Pernikahan Yang Tak Kuduga

Pernikahan Yang Tak Kuduga
PYTK 33 Season 3 ( Next Generatoin )


Setibanya di kampus Khay langsung keluar dari mobilnya, melangkahkan kakinya menuju kelasnya sambil senyumannya tak pernah lepas dari bibirnya, membuat orang-orang yang melihatnya aneh sendiri, karena tak biasanya Khay bertingkah seperti itu, Khay emang terkenal ramah pada teman-teman kampusnya, tapi pria itu jarang sekali tersenyum pada orang yang tak begitu ia kenal.


"Kamu udah gila Khay, semua orang kau senyumi seperti itu, lihat noh orang pada liatin kamu aneh." Seru Doni saat mereka bertemu dilobi, sepertinya pria itu juga baru datang.


"Iya gue udah gila." Sahut Khay berhenti sejenak lalu kembali melanjutkan langkahnya.


"Udah gue mau masuk." Lanjut Khay.


Doni menatap aneh sahabatnya itu, sampai Khay tak lagi terlihat saat memasuki lift yang akan membawanya ke kelasnya.


"Woi ngapain bengong, kesurupan kamu ?" Tiba-tiba Leo datang sambil memukul bahu sahabatnya itu, membuat Doni kaget.


"Kurang asem, kamu mau buat gue mati muda karena jantungan, hah ?" Kesal Doni.


"Lagian, masih pagi udah bengong aja kamu ?" Sahut Leo.


"Gue bukannya bengong, gue heran aja liat sikap aneh Khay, masa dia datang senyum-senyum terus tau enggak, mana semua orang disenyumin lagi, pas gue tanya kamu gila ya Khay ? Ehh malah di jawab iya gue udah gila, gitu." Jelas Doni menceritakan saat ia bertemu Khay barusan.


"Kok bisa gitu, apa tuh anak udah beneran gila kali ya, kena karma karena sering PHPin cewek-cewek ?" Ucap Leo ngasal.


"Husss, gitu-gitu tuh anak juga sahabat kita, yok buruan susul dia !" Ujar Doni lalu merangkul sahabatnya itu masuk ke kelas menyusul Khay yang sudah masuk duluan sejak tadi.


...----------------...


Sementara di apartemen, terlihat Enzy sedang sibuk beres-beres, mulai dari membersihkan debu yang menempel di prabot, menyapu, sampai mengepel lantai, saat sedang sibuk mengepel, tiba-tiba bel apartemennya berbunyi, Enzy mengernyitkan keningnya, karena ini masih terlalu pagi, tidak mungkin Khay pulang secepat ini, lalu siapa yang bertamu di jam segini ? Karena bel apartemen terus saja berbunyi Enzy pun keluar lalu membuka pintu.


"Bunda, Aunty Jova." Seru Enzy saat melihat orang yang datang adalah ibu mertuanya juga sahabat dari mendiang orangtuanya.


Enzy langsung menyalimi tangan keduanya, di balas mencium kening Enzy bergantian.


"Mari masuk Bun, aunty !" Ajak Enzy.


Mereka pun masuk dan langsung menuju ruang tengah agar lebih santai.


"Kamu apa kabar sayang ?" Tanya Diva.


"Aku baik Bun, bunda sama aunty sendiri apa kabar ?" Jawab Enzy kemudian balik bertanya pada keduanya.


"Kami baik juga sayang." Jawab Diva dan Jova hampir bersamaan.


"Kalau begitu kalian duduk aja dulu, aku buatkan minum, bunda sama aunty mau minum apa ?" Seru Enzy kemudian menawarkan mau minum apa.


"Apa aja Santang." Sahut Jova di angguki Diva sambil tersenyum melihat menantunya itu.


Enzy masuk ke dapur, yang masih bisa terlihat dari arah ruang tengah yang hanya terhalang dengan meja makan, tak lama Enzy kembali sambil membawa beberapa cemilan dan tiga gelas jus jeruk untuk menemani mereka mengobrol.


"Diminum dulu Bun, aunty !" Seru Enzy lalu duduk di samping bundanya setalah meletakkan minuman dan cemilannya di atas meja.


"Kamu belum mandi nak ?" Tanya Jova melihat penampilan Enzy terlihat masih berantakan apalagi masih terlihat jelas sisa keringatnya.


"Belum aunty, aku abis beres-beres dulu, soalnya udah berantakan banget." Jelas Enzy.


"Kamu bagaimana sih Div, kamu biarkan menantu kamu, membereskan apartemen Segede gini sendiri, pelayanan dirumah kamu banyak, masa bawa buat bantu ngurus apartemen aja kagak ada." Ujar Jova kepada sahabatnya itu.


"Udah ada yang bantu kok aunty, tapi hari ini aku yang meminta bibi agar enggak usah datang, soalnya aku juga kuliah hari ini, daripada aku tinggal diam, mending aku beres-beres." Jelas Enzy.


"Kirain mertua kamu ini kejam sama kamu, kalau mertua kamu macam-macam, kamu adukan aja sama Aunty, biar aunty yang memberinya pelajaran." Ucap Jova.


Enzy hanya tersenyum menanggapi ocehan auntynya itu, aunty satu ini emang enggak pernah berubah dari dulu, selalu saja cerewet.


"Oh iya Khay nya mana sayang ?" Tanya Diva tak melihat keberadaan putranya itu.


"Dia berangkat ke kampus pagi-pagi tadi, dia ada jam kuliah pagi Bun, juga ada tugas yang harus dia kumpul juga." Jelas Enzy.


"Oh, bagaimana hubungan kalian, apa kalian baik-baik saja, Khay bersikap baikkan sama kamu ?" Tanya Diva, pasalnya Diva tak mengetahui perihal hubungan anak dan menantunya yang sering bertengkar.


"Dia baik kok Bun, dia enggak pernah nyakitin aku juga." Jawab Enzy.


"Baguslah kalau gitu, kalau dia sampai nyakitin kamu, kamu adukan saja sama bunda, biar bunda yang hajar dia !" Seru Diva mengepalkan tangannya, sambil memukul-mukul telapak tangannya sendiri, membuat Jova bergidik ngeri.


"Udah tua masih aja bar-bar, apa enggak takut kesengklek, tuh persendian."Sahut Jova.


"Uang laki saya banyak ya, kalau lupa, perawatan saya mahal, jadi Anda jangan khawatir, soal persendian, semuanya masih aman, dan masih sama saat saya muda dulu." Ujar Diva menyombongkan dirinya.


Ketiga wanita beda generasi itu mengobrol sampai sore, bahkan Diva dan Jova membantu Enzy memasak untuk makan siang, karena persediaan dapur di apartemen kurang, maka dari itu Diva menyuruh salah satu asisiten rumah tangganya untuk membelikan bahan-bahan yang dibutuhkan.


Kini sudah menunjukkan jam 3 sore, ketiganya masih mengobrol, sesekali terdengar tawa mereka, mereka membahas mulai dari kebiasaan-kebiasaan para suami, terutama Diva dan Jova terlalu bersemangat ngegibahin suami masing-masing membuat Enzy lucu sendiri mendengarnya, bukan hanya itu mereka bergosip soal teman-teman arisannya, walaupun Enzy hanya sesekali menimpali karena ia juga belum memiliki teman arisan seperti ibu-ibu biasanya, sampai membahas soal trend fashion.


"Istriku sayang, suamimu yang tampan udah puuu....lang.." Khay yang masuk tiba-tiba mengehentikan teriaknya saat melihat siapa yang sedang bersama istrinya,


"Eh, Bunda Aunty, ngapain kalian kesini ?" Tanya Khay langsung menyalimi tangan bundanya juga aunty Jova secara bergantian.


"Masuk rumah itu ya beri salam bang, ngapain kamu teriak-teriak kayak Tarzan aja." Ucap Diva jengah melihat tingkah putranya itu yang tak pernah berubah jika baru saja memasuki rumah.


"Assalamualaikum." Ucap Khay mendudukkan dirinya di samping istrinya itu, yang kini menunduk menyembunyikan rasa malunya karena teriakan Khay saat baru masuk tadi.


"Aunty apa kabar, oleh-oleh dari Singapore mana ?" Tanya Khay menangadahkan tangannya.


"Ya udah sini aku minta mentahannya aja, biar aku beli sendiri, sekalian buat Enzy juga." Ujar Khay tak tahu malunya.


"Enggak ! Duit kamu udah banyak, ngapain aku kasih kamu lagi, kalau Enzy udah aunty belikan oleh-oleh, tapi ada dirumah bunda kamu, ketinggalan tadi." Ucap Jova.


"Tapi bau uang aunty tu beda, bau-bau Singapore gitu." Ujar Khay tersenyum menggoda auntynya itu.


"Bisa aja kamu, apa bedanya coba ? Duit Singapore bakalan enggak laku juga disini." Seru Jova.


"Bilang aja kalau aunty pelit, apa aunty enggak pengen gitu nyenengin ponakan aunty yang paling keren ini." Ucap Khay masih berusaha meminta pada Jova.


"Kerenan juga Raydan, jauh banget..." Ucap Jova.


"Aku bilangin ayah loh, kalau Aunty...


"Bilang aja, dasar anak manja, apa-apa ngadu sama ayahnya, mana ada Raydan seperti itu, kamu enggak malu apa sama istri kamu." Ejek Jova.


"Aku enggak manja ya aunty." Sargah Khay.


"Sudah cukup ! Apa kalian enggak capek berdebat terus, kapan kalian akan berhenti seperti inii terus, kalau ketemu enggak pernah akur." Seru Diva jengah melihat perdebatan putra dan sahabatnya itu.


"Jov, cabut yuk, bentar lagi laki gue pulang, soalnya." Ajak Diva di angguki Jova.


"Iya, aku juga udah jengah melihat ketengilan putra manja kamu itu." Ucap Jova keduanya pun beranjak dari duduknya, lalu pamitan.


"Bunda pulang dulu ya sayang, kamu baik-baik disini !" Ujar Diva kepada Enzy lalu mencium kening menantunya itu, saat ini mereka sudah ada di depan pintu apartemen.


"Iya bund, bunda hati-hati, salam sama ayah juga." Ucap Enzy.


"Aunty pergi dulu ya sayang, kamu harus sabar ya ngadepin suami manja kamu itu !" Seru Jova ikut mencium pipi kiri dan kanan Enzy.


"Iya Aunty, salam juga sama Uncle Noval." Ucap Enzy.


Setelah berpamitan, kedua wanita paru baya itu namun terlihat masih sangat muda pergi meninggalkan apartemen milik Khay dan Enzy.


"Masuk yuk !" Ajak Khay merangkul pinggang istrinya posesif lalu membawanya masuk kedalam.


"Bunda sejak tadi disini ?" Tanya Khay setelah mereka duduk di ruang tengah.


"Iya, sejak pagi mereka disini, mereka juga masak buat makan siang, sekalian buat makan malam juga." Sahut Enzy sambil memainkan ponselnya.


Khay yang tak mendapat perhatian dari istrinya itu, ia menaikkan kakinya di atas sofa lalu berbaring, menjadikan paha Enzy sebagai bantalnya, membuat Enzy kaget dengan apa yang dilakukan pria itu.


"Apa yang kamu lakukan?" Tanya Enzy menatap Khay yang kini berbaring di pahanya.


"Aku berusaha mencari perhatian dari istriku, soalnya dia sama sekali tak memperhatikan ku sejak tadi, dia hanya sibuk dengan ponselnya." Jelas Khay.


"Ishh lebay, emang mau diperhatiin bagaimana ?" Tanya Enzy.


"Ya tanya kek, misalnya kamu udah makan belum, kamu tadi dikampus ngapain aja, terus ada yang godaain kamu enggak, gitu harusnya !" Ucap Khay panjang lebar membuat Enzy tersenyum.


"Ya udah, kamu udah makan belum, tadi ngapain aja dikampus, terus yang godaain kamu pasti banyak, iya kan ? Kamu pasti balik goda mereka kan ?" Tanya Enzy mengulang pertanyaan seperti yang dikatakan suaminya tadi.


"Ishhh....Aku ngambek." Sahut Khay terdengar manja, lalu membaliy dirinya menghadap televisi di depannya lalu ia nyalakan.


"Ya udah, pindah gih !" Seru Enzy berusaha menahan senyumnya sejak tadi karena berhasil menggoda suaminya itu.


"Astagafirullah, istri aku peka banget ya Allah, harusnya kalau aku ngambek dia bujukin dong, bukannya disuruh pinda." Ucap Khay tanpa beralih dari layar datar di hadapannya.


Membuat Enzy terkekeh mendengar ucapan suaminya itu, namun ia tak berniat untuk membujuk pria itu, karena ia tahu kalau sebenarnya suaminya itu hanya pura-pura merajuk.


Bersambung......


Bonus Visual.


Bunda Diva



Ayah Kenan



Jangan lupa terus dukung author ya, agar tetap semangat buat Upnya, maaf jika tidak bisa up banyak-banyak.


Like


Komen


Vote


Terimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏


Love you all ❤️❤️❤️❤️🤗🤗🤗🤗😘😘😘😘