Pernikahan Yang Tak Kuduga

Pernikahan Yang Tak Kuduga
PYTK 23 Season 2


Jam 1 dini hari Kenan juga Diva tiba di apartemen, apartemen sudah tampak sangat sepi, sepertinya bi Siti sudah tertidur, bersama baby Khay di kamar, semenjak bi Siti menjadi baby siter kamar baby Khay Bi Siti lah yang menempati yang dulunya di biarkan kosong.


"Yank, kamu langsung istirahat saja !" Ucap Kenan langsung masuk ke kamar mandi karena kebelet ingin buang air kecil.


Setelah keluar dari kamar mandi Kenan membawa wadah berisi air hangat tak lupa dengan handuk kecil.


"Yank ayok ! Aku bantuin bersihin badan kamu." Ucap Kenan duduk di samping Diva yang duduk bersandar di kepala tempat tidur.


"Tidak usah, aku bisa sendiri, lebih baik kamu istirahat !" Ucap Diva dingin lalu mengambil wadah air tersebut, lalu beranjak menuju sofa.


Kenan menghela nafas beratnya, lalu mengambil pakaiannya di lemari, sekalian menyiapkan pakaian buat istrinya.


"Yank, ini pakain kamu !" Ucap Kenan meletakkan sepasang piama dengan berlengan pendek, juga celana pendek, karena itu lebih baik Diva gunakan saat ini karena lengan dan lutut serta betisnya di penuhi luka-luka.


Setelah meletakkan pakaian Diva di sofa Kenan melangkahkan kakinya masuk ke kamar mandi.


Sudah lima belas menit Kenan belum juga keluar dari kamar mandi membuat Diva sedikit khawatir, karena tidak biasanya Kenan berada di kamar mandi selama itu di tengah malam seperti ini.


Diva berjalan mendekati pintu kamar mandi mencoba untuk menguping. Saat Diva menempelkan telinganya di pintu, Kenan membuka pintu tersebut membuat Diva hampir terjatuh.


"Ngapain yank, mau ngintip ya, kalau pengen liat bilang !" Goda Kenan.


"Siapa juga yang mau ngintip, Tadi aku mau ketuk pintu, karena kamu lama banget di dalam, aku buang air kecil." Elak Diva buru-buru masuk ke kamar mandi karena kedapatan oleh Kenan.


Kenan geleng-geleng kepala melihat kelakuan Diva, sebenarnya ia sengaja berlama-lama di kamar mandi ia ingin melihat respon Diva terhadapnya, karena ia tahu Diva pasti khawatir, dan benar saja dugaan Kenan.


"Aku tau kamu khawatir yank." Gumam Kenan lalu menuju tempat tidur, langsung membaringkan tubuhnya di tempat tidur.


Kenan yang mendengar Diva keluar dari kamar mandi langsung berpura-pura tidur, Kenan merasakan Diva berbaring di sampingnya.


Diva memperhatikan wajah Kenan, Diva tahu kalau suaminya itu kelelahan, karena seharian bekerja, lalu menemaninya di rumah sakit tadi. Tapi ia masih kesal dengan perubahan sikap Kenan akhir-akhir ini, Diva ingin memberikan sedikit pelajaran buat Suaminya, bukan hanya karena ia marah karena Kenan tak mempedulikan dirinya, tapi sebenarnya Diva sangat mengkhawatirkan kesehatan Kenan.


Setelah lama memperhatikan wajah Kenan, Diva membalikkan badannya membelakangi Kenan lalu memejamkan matanya mencoba untuk tidur, karena sebenarnya Diva merasakan nyeri di bagian lukanya.


"Maafkan aku Yank, aku janji tidak akan mengabaikanmu lagi, dan akan selalu ada buat kamu juga anak kita." Ucap Kenan dalam hati sambil menatap punggung Diva.


Kenan pun mencoba untuk memejamkan matanya, karena tak bisa dia pungkiri, sebenarnya ia juga merasa sangat kelelahan.


🍀🍀🍀


Ke esokan harinya Diva tampak menyiapkan sarapan untuk dirinya juga Kenan di bantu bi Siti.


"Bi' Tolong di teruskan dulu, aku mau melihat baby Khay dulu.!" Ucap Diva memberikan spatula yang ia pakai menggoreng ayam.


"Iya Bu." Sahut bi Siti menerima spatula tersebut.


Diva berjalan menuju kamar baby Khay yang berada di samping kamarnya, tapi saat membuka pintu kamar Diva melihat Kenan mengajak anaknya bermain di tempat tidur.



"Mendingan kamu mandi ! Biar baby Khay sama aku." Ucap Diva berdiri di samping tempat tidur.


"Tidak, aku mau main sama baby Khay." Ucap Kenan masih terus menciumi leher putranya itu sehingga Beby Khay tertawa terbahak-bahak karena merasa kegelian.


"Ini sudah hampir jam tujuh, nanti kamu telat ke kantornya." Ucap Diva menarik lengan Kenan.


"Katanya enggak mau pegang-pegang ! Ucap Kenan menatap Diva sambil menaik turunkan alisnya.


"Biar aku Yank, yang mandikan dia." Ucap Kenan duduk di tempat tidur di hadapan baby Khay.


"Terserah." Diva berjalan menuju lemari baju baby Khay menyiapkan pakaian anaknya sekaligus perlengkapan baby Khay.


"Yank baju aku nggak di siapin juga ?" Tanya Kenan sambil melepas pakaian anaknya.


"Udah tadi, ada di atas sofa di kamar sebelah." Sahut Diva.


"Hari ini aku nggak kerja yank." Ucap Kenan karena pakaian yang di siapkan Diva pakaian kantornya.


"Ohh... Tumben..!! Diva keluar dari kamar putranya lalu menuju kamarnya menyiapkan pakaian rumahan suaminya.


Dalam hatinya paling dalam ia merasa kegirangan mendengar Kenan tidak berangkat bekerja hari ini.


Setelah menyiapkan semuanya, Diva kembali ke dapur, karena Kenan yang akan mengurus baby Khay, mulai dari memandikannya sampai memakaikan pakaian.


"Pagi Bunda !" Sapa Kenan saat baru mendudukkan dirinya di meja makan sambil memangku putranya.


Ayah dan anak itu sudah tampak segar, dan memakai pakaian yang senada, sepertinya Kenan mengganti pakaian baby Khay yang telah di siapkan Diva tadi, ia memakaikan baby Khay dengan baju kaos putih dan celana pendek hitam.


Senada dengan pakaian yang Kenan kenakan, kaos oblong putih, dan jelana joget hitam panjang.


"Pagi anak Bunda, udah mandi ya ?" Sahut Diva sambil menata makanan di atas meja.


"Udah dong Bun, mandinya sama ayah." Ucap Kenan menirukan gaya bicara baby.


"Seneng ya mandi sama ayah, soalnya sudah lama juga kan enggak mandi bareng ayah." Sindir Diva.


"Bunda juga udah lama enggak mandi bareng ayah." Sahut Kenan membuat Diva melorotkan matanya ke arah Kenan, Ia merasa malu karena di sana masih ada bi Siti yang pastinya mendengar ucapan prontal suaminya itu.


Sedangkan Kenan menampilkan cengirannya.


"Jangan cemberut gitu yank, jadinya enggak cantik." Ucap Kenan menarik lengan Diva agar duduk di sampingnya.


Diva hanya mencebikkan bibirnya sambil menatap sinis Kenan, tapi walaupun ia sedang kesal ia tetap menyiapkan sarapan suaminya.


"Mau itu juga dong yank !" Tunjuk Kenan pada telur mata sapi.


"Ayamnya enggak usah." Kenan kembali berucap saat melihat Diva ingin mengambilkan nya ayam goreng.


Setelah itu Kenan makan dengan memangku baby Khay, karena baby Khay nangis jika Kenan menurunkannya.


Sepertinya baby Khay benar-benar sangat merindukan ayahnya itu. Ia tak mau jauh-jauh dari Kenan, sedikit saja Kenan menjauh darinya ia akan menangis, seperti halnya pada saat Kenan memakai pakaiannya, jadilah Kenan hanya memakai pakaian tanpa ada embel-embel minyak rambut atau parfum seperti biasanya.


"Sayang, ayo sama bunda ! Ayah biar makan dulu." Diva mengambil alih Baby Khay dari pangkuan Kenan, tapi baru saja Diva mengangkatnya baby Khay langsung menangis.


"Tidak apa-apa Yank, kamu makan aja, biar baby Khay di sini." Ucap Kenan kembali mengambil alih anaknya itu, seketika itu juga baby Khay berhenti menangis.


Bersambung.....


Terus beri dukungan buat Author Dengan Like, Komentar, dan Vote.


Jangan lupa mampir ke karya aku Permata hati dan Cinta yang Kunantikan.


Terimakasih 🙏🙏🙏🤗🤗🤗❤️❤️❤️