Pernikahan Yang Tak Kuduga

Pernikahan Yang Tak Kuduga
PYTK 37 Season 3 ( Next Generatoin )


Khay langsung merebahkan tubuhnya di samping istrinya itu, lalu menarik selimut untuk menutupi tubuh polos mereka. Khay dan Enzy baru saja menyelesaikan permainan panas mereka, walaupun Enzy menolaknya tapi Khay terus saja menggodanya, apalagi suaminya itu sangat pintar membuatnya nge-fly dengan sentuhan-sentuhan sensual nan lembut yang di berikan pria itu.


"Darimana kamu mendapatkan stamina itu, kamu membuat tulang ku serasa mau remuk semua." Ucap Enzy melirik suaminya yang tengah berbaring di sampingnya sambil menarik nafas, untuk menetralkan nafasnya setelah melakukan aktivitas tadi yang menguras banyak tenaga karena beberapa klimaks.


"Dari kamu, entah kenapa aku selalu ingin melakukannya jika dekat kamu." Sahut Khay menoleh menatap istrinya yang kini menatap langit-langit kamar mereka.


"Itu kamunya aja yang mesum !!" Ujar Enzy.


membuat Khay terkekeh kecil.


Keduanya pun sama-sama terdiam dengan pikiran masing-masing.


"Sayang..." Panggil Khay setelah mereka terdiam cukup lama.


"Emmm.... Lebih baik kamu tidur, aku juga udah capek banget !" Sahut Enzy memejamkan matanya.


"Aku hanya mau bilang, kalau aku....


"Aku tidak mencintaimu, sudah tidur sana !" Enzy langsung menyela ucapan Khay yang mana membuat Khay terkekeh.


"Aku bukan mau mengatakan aku mencintaimu, tapi aku ingin mengajakmu berbelanja besok, aku liat persediaan dapur kita udah mulai habis, beberapa cemilan kamu juga udah habis kan ?" Terang Khay.


Seketika Enzy memerah mendengar ucapan Khay, ia telah salah mengira, karena biasanya Khay suka mengatakan aku mencintaimu sebelum mereka tidur, sejak mereka akur. Enzy yang merasa sudah sangat malu menjadi salah tingkah, lalu membalikkan badannya membelakangi Khay.


"Aku mencintaimu, istriku." Ucap Khay memeluk erat tubuh istrinya dari belakang, sambil terus menciumi tengkuknya membuat Enzy kegelian.


Enzy yang di perlakukan seperti itu senyum-senyum sendiri, tanpa Khay ketahui. Tak lama keduanya pun tertidur dengan Khay masih memeluk dari belakang.


...----------------...


Kini pasangan suami istri muda itu berada di salah satu pusat perbelanjaan milik keluarga Al Fariziq, terlihat Enzy sibuk memilih-milih bahan makanan, sedangkan Khay mengikutinya dari belakang sambil mendorong troli belanjaan mereka.


"Kamu mau di masakin apa buat nanti malam ?" Tanya Enzy sambil memilih-milih sayuran dan berbagi macam lauk pauk lainnya.


"Terserah kamu, sayang, aku enggak milih-milih makanan, asal kamu yang masak pasti enak." Ujar Khay ikut memilih sayuran.


"Gombal !!" Seru Enzy memasukkan kol, brokoli, wortel dan berbagai sayuran lainnya, ia membeli untuk seminggu kedepan.


Setelah mengambil sayuran Enzy beralih pada lauk pauk, ikan, cumi-cumi, ayam dan juga beberapa daging sapi.


"Kamu belanjaannya banyak banget ?" Tanya Khay melihat trolinya hampir penuh.


"Ini untuk seminggu kedepan, agar enggak repot harus belanja tiap hari." Jawab Enzy berjalan lebih dulu.


"Emang istri aku paling the best dah, jago soal rumah tangga, apalagi di kam...


"Sekali lagi kamu ngomong mesum aku enggak bakal ngajak kamu bicara seminggu, dan tidur diluar kamu !" Enzy langsung menoleh menatap tajam suaminya itu menyela ucapannya.


"Iya istriku." Sahut Khay.


Setelah semua belanjaan kebutuhan seperti sabun, deterjen, dan lain-lainnya selesai keduanya pun berjalan menuju kasir untuk membayar semua belanjaannya. Cukup lama menunggu antrian akhirnya kini tiba giliran mereka.


"Tuan muda selamat datang." Sapa kasir yang mengenali Khay.


"Emmm...." Sahut Khay dingin.


Kasir itu melihat ke arah Enzy yang sibuk memindahkan belanjaannya di meja kasir, untuk menghitung total belanjaannya.


"Ngapain kamu natap dia, hah ?" Tanya Khay kepada kasir, membuat Enzy beralih menatapnya.


"Kamu kenapa ?" Tanya Enzy bingung, pasalnya ia tak sadar kalau kasir itu memperhatikannya sejak tadi.


"Enggak apa-apa, sayang." Jawab Khay tersenyum kemudian membantunya memindahkan belanjaan mereka. Sementara itu kasir itu kaget mendengar Khay memanggil Enzy dengan sebutan sayang.


"Dia istriku, ada masalah ?" Ujar Khay saat melihat kasir itu.


"Tidak ada tuan muda." Sahut kasir kemudian menghitung total belanjaan Khay.


...----------------...


Setelah membayar belanjaannya, Khay menyuruh pegawai disana agar mengantar belanjaannya ke mobilnya, di basemen khusus.


Khay membawa Enzy berjalan-jalan, saat tiba di depan toko pakaian dalam, Khay langsung menarik Enzy masuk.


"Ngapain kita masuk kesini ?" Tanya Enzy.


"Buat beli sesuatu." Jawab Khay menarik tangan Enzy pergi ke tempat dimana berbagai macam lingerie.


"Sepertinya yang ini cocok untukmu." Ujar Khay mengambil salah satu lingerie dan meletakkan di depan tubuh istrinya itu.


"Kalau gitu yang ini aja !" Khay lagi-lagi mengambil lingerie kali ini lebih tertutup di bandingkan yang tadi.


"Aku enggak mau warna mencolok kayak gitu, apalagi warna merah seperti itu.


"Ya sudah yang warna hitam saja ya ?" Ujar Khay lalu mengambil warna hitam dengan model yang sama.


"Sudah ayo kita keluar dari sini." Enzy menarik tangan Khay segera pergi dari sana.


"Bayar dulu sayang." Ucap Khay.


Keduanya pun berjalan menuju kasir.


"Saya mau yang ini !" Seru Khay memberikan lingerie pilihannya tadi.


"Aku tunggu di cafe depan sana." Ucap Enzy langsung pergi meninggalkan Khay tanpa menunggu persetujuan pria itu.


...----------------...


"Kenapa kamu begitu kesal ?" Tanya Khay saat baru duduk di hadapan istrinya melihat wanitanya itu tengah cemberut sambil mengaduk-aduk minumannya yang sudah ia pesan sejak tadi.


"Tidak, apa kamu sibuk menggoda perempuan lain, kenapa kamu begitu lama ?" Ucap Enzy kesal.


"Belum juga satu jam, apa kamu sudah sangat merindukan suamimu ini, Hem ?" Khay malah menggoda istrinya itu lalu meminum minumannya dengan santai, membuat Enzy semakin memberenggut kesal.


"Cepat makan makananmu, aku ingin segera pulang, capek !" Seru Enzy.


"Aku enggak bisa makan dengan terburu-buru." Ucap Khay mulai memakan makanan yang sudah di pesan Enzy untuknya.


"Ini Untukmu !" Khay memberikan kotak persegi panjang.


Enzy menerimanya, langsung membukanya, Enzy membulatkan matanya setelah melihat apa isi kotak tersebut.


"Gelang ? Aku tahu harga gelang ini pasti sangat mahal kan, kamu menghabiskan uang jajan kamu dari ayah hanya membeli ini ?" Tanya Enzy memperlihatkan gelang simpel namun sangat elegan dan mewah di lapisi dengan berlian.


"Kembalikan saja, aku tidak menerimanya." Seru Enzy mengembalikan kotak tersebut.


"Mana bisa dikembalikan sayang, aku sengaja membelinya untuk kamu, loh ini." Ucap Khay mendorong kotak itu kembali di depan istrinya itu.


"Tapi, kamu menghabiskan ratusan juta hanya demi gelang itu, aku enggak mau, bagaima jika kamu membutuhkan uang, kalau aku sih enggak masalah, aku masih ada yang masuk dari perusahaan ayah setiap bulannya.


"Sayang apa kamu pikir uang itu dari ayah, sejak aku di bangku SMA aku sudah memiliki pendapatan sendiri, dan aku tidak pernah lagi minta sama ayah ataupun bunda apapun yang aku inginkan, termasuk koleksi mobil yang di rumah utama." Jelas Khay meraih tangan istrinya itu.


"Maksud kamu apa ?" Tanya Enzy tak mengerti.


"Sejak aku masih sekolah dulu, ayah memberikan salah satu anak perusahaannya yang berada di daerah A, aku di suruh untuk mengembangkannya sendiri, hingga saat ini, perusahaan yang bergerak di bidang industri garmen tersebut mulai meningkat pesat saat aku lulus sekolah hingga sekarang, jadi kamu enggak usah khawatir tentang aku kehabisan uang." Jelas Khay.


"Dan saat ini aku juga sedang mulai mengembangkan bisnis aku di bidang olahraga, dulu aku pernah memulainya dengan salah satu dari sahabat aku, tapi karena ada masalah, dia memilih untuk keluar dari bisnis ini." Tambah Khay.


"Kok bisa dia keluar, pasti masalah perempuan, apa kamu merebut pacar sahabat kamu sendiri, benar-benar kamu ini." Ujar Enzy sok tahu.


"Lebih tepatnya aku merebut adiknya dari dia, dan suatu hari kami putus, dan dia menyalahkan aku telah menyakiti adiknya, maka dari itu dia memutuskan untuk keluar dari bisnis kami." Jelas Khay.


"Kenapa kamu menceritakan ini padaku ?" Tanya Enzy.


"Karena aku mau, apapun tentang diriku kamu mengetahuinya, aku tidak ingin menyembunyikan apapun darimu, karena aku benar-benar sangat mencintaimu." Jawab Khay tulus terlihat dari sorotan matanya saat memandang manik mata istrinya, membuat Enzy merasa terharu, namun ia masih ingin terlihat cuek.


"Sini aku bantu pakai." Khay menarik tangan Enzy lalu membantunya untuk memakai gelangnya.


"Kamu pakai itu ?" Tanya Enzy saat melihat cincin pernikahan mereka melingkar di jari manis tangan kiri suaminya itu.


"Iya, sejak kita di nyatakan sah, dan kamu memasangkan ini untukku, aku tak pernah melepasnya." Jawab Khay.


Enzy merasa sangat bersalah, pasalnya ia tak pernah memakai cincin pernikahan mereka, bahkan ia tak pernah memperhatikan kalau selama ini Khay tetap memakainya.


Penampakan gelang yang diberikan Khay untuk istrinya tercinta.



Bersambung.....


Jangan lupa LIKE, KOMEN, VOTE.


Maaf jika banyak yang minta up yg banyak, maaf sepertinya kalau bukan weekend, aku enggak bisa up banyak aku hanya bisa up dua episode saja, maaf yang sebesar-besarnya, mungkin mengecewakan banyak readers. 🙏🙏🙏🙏


Terimakasih 🙏🙏🙏


Love you All ❤️❤️❤️❤️🤗🤗🤗🤗😘😘😘😘