Pernikahan Yang Tak Kuduga

Pernikahan Yang Tak Kuduga
PYTK 10 Season 3 ( Next Generatoin )


Hari ini dimana hari pertamaku masuk kampus dengan status baru, satatus sebagai istri dari seorang KHAYRAN Al FARIZIQ, laki-laki yang benar-benar tampan, dan banyak digilai wanita baik dikampus maupun luaran kampus. Aku sadar memiliki suami sepertinya itu sulit, bahkan sampai saat ini, aku masih meragukannya, belum mengetahui sikap dan sifatnya yang sesungguhnya, yang aku yakini dia adalah seorang playboy yang biasa mempermainkan wanita.


Sedangkan aku ? Perlu kalian ketahui kalau aku sangat membenci seorang laki-laki playboy, atau semacamnya.


Terlihat Enzy duduk sendirian di kursinya, sambil membaca novel.


"Nzy... Kamu sudah masuk ?" Tanya Rendra untuk tiba-tiba duduk di sampingnya.


Enzy dan Rendra kuliah di jurusan yang sama, sedangkan Nendra memilih jurusan Manajemen bisnis, jurusan yang sama dengan Khay namun berbeda angkatan.


"Iya, emang kenapa kalau gue udah masuk, kamu keberatan ?" Tanya Enzy tanpa beralih dari novelnya.


"Enggak juga sih, emangnya kamu enggak bulan madu dulu gitu ? Masa pengantin baru langsung masuk aja, lagian kamu enggak usah khawatir membolos, kamu lupa pemilik kampus ini siapa ?" Goda Rendra sambil membanggakan dirinya.


"Woiii kamu sadar enggak ngomong seperti itu, kamu mau semua orang tau kalau gue udah nikah, hah." Ucap Enzy kesal sambil memukul kepala bagian belakang Rendra menggunakan novelnya.


"Sorry, gue lupa." Ucap Rendra mengusap kepalanya.


"Oh iya bagaimana hubungan kalian, apa sudah lebih dekat ?" Tanya Rendra.


"Biasa aja tuh." Sahut Enzy acuh melanjutkan bacaannya.


"Oh...." Rendra hanya ber oh ria saja, kemudian mengeluarkan buku-bukunya, karena melihat dosen pemateri masuk.


Selama hampir 1Jam setengah akhirnya materinya selesai, dosen memberikan beberapa tugas, lalu keluar.


"Ke kantin yuk !!" Ajak Rendra langsung disetujui Enzy.


Enzy dan Rendra keluar, menuju kantin yang berada tak jauh dari ruang kelasnya. Setelah melewati beberapa ruangan akhirnya mereka tiba di kantin, yang terlihat seperti kantin pada umumnya namun, terlihat seperti Cafe.


Saat masuk mereka langsung di panggil Nendra yang ternyata sudah berada disana.


"Dari tadi Nan ?" Tanya Enzy duduk di kursi depan Nendra kemudian di ikuti Rendra duduk di samping saudara kembarnya itu.


"Baru aja kok, oh iya gue udah pesan buat kalian, dan buat Enzy seperti biasakan ? Bakso tanpa mie." Ucap Nendra.


"Iya, pengertian banget sih...." Sahut Enzy tersenyum manis.


Tak lama pesanan mereka diantarkan oleh seseorang yang bertugas untuk melayani pengunjung.


Saat menikmati makanan mereka, tak jauh dari tempat mereka duduk, Enzy mendengar sekumpulan wanita sedang membicarakan Khay yang memutuskan pacar-pacarnya, bahkan ada seorang wanita mengumpati dan sumpah serapahnya yang ditujukan oleh suaminya itu, karena sudah memutuskannya begitu saja, bahkan ia tak menyangka kalau bukan hanya dia pacar pria itu.


Wajah Enzy memerah menahan emosinya, ia mengepalkan tangannya mendengar pembicaraan sekumpulan wanita itu. Benar dugaannya, kalau ia sudah di peristri oleh pria playboy, sesuatu yang sangat-sangat ia benci.


"Nzy, apa kamu baik-baik saja ?" Tanya Rendra melihat raut wajah Enzy.


"Apa benar yang dikatakan mereka ?" Tanya Enzy menghiraukan pertanyaan Rendra.


"Nzy, sepertinya Khay melakukan hal itu karena ia sudah sadar kalau ia sudah menikah, dan mungkin saja ia sudah berubah." Sahut Nendra.


"Berubah ? Jadi maksud kamu benar apa yang aku dengar barusan dari korban-korbannya.?" Ucap Enzy penuh selidik.


Si kembar hanya bisa diam, saling menatap satu sama lain, mereka ragu untuk mengatakan yang sebenarnya, jangan sampai ia memperkeruh keadaan nantinya.


"Kenapa kalian diam ? Ok jika kalian tidak ingin menjawabnya aku akan bertanya langsung kepada mereka." Seru Enzy lalu menujuk wanita-wanita yang berkumpul membicarakan Khay.


"Iya, apa yang dikatakan mereka memang benar Nzy, tapi kita mohon, kamu jangan kebawa emosi, gue percaya kalau yang dilakukan Khay itu demi pernikahan kalian, dan ia mungkin sudah berubah." Terang Rendra.


Enzy yang mendengar perkataan Rendra, ia langsung meninggalkan tempat tersebut dengan perasaan penuh amarah.


...----------------...


Jam tiga sore, Enzy duduk di sofa yang ada di ruang tengah, ia mulai gelisah menunggu kedatangan Khay.


Tak lama Khay datang sambil membawa beberapa kantong belanjaan.


"Oh, Nzy kamu sudah pulang ? Apa kamu sudah makan ? Maaf aku terlambat pulang, soalnya tadi aku mampir dulu ke supermarket membeli beberapa keperluan dapur, juga ada beberapa cemilan, aku perhatikan kamu suka ngemil" Jelas Khay meletakkan kantong belanjaannya di meja dapur, kemudian menghampiri Enzy yang duduk di Sofa.


"Khay..." Panggil Enzy ia tampak ragu mengeluarkan pertanyaan yang sejak tadi ia ingin tanyakan.


"Hemm ?" Sahut Khay ikut duduk disampingnya.


"Soal apa ? Dan kenapa kamu terlihat gugup sekali?" Tanya Khay mengeluarkan ponselnya dari saku celananya.


"Apa kamu, baru saja memutuskan pacar-pacar mu ?" Akhirnya pertanyaan itu berhasil lolos dari mulutnya, Enzy menoleh menatap Khay.


Khay yang mendengar pertanyaan istrinya itu kaget, tapi ia berusaha setenang mungkin, secepat itukah beritanya tersebar, bahkan Enzy pun sudah mengetahuinya ? Khay diam tanpa menjawab pertanyaan dari wanita yang sudah menjadi istrinya, ia menyibukkan dirinya dengan ponselnya.


"Jawab !!" Seru Enzy meninggikan nada bicaranya.


Khay menarik nafasnya, kemudian meletakkan ponselnya di atas meja, lalu beralih menatap Enzy dalam-dalam.


"Iya..." Sahut Khay.


"Apa kamu tahu ? Aku sangat membenci pria seperti mu, pria yang seenaknya aja mempermainkan wanita."


"Lalu kamu ingin aku berbuat apa ? Aku sudah mengakhiri semuanya, aku ingin memulai kembali jalan hidupku, di jalan yang baik."


"Aku sudah berjanji, setelah aku mengucapkan ijab qobul atas namamu, aku benar-benar memantapkan diriku untuk berubah, aku ingin setia pada satu hati saja, yaitu kamu istriku." Tambahnya.


"Aku tahu, kamu melakukan itu hanya karena ingin memenuhi ke inginan terakhir orangtuaku, kan ? Aku juga tidak pernah memintamu untuk melakukannya, toh percuma saja kita memenuhi keinginan ini, jika kita tak saling menerima.


"Kamu seorang playboy, maka kamu akan tetap seperti itu !!" Seru Enzy meninggikan suaranya sambil berdiri dari duduknya.


Khay ikut berdiri, memegang kedua bahu Enzy.


"Jadi apa yang harus aku lakukan, setelah kau mengetahuinya, Hem ? Apa yang kau inginkan setelah ini ?" Khay ikut meninggikan suaranya sambil memegang kuat kedua bagi Enzy.


Enzy terdiam, ia ketakutan melihat Khay yang sudah di liputi emosi, ia merasakan sakit di bagian pundaknya.


"Aku tidak tau, kenapa kamu sampai sebenci itu dengan pria playboy seperti yang kamu katakan tadi ?


Enzy sudah tak sanggup lagi mengeluarkan sepatah katapun, ia hanya bisa menangis melihat kemarahan Khay.


"Dan apa masalahnya jika aku seorang playboy ? Apa aku tidak berhak untuk berubah ? Lanjut Khay meninggikan suaranya, sambil melepas tangannya dari bahu Enzy. Khay membalikkan badannya membelakangi Enzy.


"Aku ingin kita pisah !" Sahut Enzy setelah cukup lama mereka terdiam.


"Pisah ?" Tanya Khay memastikan kembali menghadap Enzy.


"Iya pisah ! Aku tidak ingin hidup bersama pria sepertimu, aku takut jika suatu saat nanti aku merasakan sakit karena ulahmu." Terang Enzy.


"Merasa sakit ? Apa kau sudah mulai tertarik kepadaku, atau mungkin kau sudah memiliki perasaan kepadaku, Hem ?" Tanya Khay semakin mendekati Enzy.


Enzy terlihat salah tingkah dengan pertanyaan Khay, ia merasa sangat gugup saat Khay semakin mendekatinya sehingga Enzy terjatuh kesofa, Khay meletakkan kedua tangannya pada sandaran sofa lalu semakin mendekatinya, sehingga wajah mereka hanya terpaut beberapa senti saja, sehingga deru nafas Khay dapat Enzy rasakan menyapu wajahnya.


"Apa kau sudah menyukaiku, Hem ?" Bisik Khay tepat di depan wajah Enzy.


Enzy mendorong dada bidang Khay, lalu dengan cepat ia berdiri.


"Ak...aku tidak akan pernah menyukaimu, bahkan aku sangat membencimu." Ucap Enzy geram.


Khay tersenyum meremehkan mendengar perkataan Enzy berusan.


"Ok, jika kamu ingin pisah, kita akan berpisah, tapi aku tidak ingin bertanggung jawab menyampaikan hal ini kepada ayah dan bunda, kamu yang ingin kita pisah, maka kamu jugalah yang harus menjelaskan kepada mereka !!"


"Karena aku tak merasa bersalah atas hal ini, hanya saja kamu sangat membenciku, karena aku pernah mempermainkan banyak wanita, ok aku akui, kalau aku benar salah karena itu, tapi apa aku enggak berhak untuk berubah ?"


"Aku baru tahu sifat kamu yang sebenarnya, kamu itu egois, selalu menilai seseorang dengan apa yang kamu lihat dan dengar saja. Aku sarankan cobalah untuk berpikir rasional, gunakan akal sehat kamu, jangan pernah menilai seseorang karena kesalahannya, ingat itu !!" Khay berkata panjang lebar dengan penuh penekanan. Sementara Enzy hanya bisa terdiam, mendengar setiap perkataan yang dilontarkan Khay, ia juga tak tahu harus mengatakan apa kepada mertuanya.


"Aku harap ayah juga bunda bisa mengerti akan hal ini, dan menyetujui keputusanmu, karena kalau tidak, maka selamat ! Kamu harus hidup bersama seorang pria playboy, br****k, atau apapun itu menurutmu." Ucap Khay menekankan kata-katanya, lalu pergi meninggalkan Enzy sendirian di apartemen.


Bersambung.......


Jangan lupa like, Komen, dan Vote.


Jika alur ceritanya membosankan, dan kurang menarik, mohon beri saran, dan masukkan.


Terimakasih 🙏🙏🙏🙏❤️❤️❤️🤗🤗🤗🤗