Diva makan mereka kembali dimana Ray berada.
visual Ray / sahabat Kenan
Ray Adalah sahabat Kenan dari mereka duduk di bangku SMP.
Ray Anak semata wayang seorang pengusaha no dua di kota xx, setelah keluarga Salman.
Papa Ray juga sahabat pak Salman dan pak Fikram, jaman mereka kuliah dulu, yang bernama Regan Pramono.
Ray berniat untuk menikah muda, Ray juga masih betah dengan status jomblonya, bukan nya tidak ada wanita yang mau dengannya, tapi karena memang Ray lah tidak mau menjalin dengan seseorang karena dia takut khilaf dan akan merusak seorang wanita, untung kalau wanita itu tepat untuk dirinya, tapi bagaimana kalau wanita itu misalnya tidak tepat.
Mereka semua berada di ruangan khusus, yang mana Kenan dan Ray biasa menghabiskan waktu, untuk hanya sekedar nongkrong, main game atau belajar bareng.
Ruangan tempat Kenan dan Ray
Kenan berbaring di sofa berbantalkan paha Diva yang duduk di sofa, sedangkan Ray duduk di lantai beralaskan karpet di depan meja kecil yang berada dekat sofa.
" Ray, kenapa lu tidak datang di nikahan gue ?" Tanya kenan.
" Sahabat macam apa kamu. " Ucap Kenan lagi setelah memasukkan kripik ke mulutnya.
" Sorry, waktu itu gue sedang berada di luar negeri, Tiga hari sebelum nikahan elu, gue berangkat, karena ada masalah dengan kolega penting papa yang berada disana, sedangkan papa waktu itu sedang tidak sehat, jadi papa nyuru aku gantikan beliau. " Jelas Ray tanpa mengalihkan dari permainan PSnya.
" Ckk.. alesan lu, elu bukan sagabat gue. " Cebik Kenan melempar kripik ke arah Ray.
" Ya...maaf Nan, entar kalau elu, nikah lagi, gue bakalan datang, gue nginap sekalian, kalau perlu gue yang bakal nyuci piring. " Ucap Ray enteng.
" Yang bener aja, ba****t lu. " Umpat Kenan bangun memukul kepala bagian belakang Ray dengan bantal sofa.
Ray yang dipukul pakai bantal dengan keras sedikit terhuyung kedepan.
Ray hanya tersenyum menyebalkan menanggapi Umpatan Kenan.
" Yank... Emang kamu ngijinin aku, buat nikah lagi ?" Tanya kenan menoleh ke arah Diva, setelah memukul Ray.
" Nikah aja, aku sih orangnya baik, itupun kalau kamu masih sayang sama masa depan kamu, Aku sih ikhlas-ikhlas Aja, Lagian aku juga bisa buat nikah lagi, Rafa pasti mau kalau aku ajak nikah. " Ucap Diva santai tanpa mengalihkan pandangannya ke arah permainan PS Ray.
" Bwahahaha.... Seketika Ray tertawa keras mendengar ucapan Diva yang mengancam masa depan Kenan.
" Apa lu ketawa. " Ucap Kenan melempar Ray menggunakan bantal sofa.
Kenan segera duduk didepan Diva, yang sedang duduk disofa, Kenan mendongakkan kepalanya menatap Diva.
" Yank...Aku cuman becanda doang tadi, kamu jangan dekat-dekat sama Rafa, seperti dulu ya. " Ucap Kenan memelas sambil memeluk pinggang Diva.
" Ekm...Ekm....maaf di sini ada anak dibawah umur ini. " Ucap Ray yang melihat tingkah Kenan.
" Makanya cepat cari pasangan, jangan jomblo terus hidup elu. " Ucap Kenan melepaskan pelukannya.
" Entar kalau gue dapat seperti bini elu, gue pasti langsung halalin dia. " Ucap Ray berdiri dari duduknya.
" Gue cabut dulu, gue ada urusan, geli gue liat kelakuan kalian berdua. " Sambung Ray.
" Hati-hati lu, gue kasian sama jones kayak elu. " Sahut Kenan.
" Div, gue cabut dulu ya, elu jangan mau di godain Kenan, dia ada Rabies. " Ucap Ray meninggalkan Kenan yang mengumpat kesal dengan ucapan Ray.
Diva melihat keakraban Kenan dan Ray, mengingat sahabat-sahabatnya.
Diva geleng-geleng kepala mengingat tingkah laku Ray dan Kenan.
" Kamu jangan dengerin dia yank, dia stres kelamaan jomblo. " Ucap Kenan mencium bibir Diva sekilas lalu tersenyum manis ke arah Diva.
" Kamu mau kemana Yank ?" Tanya Kenan masih duduk di depan sofa, dimana tadi Diva duduk.
" Mau ke rumah sakit. " Jawab Diva sudah menaiki satu anak tangga.
Kenan yang mendengar kata rumah sakit, segera beranjak dan mengejar Diva.
" Mau ngapain dirumah sakit, Kamu sakit Yank ?" Tanya Kenan menghentikan jalan Diva, dan memeriksa kening Diva.
" Kamu tidak panas Yank. " Ucap Kenan setelah memeriksa kening Diva.
" Emang aku tidak panas. " Jawab Diva melanjutkan langkahnya.
" Terus kamu mau ngapain kerumah sakit ?" Tanya Kenan bingung dan kembali mengikuti langkah Diva.
" Mau suntik Vaksin anti Rabies, habis di cium kamu tadi. " Jawab Diva membuka pintu kamar setelah sampai depan kamar mereka.
Kenan seketika berenti melangkah mendengar ucapan Diva.
" Sayang....yank.. aku tidak rabies ya, " geram Kenan segera masuk kekamar menyusul Diva di walk in closed.
Di sana Diva sedang mempersiapkan pakaian Kenan, yang akan Kenan pakai ke office.
Kenan yang baru masuk, langsung mencium tengkuk Diva dari belakang.
Diva membalikkan badan menghadap Kenan.
" Kamu siap-siap gih !! katanya mau ke office." Ucap Diva kembali kearah lemari tempat jam tangan Kenan tersusun rapih.
" Kamu nakal yank, masa suami seganteng ini, kamu bilang rabies. " Ucap Kenan memperhatikan Diva.
" Bukan aku loh, yang bilang tapi teman kamu, aku sih jaga-jaga aja, takut tertular. " Jawab Diva tersenyum, sambil memilih jam yang akan Kenan kenakan.
" Aku siap-siap dulu yank. " Ucap Kenan masuk kekamar mandi untuk berganti pakaian.
Jam 1 siang mereka sampai di office, Diva melihat bangunan berlantai Empat, cukup besar dan megah.
Kenan dan Diva segera turun dari mobil dan langsung masuk saling bergandengan tangan.
Setelah mereka masuk kelobi kantor, banyak karyawan dan karyawati melihat kagum kearah pasangan itu.
setiap karyawan yang menundukkan kepalanya saat berpapasan dengan Kenan.
" Selamat siang Pak, Bu. " Ucap salah satu karyawan yang juga berada didepan lift.
" Tidak usah manggil ibu, aku terkesan sangat tua banget. " Ucap Diva tersenyum kearah karyawan tersebut.
Sedangkan Kenan dengan muka datar+dingin bak es balok.
Kenan terkenal sangat dingin dan sangat tegas, Kenan tidak pernah mentolerir, jika ada kesalahan yang di perbuat pegawainya.
Kenan dan Diva sampai di lantai Empat, didepan ruangan yang dia tau itu ruangan Kenan karena di sana sudah ada tertulis ruangan CEO.
" Selamat siang Pak, Bu, silahkan masuk." ucap mbak Lusi sekertaris Kenan, sambil membuka pintu ruangan Kenan.
" Terimakasih mbak, tidak usah panggil ibu, panggil Diva saja, itu terkesan kalau saya tua saja." Ucap Diva tersenyum manis ke arah mbak Lusi.
" Maaf Bu' ini masih jam kerja, jadi saya harus profesional. " Sahut mbak Lusi membalas senyuman Diva.
" Ya udah kalau gitu, aku masuk ya mbak. " Ucap Diva menyusul Kenan masuk keruangannya.
Setelah Diva masuk Diva, melihat Kenan nampak sangat serius dengan berkas-berkas yang menumpuk di depannya.
Diva langsung duduk di sofa tanpa berniat mengganggu Kenan, yang sibuk dengan pekerjaannya.
Diva sibuk memainkan ponselnya, tiba-tiba seorang wanita masuk keruangan Kenan, dan itu membuat Kenan kaget, Dangan kedatangan wanita itu.
Ekspresi Kenan saat melihat siapa yang datang.
Siapa wanita yang datang tersebut.
🤔🤔🤔
Bersambung....
Jangan lupa
like
coment
vote
🤗🤗🤗🙏🙏🙏🙏