
📞 "Sebelumnya aku minta maaf Bun, tapi sepertinya aku belum siap untuk itu." Ucap Enzy merasa tak enak pada ibu mertuanya itu, dari seberang telepon sana.
📞 "Ya gak apa-apa sayang, oh iya kamu kapan main kerumah, bunda udah kengen nih, udah lama kita gak ketemu sayang." Ucap Diva.
📞 "Iya Bun, nanti aku dan Khay mampir kesana, deh, soalnya aku dan Khay mau keluar dulu.
📞 "Kalau gitu bunda tunggu ya sayang."
📞 "Iya Bun.
📞 "Selamat bersenang-senang ya sayang, juga kalian hati-hati !!" Ucap Diva
📞 "Iya Bun, kalau gitu aku matikan dulu ya Bun, assalamualaikum." Ucap Enzy.
📞 Walaikumsalam." Balas Diva.
Kini Enzy dan Khay berjalan di basemen, dimana mobilnya berada, karena hari minggu, keduanya memutuskan keluar jalan bersama, menghabiskan waktu berdua walaupun hanya sekedar makan ataupun berbelanja di mall. sekalian berbelanja kebutuhan mereka di apartemen.
"Bunda bilang apa sayang ?" Tanya Khay penasaran sambil membukakan pintu mobil untuk istrinya itu.
"Bunda menyuruh kita ke rumah utama." Jawab Enzy lalu masuk kedalam mobil.
"Ya sudah, setelah kita jalan-jalan kita mampir sebentar." Sahut Khay, setelah mengatakan itu Khay kembali menutup pintu mobilnya kemudian berjalan mengitari mobil lalu masuk ke bagian kemudinya.
"Khay..." Panggil Enzy saat Khay sudah duduk di sampingnya.
"Apa sayang ?" Tanya Khay sambil memasang seatbeltnya, lalu beralih menatap istrinya yang tiba-tiba kurang bersemangat.
"Maaf..." Ucap Enzy menatap sendu suaminya membuat Khay menautkan kedua alisnya.
"Maaf untuk apa, kamu tidak salah apapun sayang." Ucap Khay menarik tangan Enzy lalu ia genggam dengan erat, sambil menatap manik mata istrinya itu.
"Tadi bunda mengatakan kalau bunda dan ayah berencana untuk mempublish hubungan kita, tapi...." Enzy menghentikan ucapannya menatap manik mata suaminya.
"Apa kamu menolaknya ?" Tanya Khay dan di jawab anggukan oleh Enzy.
"Kenapa kamu mesti menolaknya ?" Ucap Khay mulai kesal lalu menarik tangannya yang sejak tadi menggenggam tangan Enzy kemudian beralih menatap lurus kedepan.
"Maafkan aku, tapi ak...
"Aku tahu, kamu pasti belum siap mempublish hubungan kita karena alasan kamu yang menurutku sangat tidak masuk akal, kamu takut wanita-wanita diluaran sana menganggumu karena berhubungan dengan ku, itukan alasan kamu, sebenarnya apa yang kamu takutkan, kamu tahu sendirikan, aku sangat mencintaimu, dan tidak mungkin aku akan membiarkan mu begitu saja jika mereka mengganggu atau menyakitimu." Ucap Khay menyela ucapan Enzy dengan kesal.
"Apa kamu marah ? Dan aku juga rasa ini tidak terlalu penting untuk di publikasikan, toh kita berdua yang jalani, aku mau tidak ada yang mengusik urusan rumah tangga kita kelak, dan kamu tahu sendirikan kalau kita saling mencintai." Ucap Enzy membuat Khay semakin kesal.
"Itu mungkin tidak penting bagimu, tapi bagiku...itu sangat penting." Seru Khay sedikit meninggikan suaranya.
"Aku hanya ingin memberitahu orang lain, atau perlu seluruh dunia ini tau kalau kamu adalah milikku, hanya kamu." Lanjut Khay menekan setiap katanya, lalu menjalankan mobilnya.
Sedangkan Enzy hanya bisa terdiam mencerna ucapan-ucapan dari suaminya itu.
Dalam perjalanan Khay sesekali terdengar menghembuskan nafasnya kasar, mencoba menetralkan kembali emosinya, karena ia tak mau merusak momen kebersamaannya hati ini.
...----------------...
Setelah beberapa menit akhirnya mereka tiba di mall, keduanya memutuskan untuk ke restoran terlebih dahulu, karena Enzy merasa sangat lapar karena tak sempat sarapan, apalagi semalam keduanya juga melewatkan makan malam mereka.
"Ini aku akan membiarkanmu memesan ! Kamu ingin makan disini kan ?" Seru Khay memberikan buku menu pada Enzy.
Karena Enzy merengek ingin sekali makan makanan Jepang.
Enzy menerima buku menu yang diberikan oleh Khay, kemudian dengan semangat empat lima memesan makanan yang sangat dia inginkan sejak tadi.
"Saya ingin memesan, Sashimi, sushi tuna, dan Sop miso komoleat, dan jangan lupa jus jeruknya jika ada." Enzy mengucapkan satu persatu pesanannya pada pelayanan yang sejak tadi berdiri di samping meja mereka.
Sedangkan Khay yang mendengar semua pesanan istrinya itu kaget dan menelan ludahnya kasar.
"Bagaimana denganmu, apa yang kamu inginkan ?" Tanya Enzy memberikan buku menunya pada Khay.
"Kamu hanya memesan makanan mentah yah ?" Tanya Khay menerima buku menunya.
Enzy hanya menjawab dengan anggukan kepala.
"Aku pesan ramen saja, dan untuk minumannya saya mau machiato.
Setelah menyebutkan pesannya, pelayan menyebutkan kembali pesanan mereka.
"Iya itu saja." Sahut Khay memberikan kembali buku menunya pada pelayan tersebut setelah selesai membacakan pesanan mereka.
"Hay, aku belum selesai !" Seru Enzy.
"Kamu tak akan mampu memakan semuanya." Sahut Khay heran melihat Enzy masih ingin memesan padahal wanita itu sudah memesan banyak makanan.
"Dasar pelit, sama istri sendiri juga." Ucap Enzy merajuk.
"Yasudah kamu mau pesan apalagi." Akhirnya k
Khay membiarkan Enzy untuk memesan lagi karena melihat perubahan wajah istrinya itu.
"Tidak usah, aku udah enggak mau lagi." Sahut Enzy.
"Ngomong-ngomong kamu terlihat gemukan sekarang." Ujar Khay setelah memperhatikan pipi Enzy semakin cubby.
"Mungkin akhir-akhir ini aku kebanyakan makan, soalnya aku sering sekali cepat lapar." Jelas Enzy sudah tak cemberut lagi.
"Aku tahu, aku bisa lihat dari caramu memesan banyak makanan." Sahut Khay tersenyum.
"Apa kamu ikhlas aku memesan banyak makan, apa kamu tidak takut nanti pas mau bayar kaget melihat total tagihannya ?" Tanya Enzy.
"Walaupun kamu ingin memesan semua menu yang ada di restoran ini, aku tak akan masalah, asal itu membuatmu bahagia, hanya saja aku takut kamu sakit karena terlalu banyak makan." Jelas Khay.
"Satu lagi, apa kamu tidak takut gemuk, kalau kamu gemuk pasti membuatku semakin tak bisa jauh darimu, karena kamu pasti sangat menggemaskan." Tambah Khay mencoba merayu istrinya.
"Dasar kamu ya, jujur saja kalau sebenarnya kamu tidak suka melihatku gemuk." Sahut Enzy.
"Aku serius sayang." Ujar Khay.
"Ngomong-ngomong, apa kamu bisa menghabiskan semuanya ?" Tanya Khay memastikan kembali.
"Tentu saja, aku sangat menginginkan makan-makan itu sejak tadi." Sahut Enzy pasti.
Tak lama makanan yang Enzy tunggu sudah datang, namun pesanan milik Khay belum diantarkan. Enzy sangat bersemangat melihat makan-makan yang ada dihadapannya.
Sashimi
Sushi tuna
"Ini dia, ini yang kamu mau kan ?" Ujar Khay
"Emmm...Aku akan menghabiskannya." Seru Enzy sambil membuka sumpit yang masih terkemas rapi.
"Wasshh, sepertinya sangat lezat." Ucap Enzy lagi kemudian mulai menyumpit dimulai dari sashiminya, lalu mencocolnya pada sausnya, kemudian melahapnya dengan rakus.
"Apakah itu enak ?" Tanya Khay lagi-lagi menelan air liurnya, ia merasa enek melihat Enzy memakan makanan mentah tersebut. Sedangkan Enzy yang ditanya hanya menjawabnya dengan anggukan karena mulutnya sangat penuh.
"Kamu makan juga !" Seru Enzy agak kurang jelas karena makan di mulutnya masih ada.
"Tidak, kamu saja yang makan, aku menunggu ramenku." Tolak Khay, karena sebenarnya ia tak bisa makan makanan mentah seperti itu, sebanarnya Khay tak terlalu menyukai makan Jepang, tapi mau tidak mau ia harus menuruti kemauan istrinya.
"Sambil menunggu, kamu makan ini dulu, sejak semalam, kamu belum makan apa-apa." Seru Enzy.
"Ini, ah....! Enzy menyumpit satu potong sushi lalu menyodorkan di depan mulut Khay.
"Sudah kukatakan, sayang, kamu saja yang makan, aku menunggu pesananku saja." Khay masih berusaha menolak dengan lembut.
"Anggap saja ini permintaan maaf ku, soalan yang tadi." Ucap Enzy memelas.
Khay yang melihat wajah memelas istrinya tak tega untuk menolaknya, dengan sangat terpaksa ia menerima suapan dari istrinya.
"Bagaimana ? Enak ?" Tanya Enzy langsung sumringah.
Khay yang masih berusah payah mengunyah dan menahan rasa eneknya, hanya bisa mengagukkan kepalanya.
Belum juga Khay menelan sushinya, Enzy kembali menyodorkan satu potong sashimi.
"Ah...Coba ini juga, ini lebih lezat dari yang tadi !" Seru Enzy.
"Tidak terimakasih." Tolak Khay sedikit bergumam karena mulutnya masih penuh, karena tidak bisa menelannya, namu ia juga tak ingin memuntahkan takut istrinya itu kecewa.
"Please, coba ini juga !" Seru Enzy memohon, dengan Sanga terpaksa Khay lagi-lagi menerima suapan tersebut. Enzy tersenyum melihat Khay makan, tanpa Enzy ketahui perut Khay sangat mual ingin memuntahkan makanan tersebut.
"Kenapa belum menelannya, apa tidak enak ?" Tanya Enzy melihat Khay masih belum menelan makannya.
""Ini enak kok, sangat enak." Sahut Khay cepat, lalu menelan kasar makannya setelah itu langsung meneguk air mineral yang ada didepannya yang sudah ia pesan lebih dulu. Tak lama pesanan Khay juga sudah diantarkan.
Ramen
Latte Macchiato
Keduanyapun melanjutkan makanan mereka, dan Enzy berhasil menghabiskan makanan tersebut, bahkan Enzy memesan satu porsi lagi untuk ia bungkus pulang kerumah.
Setelah keluar dari restoran Jepang tersebut, Khay mengajak Enzy untuk memasuki salah satu toko pakaian yang menjual berbagai merk terkenal, dan toko tersebut.
Saat sibuk memilih-milih pakaian, tiba-tiba ponsel Khay berdering tanda panggilan masuk, Khay menghela nafas beratnya saat melihat nama yang tertera disana.
"Sayang, kamu pilih-pilih saja dulu, aku mau angkat telpon dulu disana ( Menunjuk pojokan toko yang cukup sepi ) disini berisik dan takut mengganggu kegiatan kamu juga." Ijin Khay kepada Enzy.
"Iya." Sahut Enzy mengizinkan sambil mengagukkan kepalanya.
"Tapi kamu beneran gak apa-apa kan sayang, aku tinggal sebentar ?" Tanya Khay lagi.
"Iya, aku gak apa-apa, toh kamu engga jauh jugakan." Sahut Enzy memperlihatkan senyum manisnya.
"Ya sudah aku kesana ya ?" Ujar Khay lalu pergi ketempat yang ia tunjuk tadi, dan hanya di angguki Enzy.
Setelah sudah menjauh, dan kira-kira Enzy tak bisa mendengarnya, Khay pun menjawab panggilan yang sejak tadi menghubunginya.
📞 "Hallo, Cla." Ucap Khay pada seseorang di seberang sana yang ia sebut Cla.
📞 "Kenapa lama sekali kamu menjawab teleponku, lalu kemarin kenapa tak menungguku ?" Suara seorang wanita yang langsung memberondong Khay dengan pertanyaan, dengan suara manjanya.
📞 "Aku ada urusan, lagian dirumah sudah ada Kia, bunda juga ayahku kan, jadi buat apa juga aku ada disana." Sahut Khay malas.
📞 "Kamu tahu, aku ingin sekali bertemu dengan mu, sudah lama kita gak bertemu."
Khay yang mendengar itu menoleh melihat Enzy yang masih sibuk dengan kegiatannya.
📞 "Emm.. Lalu apa kau inginkan ?" Tanya Khay malas.
📞 "Apa kamu ingin sesuatu yang istimewa" Wanita yang di panggil dengan sebutan Cla itu malah balik bertanya.
📞 "Tidak ! Aku tidak menginginkan apapun, karena yang spesial sudah bersamaku sekarang." Sahut Khay mulai jengah.
📞 "Ayolah Khay aku tahu itu, tapi jangan menolakku, dan katakan apa yang kamu inginkan !" Serunya yang terdengar memaksa.
📞 "Terserah kamu saja !" Sahut Khay malas.
📞 "Ok, tapi jangan mengeluh jika kamu tak menyukainya." Ucapnya terdengar semangat.
📞 "Emm....." Khay hanya berdehem lalu memutuskan sambungan teleponnya secara sepihak, lalu kembali menghampiri istrinya yang ternyata sudah selesai, dan sekarang berdiri di depan kasir untuk membayar belanjaannya.
"Sudah selesai" Tanya Enzy melihat Khay menghampirinya.
"Sudah sayang, kamu ?" Jawab Khay kemudian balik bertanya.
"Sudah juga, nih sekarang tinggal bayar, kamu yang bayar ya !" Ujar Enzy di angguki Khay.
"Aku akan bayar semuanya untukmu istriku, apa sih yang enggak buat kamu." Goda Khay mengeluarkan blakcard miliknya.
Kasir mengenal Khay kaget mendengar Khay mengatakan kalau wanita yang bersamanya adalah Istrinya.
"Sayang ayo !" Ajak Khay setelah membayar belanjaan Enzy, sambil membawa beberapa paperbag berlogo merk terkenal.
Keduanya pun meninggalkan mall tersebut, sebelumnya Khay menelpon bundanya kalau hari ini ia dan Enzy tak sempat berkunjung di rumah utama, karena Enzy terlihat sudah sangat kelelahan, bahkan wajah Enzy mulai terlihat pucat.
Bersambung......
Ada apa dengan Enzy ????
Terus pantengin terus dan beri dukungan lime, Komen dan vote sebanyak-banyaknya.
Terimakasih 🙏🙏🙏🙏