Pernikahan Yang Tak Kuduga

Pernikahan Yang Tak Kuduga
PYTK 12 Season 2


Jam setengah 12 malam Kenan masih berkutat dengan berkas-berkas di salah satu kamar di apartemen yang ia jadikan ruang kerja, agar tidak menggangu istri dan anaknya yang sedang beristirahat.


Diva yang terbangun saat baby Khay menangis tidak melihat keberadaan suaminya di sampingnya.


"Anak bunda haus ya ?" Ucap Diva lalu mengambil baby Khay dari boxnya, lalu ia baringkan di tempat tidur untuk ia beri ASI.


Setelah beberapa menit baby Khay kembali tertidur, kembali Diva memindahkan babynya itu di boxnya, karena tidur baby Khay terlihat sangat nyenyak maka Diva memutuskan untuk melihat suaminya, yang ia tahu berada di ruang kerjanya.


"By'..." Panggil Diva sambil membuka pintu ruangan tanpa mengetuknya terlebih dahulu.


"Iya Yank, kenapa belum tidur ?" Sahut Kenan kemudian balik bertanya tanpa beralih dari laptop serta berkas-berkas yang menumpuk.


"Aku tadi terbangun saat baby Khay lapar, aku liat kamu belum masuk juga ke kamar, jadi aku samperin." Terang Diva duduk di kursi depan meja kerja Kenan.


"By', ayo istirahat ! Aku nggak mau ya kamu kenapa-napa lagi." Ucap Diva.


"Tapi Yank, ini sedikit lagi selesai." Sahut Kenan masih tetap fokus sama pekerjaannya.


"Ya sudah terserah kamu, aku hanya tidak ingin kamu kenapa-napa, tapi kamu tidak peduli dengan dirimu sendiri, jadi buat apa aku memperdulikanmu." Diva kesal lalu beranjak dari duduknya lalu meninggalkan Kenan.


Kenan yang mendengar kekesalan istrinya, menghentikan pekerjaannya, lalu menyusul Diva ke kamar.


Saat masuk kamar Kenan mendapati Diva tidur membelakangi pintu, dengan selimut menutupi tubuh hingga sebagian wajahnya.


"Yankkkk..." Kenan naik ke tempat tidur langsung memeluk tubuh istrinya itu yang terbungkus selimut.


Diva masih mendiami Kenan, ia masih kesal, bukannya ia tidak mengerti dengan pekerjaan Kenan namun ia takut dengan kesehatan Kenan, Diva tidak ingin Kenan kembali seperti dulu, walaupun sudah di nyatakan sembuh, tapi dokter menyarankan jangan sampai terlalu kelelahan dan pola makan harus tetap di jaga, jangan sampai sel kanker menyerang kembali.


Diva yang membayangkan itu kembali seketika ia terisak, membuat Kenan bingung sendiri, kenapa Diva yang biasanya bar-bar tidak gampang nangis hanya karena masalah kecil.


"Yank, kamu nangis ? Maaf !" Kenan ikut masuk ke dalam selimut, kemudian membalikkan tubuh Diva menghadapnya.


"Kenapa nangis Hemmm...?" Kenan mengusap air mata Diva yang membasahi wajahnya.


Tanpa menjawab Diva memeluk tubuh suaminya sangat erat, sambil terisak.


"Yank..." Kenan juga mengeratkan pelukannya sambil mengusap punggung istrinya dengan tangan satunya lagi.


"Aku nggak mau kamu sampai sakit, aku takut kamu meninggalkan kami." Ucap Diva di sela isakannya.


"Aku janji, aku tidak akan meninggalkan kalian, sekarang berhenti ya nangisnya !" Ucap Kenan lalu mengecup pucuk kepala istrinya.


"Janji ya, aku hanya takut penyakit kamu dulu kembali, karena kamu terlalu bekerja keras, aku tidak menuntut kamu untuk hidup seperti dulu, aku bisa hidup sederhana asalkan sama kamu, kamu tidak meninggalkan kami." Ujar Diva mendongak menatap wajah suaminya.


"Iya, mulai sekarang aku tidak akan seperti itu lagi, sekarang kita tidur ya, sudah larut malam, kamu juga butuh banyak istirahat, untuk menjaga jagoan kita." Ucap Kenan tersenyum kemudian kembali mencium kening istrinya cukup lama.


Tak lama Diva tertidur dalam dekapan hangat suaminya.


🍀🍀🍀


Ke esokan harinya, matahari masuk ke sela-sela pentilasi jendela kamar yang di tempati pasangan Kenan dan juga Diva, dan juga baby Khay masih terlelap dalam tidurnya.


"Hoammm...." Diva menguap, lalu merenggangkan otot-ototnya, dan merasakan tangan kekar Kenan melingkar di perutnya.


Diva menoleh melihat wajah suaminya yang masih terlelap, Diva terus memandangi setiap inci wajah tampan suaminya.


"Kenapa hanya di pandang yank ? Kasi kiss dong !" Ucap Kenan masih memejamkan matanya.


"Kamu sudah bangun ?" Tanya Diva sedikit memundurkan wajahnya yang tadinya cukup dekat dari wajah Kenan.


"Dasar gombal !" Diva ingin segera beranjak dari tidurnya, namun dengan secepat kilat Kenan menindih tubuh istrinya itu.


"Mau kemana ?" Tanya Kenan.


"Mau ke kamar mandi." Diva mendorong dada bidang Kenan.


"Main yuk Yank, kangen!!" Ajak Kenan menciumi leher dengan Diva.


"By', nanti baby Khay bangun."


"Sebentar saja yank" Kenan tak menghentikan aktivitasnya, malahan ia semakin menjadi. Diva hanya pasrah dengan aktivitas suaminya, tidak bisa ia pungkiri kalau sebenarnya ia juga kangen dengan sentuhan-sentuhan lembut suaminya. Diva ikut membalas permainan Kenan, sampai akhirnya pagi itu menjadi pagi yang panas buat pasangan suami istri itu.


Setelah beberapa kali klimaks, Kenan akhirnya menyelesaikan permainannya, di saat bersamaan baby Khay terbangun dan langsung menangis kencang.


"Anak ayah emang pengertian banget kayaknya yank." Ucap Kenan masih mengatur nafasnya di samping tubuh Diva.


"Pengertian bagaimana?" Tanya Diva kemudian bangun memunguti pakaiannya yang berserakan di samping tempat tidur dan langsung memakainya, karena tangis baby Khay semakin kencang.


"Baby Khay mengerti, kalau orangtuanya lagi berusaha membuatkan dia adik." Sahut Kenan ikut terbangun, lalu berjalan dengan santainya menuju kamar mandi tanpa berpakaian.


Diva ganya menggelengkan kepala, mendengar ucapan Kenan, lalu mulai menyusui babynya.


Sekitar 15 menit Kenan keluar dari kamar mandi dengan handuk melilit di pinggangnya.


"Yank, air hangat untuk baby Khay sudah siap, biar aku yang mandikan dia, kamu siapkan saja perlengkapan baby Khay juga pakaiannya, juga pakain kerja aku !!" Ujar Kenan.


"Tapi kamu sudah mandi By', biar aku saja yang mandikan dia." Sahut Diva melepaskan mulut baby Khay dari sumber ASInya.


"Tidak, biar aku yang mandikan jagoan ayah ini." Kenan mengambil alih gendongan baby Khay dari pangkuan Diva, kemudian membawa masuk ke kamar mandi.


"Ya sudah..." Diva beranjak dari duduknya, menuju lemari pakaian Kenan untuk menyiapkan pakaian yang ia pakai terlebih dahulu, setelah pakain Kenan beres barulah Diva menyiapkan perlengkapan babynya.


Saat menyiapkan perlengkapan baby Khay tiba-tiba ponsel Kenan berdering tanda panggilan masuk, Diva tak menghiraukan sama sekali ponsel Kenan yang terus berdering sampai beberapa kali, sampai ada notif chat masuk, karena penasaran siapa yang menghubungi suaminya pagi-pagi seperti ini, Diva memberanikan diri untuk memeriksa ponsel suaminya.


..."*Kita ketemunya di Cafe Retro, dekat Office kamu, sekalian kita sarapan !! Saya tunggu 😊...


...Calista*...


Diva yang membaca chat yang masuk di ponsel Kenan dari seorang wanita, tiba-tiba hatinya terasa sakit, sambil berpikir siapa wanita yang bernama Calista tersebut, apakah dia sedekat itu dengan suaminya, sampai janjian untuk sarapan bareng.


Air mata Diva tiba-tiba menetes, buru-buru ia seka karena Kenan sudah keluar dari kamar mandi bersama dengan baby Khay.


"Yank, aku nggak sarapan di rumah ya, aku ada janji dengan klaiyen." Ucap Kenan membaringkan Beby Khay di tempat tidur, kemudian mengambil pakaiannya yang di siapkan Diva.


"Tadi ada panggilan masuk ke ponsel kamu." Ucap Diva kemudian melangkahkan kakinya menuju baby Khay berada.


"Oh mungkin itu klaiyen aku Yank." Sahut Kenan sambil memakai pakaiannya.


"Bukannya kalau klaiyen Kenan yang menghendel adalah mbak Luci, setau aku Kenan tidak memberikan nomor ponsel pribadinya ke para klaiyen." Batin Diva.


Diva memilih diam tak lagi menghiraukan ucapan Kenan, ia memikirkan siapa wanita itu, tapi ia juga tidak ingin menanyakan hal tersebut kepada Kenan, ia berusaha berfikir positif, mungkin benar itu hanya klaiyen Kenan.


Bersambung....


Jangan lupa LIKE, COMENT, dan VOTE 😊😊


Terimakasih 🙏🙏🙏🤗🤗🤗❤️❤️❤️