Pernikahan Yang Tak Kuduga

Pernikahan Yang Tak Kuduga
PYTK 81 Season 3 (Next Generasi)


Pagi ini Kia kembali masuk ke sekolah, dengan santainya Kia dan Prilly menyusuri koridor menuju kelasnya, saat tengah bercanda ria dengan Prilly, tiba-tiba Andre salah satu siswa populer di sekolah tersebut merangkul Kia, membuat Kia terlonjat kaget.


"Andre, loh mau buat gue jantungan, hah ?" Seru Kia memutar bola matanya malas, tapi tetap membiarkan Andre merangkul bahunya.


"Sorry quen, habisnya gue panggil sejak tadi lih kagak dengar." Sahut Andre.


"Oh iya Ndre, siang nanti loh ada acara gak ?" Tanya Prilly.


"Maksudnya, pulang sekolah nanti ?" Tanya Andre balik.


"Iya ! Loh ada acara gak ?" Sahut Prilly lalu mengulangi pertanyaan awalnya.


Andre berpikir sejenak, lalu menjawab.


"Sepertinya kagak ada sih ! Emang kenapa ?" Tanya balik Andre.


"Gua sama Kia, rencananya mau jalan-jalan, ke mall nonton gitu, mau gabung gak ?" Terang Prilly lalu mengajak pria tersebut.


"Ok, gue ikut deh, daripada gue pulang, bosan juga dirumah." Sahut Andre menyetujui ajakan Prilly.


"Tapi ingat, kalau loh mau ikut, jangan lupa teraktir kita." Sahut Kia.


"Siap quen, dan prinses, apasih yang enggak buat kalian." Ucap Andre gemas melepaskan rangkulan dari bahu Kia, lalu berjalan mundur di hadapan kedua sahabat wanitanya itu.


Tiba-tiba Andre menabrak seseorang, membuat barang bawaan orang tersebut jatuh berserakan kelantai.


Kia yang melihat orang yang ditabrak Andre hanya menunjukkan wajah datar dan dinginnya.


"Maaf pak, maaf... Saya enggak liat bapak." Ucap Andre membantu Kavi mengumpulkan barang bawaannya, sedangkan Kavi hanya diam melihat ke arah Kia, sedangkan yang di lihat melihat ke arah lain.


"Ini pak barang-barang bapak, maaf kalau saya tidak hati-hati!" Ucap Andre menyerahkan beberapa map, membuat Kavi sedikit tersentak karena sejak tadi hanya memperhatikan Kia.


"Emmm, makanya lain kali kalau jalan madao depan, jangan malah sibuk pacaran, sampai-sampai menabrak." Ucao Kavi datar sambil menerima map-nya dari tangan Andre, kemudian melangkah pergi dari sana, melewati Kia begitu saja.


"Itu siapa sih ?" Tanya Andre pasalnya ia belum melihat Kavi sebelumnya.


"Masa log kagak tahu sih, dia yang dulu menjadi pembawa materi saat seminar beberapa hari yang lalu disini, dan sekarang dia guru baru disini, dia mengajar di kelas XII." Jelas Prilly.


"Gue baru lihat dia ogeb, kamu tahu sendirikan gue gak ngikutin seminar waktu itu." Ujar Andre.


"Sudahlah gak usah bahas guru baru itu, kagak penting juga kan, yok Pril kita ke kelas, Ndre kamu mau bolos lagi apa mau masuk ke kelas kamu ?" Ajak Kia pada Prilly lalu beralih pada Andre. Pasalnya pria itu sering sekali membolos.


"Sepertinya hari ini gue kagak bolos deh, mood gue lagi baik sekarang." Ucap Andre.


"Ya sudah gue ke kelas dulu ya, sampai ketemu di parkiran nanti !" Ucap Andre lalu meninggalkan kedua wanita tersebut.


Andre, Kia, dan Prilly sudah berteman sejak SMP, namun saat di SMA Kia dan Prilly memilih jurusan berbeda dengan Andre, tapi selama ini mereka masih berteman baik.


Di dalam kelas Kia sibuk memainkan ponselnya melihat-lihat beberapa informasi terbaru soal sperpak-sperpak otomotif, sedangkan Prilly sibuk memainkan sosmednya, mencoba mencari akun sosmed Kavi.


"Ki...Kia, lihat deh..." Heboh Prilly menarik-narik lengan seragam Kia.


"Emm apaansih heboh banget ?" Sahut Kia acuh tak acuh masih fokus pada ponselnya.


"Nih, liat dulu Ki, sepertinya ini akun sosmed pak Kavi deh, liat deh FP nya duh ganteng gila, parah, umur aja boleh banyak, tapi muka dan penampilan tak kalah dari ABG gitu Ki." Heboh Prilly memperlihatkan foto profil Kavi disalah satu akunnya...


Kia tampak Jengah mendengar sahabatnya itu terus memuji-muji pria dewasa tersebut.


"Biasa aja tuh, kalau udah tua mah, tetap apa tua." Sahut Kia.


"Ki, kalau gue jadi loh nih yah, udah gue terimah tuh om-om." Celetuk Prilly dan langsung mendapatkan jitakan keras dikeningnya dari Kia.


"Duhhh sakit tau Ki." Aduh Prilly mengusap keningnya, sambi meringis.


"Lagian kalau loh ngomong sembarangan wae, kejar sana loh ! Siapa tau aja tuh aki-aki jadi demen ama loh, kalau gue sih ogah." Ucap Kia jengah.


Tanpa Kia sadari, Kavi sudah berdiri di belakangnya, Prilly berusaha memberikan kode, namun sepertinya Kia kurang peka dengan kode yang diberikan Prilly.


"Kenapa mata loh, sakit ? Lagian loh pakai pandang terus tuh foto aki-aki, syukuri mata loh sakit kan, gue doain mata loh terus seperti itu, Hahahaha...." Ucap Kia tak mempedulikan kode dari sahabatnya, kemudian tertawa terbahak-bahak di akhir katanya.


"Ma**s gue." Batin Kia merngis tanpa bersuara.


Kia menaikkan kedua alisnya kepada Prilly, sedangkan Prilly hanya membalas dengan anggukan kepala, sambil melihat ke arah Kavi.


"Hehehe bapak, sejak kapan bapak berada disitu pak, mau ikut diskusi juga ya pak ?" Ucap Kia menoleh kebelakang, sambil menggaruk tengkuknya yang sama sekali tak gatal.


Sedangkan Kavi mentap Kia dengan tatapan ingin mengerihka, membuat Kia sedikit ketakutan.


"Siapa yang kamu bilang aki-aki, Hem ?" Tanya Kavi dingin.


"Eng....enggak ada yang bilang aki-aki kok pak, emang siapa yang bilang Pril, kamu ya, enggak kan ?" Sahut Kia mengelak lalu beralih pada sahabatnya meminta pembelaan.


"Ini pak, kita lagi diskusi soal materi yang bapak sampaikan kemarin, apa bapak mau ikut berdiskusi juga ?" Lanjut Kia.


"Apa yang kamu diskusikan, bukannya kemarin kamu gak ikut kelas saya?"


"Maka dari itu pak, karena saya tidak ikut sebagai siswi yang terbaik dan pintar di kelas ini, saya menanyakan soal materi yang bapak sampaikan kemarin." Jelas Kia.


"Aku cerdas kan pak ?" Lanjutnya bertanya.


"Kamu kalau ditanya ada aja jawabannya." Ujar Kavi.


"Iya dong pak, kalau kita di beri pertanyaan pasti dijawab dong, sama halnya kalau bapak memberikan tugas atau ulangan, pertanyaan soalnya harus dijawab juga kan." Lagi-lagi Kia tak habis kata-kata, membuat Kavi pusing sendiri dibuatnya, tapi tak bisa ia pungkiri kalau ia senang melihat Kia berbicara seperti itu, dari pada gadis kecil itu bersikap cuek dan dingin kepadanya.


"Baiklah, tugas kemarin segera di kumpulan di meja saya, bagi siapa yang tidak mengumpulkan tugas, menghadap keruangan saya !!" Seru Kavi kemudian berjalan menuju mejanya.


Kia mencari-cari buku tugas yang sudah ia kerjakan semalaman, setelah mendapatkan soal dari Prilly, Kia membongkar semua isi tasnya, namun ia tak menemukan buku tersebut.


"Masih sisa satu lagi yang belum mengumpulkan tugas, bagi yang merasa silahkan berdiri di depan !" Ujar Kavi setelah memeriksa tumpukan buku-buku murid kelas tersebut.


"Pril, sepertinya buku gue ilang deh." Bisik Kia.


"Kok bisa, apa jangan-jangan kamu lupa bawa." Tebak Prilly.


"Gue bawa kok, mungkin saja terjatuh pas dijalan tadi, bagaimana ini Pril ? Gue bakal dapat hukuman nih sama tuh aki-aki." Ujar Kia.


"Siapa lagj yang belum mengumpulkan tugas ?" Bentak Kavi dengan suara penuh penekanan, memenuhi ruangan kelas tersebut.


Kia beranjak dari kursinya, lalu perlahan namun pasti ia berjalan mendekati meja Kavi.


"Kamu lagi ? Ucap Kavi sedikit membentak.


"Maaf pak, sepertinya buka saya jatuh pak, pas saya kesini." Jelas Kia.


"Saya tidak mau mendengar alasan apapun, sekarang kamu kembali ke tempat kamu, setelah mata pelajaran saya selesai kamu keruangan saya, mengerti !" Ucap Kavi terlihat marah. Padahal aslinya dia bersorak gembira, kalau ada untungnya juga ia menemukan buku gadis itu saat mereka bertemu di koridor tadi, Kia tak menyadari kalau disana bukunya terjatuh.


"Tapi pak, sa....


"Tidak ada tapi-tapian, atau gak kamu akan mendapatkan hukuman lebih dari ini, saya akan melaporkan kelakuan Anda pada BK, lalu memanggil kedua orangtua kamu." Ucap Kavi dengan nada mengancam.


"Ba... baiklah pak, aku akan keruang bapak." Putus Kia, daripada orangtuanya di panggil, dan ujung-ujungnya semua pasilitanya dicabut.


Kia dengan perasaan kesal kembali ketempat duduknya, sambil menyumpah serapahi pria yang kini menjadi gurunya tersebut.


Bersambung........


Kia



Kavi



Jangan lupa tetap dukung, budayakan like komen dan vote setelah membaca episodenya.


Terimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏🙏