
Setelah sarapan Kenan dan keluarga kecilnya berkumpul di ruang tengah, tak lupa baby Khay yang tak mau jauh-jauh dari Kenan. Kenan mengajak baby Khay main di atas karpet sesekali terdengar suara menggemaskan dari bayi 5 bulan itu jika Kenan menggelitik perutnya.
Sedangkan Diva duduk di atas sofa memperhatikan keduanya, Diva merasa sangat bahagia karena suaminya sudah meluangkan waktu untuk mereka.
Saat sedang bermain dengan putra kecilnya itu ponsel Kenan berdering, karena ponsel Kenan berada persisi di samping Diva, jadi Diva bisa melihat siapa yang menghubungkan suaminya.
"Siapa yang nelfon yank ?" Tanya Kenan.
"Luci !" Kata Diva sedikit kesal, karena itu pasti menyangkut pekerjaan.
Kenan yang melihat perubahan wajah istrinya yang menampilkan ketidak senangnya.
"Itu ponsel kamu jawab ! Dari tadi berdering terus !!'' Ujar Diva dingin.
Kenan menjawab panggilan dari Luci.
📞 "Ada apa ?" Tanya Kenan to the poin saat sudah menjawab telfon tersebut.
📞 "Ini Pak, klaiyen dari STARS FASHION ingin melakukan pertemuan hari ini juga." Terang Luci.
📞 "Apa tidak bisa lain hari saja ? Untuk seminggu kedepan saya tidak ke kantor.
📞 "Tidak bisa Pak, soalnya mereka akan ke luar negeri dengan waktu yang cukup lama."
📞 "Kamu saja yang mewakili ku, atau saya telfon pak Anton (Asisten pak Salman yang kini juga menjadi asisten Kenan di perusahaan).
📞 "Tapi Pak, ini harus bapak yang menemui mereka, karena ada beberapa berkas yang harus di tandatangani.
Kenan melirik sang istri yang tampak acuh tak acuh, namun Kenan tau perasaan istrinya saat ini, Diva pasti kesal terlihat dari raut wajahnya.
📞 "Baiklah, nanti saya kabari." Kenan mengakhiri telefonnya, lalu beranjak duduk di samping istrinya.
"Yank..." Kenan memegang tangan istrinya.
"Pergi saja kalau kamu mau pergi, aku tidak apa-apa, siapa tau itu penting." Ucap Diva dingin.
"Kamu marah ?" Tanya Kenan.
"Enggak.
"Baiklah ayo kita siap-siap !" Ucap Kenan menarik tangan istrinya.
"Siap-siap kemana ? Bukannya kamu mau menemui klaiyen kamu ?" Diva menoleh kearah suaminya.
"Iya, tapi itu hanya sebentar, kamu sama baby Khay ikut dulu ke office, lalu setelah itu kita jalan-jalan." Ucap Kenan tersenyum lalu merapikan rambut Diva ke belakang telinganya.
"Jangan pegang-pegang, kamu belum dapat izin untuk itu." Sahut Diva menepis tangan Kenan.
"Dari tadi juga aku pegang tangan kamu Yank." Ujar Kenan lalu mengambil baby Khay.
"Ayo jagoan kita siap-siap !" Kenan menggendong baby Khay masuk ke kamarnya kemudian di ikuti Diva dari belakang.
Setelah memakai stelan kantornya, Kenan menyusul istri dan anaknya di kamar baby Khay.
"Yank, sudah siap ?" Tanya Kenan.
"Sudah !" Sahut Diva kemudian mengambil tas perlengkapan babynya.
"Tunggu Yank !" Cegah Kenan.
"Ada apa ?" Tanya Diva bingung.
"Baju baby Khay kok di ganti, aku nanti enggak pakai baju warna seperti itu Yank." Ucap Kenan saat melihat pakaian putranya di ganti.
Kemudian Kenan mencari baju yang sekiranya cocok untuk putra dan dirinya.
"Kamu juga Yank, ganti baju yang senada dengan kami !" Ucap Kenan setelah mendapatkan Hoodie putih untuk baby Khay.
"Kamu kok jadi ribet gitu sih ? Lagian aku enggak punya baju warna putih. lagian baju aku ini cocok juga sama apa yang kalian kenakan." Diva jengah melihat keribetan Kenan mengenai perkara baju.
"Ya sudah nanti kita belanja pakaian, couplean untuk kita bertiga." Ucap Kenan.
"Ayo kita jalan !" Kenan pun menggendong baby Khay setelah memaksakan Hoodie putihnya, lalu merangkul Diva keluar dari kamar.
Setelah sampai basemen, Kenan membukakan pintu mobil untuk Diva, setelah Diva masuk ia membiarkan Baby Khay ke pangkuan Diva, namun tiba-tiba baby Khay menangis tidak ingin lepas dari ayahnya.
"Hay jagoan, kamu sama bunda dulu ya, ayahkan mau nyetir sayang." Ucap Kenan membukukan badannya sambil mengusap kepala putranya yang kini duduk di pangkuan Diva, namun baby Khay tetap menangis.
"Emang kamu bisa yank, itu lukanya sudah nggak sakit emang ?" Tanya Kenan mengkhawatirkan Diva.
"Kalau luka gini mah kecil, udah sering." Ucap Diva.
"Ya sudah." Kenanpun mengambil alih gendongan baby Khay, sedangkan Diva langsung berpindah posisi ke bagian kemudi tanpa keluar dari mobil terlebih dahulu.
"Sayang bunda kamu benar-benar bar-bar." Ucap Kenan saat melihat Diva padahal dia sudah menyingkir dari pintu mobil agar Diva lewat.
"Sudah buruan naik !" Sahut Diva saat setelah menyalakan mesin mobil.
Keluarga kecil itupun menuju ke office, sekitar 30 menit Keluarga kecil Kenan tiba di office banyak pasang mata karyawan yang melihat keharmonisan mereka, saat ini Kenan masih mengenakan stelan jasnya, sambil menggendong baby Khay, sedangkan Diva terpaksa merangkul lengan Kenan karena Kenan sendiri yang meraih tangan Diva supaya merangkulnya, Diva tidak bisa menolak, karena banyak karyawan yang melihatnya.
"Pak, Pak Rahardian sudah menunggu bapak di dalam." Ucap Lusi saat Kenan sudah berada di hadapannya bersama dengan istri dan anaknya.
"Ya sudah, berkas-berkasnya sudah ada di dalam semua kan ?" Tanya Kenan.
"Sudah Pak !" Sahut Luci lalu mengikuti Kenan masuk ke ruangannya.
Setibanya di ruangannya Kenan langsung menyapa kaliyenya, juga memohon maaf atas keterlambatannya, sekalian memperkenalkan Diva.
Sekitar hampir satu jam Kenan menandatangani berkas kesepakatan mereka, kemudian Pak Rahardian pamit.
Setelah kepergian Pak Rahardian Kenan mengerjakan sedikit pekerjaannya, setelah selesai, Kenan mengganti pakaiannya dengan pakaian kesual dengan kacamata, ia memilih menggunakan kacamata saat ini, ia sudah melepaskan softlensnya. Kenan mengajak Istri dan anaknya pergi jalan-jalan ke salah satu pusat perbelanjaan yang terkenal di kota Xx.
Ketika sampai di mall banyak wanita memperhatikan Kenan, mengagumi ketampanannya, apalagi saat ini Kenan menggendong baby Khay membuat kharisma Kenan semakin terlihat, dan bisa di juluki sebagai hot Daddy.
"Senang ya, di perhatikan cewek-cewek." Sindir Diva sinis melihat cewek-cewek yang terus memperhatikan suaminya.
"Aku lebih senang di perhatikan istriku." Ucap Kenan merangkul pinggang Diva dengan tangan kirinya, karena tangan kanannya menggendong baby Khay.
Diva melepaskan rangkulan tangan Kenan, lalu ia kembali merangkul lengan suaminya itu dengan posesif, seolah ia mengatakan kepada para wanita-wanita yang memperhatikan Kenan, kalau Kenan adalah miliknya.
"Katanya enggak mau pegang-pegang ?" Goda Kenan menaik turunkan alisnya.
"Terpaksa !" Sahut Diva.
Kenan memasuki sebuah toko pakaian yang menjual khusus pakaian anak-anak, ia membeli beberapa pakaian untuk anaknya, dengan warna yang sama dengan baju-bajunya.
"Yank warna baju kamu apa aja ?" Tanya Kenan saat sibuk memilih beberapa pakaian untuk putranya.
Diva menyebutnya beberapa warna yang ia punya, sambil ikut memilih baju untuk putranya namun ia tak seantusias Kenan.
"By', ini sudah terlalu banyak !" Ucap Diva saat melihat keranjang belanjaan mereka hampir penuh.
"Ini semua sesuai warna baju kita yank, dan nanti warna baju yang tidak kamu punya atau sebaliknya, kita bisa cari di outlet kita." Ucap Kenan.
"Perasaan aku yang perempuan, tapi malah kamu yang sibuk sih." Ujar Diva berjalan mengikuti Kenan.
"Yank, bagaimana kalau di outlet kita, kita sediakan juga berbagai pakaian anak-anak ?" Usul Kenan.
"Terserah kamu aja by', kamu yang urus semuanya !" Sahut Diva.
"Ya sudah nanti aku cari suplaiyer pakaian anak-anak.
"Ayo kita bayar yank !" Ajak Kenan lalu menuju kasir.
Bersambung....
Bonus Visual.
Ayah Kenan saat berada di toko pakaian anak, dan sibuk memilih-milih pakaian yang cocok buat baby Khay.
Bunda Diva saat di mobil saat Kenan akan memberikan baby Khay di pangkuannya.
Baby Khay saat di pakaikan hodie oleh Ayah Kenan.
*Terus berikan dukungan LIKE, KOMENTAR, JUGA VOTE buat Author agar authornya tetap semangat buat Up, dan mohon maaf atas keterlambatannya up hari ini soalnya ada kesibukan di kantor 🙏🙏🙏
Terimakasih 🤗🤗🤗❤️❤️❤️*