Pernikahan Yang Tak Kuduga

Pernikahan Yang Tak Kuduga
Episode 24


Setelah sampai dikantor Kenan dan pak Salman masuk kelobi kantor, semua orang melihat ketampanan mereka, walaupun pak Salman sudah berumur 40tahun, namun aura ketampanannya masih terpancar.


Ayah Salman...



mereka langsung masuk ke lift khusus Presdir. setelah sampai di lantai 25 dimana ruangan pak Salman berada, pak Salman langsung masuk keruangannya di ikuti Kenan.


pak Salman langsung duduk di kursi kebesarannya, sedangkan Kenan duduk di depan meja kerja ayahnya.


" Segera keruangan saya, dan bawa berkas yang saya minta tadi pagi. " Ucap pak Salman kepada seseorang diseberang telpon.


tak lama terdengar seseorang mengetuk pintu ruangan pak Salman.


" Masuk " sahut pak Salman.


seseorang itu masuk, ia adalah asisten pak Salman, yang bernama pak Anton.


" Ini berkas yang bapak minta. " Ucap pak Anton menyerahkan sebuah map hitam kepada pak Salman.


Pak Salman menerima map tersebut, dan langsung menyerahkan kepada Kenan.


" Kenan, kamu baca isi map itu. " Ucap pak Salman.


Kenan menerima map tersebut dan langsung membaca isi map tersebut.


" Jadi bener dugaan ku yah ?" Tanya Kenan menatap ayahnya.


" Iya, tadi malam Ayah sudah memerintahkan pak Anton segera mencari tau semuanya, ternyata Sarla berniat untuk balas dendam terhadapmu, lewat kerjasama yang dia ajukan." Jawab pak Salman menjelaskan.


" Tapi bagaimana mungkin pihak YOSI melakukan ini, yang saya tau, orang tua Sarla bukan orang yang licik, akan menghancurkan perusahaan seseorang. ?" Tanya Kenan.


" Rencana ini tanpa sepengetahuan tuan Bastian ( papa Sarla ) yang ia tahu hanya menjalin kerjasama saja, ia tidak mengetahui rencana Sarla. " Jawab ayah Salman menjelaskan.


Kenan menganggukkan kepalanya tanda ia mengerti, apa yang di jelaskan ayahnya.


" Kalau begitu Kenan, kembali ke office Yah, Kenan harus membatalkan kerjasama ini. " Ucap Kenan.


Ayah Salman menganggukkan kepalanya, saat Kenan pamit mencium punggung tangannya. ayak Salman menepuk bahu Kenan memberi Kenan semangat.


Di office


Kenan langsung menuju keruangannya, setelah ia sampai office.


" Kamu masuk keruangan saya, dan bawa berkas pengajuan kerjasama YOSI FASHION. " Ucap Kenan dingin, saat sampai di depan meja kerja sekertarisnya lusi yang berada depan ruangannya.


" Bai...." Ucapan Lusi terputus karena Kenan sudah masuk keruangannya begitu saja.


" Uhhh...masih bau kencur aja, udah dingin mengalahkan balok es, gimana kalau dia sudah dewasa, bisa-bisa dia bisa mengalahkan kutub Utara, untung elu bos gue, kalau bukan udah gue pites lu. " gumam Lusi mengambil berkas di lemari dekat meja kerjanya.


" Kok istrinya bisa tahan yah, punya suami keyak es gitu. lanjut Lusi.


" Ini Pak. " Ucap Lusi setelah berada di meja kerjanya.


" Kamu hubungi pihak YOSI untuk menemui saya hari ini. " Ucap Kenan datar dan dingin setelah menerima berkas-berkas tersebut.


" Baik pak, saya permisi. " Ucap Lusi pamit untuk menghubungi pihak YOSI.


Lima menit kemudian Lusi kembali masuk, untuk memberitahu kalau pihak YOSI akan menemui Kenan segera.


" Baiklah kamu boleh keluar. " Ucap Kenan setelah mendengar ucapan Lusi, Kenan kembali memeriksa beberapa dokumen.


satu jam kemudian.


Tok...Tok...


" Masuk. " sahut Kenan tanpa mengalihkan pandangannya ke arah dokumennya.


" Selamat siang Pak Kenan. " Ucap Sarla.


Kenan mempersilahkan Sarla untuk dudu di depannya, Kenan meletakkan dokumen di atas meja, dan memperbaiki posisi duduknya yang tadi bersandar, kini ia menegakkan badannya.


" Baiklah kita langsung to the poin saja bu' Sarla. " sahut Kenan.


" Sepertinya kami tidak bisa menerima pengajuan kerjasama dari perusahaan Anda. " Lanjut Kenan.


" Tapi apa alasan anda Pak ?" Tanya Sarla.


" Bukannya itu sangat menguntungkan bagi perusahaan anda, apalagi, bapak tau sendiri kan kinerja perusahaan kami. " Ucap Sarla.


" Tapi untuk saat ini kami tidak bisa, saya tidak bisa menyangkut pautkan urusan pribadi saya dengan pekerjaan. " Ucap Kenan menatap datar Sarla.


" Maksud Pak Kenan apa ya ?" Tanya Sarla.


" Anda pasti tau apa maksud saya Bu Sarla. " Jawab Kenan.


" Baiklah kalau begitu. " Ucap Sarla Meninggalkan ruangan Kenan dengan Amarah yang memuncak.


Setelah sampai di parkiran Sarla masuk kedalam mobilnya, Sarla mengepalkan tangannya.


"Aku tidak akan membiarkan kamu bahagia Kenan " Batin Diva penuh penekanan.


📞 " Kamu siapkan semuanya, aku akan lakukan malam ini juga." Sahut Sarla kepada seseorang yang berada di seberang telpon.


" Sepertinya Kenan sudah mengetahui rencana gue, gue harus melakukan ini, untuk memisahkan mereka. " Batin Sarla melajukan mobilnya meninggalkan area kantor Kenan.


Di sisi Kenan


Kenan tampak sibuk dengan pekerjaannya yang menumpuk, kenan ingin segera menyelesaikan semua pekerjaannya secepatnya, karena ia ingin segera membawa Diva kembali kekota Z, ia takut Sarla akan berbuat sesuatu yang akan membahayakan keselamatan Diva.


Kenan mengeluarkan ponselnya, mencari nama my wife yang ia namai untuk Diva di ponselnya, Kenan segera menghubungi istrinya itu.


📞 " Assalamualaikum By. " Ucap Diva dari seberang telepon.


📞" Walaikumsalam yank. " balas Kenan.


📞 " Ada apa By' ?" Tanya Diva.


📞 " Yank sepertinya malam ini aku akan lembur, karena masih banyak yang harus aku selesaikan yank. " Jelas Kenan.


📞 " Yank aku kangen. " sahut Kenan dengan manja.


📞 " Baru juga tadi pagi ketemu by', lagian nanti juga ketemu.


📞 " Yah udah kalau gitu, aku lanjut lagi kerjanya yank, Emmuaa, emmuuuaaa. " Ucap Kenan mencium ponselnya.


Diva tersenyum mendengar Kenan menciumnya dari seberang telepon.


📞 " Kamu jangan lupa makan loh by'. " Ucap Diva.


📞 " Iya sayang, ciumnya mana yank, biar aku semangat kerjanya. " Ucap Kenan.


📞 " Emmmuuuuuaaaaaa, " Diva membalas ciuman Kenan.


📞 " Jadi tambah kangen saja yank." sahut Kenan manja


📞 " Ishh... kamu by, kerja lagi gih, biar cepat pulangnya. " Ucap Diva.


📞 " Iya sayang. Assalamualaikum. " Ucap Kenan memutuskan sambungan teleponnya.


Kenan meletakkan ponselnya setelah setelah menghubungi istrinya.


Kenan tampak sibuk dengan dokumen dan juga komputer yang didepannya.


Kenan melihat kearah jam ternyata sudah menunjukkan jam 9 malam.


Tiba-tiba ponsel Kenan berdering, Kenan mengangkat kedua alisnya, karena melihat nomor yang tidak terdaftar di ponselnya.


📞 " Halo, assala...." Ucapan Kenan terputus karena orang yang diseberang telpon segera menyela ucapan Kenan.


📞 " Kalau kamu masih sayang dengan istri kamu, segera keluar. " Ucap seseorang di balik telpon.


📞 " Siapa kamu, apa yang kau lakukan dengan istri saya, jangan coba-coba kau melukainya sedikit pun. " Ucap Kenan khawatir dan penuh penekanan.


📞 " Sekarang katak...." Ucapan Kenan terputus karena sambungan teleponnya terputus.


Kenan segera keluar ruangannya berlari menuju depan kantor, Dan melupakan ponselnya yang dia letakkan di meja kerjanya setelah menerima panggilan tadi.


Kenan sudah sampai di depan kantor, disana sudah nampak sepi, dan satpam yang biasa jaga malam di pos entah kemana.


Kenan berjalan celingak celinguk mencari seseorang yang menelponnya tadi, Kenan berjalan kearah mobilnya. Kenan segera membuka pintu mobil, tapi sebelum dia membukanya seseorang membekap mulut Kenan menggunakan sapu tangan yang sepertinya sudah di beri obat bius, hal itu membuat Kenan jatuh pingsan.


*Bersambung....


Bonus visual Kenan dan Diva*.




Jangan lupa


like


coment


vote


🤗🤗🤗🤗🙏🙏🙏🙏