Pernikahan Yang Tak Kuduga

Pernikahan Yang Tak Kuduga
PYTK 02 Season 3 ( Next Generatoin )


Terlihat Khay sedang bersiap-siap di kamarnya untuk segera ke cafe dimana dia dan teman-temannya biasa berkumpul.


Terlihat Khay sibuk memakai pakaiannya satu persatu, terakhir Khay memasang jam tangan mewahnya di pergelangan tangan kirinya, kemudian Kenan kembali memeriksa penampilannya di depan cermin sambil sedikit merapikan tatanan rambutnya kembali.


"Gue emang tampan." Ucap Khay membanggakan dirinya.


Khay pun meraih kunci mobilnya yang ada di atas nakas, kemudian keluar dari kamarnya, ia berlari kecil menuruni setiap anak tangga sambil bersenandung.


"Bang, mau kemana?" Tanya Kenan yang sudah menunggu di meja makan bersama dengan Kia yang memainkan ponselnya disana, sedangkan Diva membantu bi Ratih menyajikan makanan di meja makan.


"Mau ke cafe yah bentar, aku udah janji sama teman-teman aku, bolehkan ?" Jawab Kenan kemudian meminta izin.


"Beneran di cafe kan ? Jangan sampai ayah tau kamu ketempat yang seperti dulu ayah tau, kamu tau sendirikan hukumannya apa ?" Tanya Kenan penuh selidik dan ancaman tegas buat putranya itu, Kenan bukan menekan pergaulan putra dan putrinya tapi Kenan tidak mau kedua anaknya itu masuk kedalam pergaulan bebas.


"Bener yah, cuma di cafe doang kok, di cafe tempat biasa aku kumpul sama si Leo juga Doni." Jelas Khay.


"Ada acara apa emangnya bang ?" Kini Diva yang bertanya kepada putranya.


"Buat ngerayain kemenangan tim sepak bola aku Bun." Jawab Khay.


"Ya sudah sana pergi, hati-hati, pulangnya jangan terlalu larut." Seru Diva.


"Iya Bun, kalau begitu aku pamit ya, Yah, Bun." Pamit Khay mencium kedua pipi orangtuanya bergantian.


"Dah kebo..." Ujar Khay kepada adiknya itu kemudian buru-buru pergi sebelum mendapat bogem dari sang adik, sedangkan Kia mendengus kesal karena Kenan menahannya saat ingin mengejar kakaknya itu.


"Ayah kok ngalangin sih, masa aku di bilang kebo sama si onta." Ucap Kia kesal sambil memajukan bibirnya.


"Tuh adeknya juga ngatain kan, jadi satu sama." Ujar Kenan.


"Ya sudah, lebih baik kita makan sekarang." Seru Diva.


...----------------...


Khay memukul kemudiannya lalu kembali melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya.


"Sial kok pake macet segala sih, enggak biasanya jalanan sini macet. !" Umpat Khay kesal.


Selama hampir satu jam akhirnya mobil Khay masuk ke halaman parkir sebuah cafe yang cukup mewah dan betema outdoor. setibanya di pintu masuk Khay melihat sahabat-sahabatnya dan langsung menghampirinya.


"Hay semua, sorry gue telat." Ucap Khay langsung duduk di samping Priska.


"Udah lama kalian ?" Tanya Khay.


"Udah hampir lumutan kita." Sahut Doni.


"Emangnya dari mana aja loh, tumben banget kamu telat ?" Tanya Leo.


"Iya Khay, kirain kamu enggak jadi kesini tadi." Timpal Priska.


"Gue kejebak macet, sepertinya ada kecelakaan beruntun di jalan yang tak jauh dari rumah gue." Jelas Khay mencomot kentang goreng yang ada dihadapannya.


"Oh iya Khay dengar-dengar kampus kita bakalan ada mahasiswi baru deh, kalau enggak salah sih dia masuk tingkat awal, menurut yang gue denger juga itu dari kota Z." Ucap Leo panjang lebar.


"Tau dari mana loh ?" Tanya Khay.


"Taulah, kakak gue kan dosen di kampus kita, kebetulan dia megang di tingkat awal." Jelas Leo.


"Cakep enggak Le ? Kali aja kan gue bisa move on kalau Deket dia nanti." Ucap Doni.


"Mana gue tahu oon, gue baru denger kabarnya, belum tahu orangnya cakep apa kagak." Ucap Leo.


"Btw kalian mau ada rencana kemana akhir pekan ini, kita liburan bareng yuk." Ajak Priska.


"Kemana ? Lagian liburan dua hari doang mau kemana kita, yang ada pasti kepuncak doang, bosen ah..." Ujar Khay.


"Bagaimana kalau kita ke pantai, daerah H aja, gue denger-denger sport pantai disana keren." Usul Priska.


"Ok kalau gitu, gue setuju, loh berdua bagaimana, ikut kagak ?" Sahut Leo dan beralih pada Khay dan Doni.


"Gue ikut aja." Sahut Khay.


"Gue juga." Ucap Doni ikut setuju.


"Ok, Fiks ya, akhir pekan kita liburan." Ujar Priska.


Merekapun menikmati makanan yang mereka pesan, sambil mengobrol santai sesekali terdengar tawa mereka karena candaan yang ke empatnya buat, terutama Doni yang selalu menjadi bahan bulian mereka karena gagal move on.


📞 "Assalamualaikum Yah, ada apa ?" Tanya Khay setelah menjawab panggilan masuk di ponselnya dan ternyata itu dari Kenan ayahnya.


📞 "Om Rafa sama Tante Hera kecelakaan bersama dengan seluruh keluarganya, sekarang mereka ada di rumah sakit."


📞 "Apa Yah, kecelakaan ? Ucap Khay kaget mendengar kabar dari ayahnya.


📞 "Kamu ke rumah sakit Harapan sekarang, ayah dan yang lainnya sudah disini.!" Seru Kenan diseberang telpon sana.


📞 "Baik Yah, aku kesana sekarang."


📞 "Ya sudah, kamu hati-hati, Assalamualaikum!!" Ucap Kenan.


📞 "Iya Yah, Walaikumsalam." Balas Khay*.


Setelah panggilan berakhir Khay pun pamit duluan kepada sahabat-sahabatnya untuk segera kerumah sakit.


"Siapa yang kecelakaan Khay ?" Tanya Priska.


"Om dan Tante gue yang dari kota Z, sorry ya gue duluan." Jawab Khay kemudian pergi meninggalkan sahabat-sahabatnya.


...----------------...


Khay berjalan menyusuri koridor rumah sakit menuju UGD, disana sudah ada keluarga Kenan dan juga Ray sedang menunggu Rafa dan keluarganya ditangani oleh dokter.


Khay yang melihat ayahnya dan Om Ray duduk di kursi tunggu sambil melipat kedua tangannya, ia langsung menghampiri keduanya.


"Yah, Om bagaimana keadaan om Rafa dan yang lainnya ?" Tanya Khay sambil menyalami tangan keduanya bergantian.


"Om Rafa, Tante Hera dan Enzy masih dalam penanganan, sedangkan Kedua opa dan Oma sudah tidak bisa lagi diselamatkan." Jelas Kenan.


"Innalillahi wainnailaihi Raji'un." Ucap Khay mendengar kabar duka dari ayahnya.


Khay menghampiri Kia, Rendra dan Nendra yang duduk tak jauh dari ayahnya juga om Ray.


Khay pun duduk di samping adiknya menunggu kabar dari dokter.


Tak lama seorang dokter keluar dari ruangan UGD, Diva dan Lani yang berada tak jauh dari pintu langsung menghampiri dokter tersebut.


"Dok bagaimana keadaan saudara saya dan ponakan saya Dok ?" Tanya Diva dengan raut kekhawatiran diwajahnya.


"Maaf Nyonya, saudara anda tidak bisa diselamatkan, karena benturan keras di bagian kepalanya, hingga mengalami pendarahan pada otak." Jelas Dokter.


"Maksud dokter saudara saya yang mana dok ?" Tanya Lani karena di dalam ada Rafa dan Hera.


"Keduanya Nyonya." Sahut dokter.


Diva dan Lani seketika bungkam, ia tak tau harus mengatakan apa lagi, tiba-tiba tubuh keduanya terasa lemas dan hampir saja terjatuh, untung saja Kenan dan Ray dengan cepat menahan tubuh istrinya masing-masing.


"Bagaimana dengan ponakan saya Dok ?" Tanya Kenan.


"Kecuali ponakan tuan, dia masih bisa diselamatkan, tapi sekarang dia dalam keadaan koma." Terang dokter.


"Baik Dok, lakukan yang terbaik buat ponakan saya, berapapun biayanya akan saya tanggung semuanya." Ujar Kenan.


"Baik tuan, kalau begitu saya permisi, dan tolong segera urus administrasinya, agar jenazahnya bisa segera dibawah pulang." Ucap dokter dan di angguki Kenan.


Kenan memeluk tubuh istrinya kuat sambil terus mengusap punggungnya.


"Yank, kamu yang tenang ya, kamu enggak boleh seperti ini, mungkin ini sudah jalan takdir mereka, kamu harus kuat, masih ada Enzy yang membutuhkan suport dari kita semua." Ucap Kenan.


"Benar yang dikatakan Kenan ma, kamu juga harus kuat dan mengikhlaskan semuanya, kita harus terlihat kuat di depan Enzy nanti, karena pasti dia akan terpukul jika mengetahui kalau seluruh keluarganya telah meninggalkan dia sendirian, Enzy hanya memiliki kita sekarang, jadi kamu enggak boleh terlihat lemah di depannya." Ucap Ray juga berusaha menenangkan istrinya.


Diva dan Lani hanya bisa mengangguk menanggapi dalam pelukan suami mereka masing-masing.


Sedangkan Khay, Kia dan si kembar hanya bisa tertunduk, mereka ikut merasakan kesedihan yang mendalam karena kepergian om dan tantenya.


Walaupun Rafa dan keluarganya tinggal di kota Z, Khay, Kia dan si kembar sangatlah dekat dengan Om dan tantenya itu, karena baik Rafa dan Hera selalu memperlakukan mereka seperti anak kandungnya sendiri.


Bersambung......


Hay para readers author kembali meminta dukungan kalian agar author tetap semangat membuat alur dan cerita yang menarik untuk kalian semua, jadi jangan lupa tekan like, dan tinggalkan komentar kalian setelah habis membaca setiap episodenya. jangan lupa juga berikan vote dan hadiahnya untuk author agar tetap semangat buat up.


Terimakasih salam sayang dari Author


🙏🙏🙏🤗🤗🤗❤️❤️❤️