
Setelah mengantarkan Lani pulang ke rumahnya, Diva langsung tancap gas menuju rumahnya, ia sangat penasaran dengan nama Calista, karena Diva yakin pernah mendengar nama itu sebelumnya.
"Calista.... Calista...." Diva terus mengingat-ingat sambil menyebutkan nama Calista dengan jari telunjuknya terus mengetuk-ngetuk kemudiannya.
Setelah sekitar 40 menit Diva tiba di rumahnya, dan langsung memarkirkan mobilnya di garasinya. Setelah mobilnya terparkir rapi Diva masuk melalui pintu garasi yang langsung menuju ruang tengah rumahnya.
"Bi, Kenan mana ?" Tanya Diva kepada bi Ratih asisten rumah tangganya saat berpapasan di depan tangga.
"Bapak sedang di ruang kerjanya Bu." Sahut bi Ratih.
"Kalau baby Khay ?" Diva kembali bertanya sambil berjalan menuju dapur untuk mengambil air minum.
"Baby Khay di kamarnya Bu, mungkin sedang di tidurkan oleh Siti, karena baru saja ia selesai makan." Jelas bi Ratih segera menyiapkan makan siang untuk majikannya.
Kini baby Khay sudah berumur 6 bulan, dan sekarang ia mulai makan MPASI ( makanan pendamping ASI.
"Ya sudah, bibi siapkan aja makan siangnya, aku panggil Kenan dulu !" Ujar Diva lalu masuk keruang kerja Kenan yang berada di lantai bawah dekat ruangan baca.
Tok... Tok... Diva mengetuk pintu ruangan Kenan.
"Masuk !" Terdengar suara bariton Kenan dari dalam.
Diva masuk ia mendapati Kenan tampak serius dengan pekerjaannya.
"Ekkmmm...." Diva berdehem.
"Eh... Yank ? Kirain siapa." Ucap Kenan menutup beberapa dokumen yang ia kerjakan lalu menarik Diva ke pangkuannya.
"Emangnya kamu kira siapa ?" Tanya Diva mengalungkan tangannya di leher Kenan.
"Aku kira bibi atau siapa, Kan biasanya kalau kamu mau masuk tanpa ketuk pintu." Ucap Kenan memeluk pinggang Diva.
"Baru pulang ?" Tanya Kenan dan diangguki Diva.
"Makan yuk !! Bi Ratih sudah menyiapkan semuanya." Diva ingin segera beranjak dari pangkuan Kenan namun Kenan menahan pinggangnya.
"Kiss dulu dong !" Ucap Kenan lalu memajukan bibirnya.
Tanpa pikir panjang Diva langsung mendaratkan ciuman di bibir suaminya.
"Udah, ayo makan !" Diva pun beranjak lalu menarik tangan Kenan agar segera berdiri.
Pasutri muda tersebut keluar langsung menuju ruang makan dengan Diva merangkuu lengan suaminya, bi Ratih tersenyum-senyum sendiri melihat kebahagiaan majikannya.
"Baby Khay mana yank ?" Tanya Kenan yang sedari tadi memang ia tak melihat putra kesayangannya itu.
"Kata bi Ratih dia sedang di tidurkan di kamarnya, sehabis makan tadi." Sahut Diva sambil menyajikan makanan untuk Kenan.
"Terimakasih Bundanya baby Khay." Ucap Kenan saat Diva meletakkan piring berisikan makanan di depannya.
"Sama-sama ayah baby Khay." Balas Diva tak mau kalah.
Keduanya makan dengan hening kali ini, namun Diva tiba-tiba teringat dengan sosok wanita yang bernama Calista yang ia tabrak di mall tadi.
"By..."
"Apa Sayang ?" Tanya Kenan sambil mengunyah makanannya.
"Tadi aku ketemu sama wanita yang bernama Calista, dia kenal kamu katanya dia juga rekan bisnis kamu " Terang Diva.
"Oh Calista ? Pak Arfan ayahnya rekan bisnis kerja aku Yank, setau aku dia di luar negeri yank." Ucap Kenan jujur karena Memeng Kenan belum mengetahui kalau Calista sudah kembali dari luar negeri.
"Oh.... Tadi di mall aku enggak sengaja nabrak dia pas di lobi." Jelas Diva.
"Terus ?
"Dia memperkenalkan dirinya ke aku, dia juga tau aku loh by' !" Ucap Diva.
"Ohh, Dia memang tau kamu Yank, karena dulu sebelum dia pergi ke luar negeri Office kita pernah kerja sama dengan dia, akupun menceritakan soal kamu ke dia, tapi karena ada masalah dia membatalkan kerjasama antara Office juga perusahaan ayah waktu itu." Terang Kenan.
"Masalah ?" Diva bingung.
"Iya, itu perempuan yang pernah aku ceritakan yang ngajak aku sarapan bareng, dia mencoba untuk menggodaku yank, makanya aku ceria soal hubungan kita, dan aku bilang jangan coba untuk dekati saya lagi."
"Terus... Terus...!! Diva sangat antusias ingin mendengar cerita suaminya.
"Ya dianya marah-marah, lalu dia mempengaruhi beberapa penanam saham agar menarik sahamnya di perusahaan ayah, dari situlah aku mulai sibuk bekerja keras untuk mengembalikan ke stabilan perusahaan hingga bisa bangikit seperti sekarang." Jelas Kenan.
"Tapi tadi kamu bilang dia di luar negeri ?"
🍀🍀🍀
"Calista, Papa mau bicara !" Ucap Pak Arfan saat Calista tiba di rumahnya.
"Bicara apa pa ?" Calista duduk di samping mamanya.
"Mulai besok, papa percayakan kamu mengurus perusahaan selama papa tidak ada !" Ujar Pak Arfan.
"Emangnya Papa mau kemana ?" Tanya Calista.
"Papa ada perjalanan bisnis ke Tiongkok, dan mama ikut karena mungkin papa agak lama di sana ! " Terang Pak Arfan.
"Ma kenapa mama mesti ikut ?" Tanya Calista manja sambil merangkuu lengan ibu Rizka.
"Itu karena papa yang minta !" Ujar Pak Arfan.
"Iya sayang, mama harus ikut, untuk menyiapkan keperluan papa selama di sana, karena asisten atau sekretaris papa tidak ikut." Ucap Ibu Rizka lembut mengusap pelan kepala anak sambungnya itu.
"Emangnya sampai berapa lama kalian di sana ?" Tanya Calista.
"Mungkin sebulan, atau bisa lebih." Jawab Pak Arfan.
"Baiklah." Ucap Calista tersenyum.
"Aku punya kesempatan untuk melancarkan rencanaku, di tambah papa tidak ada di sini jadi aku bebas melakukan apapun." Batin Calista.
"Pa, Ma Calista ke kamar dulu ya mau istirahat." Pamit Calista lalu beranjak dari duduknya.
"Sayang apa kamu sudah makan ?" Tanya Ibu Rizka sedikit berteriak karena Calista sudah menaiki beberapa anak tangga.
"Sudah tadi ma, di luar." Sahut Calista juga sedikit berteriak.
🍀🍀🍀
Di kediaman Kenan
Saat ini Kenan sedang mengajak baby Khay bermain di tempat tidurnya, karena setelah makan malam Kenan langsung mengajak istri dan anaknya masuk ke kamar.
"Anak ayah kok makin ganteng sih, anak siapa sih ini hemm?" Kenan mencubit gemas pipi tembem putranya itu.
"By jangan di cubit gitu ih, tuh pipinya memerah kan !" Ucap Diva sambil membersihkan wajahnya di depan meja riasnya, karena Diva melihat kelakuan suaminya di pantulan cermin.
"Bunda lebay ya Nak." Ucap Kenan kepda putranya.
"Bukannya lebay by, tapi kalau baby Khay kesakitan gimana ?" Tukas Diva.
"Kalau dia ke sakitan dianya pasti udah nangis yank, kamu enggak tau aja kalau baby kita ini jagoan." Ujar Kenan.
Sedangkan baby Khay hanya cekikikan mendengar perdebatan orangtuanya, mungkin ia mengira kalau ia sedang di ajak berbicara.
"Enggak mau kalah." Cibir Diva lalu ikut naik ke tempat tidur di mana baby Khay sedang tengkurap, dan Kenan berada di depannya sibuk motoin anaknya.
"Yank, bagaimana kalau baby Khay kita jadikan model outlet pakaian di outlet kita, kita bisa bekerjasama dengan suplaiyer pakaian anak-anak." Usul Kenan saat melihat kagum hasil foto baby Khay yang ia ambil.
"Enggak, aku enggak mau baby Khay kecapean." Tolak Diva.
"Enggak akan capek juga Yank, kita ambil fotonya di rumah aja, atau studionya kita buat di rumah." Ucap Kenan.
"Tidak by', TITIK." Ucap Diva menegaskan.
Diva pun mengambil alih anaknya, ia akan segera menidurkan Beby Khay karena ini sudah waktunya baby Khay tertidur.
Bersambung.....
Jangan lupa LIKE, KOMENTAR, dan juga VOTE.
mampir juga ke karya kedua dan ketiga author, langsung klik profil aja.
- Permata hati
- Cinta yang Kunantikan
TERIMAKASIH 🙏🙏🙏🤗🤗🤗❤️❤️❤️