
Diva terlihat mondar-mandir dari tadi karena khawatir memikirkan Kenan, karena sudah hampir jam 11 malam Kenan belum juga pulang, Diva terus mencoba menghubungi Kenan namun tak ada jawaban.
" Kamu kemana by'. " Gumam Diva kembali melihat kearah jam dinding.
" Apa aku harus bertanya kepada ayah ?" Tanya Diva.
" sebaiknya aku menanyakan saja kepada ayah, siapa tau ayah tau, kemana Kenan. " Ucap Diva keluar dari kamar menuju kamar mertuanya yang ada dilantai bawah.
sesampainya depan kamar mertuanya Diva bingung untuk mengetuknya, ia nampak berpikir sejenak, dan akhirnya memutuskan untuk mengetuk pintu.
" Diva, ada apa Nak ?" Tanya ayah Salman setelah melihat membuka pintu.
" Maaf yah, Diva mengganggu waktu istirahat ayah, tapi aku khawatir yah, Kenan belum juga pulang. " Ucap Diva menjelaskan sedikit merasa bersalah kepada ayah mertuanya.
" Kamu sudah menghubungi dia ?" Tanya ayah Salman.
" Kenapa Yah ?" Tanya Bunda Vivian tiba-tiba menghampiri mereka.
" Kenan belum juga pulang Bun. " Jawab ayah Salman.
" Kamu sudah coba untuk menghubungi dia sayang ?" Tanya bunda Vivian kepada menantunya.
" Sudah dari tadi Diva coba hubungi, tapi tidak ada jawaban Bun. " Jawab Diva.
Bunda Vivian dan Diva sudah sangat khawatir memikirkan keberadaan Kenan, sedangkan pak Salman menghubungi asistennya untuk segera mencari tau keberadaan Kenan.
Di sisi Kenan.
Si sebuah kamar hotel terlihat Kenan sedang berbaring dengan keadaan yang berantakan, Terlihat kancing kemejanya semua sudah terbuka.
Kenan perlahan membuka matanya, perlahan dia bangun menyandarkan bahunya di kepala tempat tidur.
" Auwww...." Kenan merasakan kepalanya sedikit sakit, mungkin pengaruh obat bius.
Kenan memperhatikan sekeliling kamar, dan betapa terkejutnya saat melihat Sarla terlelap di sampingnya hanya menggunakan selimut untuk menutupi bagian tubuhnya yang tidak mengenakan pakaian.
Sarla membuka matanya dan langsung tersenyum kearah Kenan.
" kamu sudah bangun sayang ?" Tanya Sarla.
" Apa yang kau lakukan, apa yang sebenarnya terjadi ?" Tanya Kenan tanpa menghiraukan pertanyaan Sarla.
" Kamu lupa sayang, Tadi kita...." Jawab Sarla menggantung ucapannya.
" Tidak mungkin, bahkan aku tidak mengingat semuanya. " sahut Kenan segera berdiri merapikan pakaiannya.
" Aku tidak menyangka, ternyata kau, bukanlah wanita baik-baik, aku sangat menyesal pernah menyayangi wanita seperti dirimu. " Ucap Kenan berlalu meninggalkan Sarla.
" Kau mau kemana Kenan, apa kau akan meninggalkanku, begitu saja, setelah apa yang kau lakukan padaku. " Sahut Sarla, saat melihat Kenan meninggalkannya.
Kenan membalikkan badannya menatap Sarla dengan tatapan tajam, Kenan segera mendekati Sarla.
" Aku bukan laki-laki bo**h, yang bisa kau tipu, apa kamu tidak pikir, apa mungkin orang yang tak sadarkan diri bisa melakukan itu.
karena seingatku, ada seseorang membekap mulutku dari belakang saat aku berada di dapan kantor, karena ada yang menghubungi saya, dan ketika itu saya langsung tak sadarkan diri. " Ucap Kenan menjelaskan.
" Dan saya sangat tidak percaya, kalau saya sudah melakukan apa-apa kepadamu. " Lanjut Kenan penuh penekanan setiap kata-katanya.
Kenan segera berlalu meninggalkan Sarla. setelah Kenan pergi Sarla menyeringai, Sarla segera mengambil ponselnya yang berada di atas menghubungi seseorang.
📞 " Apa kau sudah melakukan apa yang saya perintahkan ?" Tanya Sarla kepada seorang diseberang telepon.
📞 " Sudah nona. " Jawab seseorang.
📞 " Baiklah, pastikan besok istri Kenan menerimanya, tapi aku mau setelah Kenan tidak berada dirumahnya. " Ucap Sarla.
📞 " Soal bayaran besok saya transfer. " lanjut Sarla langsung mematikan sambungan teleponnya.
Sarla membaringkan tubuhnya di kasur, ia merasa sangat bahagia karena berhasil dengan rencananya.
Jam 1:30 dinihari, Kenan baru sampai dirumhnya, Karena sebelumnya Kenan kembali kekantor untuk mengambil mobilnya.
saat masuk Kenan melihat kedua orangtuanya dan juga istrinya berada diruang tamu.
" Kalian...kenapa kalian belum tidur ?" Tanya Kenan.
" Dari mana saja kamu, kenapa kamu tidak menjawab telpon dari istrimu, kau bahkan tidak mengabarinya. " Jawab ayah Salman.
" It..ituu...mobil Kenan tadi mogok yah, dan ponsel Kenan tertinggal di ruangan Kenan. " Jawab kenan gugup.
Ayah Salman mengangkat kedua alisnya, tidak percaya dengan ucapan Kenan.
" Yah ada yang ingin Kenan bicarakan, apa ayah bisa. ?" Tanya Kenan.
Pak Salman yang melihat istrinya dan juga Diva nampak lelah, menyuruh Kenan untuk istirahat.
" Besok saja, liat istri kamu, kasian dia, dia sangat mengkhawatirkan kamu dari tadi. " Jawab ayah Salman
" Baiklah yah, Bun, kami istirahat dulu. " Ucap Kenan.
" Yuk, sayang " Ajak Kenan kepada Diva, langsung memeluk pinggang istrinya dari samping, dan berjalan kearah tangga.
Setelah sampai kamar, Kenan langsung masuk kewalk in closed, yang menyatu dengan kamar mandi, untuk membersihkan badannya, kemudian berganti pakaian.
Diva terus memperhatikan punggung Kenan yang berjalan kearah walk in closed.
" Aku tahu kamu bohong Nan, sebenarnya mobil kamu tidak mogok, pasti ada hal yang kamu sembunyikan dari aku. " Batin Diva.
Kenan keluar dari arah walk in closed dengan pakaian tidurnya, ia melihat Diva bersandar di kepala tempat tidur dan hanya diam sedari tadi, Kenan segera menyusul Diva naik ketempat tidur, langsung membaringkan tubuhnya di pangkuan Diva.
" Kamu kenapa Yank ?" Tanya Kenan mendongakkan kepalanya menatap Diva.
" Tidak apa-apa, aku hanya sedang khawatir memikirkan kamu. " Jawab Diva mengusap pelan rambut Kenan.
" Yank. " Sahut Kenan sambil menenggelamkan wajahnya di perut Diva.
" Yank, aku sangat mencintaimu, apapun yang terjadi kamu jangan pernah untuk meninggalkan aku Yank. " Ucap Kenan mempererat pelukannya di pinggang Diva.
" Iya, sekarang kamu istirahat by', pasti kamu capek. " Ucap Diva mengelus bahu Kenan.
Kenan segera memperbaiki posisi tidurnya, langsung menarik Diva masuk kedalam pelukannya.
Kenan mengecup pucuk kepala Diva, Kenan membalikkan badannya mengurung Diva dibawah kungkungannya. perlahan Kenan mendekatkan wajahnya kearah Diva, Kenan mencium seluruh wajah Diva, terakhir bibir Diva, dan sedikit me****tnya.
malam itu terjadilah malam panjang mereka.
setelah melakukan aktivitas panas mereka, Kenan membawa diva kedalam pelukannya.
tak butuh waktu lama mereka terlelap masuk kedalam mimpi masih-masing.
Sinar matahari bersinar terang menembus kaca jendela kamar sepasang suami-istri itu.
Diva segera mengerjapkan matanya melihat kearah sampingnya seseorang yang berstatus sebagai suaminya nampak tertidur lelap sambil mendekapnya.
" Morning by'...." Ucap Diva mencium pipi Kenan, dan segera beranjak untuk membersihkan dirinya sisa bergulatan mereka semalam.
" Hoooaaaammmmmm..." Kenan menguap dengan mata Masi tertutup kenan meraba sisi tempat tidur Diva, Kenan segera membuka matanya saat tidak merasakan kehadiran Diva.
Kenan beranjak ke walk in closed, mengambil jubah mandinya, untuk ia kenakan. segera duduk disofa yang berada di walk in closed.
tak lama Diva keluar dari kamar mandi, Diva berjalan kearah lemari dimana pakaiannya berada, Kenan langsung memeluk Diva dari belakang.
" By', sana mandi, nanti ayah dan bunda nungguin kita." Ucap Diva sambil mengambil pakaiannya.
Diva juga berjalan kearah lemari pakaian Kenan, untuk menyiapkan pakaian Kenan, tanpa Kenan melepaskan pelukannya.
" Hari ini kamu kekantor by' ?" Tanya Diva.
karena dia ingin menyiapkan baju Kenan.
" Kekantor. " Jawab Kenan.
" Yank, emangnya kamu tidak mau hoaniemoon yank ?" Tanya Kenan tiba-tiba.
" Mau sih, aku mau ke Paris, karena disana adalah kota yang sangat romantis. " Jawab Diva.
" Ternyata cewek bar-bar suka yang romantis juga. " Ucap Kenan menarik gemam hidung Diva dari arah belakang, karena saat ini Kenan masih memeluk diva dari belakang.
" Cewek bar-bar juga butuh kasih sayang by', buruan mandi By'. " Ucap Diva.
Kenan segera melepaskan pelukannya, dan masuk kekamar mandi.
setelah mereka siap-siap mereka langsung turun untuk sarapan.
mereka sarapan dengan hening.
" Nan, kamu ikut kekantor ayah, ada yang ingin ayah bicarakan." Ucap ayah Salman, segera berdiri memakai jasanya.
" Iya yah, aku ikut mobil Ayah. " Jawab Kenan.
" Yank aku kekantor ayah bentar, sebelum makan siang aku balik. " sahut Kenan kepada Diva.
Diva menganggukkan kepalanya.
" Iya by', kamu hati-hati. " ucap Diva.
setelah pamit Kenan berlalu keluar karena ayahnya telah menunggunya diluar.
setelah kepergian Kenan dan ayah Salman, Diva dan Bunda Vivian ke halaman belakang disana terdapat sebuah kolam renang dan kursi santai di pinggir kolam.
Bunda dan Diva duduk di kursi sambil mengobrol dan sesekali mereka terdengar tertawa.
" Bunda. " Sahut Diva tiba-tiba dengan wajah sendu.
" Iya, sayang " Bunda Vivian meletakkan majalahnya, lalu pindah kesamping Diva saat melihat wajah sendu Diva.
" Bunda aku rasa Kenan menyembunyikan sesuatu dari aku. " Sahut Diva menatap mertuanya.
" Kenapa kamu bilang seperti itu sayang. " Tanya Bunda Vivian.
" Aku merasa aja Bun. " Jawab Diva kemudian menatap kearah kolam renang.
" Perasaan kamu aja sayang. " Ucap Bunda Vivian mengusap lembut rambut menantunya.
Bunda Vivian membaringkan Diva di pangkuannya, sesekali dia mengusap rambut Diva dengan penuh sayang.
ditengah obrolan mereka tiba-tiba bi'Asih datang membawa sesuatu ditangannya.
Bunda Vivian yang melihat itu, langsung menanyakan.
" Itu apa bi' ?" Tanya Bunda Vivian.
" Oh, ini nyonya, ini paket untuk non, Diva. " Jawab bi'Asih memberikan paket itu kepada Bunda Vivian.
Bunda Vivian memberikan paket itu kepada menantunya.
" Dari mana bi' ?" Tanya Diva bangun dari pangkuan mertuanya, setelah menerima paket itu.
" Kurang tau juga non, tadi ada yang mengantar katanya untuk nona Adiva.
" Coba kamu buka saja dulu sayang, siapa tau ada nama pengirimnya didalam. " Ucap Bunda Vivian.
Diva segera membuka paket tersebut, betapa terkejutnya Diva saat melihat isi paket tersebut, Seketika Air mata Diva mengalir begitu saja Diva tak sengaja menjatuhkan isi paket itu sebuah foto, tepat didepan kaki Bunda Vivian.
*Bersambung.....
maaf kalau alurnya kurang menarik, maklum aja readers masih belajar nulis.
aku tetap mengharapkan dukungan kalian
jangan lupa
like
coment
vote
🤗🤗🤗🤗🙏🙏🙏🙏*