Pernikahan Yang Tak Kuduga

Pernikahan Yang Tak Kuduga
PYTK 45 Season 2


Kenan dan Diva beserta putra kesayangan mereka Baby Khay terlihat sedang menuruni tangga rumah mereka. Hari ini Kenan mau mengajak anak dan istrinya berjalan-jalan karena hari ini adalah hari libur. Saat keluar dari rumah Kenan langsung membukakan pintu mobil untuk istri dan anaknya, setelah Diva duduk di jok samping kemudi sambil memangku baby Khay Kenan pun menyusul masuk di bagian kemudinya.


Sekitar sekitar satu jam Kenan dan keluarga kecilnya tiba di sebuah mall terbesar di kota Xx tersebut.


"Yank, aku aja yang gendong abangnya." Ujar Kenan saat mereka berjalan di parkiran untuk segera masuk ke mall tersebut.


Diva pun memberikan baby Khay kepada Kenan. Banyak yang memperhatikan keluarga kecil itu dengan kekaguman, apalagi ketampanan Kenan, tapi tak lupa dengan baby Khay yang semakin hari semakin cubby dan menggemaskan apalagi ia mewarisi wajah tampan ayahnya, banyak ibu-ibu muda yang merasa gemas kepada bayi tersebut.


"Duhhh keluarga idaman banget ya mereka, mereka sepertinya keluarga malaikat berwujud manusia turun dari kahyangan saja ya." Ucap salah seorang pengunjung mall kepada temannya juga seorang ibu-ibu muda.


"Ehh.... Mas, Mbak boleh minta foto barang kalian enggak ?" Tanya ibu-ibu tadi.


Kenan dan Diva saling pandang, Diva menatap suaminya seolah bertanya boleh apa tidak ? Kenan yang melihat ibu-ibu itu seperti berharap, Kenan pun mengiyakan dengan syarat tidak boleh terlalu dekat putranya. Ibu-ibu itupun mengiyakan. Setelah berfoto Kenan dan anak istrinya memasuki sebuah wahana permainan anak, dan mengajak baby Khay bermain di sana. Diva duduk di salah satu kursi yang di sediakan untuk para orangtua, sedangkan Kenan masih asik menemani baby Khay bermain, seluncuran, mandi bola bahkan naik mobil-mobilan, tentu saja hanya baby Khay yang baik, dan Kenan menahan putranya itu dengan menggunakan tangan kanannya karena takut anaknya terjatuh, sedangkan tangan kirinya ia gunakan untuk mendorong mobil-mobilan tersebut. Walaupun mobil-mobilan tersebut bisa jalan sendiri, namun bayi seumuran baby Khay mana tau cara menjalankannya.


"Nemenin adeknya main ya mbak ?" Tanya salah seorang ibu-ibu yang tiba-tiba duduk di samping Diva.


"Tidak buk, saya sama suami dan anak, tuh mereka." Tunjuk Diva kearah Kenan yang sedang duduk di sudut ruangan bermain, sambil mengajak baby Khay bermain balon.


"Itu yang pakai baju hitam suaminya ? Tanya ibu-ibu itu.


"Iya buk." Jawab Diva tersenyum.


"Wahhh kalian terlihat masih sangat muda tapi sudah berkeluarga dan sudah punya anak lagi." Ujar ibu-ibu itu.


Diva hanya tersenyum menanggapi.


"Ibu kesini bareng suami dan anak juga ya Bu ?" Tanya Diva.


"Iya Mbak, tapi anak ibu sudah umur 6 tahun, Ehh Mbak sepertinya wajah mbaknya familiar, apa kita pernah bertemu sebelumnya ?" Tanya Ibu-ibu itu.


"Mungkin juga Bu, maaf sepertinya saya juga lupa apa kita pernah ketemu atau tidak." Sahut Diva.


"Tapi wajah Mbak sangat tidak asing, begitu juga suami Mbak." Ibu-ibu itu tampak sedang mengingat-ingat.


"Oh ibu ingat mbak, apa mbak ini Nona Adiva dan suaminya Tuan Kenan Al Fariziq, pemilik perusahaan D&KA Group ?" Ibu-ibu tampaknya sudah mengingat.


"Iya Bu, saya Diva dan disana Kenan suami saya " Ujar Diva tersenyum.


"Ternyata dilihat secara langsung nona ini terlihat lebih cantik, di bandingkan di televisi ataupun di majalah-majalah." Ujar Ibu-ibu itu antusias. Karena benar Kenan maupun Diva sering muncul di acara televisi maupun tak jarang foto mereka sering masuk majalah bisnis, kecuali baby Khay Kenan sengaja tidak ingin mengekspose anaknya di media, karena demi keselamatan putranya. Kenan jelas tahu dunia bisnis seperti apa,ia takut ada pesaing bisnisnya ada yang berniat tidak baik terhadap anak dan istrinya. Tapi Kenan harus mengekspose istrinya karena ia mau memberitahukan ke dunia, kalau ia sudah memiliki dan di miliki oleh seseorang perempuan yang kini menjadi istrinya. Setiap ada wawancara di televisi ataupun majalah-majalah ia selalu mengajak Diva.


Tak lama Kenan menghampiri Diva sambil menggendong baby Khay.


"Halo Tuan." Sapa ibu-ibu itu masih duduk di samping Diva.


Kenan hanya tersenyum tipis lalu menggangguk saja.


"Yuk sayang, sepertinya Abang sudah sangat kelelahan, kita cari tempat makan dulu yuk !!" Ajak Kenan kepada Diva.


"Yuk, Bu kami duluan ya !" Pamit Diva kepada ibu-ibu itu.


"Boleh berfoto sebentar Non, Tuan, saya sangat menyukai kelaurga kecil kalian." Ucap ibu-ibu sedikit merasa takut karena melihat sikap dingin Kenan.


"Silahkan Bu, mari !" Diva menyetujui permintaan ibu-ibu itu.


Setelah mengambil foto bersama, Kenan dan keluarga kecilnya meninggalkan tempat tersebut menuju lantai lima dimana berbagai tempat makan.


Setibanya di sebuah restoran, Diva membaringkan baby Khay di sofa di dalam restoran tersebut sambil memberinya ASI menggunakan botol susu. Belum juga habis setengahnya baby Khay sudah tertidur.


Diva yang tadinya memainkan ponselnya, menoleh melihat baby Khay yang sudah terlelap di sofa samping Diva.


"Astagaaa, Anak ayah cepat banget tidurnya, sepertinya dia ngantuk berat yank, Samapi ia tidak makan siang dulu." Ujar Kenan. Karena Diva sudah membawakan bekal buat baby Khay untuk makan siangnya, yaitu sejenis bubur bayi tapi yang instan.


"Iya Yank, ASInya aja enggak sampai setengah." Sahut Diva lalu mengeluarkan ponselnya dari handbagnya.


Saat ia membuka aplikasi chatnya ia melihat beberapa chat dari Calista.


"By, Calista chat aku." Ucap Diva lalu memperlihatkan isi chat Calista yang menanyakan keberadaan Diva dan mengajaknya jalan.


"Bilang aja kita di sini Yank !" Ujar Kenan kembali memainkan ponselnya.


"Tapi kalau dia mau kesini nyusul kita bagaimana?" Ucap Diva menatap wajah suaminya yang dari tadi sibuk main ponsel.


"Ya kamu tinggal bilang, kamu lagi Quality time bareng Aku sama baby Khay, terus jangan lupa bilang, kalau suamimu tidak mau Quality time keluarganya di ganggu.." Jelas Kenan masih memainkan ponselnya.


"Diva pun langsung mengetikkan balasan chat dari Calista, belum sempat ia mengirim balasan tersebut, tiba-tiba saja Calista menyapa mereka.


"Kalian di sini juga, pantesan aja dari tadi aku chat kamu, kamu enggak balas." Ujar Calista.


"Iya, ini baru juga saya mau balas chat kamu, soalnya saya baru buka ponsel." Jelas Diva.


"Ayo kita pulang !!" Ajak Kenan langsung menarik tangan Diva.


"By' Abangnya lagi tidur, nanti dia rewel kalau kita mengusiknya." Ujar Diva masih duduk di tempatnya, sedangkan Kenan sudah berdiri dengan posisi membelakangi Calista, Kenan memberi kode kepada Diva lewat matanya.


"Pokoknya kita pulang sekarang !!" Ujar Kenan tegas.


"Kok pulang sih, kalau kamu mau pulang, ya pulang aja sana sendiri." Ucap Diva.


"Yank, jangan coba mancing-mancing lagi ya kemarahan aku, kenapa kamu jadi pembangkang seperti ini sih sekarang." Sarkas Kenan.


"Yang berubah itu kamu, bukan saya." Diva tak mau kalah.


"Ya sudah kalau kamu masih mau disini, aku mau pulang." Kenan pun meninggalkan tempat tersebut.


Diva menghempaskan tubuhnya di Sofa.


"Maaf ya, kamu lagi-lagi melihat pertengkaran kami." Ucap Diva menundukkan wajahnya.


"Iya tidak apa-apa, santai aja !! Saya duduk sini ya nemenin kamu !" Ujar Calista lalu duduk di sofa tempat Kenan duduk tadi.


"Calista maaf ya, sepertinya saya harus pulang, saya takut Kenan tambah marah." Ucap Diva meletakkan beberapa lembar uang untuk membayar pesanan yang mereka sudah pesan, lalu menggendong baby Khay yang sedang tertidur di Sofa.


Calista menatap kepergian Diva dengan tersenyum mengembang di wajahnya, ketika melihat Kenan marah-marah kepada Diva.


"Tunggu Sebentar lagi, kalian akan benar-benar berpisah dan Kenan akan jatuh kepelukanku." Gumam Calista.


Bersambung.....


Budayakan Like, komen, dan Vote setelah membaca episodenya, semoga kalian terhibur dengan kehaluan Author ini...


Terimakasih 🙏🙏🙏🤗🤗🤗❤️❤️❤️