
"Div, ngapain kamu di sini ?" Tanya Dafa.
"Aku habis buang air Daf, apa kabar ?" Diva balik bertanya.
"Kabar aku baik, terus kamu sama siapa ke sininya ?"
"Aku bareng suami dan anak aku Daf, tapi mereka lagi nunggu di mobil, hari ini rencananya kami mau balik ke kota Xx." Jelas Diva.
"Oh, salam buat mereka." Ujar Dafa tersenyum.
"Iya Daf entar aku sampaikan, kalau begitu aku duluan ya Daf." Ujar Diva kemudian pergi meninggalkan Dafa.
Dafa terus menatap kepergian Diva sampai punggung Diva tak lagi terlihat.
"Kenapa aku masih belum bisa melupakan kamu Div, aku rasa dulu perasaan aku ke kamu hanya perasaan cinta monyet saja, tapi aku salah Div, sampai saat ini aku masih menaruh perasaan itu terhadapmu, aku masih berharap kalau kamu akan menjadi milikku, walaupun itu sangat mustahil Div, semoga kamu selalu bahagia." Gumam Dafa kemudian ikut meninggalkan tempat tersebut.
🍀🍀🍀
Saat tiba di mobil Diva langsung masuk, tapi setelah ia masuk ia tak melihat keberadaan suami, dan anaknya begitupun dengan Sarla, di mobil hanya ada pak sopir dan Bi Siti.
"Bi Kenan sama abangnya kamana ?" Tanya Diva.
"Tadi Tuan mudanya rewel jadi tuan membawanya jalan-jalan sekitaran sini." Jelas Bi Siti.
"Terus Sarla mana by' ?" Diva lagi-lagi bertanya.
"Maksud nona, wanita yang bersama kita tadi ?" Tanya bi Siti dan langsung di angguki Diva.
"Tadi katanya dia mau ikut sama tuan nona." Ucap Bu Siti.
"Oh." Diva hanya beroh ria saja lalu mendudukkan dirinya di dalam mobil sambil melihat-lihat di sekitar tempat di mana mobil terparkir.
Diva terus mengedarkan pandangannya, tiba-tiba hatinya kembali sesak saat melihat Kenan merangkul bahu Sarla sambil tertawa lepas. Tak terasa air matanya jatuh buru-buru ia menyekanya, karena takut ada yang melihatnya.
"Pak, tolong bunyikan klaksonnya, agar Kenan cepat kemari, sebentar lagi pesawat kita akan berangkat, takutnya jika lama-lama di sini kami akan ketinggalan !!" Seru Diva kepada pak sopirnya.
Setelah membunyikannya klakson mobilnya, tampak Kenan dan Sarla menuju mobil, dengan Kenan menggendong baby Khay, mereka layaknya keluarga yang sangat bahagia.
"Sudah lama ?" Tanya Kenan setelah masuk ke mobil.
Diva hanya mengangguk, kemudian mengambil alih putranya.
Sedangkan Sarla hanya diam dan dengan santainya ia duduk di sebelah Diva sambil memainkan ponselnya.
"Ayo jalan pak !" Seru Kenan.
Dalam perjalanan menuju bandara Diva hanya terus terdiam begitupun Kenan yang tak lagi ngobrol dengan Sarla. Setibanya di bandara bertepatan dengan keberangkatan pesawatnya, Kenan dan yang lainnya buru masuk ke bagian keberangkatan.
Di dalam pesawat Diva masih saja terdiam, sedangkan Kenan terlihat memangku baby Khay duduk di samping Diva.
"Apa kamu sakit ?" Tanya Kenan kepada Diva, karena sedari tadi Diva hanya terus terdiam.
"Tidak, tadi aku ketemu Dafa saat di toilet, dia nitip salam buat kamu." Ujar Diva berniat menyampaikan salam dari Dafa.
"Dafa ? Dafa teman sekolah kamu dulu itu, pria yang pernah menyukaimu ?" Tanya Kenan penuh selidik ia mengabaikan salam dari Dafa.
"Iya, tadi kami tidak sengaja bertemu saat kami tidak sengaja bertabrakan di depan toilet, saat itu ia juga baru akan kelaur." Jelas Diva.
"Oh.... Jadi itu yang membuatmu lama, sampai-sampai Abang nangis." Ujar Kenan kesal.
"Kok kamu jadi kesal gitu ? Aku enggak ada niatan apa-apa, kami hanya sekedar saling menyapa, kemudian dia menitipkan salam buat kamu, udah itu aja." Jelas Diva, namun Kenan masih saja marah, ia marah karena Diva bertemu dengan pria yang pernah menyukainya, ia tidak mau istrinya itu berdekatan dengan pria lain selain dirinya.
"Sudahlah aku capek." Kenan kemudian menyandarkan kepalanya di jok pesawat sambil menutup matanya.
"Kenapa kamu jadi marah begini ? Padahal aku hanya berniat berkata jujur kepadamu, karena aku tidak mau kamu mengetahui hal ini dari orang lain, dan membuat kamu jadi salah paham nantinya." Terang Diva.
🍀🍀🍀
Kini Kenan dan rombongannya tiba di bandara internasional di kota Xx, Sarla langsung berpamitan untuk ke apartemen tempat tinggal Kenan dulu, karena Sarla sudah tak lagi memiliki tempat tinggal di kota Xx, jadi Kenan menyiapkan apartemen untuk ia tinggal.
Kenan sempat menawarkan agar Sarla ikut bersamanya dengan Diva, tapi Sarla menolak.
Dalam perjalanan Kenan maupun Diva hanya terdiam hanya suara baby Khay yang terdengar sesekali berceloteh ala-ala bayi seumurannya.
Satu jam perjalanan akhirnya mobil yang di kendarai sopir yang membawa Kenan akhirnya tiba di rumah.
Diva langsung menggendong baby Khay masuk di ikuti Kenan dari belakang.
"Pak tolong barang-barangnya di bawa ke kamar saya langsung ya !!" Seru Kenan kepada Pak Toni salah satu sopir yang bekerja dengannya sebelum masuk ke rumah.
"Iya Tuan." Sahut Pak Toni.
Kenan mengejar Diva yang sudah naik tangga, Kenan sedikit menarik lengan Diva sehingga Diva hampir saja terjatuh.
"Ada apa ? Kamu hampir saja melukaiku bersama dengan Abang." Ujar Diva menghentikan langkahnya tepat di tengah-tengah tangga.
"Kamu sebenarnya kenapa, ada masalah apa, sejak kepulangan aku dari Singapore kamu lebih banyak diam." Tanya Kenan.
"Kamu masih nanya aku kenapa ? Harusnya aku yang bertanya kepadamu, sejak kamu pulang dari Singapore kamu lebih banyak mengabaikan ku, apa kamu tidak sadar akan hal itu, maaf jika aku berburuk sangka kepadamu, tapi kamu sendiri yang membuatku berpikiran seperti itu dengan sikap kamu yang sekarang." Ujar Diva panjang lebar.
"Maksud kamu apa ? Apa karena Sarla ?" Tanya Kenan.
"Entahlah, kamu bisa pikirkan sendiri apa kesalahan kamu, apa menurut kamu benar jika kamu terus mengabaikanku, dan satu lagi jika kamu berniat hanya membantu Sarla kamu tidak perlu bersikap seperti tadi saat di pom bensin, kamu tidak perlu sedekat itu !!" Ujar Diva.
"Terserah kamu Div, aku sudah tidak mengerti lagi dengan jalan pikiran kamu, aku benar-benar hanya ingin membantunya, tidak ada niatan untuk hal lainnya, kami hanya bersahabat." Ujar Kenan terlihat sudah jengah.
"Bersahabat ? Apa kamu sudah melupakan perbuatannya kepadamu, sampai-sampai aku hampir saja meninggalkan dunia ini, apa kamu juga sudah lupa rasa benci kamu terhadapnya ?" Diva sudah mulai tersungut emosi.
"Apa kamu mau aku ingin terus membenci seseorang, tuhan aja pemaaf Div, aku rasa kamu tahu itu." Kenan sudah terlihat ikut terpancing dengan emosinya.
"Maaf sepertinya untuk sementara waktu lebih baik kita saling menjaga jarak saja Nan, aku sudah tidak mengerti dengan jalan pikiran kamu, apapun yang aku katakan semuanya salah bagi kamu."
"Maksudnya jaga jarak bagaimana, ? Apa karena kamu bertemu dengan teman SMA kamu itu, sehingga kamu ingin menjaga jarak dariku, agar kamu bisa bebas bertemu atau komunikasi dengannya, Hah ?" Bentak Kenan.
"Terserah apa katamu, bertemu bagaimana maksud kamu dia saja tinggal di kota Z dan komunikasi apa maksud kamu, bahkan nomor ponsel saja tidak punya, Sosmed aku kamu tahu sendirikan sudah lama aku tidak membukanya." Diva ikut meninggikan suaranya.
Bi Ratih dan Bi Siti yang berada di dapur mendengar perdebatan kedua majikannya itu, Bi Ratih maupun bi Siti hanya bisa terdiam, keduanya kaget mendengar itu pasalnya ini baru pertama kalinya mereka mendengar pertengkaran majikannya, selama ini majikannya itu terlihat sangat harmonis, bahkan Kenan selalu memanjakan istrinya begitupun dengan Diva yang selalu menurut kepada suaminya.
"Mereka kenapa bi Si ?" Tanya bi Ratih kepada bi Siti .
"Kurang tau juga Bi Rat, dari kota Z mereka sudah tidak baik-baik saja, bahkan semenjak kepulangan tuan mereka terlihat diam-diaman saja." Jelas Bi Siti.
"Kasihan non Diva ya Bu Si." Sahut bi Ratih.
"Iya..."
Diva yang sudah masuk ke kamar baby Khay, sedangkan Kenan masuk ke kamarnya.
Kenan mengusap wajahnya prustasi, ia memikirkan kata-kata yang Diva lontarkan.
Diva kembali keluar dari kamar baby Khay, ia terlebih dahulu menitipkan baby Khay kepada bi Siti kemudian ia masuk ke kamarnya sendiri.
Saat masuk Diva mendapati Kenan sedang berbaring di tempat tidur sambil menutup wajahnya dengan lengannya, Diva melewati Kenan begitu saja masuk ke walk in closed untuk mengambil pakaian gantinya, setelah itu Diva kembali keluar dari kamarnya tersebut menuju kamar baby Khay.
Bersambung.......
Jangan lupa like, Komen dan Vote sebanyak-banyaknya ya readers.....
Terimakasih sudah banyak mendukung author 🙏🙏🙏🤗🤗🤗❤️❤️❤️