
"By' Bangun ! ini udah kesiangan." Ujar Diva yang sudah 4x membangunkan suaminya itu, bahkan Diva sendiri sudah mandi, dan juga sudah selesai membuat sarapan.
"Emmm yank, emangnya sudah jam berapa sih !" Kenan merenggangkan otot-ototnya, lalu tengkurap mentap Diva yang ternyata sudah rapi dan wangi dengan pakaian rumahan.
"Sudah jam 7 Ayah sayang ! Makanya cepat bangun, dari tadi di bangunin juga." Omel Diva jiwa emak-emak Diva sepertinya sudah keluar semenjak baby Khay hadir, di tambah Kenan yang semakin kekanak-kanakan dan juga manja.
"Morning kiss dulu yank !" Ucap Kenan masih posisi tengkurap, tapi kali ini ia mendongak menatap Diva sambil memajukan bibirnya minta di cium.
"Diva segera mencium bibir suaminya sekilas, lalu menarik lengan suaminya itu agar segera bangun.
"Yank, awas aku masih dalam keadaan polos loh ini, atau jangan-jangan kamu mau ngulang yang tadi malam ? Nanti malam lagi aja ya yank, soalnya aku udah telat banget ini." Ucap Kenan menggoda Diva, menarik selimutnya menutupi badannya hingga dadanya.
"Jangan ngaco kamu ! Buruan sana mandi !" Ujar Diva memutar bola matanya malas meihat tingkat suaminya.
"Iya sayang, iya aku sudah mau mandi." Ujar Kenan langsung turun dari tempat tidur berjalan masuk ke kamar mandi, tanpa ada malu sedikitpun, karena ia tak mengenakan apapun.
🍀🍀🍀
Hari berganti hari, kini tiba waktunya Arka beserta Rafa dengan istri masing-masing tiba di bandara Kota Xx, Arka berjalan berdampingan dengan Cara istrinya yang sedang menggendong baby Raydan putra mereka, sedangkan Rafa berjalan berdampingan dengan Hera yang tengah hamil besar. Setibanya di lobi Bandara mereka langsung di sambut oleh sopir yang di kirim Kenan untuk menjemput mereka, karena Kenan tidak bisa menjemput mereka karena ada meting penting, sedangkan Diva tidak bisa meninggalkan baby Khay karena bi Siti kurang sehat.
"Pak Arka ?" Tanya sopir yang menjemput mereka pada Arka, karena sopir tersebut sopir baru dan tentunya belum pernah menemui kakak ipar majikannya itu.
"Iya saya sendiri ! Bapak yang di tugaskan Kenan menjemput kami ?" Tanya Arka memastikan.
"Iya Pak." Sahut Sopir tersebut.
"Baiklah pak, tolong bantu saya untuk memasukkan koper milik saya juga adik saya itu di bagasi." Ujar Arka menunjuk Koper milik Rafa yang berada di belakangnya.
"Baik pak." Sahut Sopir tersebut lalu mengambil dua koper satu bag bayi milik Baby Raydan.
Mereka semua pun masuk ke dalam mobil, dan langsung menuju kediaman Kenan, Arka juga Rafa baru pertama kalinya ingin berkunjung kerumah baru adik dan adik iparnya itu, begitupun dengan Rafa. Pasalnya waktu acara pindahan Arka baik Rafa memiliki kesibukan yang tidak bisa ia tinggalkan.
Setelah sekitar kurang lebih sejam mobil yang membawa Arka dengan yang lainnya tiba di sebuah rumah sangat besar dan mewah, Arka sempat tertegun melihat kediaman adiknya.
"Kak, benar ini rumah Kenan juga Diva ?" Tanya Rafa memastikan karena sangat kagum dengan kemewahan rumah tersebut.
"Benar pak, ini rumah Pak Kenan juga Ibu Diva." Sahut Pak sopir membenarkan kalau itu benar-benar rumah milik majikannya.
Saat mobil berhenti tepat di depan pintu utama rumah, di saat itu juga Diva membuka pintu sambil mendorong stroler baby Khay.
"Assalamualaikum dek, apa kabar ?" Tanya Arka langsung memeluk adiknya.
"Walaikumsalam kak, aku baik-baik saja." Jawab Diva lalu membalas pelukan kakaknya.
Karena walaupun mereka sering bertengkar, namanya juga adik kakak pasti kangen jika tinggal berjauhan seperti mereka.
"Ayo kalian masuk.!" Ajak Diva setelah berpelukan juga dengan kakak iparnya juga sahabatnya Hera, dan bersalaman dengan Rafa.
Merekapun masuk, dan lagi-lagi Arka dan yang lainnya mengagumi dekorasi rumah Kenan dan Diva dengan nuansa minimalis modern.
Arka yang melihat ruang bermain, langsung tertegun, saat melihat tulisan yang sangat ketara dan besar, Alas kaki di buka !!!.
"Wah pakai buka alis segala jika mau masuk situ." Tunjuk Arka pada ruang bermain Baby Khay yang sangat lengkap dan luas.
"Iya Kak, sekarang Kenan lebih sangat protektif, apalagi menyangkut anaknya." Terang Diva.
"Berarti dia sayang keluarga banget Div." Sahut Hera.
"Kalau Rafa protektif juga enggak sama elu, kalau Ray jangan di tanyakan, dia sangat perhatian dan sangat menjaga Lani, bahkan tidak pernah jauh dari Lani, kadang membuat Lani, jengah sendiri." Jelas Diva.
Hera terdiam, dia tidak tau harus menjawab apa.
"Rafa juga baik kok, dia selalu perhatian juga sama gue, Iya kan Raf ? Hera menoleh kearah Rafa yang sibuk dengan ponselnya.
"Ah... Iya " Sahut Rafa.
Diva sedikit merasa sedih dengan kehidupan rumahtangga yang di jalani kedua sahabatnya itu, yang menikah tanpa ada rasa cinta, namun hanya karena rasa tanggung jawab saja.
"Oh iya Div, Kenan belum pulang ?" Tanya Arka.
"Belum kak, mungkin sorean baru pulang, karena ada meting penting." Terang Diva.
Tak lama mereka mengobrol, tiba-tiba Ray masuk dengan merangkul Lani sangat posesif, seolah-olah Lani adalah berlian yang sangat berharga, dan tak akan membiarkannya terjatuh. Hera yang melihat itu, sedikit merasa iri dengan kebahagiaan kedua sahabatnya yang telah lebih dulu menikah.
"Walaikumsalam, kata sambutannya panjang banget Ray ?" Ucap Arka.
"Maaf kak, sebelum kalian bertanya aku lebih dulu menjelaskan." Sahut Ray.
"Emangnya kamu yakin, kita mau bertanya ?" Sahut Rafa.
"Yakin !!" Ujar Ray membantu Lani duduk dengan sangat hati-hati.
Hera terus memperhatikan sikap Ray kepada Lani yang sangat perhatian, ia merasakan sesak di dadanya, karena Rafa belum pernah seperhatian itu seperti Ray. Hera pamit untuk segera ke toilet.
🍀🍀🍀
Malam harinya semuanya makan malam bersama, tapi kali ini tidak di ruang makan, mainkan di taman belakang kediaman Kenan sekeluarga. Sambil mengadakan acara barbeque.
"Nan, dengar-dengar kamu masuk nominasi jajaran Pengusaha paling sukses tahun ini, bersaing dengan para pengusaha yang umurnya jauh dari kamu, dan tentunya lebih berpengalaman." Ujar Arka.
"Iya kak, tapi aku juga yakin, aku tidak bisa meraih penghargaan itu." Ucap Kenan.
"Kalau menurut Gue, kamu yang akan memenangkan penghargaan tersebut Nan." Ray menimpali.
"Betul yang di katakan Ray nan, Gue salut sama kemampuan kamu, dan tidak di ragukan lagi, buktinya kamu berhasil membangkitkan kembali perusahaan kamu, bahkan lebih dari yang dulu." Kali ini Rafa yang ikut angkat bicara.
Karena mendung, dan sebentar lagi turun hujan, semuanya pada masuk kerumah, kerana meraka juga selesai dengan acara makan malamnya, para istri baik ke lantai atas, sebuah ruangan bersantai juga, mereka lebih memilih tidak bergabung dengan para suami, karena pasti tidak bebas berbicara soal perempuan, sedangkan para suami berkumpul di ruang keluarga di bawah. Dengan di temani beberapa cemilan yang sudah di sediakan para istri sebelumnya.
( Maaf muka Ray tidak kelihatan, dan hanya kelihatan lututnya doang 🙏🙏😂😂).
"Raf, sepertinya Kenan sama kak Arka kecapean, sampai ketiduran segala." Ucap Ray yang melihat Arka dan Kenan terditur, dengan Kenan menyandarkan kepalanya di bahu Arka masih mengenakan kacamatanya.
Rafa yang tadinya fokus dengan layar kaca di depannya menoleh, dan baru sadar kalau kaki Kenan baik ke atas pangkuannya.
"Sepertinya begitu Ray, kerjain yuk !!" Usul Rafa sikap jahilnya tiba-tiba muncul.
"Ok !" Ray pun yang memiliki sifat jahil setuju dengan ide Rafa.
"Kebakaran.... Kebakaran... Kebakaran...." Arka dan Kenan langsung terbangun, dan langsung lari ke kamar merka masing-masing, ingin menyelamatkan anak istri mereka.
Sedangkan Rafa dan Ray bertos ria sambil tertawa terbahak-bahak melihat Arka dan Kenan seperti itu.
Tak lama Arka dan Kenan keluar dengan wajah dingin dan datarnya menatap tajam ke arah Rafa dan Ray.
"Ma***s lah kita Raf, kedua singah kutub sudah pasti ngamuk." Bisik Ray melihat Arka dan Kenan semakin mendekatinya.
"Iya Ray, kok gue jadi merinding gini ya, mana anak gue belum lahir lagi, masa dia harus kehilangan bapaknya sekarang." Rafa ikut berbisik.
"Kita senasib Raf, anak gue juga belum melihat ketampanan paripurna bapaknya." Ucap Ray masih sempat memuji dirinya.
"Apa maksud kalian ?" Tanya Arka dingin.
"Enggak kak, Kam...kami bercanda doang kok." Sahut Rafa gugup.
"Bercanda kalian kelewatan, jadinya anak-anak kita kebangun karena kami langsung menggendongnya saat ia tidur." Timpal Kenan tak kalah dingin dan datar.
Benar karena sekarang sudah tengah malam, sudah hampir jam 1 dini hari, para istri tadi sudah masuk ke kamar masing-masing.
Bersambung.....
Jangan lupa LIKE, KOMENTAR, DAN JUGA VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA.
Mampir juga ke karya aku yang lainnya.
Atau klik langsung profil Author.
Terimakasih 🙏🙏🙏🤗🤗🤗❤️❤️❤️