Pernikahan Yang Tak Kuduga

Pernikahan Yang Tak Kuduga
PYTK 30 Season 3 ( Next Generatoin )


Di apartemen sebelah unit Khay dan Enzy, terlihat Marry sedang berusaha menguping, sambil mendekatkan telinganya pada tembok berharap ia bisa mendengar Khay dan Enzy.


"Sampai kapan kamu terus kepo dengan urusan mereka ?" Merry dikagetkan oleh Johan suaminya yang tiba-tiba berdiri di belakangnya.


"Emmm... bukan itu maksud aku, aku hanya khawatir terjadi sesuatu dengan mereka, sejak kemarin aku tak lagi mendengar pertengkaran hebat mereka." Ucap Merry menyengir sambil menggaruk kepala bagian belakangnya.


"Oh iya Yank, haruskah aku pergi melihat mereka ? Jangan sampai benar terjadi sesuatu pada mereka." Ucap Merry menutup mulutnya saat tiba-tiba ia teringat dengan kasus pembunuhan yang ia lihat di berita, dan di temukan membusuk di kamar apartemen.


Johan menghembuskan nafasnya kasar, ia sudah sangat jengah melihat tingkat ke kepoan istrinya itu, padahal jika berada di depan layar ia sungguh terlihat wanita yang sangat anggun dan berkelas.


"Buang pikiran burukmu itu ! Sebelum kamu mencemaskan keluarga orang lain, bukankah kamu juga harus mencemaskan ku, aku baru pulang kerja, harusnya kamu itu melayaniku, menyiapkan makanan kek, kopi kek, atau apalah, cobalah bikin suami kamu juga seneng, jangan memikirkan uang honornya doang." Ucap Johan jengah.


"Ayolah sayang, sensitif amat suamiku ini, ya sudah ayo aku layani, mau minum apa aku buatin, atau makan apa aku buatin juga deh, atau mau makan aku juga boleh." Goda Merry melingkarkan lengannya di leher suaminya, lalu mengecup bibir suaminya itu sekilas.


"Kamu bisa aja, buat aku enggak bisa marah sama kamu Yank." Ujar Johan balik mencium bibir istrinya itu sekilas.


...----------------...


Ke esokan harinya, dimana hari ini Enzy dan kedua wanita yang pernah melabraknya dan menyebarkan gosip miring kepadanya di panggil untuk menghadap dekan.


Seharusnya dari sejak kemari mereka di panggil tapi karena Rahel baru saja keluar dari rumah sakit akibat amukan brutal Enzy waktu itu.


"Sepertinya masalah ini makin besar, sampai kita harus menghadap dekan segala." Ucap Cherry yang baru saja datang, dan langsung duduk di bangku yang tak jauh dari ruang dekan, salah satu wanita yang melabrak Enzy.


"Masalahnya ini juga karena kamu, yang ingin menemui wanita itu, harusnya aku masih di rawat bekas luka aku yang dipipiku masih belum hilang sepenuhnya." Seru Rahel.


"Hay, kenapa kamu cuma aku yang kau salahkan, bukannya kau juga setuju dengan ide ku, bagaimana kalau yang kita lakukan itu ternyata salah." Ujar Cherry terlihat sangat khawatir.


"Pokoknya kamu tenang aja, tidak akan ada terjadi sesuatu pada kita, kalaupun itu terjadi tenang aja, aku bisa atasi ini, aku tinggal bilang ke bokap aku, dan dia akan mengurus semuanya, termasuk wanita itu." Ucap Rahel menyombongkan dirinya, Cherry hanya mengangguk menanggapi.


...----------------...


Enzy keluar dari ruang dekan, penuh dengan tanda tanya di pikirannya, kenapa juga dekan bisa mencabut media yang sudah viral itu tentang dirinya, bahkan dekan mengatakan kalau berita itu tidaklah benar.


Tak lama Rahel dan Cherry juga ikut keluar dibelakangnya.


"Apa yang harus kita lakukan Hel, kita sudah ketahuan sudah menyebarkan berita bohong dimedia kampus, kita berada dalam masalah besar sekarang, jika masalah ini tidak kita selesaikan dalam tujuh hari kita akan di jebloskan dalam penjara, aku tidak mau Hel, bagaimana ini ?" Ucap Cherry terlihat sangat panik dan khawatir.


"Tunggu sebentar !! Rahel menarik kasar lengan Enzy membuat Enzy meringis kesakitan dan langsung menoleh menghadap kedua wanita itu.


"Tidakkah kau ingin mengatakan sesuatu pada kami ?" Seru Rahel masih bisa terlihat sangat sombong, sambil melipat kedua tangannya di depan dada.


"Bagaimana dengan kalian ? Pernahkah kalian berpikir untuk meminta maaf kepadaku, karena sudah mencemarkan nama baikku." Tantang Enzy tak kalah angkuh.


"Kenapa juga aku harus minta maaf kepada wanita murahan seperti kamu ini, mungkin saja kamu sudah mengadukan ini pada laki-laki mu itu, sehingga dia membantumu keluar dari masalah ini." Ucap Rahel sarkas.


"Jaga bicaramu itu, aku bukan wanita seperti katamu itu, apa kamu lupa dengan kata dekan barusan, kamu harus segera membersihkan nama baikku, dalam tujuh hari ini, harusnya kamu itu langsung diseret ke kantor polisi karena kasusu pencemaran nama baik, dan menyebarkan berita bohong, kamu bisa saja kena tuntutan berlapis karena ini, atas pencemaran nama baik dan undang-undang ITE, tapi aku masih bermurah hati untuk memberimu kesempatan, untuk memperbaiki semuanya, tapi dilihat dari sikap sombongmu itu, kamu lebih memilih masuk polisi ternyata." Balas Enzy tak mau kalah membuat keduanya bungkam.


"Kurang ajar !" Geram Rahel ingin menampar Enzy namun dengan cepat Cherry menahan tangan temannya itu.


"Kamu tidak dengar apa katanya tadi, dia akan melaporkan kita jika kamu masih berbuat masalah, masalah kita ini saja belum selesai, jangan coba-coba untuk menambah masalah baru lagi." Ujar Cherry.


Enzy tersenyum meremehkan lalu berbalik ingin segera meninggalkan tempat tersebut, namun saat ia berbalik tiba-tiba saja Khay sudah berdiri di hadapannya.


"Khay.... Ngapain kamu disisni" Tanya Enzy kaget melihat keberadaan Khay.


"Aku di panggil dekan buat menghadap, mungkin masalah nilai atau tim sepak bola kami." Jawab Khay berbohong lalu melihat Rahel dan Cherry yang masih berdiri disana.


"Kamu kembalilah terlebih dahulu, mungkin aku sedikit terlambat, karena setelah ini aku ada urusan sebentar !" Ujar Khay tersenyum.


Enzy hanya mengangguk, lalu pergi dari sana tanpa membalas senyuman suaminya itu.


Khay terus melihat Enzy hingga benar-benar sudah tak terlihat, lalu berbalik menatap kedua wanita itu dengan tatapan tajam.


Rahel dan Cherry ketakutan melihat tatapan tajam Khay, buru-buru mereka akan pergi dari sana, namun baru saja mereka melangkahkan kakinya Khay langsung mencegahnya.


"Mau kemana kalian ? Gue sepertinya perlu memberikan kalian pelajaran." Seru Khay dingin.


Rahel dan Cherry berdiri mematung di tempatnya, tak berani melihat ke arah Khay.


"Bagaimana apa kalian sanggup membersihkan nama baik, Enzy ?" Tanya Khay dingin sambil menatap tajam.


"Maksud kamu apa" Tanya Rahel pura-pura tak tau apa-apa.


"Hemm.... Dasar perempuan b**""*h, apa kamu pikir masalah ini akan selesai begitu saja, wanita yang kamu hina dan fitnah itu bahkan tak ada niat untuk mengurus masalah ini, ia lebih memilih diam, dan menghindarinya, karena ia tak merasa seperti yang kalian beritakan itu."


"Jadi maksud kamu, ini ada campur tangan kamu ?" Tanya Rahel.


"Benar, guelah yang melaporkan kepada dekan kalau apa yang diberitakan itu tidaklah benar, dan gue juga yang melaporkan kalian, telah menyebarkan berita yang tidak benar, dan karena itu gue juga yang memberitahu kepada dekan agar kalian dilaporkan ke polisi, tapi kalian sangat beruntung karena wanita yang telah kalian fitnah hanya memberi kalian pelajaran yang menurut saya tidak setimpal dengan apa yang telah kalian lakukan, karena dia hanya meminta kalian untuk membersihkan nama baiknya." Jelas Khay geram, ingin rasanya ia mencabik-cabik kedua wanita dihadapannya itu, mengingat perbuatan yang mereka lakukan pada istrinya.


"Sebenarnya apa hubunganmu dengannya Khay, apa jangan-jangan berita itu benar ?" Sahut Rahel.


"Iya berita itu benar, kalau gue tinggal bersama dengannya, apa itu salah jika gue tinggal bersama dengan ISTRIKU ?" Terang Khay menekankan kata terakhirnya.


"APAAAA...." Rahel dan Cherry kompak, keduanya terlihat sangat kaget mendengarnya, pasalnya ia tidak pernah mendengar berita tentang pernikahan mereka, apalagi mereka tidak pernah terlihat bersama baik di kampus ataupun diluar.


"Ini lihat dengan baik-baik !!" Seru Khay memperlihatkan foto pernikahannya di ponselnya, membuat Rahel dan Cherry semakin membulatkan matanya.


"Jadi gue peringatkan sekali lagi ! Jika gue tahu kalian mencoba untuk mengganggu atau mengusikku juga ISTRIKU, gue yakin semua yang kalian miliki akan kupastikan akan hancur, dan kamu ( Khay menunjuk Rahel ) Akan kehilangan semua pasilitas dari perusahaan dimana ayahmu bekerja, karena setau gue ayahmu bekerja sebagai direktur di salah satu perusahaan dibawah naungan D&KA Corp's." Ucap Khay dengan nada mengancam, membuat keduanya semakin ketakutan, di tambah dengan mata tajam Khay menatapnya seolah akan memakannya hidup-hidup.


"Aku janji Khay, aku tidak akan mengganggu atau mengusik kalian, tapi aku mohon jangan kau sangkut pautkan masalah ini dengan pekerjaan papaku." Ucap Rahel memohon.


"Iya Khay, kami akan segera memberikan nama baik istri kamu, kami janji." Timpal Cherry.


"Dan satu lagi, Jangan pernah beberkan soal hubungan gue dan istri gue, jika sampai itu ketahuan, sudah kupastikan kalian akan hancur !!" Seru Khay penuh penekanan.


"Baiklah kami janji, kami tidak akan membeberkan masalah ini." Sahut Rahel dan Cherry.


Khay pergi meninggalkan mereka berdua disana, ia ingin segera pulang ke apartemennya menemui Enzy.


...----------------...


Di apartemen, terlihat Enzy duduk di sofa ruang tamu, ia terus mondar-mandir, menunggu kedatangan Khay, ia penasaran bagaimana bisa masalahnya itu selesai begitu saja, dan terbukti bahwa berita yang beredar tidak lah benar. Enzy yakin kalau masalah selesai begitu saja pasti ada campur tangan suaminya itu, apalagi saat ia bertemu Khay saat di depan ruang dekan, ia tak yakin jika Khay di panggil hanya karena gara-gara nilai, karena setaunya Khay anak yang pintar bahkan memiliki nilai di atas rata-rata, walaupun pria itu terlihat petakilan atau terkenal playboy di seluruh kampus.


Tak lama pintu apartemen terbuka, dan benar saja itu adalah Khay sambil membawa kantong makanan.


"Apa yang kamu katakan pada dekan, aku tahu kamu yang mengurus masalah ini ?" Enzy lansung menodong Khay dengan pertanyaan.


"Kalau suami pulang itu, ya disambut tangan dicium, bukan hanya di tangan tapi disini juga ( Menunjuk bibirnya ) bukannya di sambut dengan pertanyaan seperti itu." Ucap Khay berjalan masuk langsung ke dapur di ikuti Enzy yang memberenggut kesal mendengar ucapan pria itu.


"Ya sudah jawab saja, ini perbuatan kamu kan ?" Seru Enzy mengulang pertanyaannya.


"Maksud kamu apa ?" Tanya Khay pura-pura tidak tau, lalu berjalan menuju sofa yang ada diruang tengah, lagi-lagi Enzy terus mengikutinya, dan duduk di samping suaminya itu.


"Ini !" Seru Enzy menunjukkan ponselnya yang memperlihatkan berita media kampus, tentang konfirmasi dari dekan, yang menyatakan kalau pemberitaan tentang dirinya tidaklah benar, di tambah teman-teman kampusnya yang pernah berkomentar tidak baik untuknya kini semua meminta maaf secara langsung di media kampus. Khay membacanya dengan seksama, sambil tersenyum-senyum sendiri.


"Benar-benar berhasil." Ucap Khay tersenyum lebar.


"Apa ?" Tanya Enzy penasaran melihat sikap suaminya itu.


Bukannya menjawab Khay malah memperlihatkan senyum menyebalkan pada Enzy, membuat Enzy semakin memberenggut kesal.


"Apa yang sebenarnya kau katakan pada mereka ? Atau jangan-jangan kamu mengatakan perihal hubungan kita." Enzy mencoba menebak apa yang telah dilakukan pria dihadapannya itu, yang kini terlihat sangat mengesalkan.


"Khay, kenapa kau hanya diam, beritahu aku Khay, ishhh nyebelin." Ucap Enzy kesal sambil memajukan bibirnya, karena Khay hanya diam sejak tadi sambil senyum-senyum sendiri.


"Ok...Ok... Aku akan cerita." Sahut Khay pada akhirnya sambil terkekeh melihat istrinya itu merajuk.


"Tapi janji !" Tambahnya.


Enzy menoleh menatapnya sinis.


"Janji apa ?" Tanya Enzy.


"Janji buat senyum dulu, kamu cantik kalau lagi kesal gitu, takut aku khilaf." Goda Khay.


"Ishh... nyebelin." Sahut Enzy.


"Ya sudah kalau enggak mau senyum, aku juga enggak akan cerita, aku mau istirahat aku capek." Ucap Khay menyandarkan kepalanya di sandaran sofa lalu memejamkan matanya.


"Iikkhh Khay, cerita enggak, jangan tidur dulu !" Enzy menarik lengan Khay agar laki-laki itu bangun.


"Senyum dulu." Ucap Khay masih pada posisinya.


"Iya, ini aku senyum." Sahut Enzy.


Khay langsung membuka matanya, lalu melihat kearah Enzy.


"Mana ?"


Enzy menunjukkan senyuman manisnya yang terlihat sangat dibuat-buat, membuat Khay gemes sendiri.


"Ya sudah, cerita !" Seru Enzy.


"Eekkmm..." Khay berdehem sebelum mulai bercerita.


"Kemarin, aku di panggil ayah keperusahaannya." Khay memulai ceritanya.


Bersambung.....


Jangan lupa terus dukung, mudah-mudahan kedepannya hubungan mereka semakin membaik...


Like, Komen, dan Vote...


Terimakasih 🙏🙏🙏🙏


Love You All ❤️❤️❤️❤️🤗🤗🤗🤗😘😘😘😘