
Setelah sholat magrib berjama'ah Diva meminta izin kepada mertuanya untuk kembali ke kamar dengan alasan tak enak badan. Diva mengbil alih Baby Khay dari Bi Siti, sepertinya baby Khay sudah siap dengan pakaian tidurnya setelah tadi Sore ia makan.
"Sayang Abangnya biar sama Bunda saja, kamu istirahat saja, nanti makan malam kamu biar bibi yang mengantarkannya ke kamar kamu !! Ujar Bunda Vivian.
Sedangkan Kenan hanya bisa terdiam melihat interaksi bunda dan Istrinya. Pak Salman mengernyitkan keningnya, ia curiga kalau anak dan menantunya itu sedang dalam masalah.
"Ekmmmm... Pak Salman berdehem membuat bunda Vivian dan Diva beralih kepadanya begitupun dengan Kenan.
"Kenan apa ada masalah ?" Tanya Pak Salman menatap serius putranya itu.
"Tidak ada Yah." Jawab Kenan.
"Kenan antarkan istri kamu ke kamar, jika ada masalah coba selesaikan dengan baik ! Ayah rasa kamu sudah cukup dewasa dalam bersikap !!" Tegas Pak Salman.
"Bun, tolong beritahukan bibi untuk mengantarkan makan malam Kenan dan Diva di kamar saja !! Seru pak Salman dan langsung di angguki bunda Vivian.
"Yah, Bun, kalau begitu aku pamit ke kamar, biarkan baby Khay aku bawah dulu nanti kalau dia rewel aku bawah ke bunda atau bi Siti." Pamit Diva ingin tetap membawa putranya bersamanya.
"Div, Abangnya tinggalkan saja sama bunda, istrirahatlah, toh stok susunya masih adakan, kalaupun habis tidak apalah di kasi sufor sesekali." !! Timpal Pak Salman karena ia merasa kalau masalah Kenan dan Diva saat ini cukup berat.
"Baik yah." Sahut Diva.
"Kenan antarkan istri kamu !" Tegas Pak Salman.
Kenan hanya bisa menurut saja, walaupun sebenarnya ia masih dalam pikiran yang kacau, ia tak tau harus bagaimana menghadapi istrinya.
🍀🍀🍀
Di kamar
Saat masuk kamar Kenan melihat Diva baru memasuki kamar mandi, ia sebenarnya merasa bersalah dengan istrinya itu, tapi entah kenapa ia bisa bersikap seperti tadi. Kenan duduk di sofa yang berada di kamar.
Tok...tok....
Kenan beranjak dari duduknya kemudian membuka pintu kamarnya.
"Silahkan masuk bi !" Kenan memberikan jalan agar bibi yang mengantarkannya makanan bisa lewat.
"Letakkan di atas meja saja bi !" Lanjut Kenan.
"Den, kata Tuan setelah makan Aden di suru menemuinya di ruang kerjanya." Ujar bibi setelah meletakkan nampan di atas meja.
"Baik Bi, terimakasih." Ucap Kenan.
"Sama-sama den."
Setelah bibi itu keluar, Kenan kembali duduk di sofa, ia sama sekali menyentuh makanan yang di antarkan bibi tadi, Kenan akan menunggu Diva keluar dari kamar mandi terlebih dahulu.
Cukup lama Kenan menunggu, Diva sama sekali belum keluar, ia merasa khawatir takut hal-hal buruk terjadi pada istrinya.
Kenan beranjak dari duduknya kemudian berjalan menuju kamar mandi, saat ia memutar knop pintu kamar mandi, tapi ternyata Diva menguncinya dari dalam.
Tok....Tok...Tok...
"Yank....Yank... Kamu baik-baik saja kan di dalam ? Yank...." Kenan terus menggedor-gedor pintu kamar mandi sambil memanggil-manggil Diva. namun masih tak ada jawaban dari dalam, karena tak mendengar sahutan dari dalam Kenan mengambil ancang-ancang untuk mendobrak pintu tersebut, tapi sebelum Kenan benar-benar mendobrak pintunya Diva keburu keluar sambil menundukkan wajahnya, sepertinya Diva menyembunyikan wajah sembabnya, karena Diva terus menangis di dalam kamar mandi.
"Ngapain aja kamu di dalam ? Apa kamu pikir aku tidak khawatir, hah ?" Bentak Kenan.
Diva tak menjawab pertanyaan-pertanyaan dari suaminya, ia tak bisa mengeluarkan kata apapun, Diva kembali terisak mendapatkan perlakuan seperti itu dari Kenan, ia benar-benar merasa sesak dengan semua itu.
Diva berjalan menuju tempat tidur, terus berbaring kemudian menutup dirinya dengan selimut, di dalam selimut Diva terus menangis tanpa mengeluarkan suaranya, Diva sampai menggigit ujung selimut karena takut Kenan mendengarnya menangis.
Kenan mengusap wajahnya kasar kemudian ikut naik ketempat tidur, ia memeluk tubuh istrinya dari belakang yang masih terbungkus selimut yang cukup tebal.
"Maaf..." Ucap Kenan dekat telinga Diva.
"Maafkan aku Yank, aku sadar aku salah." Ucap Kenan lagi mengeratkan pelukannya.
Diva hanya menganggukkan kepalanya, Kenan menarik selimut yang menutupi seluruh tubuh Diva, kemudian ikut masuk.
"Yank madap sini dong !!" Kenan menarik bahu Diva agar menghadapnya.
Setelah Diva membalikkan badannya, Diva langsung memeluk erat tubuh suaminya itu bersabda di dada bidang itu kemudian menangis terisak sehingga membuat kaos yang digunakan Kenan basah di bagian dadanya.
"Aku takut by', aku takut kamu meninggalkan ku dengan Abang, aku benar-benar takut." Ucap Diva di sela-sela isakannya.
"Aku tidak akan meninggalkan kalian, aku murni hanya membantu Sarla yank, aku benar-benar merasa sangat bersalah, saat ini ia tidak memiliki siapa-siapa lagi, juga sudah tak memiliki apa-apa, dia sangat membutuhkan pekerjaan." Jelas Kenan membalas pelukan istrinya kemudian mengecup pucuk kepalanya.
"Sekarang makan yuk ! Aku sudah lapar banget yank, emangnya kamu enggak lapar ?" Ajak Kenan.
Diva melepaskan pelukannya, ia ingin segera bangun, tapi tiba-tiba Kenan menahan lengannya.
"Mau kemana ?" Tanya Kenan.
"Katanya mau makan, ya ayo." Jawab Diva.
"Aku lapar ingin makan kamu Yank." Kenan kembali menarik tangan Diva masuk kedalam dekapannya.
"By, kit....
Ucapan Diva terhenti saat Kenan membungkam mulutnya dengan mulutnya, Kenan terus menciumi Diva dengan sangat lembut, Diva yang memang sudah sangat merindukan suaminya itu ia pun terbuai, Diva pun membalas permainan suaminya, sehingga keduanya sama-sama larut dalam hasrat yang menginginkan lebih, pakaian keduanya pun sudah mereka tanggalkan entah sejak kapan. Saat Kenan akan memulai permainannya, tiba-tiba ponselnya berdering, awalnya Kenan tak menghiraukan panggilan tersebut, namun ponselnya terus berdering, ia menghentikan aktivitasnya, lalu meraih celana boxernya kemudian berjalan ke arah Sofa di mana ponselnya berada.
📞 "Halo Saat, ada apa ?" Ucap Kenan setelah menjawab panggilan yang menelponnya dan sepertinya itu dari Sarla.
📞 .....
📞 "Baiklah besok kita akan segera berangkat ke kota Xx, kamu bisa ikut dengan kami besok !!
📞 "Diva pasti enggak masalah dengan ini, aku akan bicara dengannya nanti, kamu urus saja segera tiketnya, semuanya ada 5 orang sudah termasuk baby Khay." Ujar Kenan.
📞 ".....
📞 "Ya sudah selamat beristirahat ! Segera kabari aku jam berapa keberangkatan kita, dan kami akan menjemputmu di hotel, kita akan berangkat barengan ke bandara.
Setelah memutuskan panggilannya dengan Sarla, Kenan meletakkan ponselnya kembali ke atas meja, lalu kembali menghampiri Diva yang sedang asik memainkan ponselnya sambil bersandar pada tumpukan bantal.
"Ayo kita makan, sepertinya makannya sudah mulai dingin !" Ajak Kenan.
"Emmm.... tolong ambilkan baju aku by !" Ujar Diva meminta tolong Kenan agar mengambilkan pakaiannya yang sudah Kenan lemparkan ke sembarang tempat tadi. Kenan mengambilkan pakaian yang di maksud Diva lalu berjalan lebih dulu ke arah Sofa, di sana sudah ada makanan yang sudah di siapkan bibi tadi.
Setelah memakai pakaiannya, Diva menyusul suaminya ke sofa, keduanya pun makan dengan hening tanpa ada yang berucap, tak seperti biasanya jika makan Kenan ada saja yang ia minta, ataupun biasanya bersikap manja kepada Diva agar ia di suapin, apalagi di saat makan berdua seperti ini.
"Yank, aku bawa ini keluar ya, kalau kamu mau tidur, tidur duluan aja, soalnya ayah nungguin aku katanya." Ujar Kenan setelah keduanya selesai makan.
"Iya." Sahut Diva.
"Ya sudah aku keluar ya, oh iya besok kita akan kembali ke kota Xx, ada pekerjaan yang sangat penting dan tidak bisa di wakilkan oleh siapapun, tadi Sarla menelpon memberitahu soal masalah ini." Jelas Kenan sedangkan Diva hanya bisa menganggukkan kepalanya, karena percuma saja ia protes, toh itu bisa saja membuat Kenan kembali emosi atau marah-marah tak jelas, karena Kenan telah sedikit berubah setelah kembali dari Singapore, setelah ia bertemu dengan Sarla kembali.
Kenan pun keluar dari kamar sambil membawa nampan bekas makan mereka.
"Uffhhhttg....." Diva menghela nafas panjang, tanpa terasa air matanya kembali menetes, Diva buru-buru menyekahnya, lalu kembali ke tempat tidur.
Dan permainan merekapun sepertinya tidak jadi.
Bersambung.....
Bagaimana para readers ?? Jangan lupa tinggalkan LIKE, KOMENTAR, dan juga VOTE....
Terimakasih 🙏🙏🙏🤗🤗🤗❤️❤️❤️