
Lani yang mendengar sahutan seseorang dari belakang, ia langsung melepaskan pelukannya.
"JOVA .... Lani kaget saat melihat Jova sedang menatapnya tajam.
Jova terus berjalan mendekati mereka, Tangan Jova mendarat mulus di pipi kiri Lani.
Ray yang melihat itu langsung menarik Lani kebelakangnya, kemudian beralih menatap tajam Jova.
"Apa yang kau lakukan, hah ?" Tanya Ray membentak Jova, Ray sangat geram melihat perlakuan Jova kepada kekasihnya.
"Aku melakukan apa yang harusnya aku lakukan, dia pantas mendapatkan ini." Jawab Jova tak kalah membentak.
Ray mengangkat tangannya untuk menampar balik Jova.
"Kamu ... " Geram Ray saat Lani menahan tangan kekasihnya itu.
"Gue bisa jelaskan semua Jov." Sahut Lani mencoba memegang lengan sahabatnya itu, tapi buru-buru Jova menepis tangan Lani.
Jova terlihat memutar matanya jengah melihat Lani.
"Tidak ada lagi Yang harus lu jelaskan, semuanya sudah jelas, kalau elu itu pengkhianat, apa elu masih bisa di sebut sahabat." Ujar Jova.
"Elu benar Jov, gue bukan sahabat yang baik, gue ngerusak persahabatan kita, karena keegoisan gue sendiri, maafkan gue Jov, gue emang salah." Ucap Lani sambil menangis.
"Sayang kamu sama sekali tidak salah, dalam hal ini tidak ada yang harus disalahkan. " Ucap Ray Menangkup wajah Lani, sambil mengusap kedua pipi kekasihnya yang basah karena menangis, menggunakan ibu jarinya.
Hilang sudah image Lani yang bar-bar, saat ini hanya terlihat Lani yang sangat cengeng.
Seketika Tawa Jova pecah dengan sangat puas bahkan sampai mengeluarkan air matanya, sambil memegangi perutnya yang sakit karena tertawa, menertawakan Lani yang berhasil ia kerjai.
Ray dan Lani yang melihat dibuat heran.
Apa Jova sudah gila karena cintanya tak terbalas, pikir Ray dan Lani.
"Ternyata cewek jadi-jadian bisa nangis juga, mana nih Lani yang bar-bar." Sahut Jova disela-sela tawanya.
"Jadi elu ngerjain gue ?" Tanya Lani kesal.
Ia mengira kalau Jova benar-benar marah, karena sampai menamparnya.
"Bagaimana rasanya dikerjain ?" Jova kembali bertanya menaik turunkan alisnya.
"Bercandaan elu tidak lucu, tau nggak" Ujar Lani memutar matanya malas.
"Emangnya elu aja, yang bisa terus-terusan ngerjain gue, gue juga bisa keles." Sahut Jova kembali menertawakan sahabatnya itu.
"Tapi Kenapa elu sampai menamparnya ?" Ray terlihat sangat kesal kepada Jova.
"Gue kesel aja, dia sangat bo***, sok-sokan mau ninggalin elu karena dia tau kalau gue juga suka sama elu, tapi gue tidak segitunya juga mau merebut pacar sahabat gue. " Terang Jova.
"Lagian gue sudah tahu semuanya, gue dengar pembicaraan elu sama Rafa juga Diva, dihalaman belakang sekolah." Sambung Jova.
Lani langsung memeluk sahabatnya itu, kembali meneteskan air matanya.
"Maafin gue Jov." Hanya kata itulah yang Lani bisa katakan.
"Woi, cewek jadi-jadian elu tidak pantas nangis-nangis kayak gini, gue geli liatnya." Sahut Jova melepaskan pelukan Lani.
"Lagian elunya aja yang bodoh, masa elu mau ninggalin orang yang jelas-jelas elu suka buat gue, gue juga kagak mau kali ngejar-ngejar orang yang sama sekali tidak tertarik sama gue." Ujar Jova merutuki kebodohan sahabatnya itu.
"Ya, gue minta maaf" Sahut Lani kembali ke mode on datar.
"Cukup gue sakit saat ngejar-ngejar kak Arka, karena mereka tidak pernah jujur sama gue, kalau gue nggak tangkap basah mereka, mereka mungkin nggak cerita sama gue, sama kayak elu." Jova terlihat kesal karena merasa di bohongi.
"Wah ... Nonton drama gratis kita, mana live lagi." Ujar Hera keluar dari balik pohon besar, di ikuti Rafa, Diva, dan juga Kiki.
"Lan, elu mau liat video elu nangis-nangis ngggak." Sahut Rafa memperlihatkan Ponselnya.
"Woi Kam**t, hapus ngggak !" Sahut Lani berjalan mendekati Rafa.
Sedangkan Rafa langsung kabur sebelum Lani mendaratkan pukulannya kepadanya.
Maka terjadilah Rafa dan Lani kejar-kejaran ditaman yang lapang itu.
"Bar-bar benget dah, cewek gue." Sahut Ray melihat Lani berhasil menangkap Ray, Lani Rafa terbaring dengan posisi tengkurap, Lani memutar kedua tangan Rafa kebelakang lalu menduduki Rafa diatasnya.
"Jadi kamu mau balik lagi sekarang ?" Tanya Lani kepada Ray, saat mereka duduk melingkar ditaman tersebut.
"Iya, toh masalah kita juga sudah bereskan." Ujar Ray menatap kekasihnya itu, lalu tersenyum.
"Benar-benar Bucin lu Ray, Elu pulang balik dari kota Xx ke kota Z, hanya masalah ini, naik pesawat" Sahut Diva geleng-geleng kepala.
"seperti elu kepasar beli tomat aja Ray." Lanjut Diva melihat ke arah Ray.
"Ray, laki gue tidak macam-macam kan disana ?" Tanya Diva.
"Mana berani dia macam-macam, dia tidak mau masa depannya hancur Div." Jawab Ray terkekeh.
"Elu masih bocah, belum tau soal gituan." Sahut Rafa menimpali obrolan mereka.
Teman-teman Diva kecuali Jova, yang mendengar ucapan Rafa langsung mengerti masa depan yang dimaksud Ray.
Di Kota Xx
Kenan sedang mengadakan rapat bersama manager setiap outlet, baik dari dalam maupun luar kota, Rapat pertemuan ini Rutin Kenan lakukan setiap bulan, untuk mengetahui perkembangan setiap outletnya.
Walaupun Kenan masih sangat muda, namau para karyawannya sangat menghormatinya, karena Kenan selalu tampak datar dingin namaun tegas dan berwibawa.
Setelah Dua jam, rapatnya selesai staf office maupun manager yang ikut rapat, meninggalkan ruangan rapat tersebut, para manager bersalaman dengan Kenan sebelum mereka kembali ke outlet masing-masing.
setelah semuanya keluar, Kenan pun beranjak dari kursinya, untuk segera kembali ke ruangan kerjanya.
Kenan langsung mendudukkan dirinya disofa saat sudah sampai diruangannya.
Kenan mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi istrinya tercinta.
📞 "Assalamualaikum Yank." Ucap Kenan saat sambungan teleponnya tersambung.
📞 "Yank ... kangen." Ujar Kenan sebelum Diva menjawab ucapan.
📞 "Walaikumsalam, sama aku juga kangen by'.
📞 "Kenapa tidak ikut Ray kesini by' ?" Tanya Diva.
📞 "Aku tidak bisa izin lagi disekolah Yank." jawab Kenan.
📞 "Tapi Ray sudah balik lagi kesana by'." Ujar Diva.
📞 "Kok bisa yank, emang masalahnya udah selesai, atau dia malah sakit hati karena ditinggalin. ?"
📞 "Ish .... Masalahnya sudah selesai by', ini aku juga baru nyampai rumah." Sahut Diva.
📞 "Dari mana emangnya yank ?"
📞 "Habis dari taman by', nonton drama livenya, Ray sama Lani." Jawab Lani terkekeh mengingat Lani dikerjain.
📞 "Kamu sama siapa Yank ?"
📞 "Bareng teman-teman akulah by', siapa lagi, tapi pulangnya diantar Rafa.
📞 "Naik motor ?" Tanya Kenan sedikit menaikkan nada bicaranya.
📞 "Iyalah by', masa naik pesawat, Rafa kan bawa motor.
📞 "Kamu tidak dekat-dekat Rafa kan yank, pas dia bonceng kamu." Tanya Kenan seperti lagi mengintrogasi penjahat.
📞 "Yang namanya boncengan, ya deketanlah by'. Jawab Diva enteng.
Diva tidak tau saja Kenan saat ini terlihat sangat kesal.
Kenan sangat terlihat kesal, pasalnya ia tidak mau istri bar-barnya itu, dekat dengan lelaki lain selain dia dan keluarganya.
📞 "By' ...." Panggil Diva, karena Kenan hanya terdiam, tapi tidak memutuskan sambungan teleponnya.
📞 "Emmmm ...
📞 "Kok jawabnya Emmm doang by', Sariawan ?" Diva terkekeh, ia tau kalau suaminya itu lagi cemburu.
📞 "Emmmm ....
📞 "Ya sudah, matiin aja telponnya, aku malas bicara sama orang yang lagi sariawan, kalau ditanya jawabnya em ... em ... doang."
Kenan langsung mengakhiri sambungan teleponnya, Ia merasa sangat kesal sama istrinya yang tidak peka kalau dirinya cemburu, kalau Diva dekat-dekat dengan laki-laki lain.
Kenan lagi kesal
Bersambung.....
Mampir juga ke karya baru aku
KINARA OF JOURNEY
Jangan lupa tinggalkan jejak
Like
Coment
Vote
🤗🤗🤗🙏🙏🙏