Pernikahan Yang Tak Kuduga

Pernikahan Yang Tak Kuduga
Episode 96


Namanya KHAIRAN DELVIN AL FARIZIQ. Terdengar sahutan seseorang dari arah pintu yang kebetulan Bunda Diva dan Diva belakangi. Suara itu masih terdengar lemah namun Bunda Vivian maupun Diva sangat mengenal jelas suara tersebut. Sesaat Bunda Vivian dan Diva berpandangan seolah tak percaya, kemudian sama-sama mengalihkan atensi mereka ke asal suara. Seketika Diva la membelalakkan matanya, tanpa terasa air matanya seketika luruh, membasahi wajahnya. Begitupun dengan Bunda Vivian, ia tak lagi bisa menahan air matanya, tapi bukan lagi air mata kesedihan, melainkan air mata keharuan.


"By'.... Gumam Diva terus menatap suaminya yang sedang duduk di kursi roda.


Pak Salman segera mendorong kursi roda Kenan, untuk mendekati brankar Diva.


Kenan langsung meraih tangan istrinya itu, dan ia genggam sangat erat, sambil menatap wajah Diva.


"Maaf ...." Kata itulah yang pertama kali keluar dari mulutnya Kenan.


Diva hanya menggelengkan kepalanya, Diva masih belum bisa berkata-kata, ia sangat bahagia melihat suaminya kini berada di hadapannya. Air matanya masih saja keluar tak mau berhenti.


Kenan berusaha beranjak dari duduknya, Pak Salman yang melihat Kenan masih kesusahan, ia segera membantu putranya itu, untuk naik ke brangkar Diva.


Setelah Kenan duduk di samping Diva, Diva langsung memeluk erat tubuh suaminya itu, sambil terisak.


"Apa aku sedang bermimpi ? Ujar Diva menenggelamkan wajahnya di pundak Kenan.


"Kamu tidak mimpi yank ! Sahut Kenan membalas pelukan Istrinya itu.


"Maaf aku tidak bisa nepatin janji aku, buat selalu di samping kamu, saat melahirkan anak kita yank." Ucap Kenan.


Diva hanya menganggukkan kepalanya, rasanya ia sangat bahagia, di berikan dua hal terbaik dalam waktu yang bersamaan, dia mendapatkan putra yang sangat lucu, dan juga suaminya yang kembali menemaninya.


"Kamu jangan pernah lagi, ninggalin aku by' ! Ucap Diva melepaskan pelukannya.


Kenan menangkup wajah Diva " Tidak akan lagi yank." Ucap Kenan menghapus air mata di wajah Diva menggunakan ibu jarinya, kemudian mengecup keningnya agak lama.


"Jadi yang Ayah bilang tadi urusan penting ini ?" Tanya Bunda Vivian kepada Pak Salman.


"Iya Bun, tadi pas aku nungguin di depan, tiba-tiba Dokter Chen menghubungi ku, katanya Kenan sudah siuman." Terang Pak Salman.


"Terus apa kata dokter mengenali kesehatan Kenan ?" Bunda Vivian kembali bertanya.


"Kata Dokter Kenan masih butuh perawatan, untuk memulihkan tubuhnya, dan juga beberapa tes, untuk mengetahui sel kankernya, apa sudah bersih atau belum."


"Tapi menurut dokter, jika sudah melakukan transplantasi sumsum tulang belakang, kemungkinan terbesarnya sudah bersih dari sel kanker.


"Mudah-mudahan sudah tidak ada lagi, dan kita bisa kembali ke tanah air, Amin." Ucap bunda Vivian, dan langsung di Aminin oleh semuanya.


"Cucu Ayah mana Bun ?" Tanya Pak Salman.


"Itu di Box nya."


"Tunggu Yah, aku dulu ! Ujar Kenan.


"Iya, Yah, Ayahnya dulu dong, lagian babynya juga belum di adzani." Ucap Bunda Vivian langsung mengambil baby Khai dari boxnya dan memberikan pada Kenan.


"Bisa nggak by' ? Tanya Diva saat melihat Kenan kesusahan untuk menggendong putranya itu.


"Bisa, nih udah aku gendong yank." Ucap Kenan.


"Hati-hati ! Itu bagian tengkuknya di tahan." Ujar Diva sedikit agak takut melihat cara Kenan menggendong bayinya.


"Iya yank, namanya juga baru pertama kali." Sahut Kenan.


"Ayo bang Adzanin tuh anaknya !" Seru bunda Vivian.


Kenan pun mulai mengadzani putranya itu, sampai Kenan meneteskan air matanya.


Setelah mengadzani anaknya Kenan mencium seluruh wajah baby Khay.


"Duh .... Anak Ayah lucu banget sih kamu, ganteng lagi seperti ayahnya." Ucap Kenan sambil menggoyangkan baby Khay di gendongannya.


"By', nanti jatuh itu babynya ! Sahut Diva ngeri sendiri melihat perlakuan Kenan.


"Abis gemess yank."


"Sini, Ayah juga mau gendong ! Duh Cucu Opa, ganteng banget sih, mirip Opa benget kamu Nak." Ujar Ayah Salman mengambil alih Baby Khay dari gendongan Kenan.


"Iya Yah, bunda juga mikirnya gitu, kok baby Khay mirip kamu di bandingkan ayah bundanya." Sahut Bunda Vivian.


"Nggak bisa gitu dong Yah, dia anak aku, kok dia mirip Ayah." Sahut Kenan tak terima.


"Emang kamu sudah punya anak, anak kecil kok punya anak." Celetuk Pak Salman.


"Ayah lupa ? Anak kecil ini sudah bisa buat anak." Ujar Kenan.


"Hahahaha, sepertinya anak kecil bunda itu sudah sehat Bun, sudah bisa ajak ayahnya berdebat."


"Jelaslah aku sudah sehat, bahkan aku sudah bisa buat anak lagi." Ucapan Kenan itu sukses di hadiahi tepukan agak keras di bagian punggungnya.


"Kok, aku di pukul sih Yank ? Ujar Kenan manja kearah Diva.


"Lagian kamu, kalau ngomong, ada-ada aja." Ucap Diva jengah melihat tingkah Kenan.


"Iya, istri kamu baru melahirkan, dan butuh waktu nifas 40 hari, jadi kamu harus puasa nggak bikin anak dulu !" Ujar Bunda Vivian.


"Yah, kok lama Bun, lagian aku sudah puasa lama benget loh."


"Lagian kamu, baru juga sembuh baru juga bangun dari hibernasi kamu, sudah mikirin buat bikin anak." Cibir Bunda Vivian.


"Emangnya kamu sudah kuat bang ? hehehe." Tambah Ayah dengan tawa di akhir perkataannya.


"Kok, hibernasi sih Bun, emang aku beruang ? Kenan terlihat kesal mendengar olok-olokan dari orangtuanya.


Tapi tidak dengan Pak Salman, Bunda Vivian, dan juga Diva, mereka semua tertawa melihat Kenan di bully. Sampai terdengar Baby Khay menangis, mungkin karena kaget mendengar tawa mereka.


"Tuh pada ribut sih, anak aku kan jadi bangun." Ujar Kenan.


Bunda Vivian langsung mengambil alih Baby Khay dari gendongan sang Opa, dan memberikan kepada Diva.


"Sayang, sepertinya baby Khay lagi haus, di beri ASI dulu sayang ! Ucap Bunda Vivian.


"Iya Bun." Sahut Diva.


"Gini ya Bun ? Tanya Diva.


"Iya sayang, Opa, keluar dulu gih, ini cucunya, mau ASI dulu ! Bunda Vivian pun menyuruh suaminya itu untuk keluar dulu, karena tidak mungkin Pak Salman melihat menantunya itu, memberi ASI baby Khay.


"Ya sudah Bun, Ayah juga mau mengurus administrasi Diva, dan juga mengurus kepindahan di ruangan perawatan.


"Yah, kalau bisa satu ruangan sama aku aja ! Pinta Kenan.


"Iya ...." Jawab Pak Salman singkat lalu keluar dari ruang bersalin tersebut.


🍀🍀🍀


Kini Diva dan baby Khay sudah berada di ruangan perawatan, ruangan yang sama dengan Kenan. Kenan terus menatap anaknya itu yang sedang tertidur di boxnya.



"Yank, baby Khay tersenyum loh, lihat deh ! Ucap Kenan saat melihat baby Khay tersenyum saat tertidur.


"Sepertinya dia mimpi indah by'." Sahut Diva.


"Nan, sebaiknya kamu istirahat, kamu belum pulih bener ! Seru Pak Salman.


"Nanti Yah, aku masih betah liatin baby Khay." Sahut Kenan.


Di tengah obrolan mereka, tiba-tiba pintu ruangan ada yang mengetuk, tak lama terlihat Keluarga besar Pak Fikram datang, setra Ray dan juga Lani.


"Assalamualaikum." Ucap mereka semua hampir bersamaan.


"Walaikumsalam...."


"Sayang selamat ya." Ucap Bunda Hani langsung memeluk Diva yang sedang bersandar di kepala tempat tidur.


"Nan, kapan kamu siuman ? Tanya Pak Fikram saat melihat Kenan duduk di kursi roda di samping box baby Khay.


"Tadi Pagi, Pas Diva berada di ruang bersalin." Sahut Pak Salman menjawab pertanyaan besannya.


"Tapi, tadi pas kamu telfon kamu tidak mengatakan kalau Kenan sudah siuman ?


"Iya, karena waktu itu saya belum tahu, setelah selesai menelfon kamu, saya di telfon Dokter Chen bahwa Kenan sudah sadar." Terang Pak Salman.


"Jadi Kenan sadar, saat dia sendirian di ruangan." Tanya Arka.


"Iya, kata Dokter Chen seperti itu, karena saat Dokter Chen masuk keruangan, untuk mengecek keadaan Kenan, ia mendapati Kenan berusaha bangun untuk menekan tombol darurat yang berada di atas tempat tidur." Pak Salman menjelaskan


"Kasian sekali menantu Bunda." Sahut Bunda Hani tiba-tiba menghampiri Kenan, sambil mengusap punggung Kenan.


Semuanya pun melanjutkan obrolan mereka, dengan dengan penuh kebahagiaan, tak seperti dulu mereka tak pernah mengobrol seperti ini, karena memikirkan keadaan Kenan, dan sekaligus mereka mendapatkan dua kebahagiaan sekaligus.


Yaitu kelahiran baby Khay dan juga Kenan sudah siuman dari komanya.


Bersambung....


Jangan lupa tinggalkan jejak dukungan kalian


Like


Comen


Vote


Favorit


Rate


Alhamdulillah akhirnya Kenan sadar, dan semoga sembuh dari kankernya. Amiiinnn...


Readaer...Mau lanjut season 2 Nggak, mungkin beberapa episode kedepan akan segera END. Rencananya aku mau lanjut season 2, tapi aku mau lihat dukungan dari para readers dulu.


Terimakasih 🙏🙏🙏🤗🤗🤗❤️❤️❤️