
Sepulang dari menemui Sita, Enzy memutuskan untuk kembali kerumah, saat pulang di rumah tampak sangat sepi, kata pelayan Diva berangkat ke kota Z untuk menjenguk Kia, sedangkan Kenan pergi ke Singapore karena urusan bisnis.
Enzy duduk di sofa sambil menunggu kedatangan Khay, tak lama Khay datang dengan wajah lesuh dan tampak kelelahan.
"Sayang." Ucap Khay kaget melihat keberadaan Enzy, Khay langsung menghampiri istrinya itu yang sedang duduk di sofa sambil menatapnya.
"Sayang, kamu darimana saja, di kampus aku mencarimu, tapi kata teman-teman kamu, kamu tidak masuk." Tanya Khay ikut duduk disamping Enzy, mencoba memegang tangannya, namun dengan cepat Enzy menepisnya, lalu berdiri.
"Sepertinya kamu pulang telat hari ini, darimana saja kamu, apa kamu menemui mantan kamu itu lagi ?" Bukannya menjawab, Enzy malah menuduh Khay, dan jangan lupa tatapan sinisnya.
"Sayang, dengarkan aku dulu ! Sepulang kampus, aku harus menemui klaiyen dulu, setelah dari sana aku mencarimu kemana-mana, aku juga pergi ke apartemen kita, juga ke apartemen pemberian papa Rafa untukmu dulu." Jelas Khay.
"Kalau kamu gak percaya, coba aja tanya sama Priska, soalnya saat di restoran untuk bertemu klaiyen tak sengaja aku ketemu dia, awalnya dia mau bantu aku mencarimu, tapi aku menolaknya." Lanjut Khay menjelaskan.
Enzy hanya mendelik mendengar semua penjelasan suaminya.
"Tak perlu, aku percaya, karena aku baru saja menemui mantanmu itu." Ujar Enzy.
Khay kaget mendengar, kalau istrinya menemui Sita.
"Kenapa kamu sekaget itu, aku hanya menemui kekasihmu, itu." Delik Enzy.
"Dia bukan kekasihku !" Sahut Khay meralat perkataan Enzy.
"Tapi, katanya kamu adalah miliknya." Seru Enzy tak mau kalah.
"Maksudmu apa ?" Bingung Khay.
"Gak ada lagi yang perlu diperjelas ! Tadi dia bilang padaku, kalau kau miliknya, tak peduli dengan apapun, dia akan merebut kamu dariku." Terang Enzy.
Khay yang sejak tadi hanya duduk di Sofa, ikut berdiri lalu meraih tangan istrinya.
"Sayang, kamu tahu kalau ak....
"Saya belum selesai bicara Khay !" Sela Enzy menarik tangannya kembali dari genggaman Khay.
"Anak itu bilang, kalau kamu masih mencintainya, begitupun sebaliknya, karena dia begitu mencintaimu, hingga dia berniat untuk merebutmu suami dan ayah dari calon anak kita dan menghancurkan rumah tangga kita., dia benar-benar tak ingin kehilanganmu, dia akan merebut apa yang pernah menjadi miliknya." Ucap Enzy penuh penekanan setiap kata yang ia lontarkan, Enzy menarik nafas lalu ia kembali melanjutkan ucapannya.
"Dia juga mengatakan kalau dia tak pernah melupakanmu walaupun sedikitpun, bahkan katanya ia hampir gila karena menginginkanmu kembali padanya." Lanjutnya.
"Sayang, aku katakan, kalau aku menc...
"Diamlah Khay ! Jika benar kamu mencintaiku, bersikaplah tegaslah padanya, katakan kalau kamu tidak mencintainya lagi, dan kamu sudah menjadi milikku !!" Seru Enzy geram, karena melihat suaminya hanya diam dengan permasalahan ini.
"Karena dengan kamu memberinya luang saat dia menangis di cafe semalam, dia malah mengira kalau kamu masih memiliki perasaan dan masih peduli padanya." Tambahnya.
"Apa kamu pikir itu sudah tegas, hah ? Apa ini yang dinamakan laki-laki bertanggungjawab dan bisa menjaga rumah tangganya, apa ini ?" Teriak Enzy menarik-narik jaket yang digunakan Khay.
"Apa kamu tidak tahu ? Kalau gadis yang terlihat polos itu sungguh picik, penuh dengan omongan kosong, dia menangis di depanmu dengan air mata palsunya, lalu memohon sambil mengatakan kalau dia menginginkanmu kembali padanya, karena ia tahu kamu lemah ketika melihat seseorang menangis dan memohon padamu, kamu tidak bisa mengambil keputusan dengan tegas." Ujar Enzy dengan kilatan emosi mengehempas kasar cengkramannya dari jaket Khay.
"Dia berpikir jika dia mengatakan itu sambil menangis dengan air mata palsunya, aku akan menyerah dan membiarkan dia merebutmu kembali, sepertinya mantan kamu itu terlalu banyak menonton drama." Lanjut Enzy tersenyum mengejek.
"Sepertinya dua tamparan keras yang kuberikan tadi, belum membuatku puas." Serigai Enzy.
Sedangkan Khay hanya diam mendengarkan semua apa yang diucapkan istrinya itu, ia membiarkan Enzy mengeluarkan semua kekesalannya, kamarahan karena perbuatannya, karena sudah membohongi istrinya, tapi Khay tak menyangka kalau Enzy menampar Sita.
"Sayang, kamu menamparnya ?" Tanya Khay khawatir.
"Kenapa ? Kamu terlihat begitu mengkhawatirkannya ? Sebegitu khawatirnya kah kamu, sampai kamu buta, kenapa aku bisa sampai menamparnya ? Aku melakukan itu, karena itu pantas dia dapatkan, apa kamu lupa kalau aku ini seorang istri yang hamil, sementara mantan dari suamiku datang dan mengatakan kalau ia akan merebut suamiku dan menghancurkan rumah tanggaku, apa aku salah, hah ?" Geram Enzy kembar menarik jaket Khay sambil menggoyang-goyangkannya.
"Jika aku tidak mengingat kalau aku sedang hamil, mungkin bukan hanya tamparan yang dia dapatkan, mungkin aku sudah membunuhnya, bersama dengan mu !" Lanjut Enzy menatap tajam Khay kemudian mendorong Khay agar menjauh darinya.
Khay mendekat, ingin memeluk istrinya itu, namu dengan cepat Enzy menaikkan tangannya ke depan agar Khay tak mendekat.
"Sayang, tolong tenanglah ! Aku bukannya khawatir dengannya, tapi aku sungguh mencemaskan mu, aku tak ingin kamu kenapa-napa, juga terkena masalah apapun, apalagi saat ini kamu sedang hamil, ingat anak kita, sayang !" Ujar Khay selembut mungkin.
"Kamu sama aja Khay, kamu juga penuh dengan omongan kosong, jika kamu mencemaskan ku, lalu kenapa kamu tega membohongiku ?" Enzy kembali meninggikan suaranya, sambil memukul-mukul dada Khay.
"Dan ya, inilah aku wanita sombong, angkuh, keras kepala, dan juga emosional, tapi apakah ada wanita yang ingin berada di posisiku sekarang ? Sekarang aku hanya sendiri, tak ada yang begitu memahami ku, bahkan sudah tak ada lagi papa yang selalu menenangkanku, jika aku terpuruk seperti ini, hanya papa mamaku lah yang mengertiku." Tangisan Enzy pecah, tangisan yang sudah ia tahan sejak tadi.
Khay yang melihat istrinya menagis seperti itu juga merasakan sakit, Khay meraih tubuh istrinya itu, membawanya kedalam pelukannya walaupun Enzy berusaha berontak.
"Sayang, kumohon jangan seperti ini ! Siapa bilang tidak ada yang memahamimu, dan aku jugalah yang akan selalu berada di sampingmu selamanya." Ucao Khay mengeratkan pelukannya.
"Aku akan menjelaskan soal pertemuan aku semalam dengan Sita." Lanjutnya.
"Tidak ada lagi yang perlu kamu jelaskan ! Lepaskan aku !" Seru Enzy berusaha lepas dari pelukan Khay.
"Aku sungguh mencintaimu, sungguh, Ku mohon dengarkan aku dulu !" Mohon Khay namun tak di hiraukan Enzy.
"Aku bilang lepaskan aku Khay, aku sudah muak dengan omongan kosongmu itu." Lirih Enzy, kali ini Enzy tak lagi berontak, Enzy merasakan sedikit keram pada perutnya, namun masih bisa ia tahan.
"Tidak ! Itu bukan omong kosong, tapi sungguh, aku sangat mencintaimu." Ujar Khay mencium pucuk kepala istrinya.
"Baiklah, sekarang aku memaafkanmu." Ucap Enzy.
Khay yang mendengar itu perlahan melepaskan pelukannya, lalu beralih menatap Enzy, begitupun Enzy balik menatap Khay, namun masih dengan tatapan sinis.
"Aku juga sudah katakan pada gadis itu, kalau kamu milikku, dan hanya akan jadi milikku, jadi, jangan coba-coba lagi kamu menemuinya, berjanjilah padaku !" Seru Enzy penuh penekanan.
"Iya aku janji, aku tidak akan menemuinya lagi." Ucap Khay namun tak lagi menatap Enzy.
"Lihat aku Khay, lihat aku ! Lalu katakan kalau kamu berjanji tidak akan menemuinya lagi !" Seru Enzy.
Khay menatap manik mata istrinya begitu dalam, lalu menangkup wajah chubby itu.
"Quenszya Paradigta Malik, aku Khay suamimu berjanji bahwa aku tak akan memiliki orang lain lagi selain dirimu, aku tidak akan menemuinya lagi." Ucap Khay.
Enzy menatap manik mata Khay, mencari keraguan disana, namu tak ia dapatkan, yang ia dapatkan hanya sebuah ketulusan dan kesungguhan.
"Aku sangat mencintaimu, dihatiku hanya terisi dengan mamamu, sungguh ! Bahkan aku bersumpah demi nyawaku sendiri." Ucao Khay lagi.
"Aku pegang janji dan semua kata-kata mu itu." Sahut Enzy lalu berjalan menuju walk in closed.
"Sayang, kamu mau kemana ?" Tanya Khay.
"Bukan urusanmu." Sinis Enzy tanpa menoleh pada Khay.
Bersambung.......
Jangan lupa like, Koment dan Vote.
Sabar kejutannya masih tersimpan rapi aku harap kejutannya nanti benar-benar membuat readers shok ya 😁😁😁
Dan jangan lupa mampir juga ke cerita author lainnya ***DENDAM MEMBAWAH CINTA.....
...TERIMAKASIH...
...🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏***...