Pernikahan Yang Tak Kuduga

Pernikahan Yang Tak Kuduga
PYTK 78 Season 3 ( Next Generasi )


Pagi ini Kia berangkat ke sekolah seperti biasa selalu terlihat semangat dan ceria, sambil mengendarai motor kesayangannya. Saat tiba masuk di gerbang sekolah motornya di halangi mobil seseorang yang berhenti tiba-tiba, membuatnya mengumpat kesal, karena sebentar lagi kelasnya akan dimulai, sedangkan kelasnya berada di lantai lima sekolah tersebut dan tentu saja memakan waktu sekitar sepuluh menit tiba dikelasnya.


Kia dengan emosi turun dari motornya, menghampiri mobil di depannya.


"Woiii buruan jalan gak, gue mau lewat bentar lagi gue telat, ini..." Teriak Kia dari luar sambil menggedor-gedor kaca jendela mobil tersebut.


Namun pengedaran mobil tersebut hanya membunyikan klaksonnya, karena ada mobil yang juga menghalangi jalannya, Kia melihat kedepan sana dan semakin mendengus kesal, lalu meninggalkan mobil tersebut kembali dimana motornya berada, Kia terus membunyikan klakson motornya, sampai ia ditegur salah satu security, karena membuat keributan atas bunyi klaksonnya.


Sekitar lima menit lamanya akhirnya mobil di depannya jalan, begitupun dengan Kia, gadis bar-bar tersebut langsung memarkirkan motornya dengan tidak benar dan langsung berlari menuju kelasnya.


Sementara di kelasnya, seorang guru baru berpenampilan rupawan, memasuki kelasnya bersama dengan kepala sekolah, membuat Prilly membulatkan matanya hingga ingin keluar dari tempatnya melihat guru baru tersebut.


"Ki, sekarang kamu dimana, kamu pasti shok banget melihat siapa guru baru yang akan mengajar di kelas kita." Gumam Prilly membayangkan wajah keterkejutan sahabatnya itu, pasalnya Kia sudah menceritakan semua tentang dirinya dengan Kavi sebelumnya.


"Selamat pagi anak-anak." Ucap kepala sekolah. dan langsung di jawab murid yang ada dikelas tersebut bersamaan.


"Maaf sebelumnya karena tak ada pemberitahuan terlebih dahulu, dan ini sungguh mendadak sekali, kalau kalian akan mendapatkan guru pengajar khusus ekonomi, karena pak Rudi tak bisa mengajar di kelas kalian karena jadwal kelas beliau sungguh padat." Jelas pak kepala sekolah.


"Jadi, bapak akan memperkenalkan guru baru kalian, yang mungkin sudah ada yang mengenal beliau, beliau juga ikut berpartisipasi dalam seminar yang di adakan sekolah kita kemarin, beliau adalah Tuan Kavindra Gayland, kalian bisa memanggilnya dengan pak Kavi." Lanjut kepala sekolah panjang lebar memperkenalkan Kavi sebagai guru pengajar di kelas tersebut.


"Baik pak, saya kira hanya sampai disini, saya pamit undur diri, silahkan bapak melanjutkan belajar, mengajar Anda." Ucap pak kepala sekolah sopan kemudian meninggalkan kelas tersebut, setelah mendapat persetujuan dari Kavi.


Setelah kepergian kepala sekolah, Kavi melanjutkan perkenalan, kemudian memulai mata pelajaran yang ia ajarkan, sebelumnya ia mengabsen satu persatu murid di kelas tersebut.


"Azkia Deolina Al....


"Hadir pak..." Sahut Kia dari arah pintu masuk sambil membungkukkan badannya, berusaha mengatur nafasnya yang masih terengah-engah karena berlarian dari area parkiran menuju kelasnya, Kia belum menyadari siapa yang kini menjadi gurunya.


"Kamu terlambat tiga menit, kamu tidak boleh mengikuti jam mata pelajaran saya hari ini." Ucap Kavi dengan suara baritonnya.


Kia yang masih menundukkan wajahnya langsung mengangkatnya ketika mendengar suara yang tak asing baginya.


"Om Kavi !" Gumam Kia membelalakkan matanya, saat melihat Kavi yang berada di sana.


"Azkia, saya selaku guru baru mata pelajaran ekonomi, dikelas ini, tidak mengizinkanmu mengikuti jam mata pelajaran saya hari ini." Ujar Kavi datar.


"Tapi, o..eh.. Pak, saya hanya terlambat tiga menit, ijinkan saya masuk ya pak, bapak gak kasian apa melihat saya sudah larian-larian agar sampai ngos-ngosan gini, agar saya tidak telat." Ujar Kia sedikit memohon, namun tatapan matanya sangat jelas terlihat oleh Kavi kalau gadis itu berusaha menahan kekesalannya melihat pria yang ia hindari saat ini.


"Siapa kamu yang berani-beraninya mengatur perintah saya, saya guru ya disini, kamu jangan seenaknya mengatur-atur saya, sekarang juga kamu keluar dari kelas saya, jika tidak seminggu kamu tidak akan masuk dikelas saya." Ujar Kavi dingin, kemudian memberikan ancaman fi akhir kalimatnya.


"Baik Pak." Mau tak mau Kia terpaksa keluar dari kelas tersebut, dengan perasaan yang sangat kesal melihat pria tua itu.


Sedangkan Kavi tersenyum samar, dalam hatinya ia berkata langkah awal saya berhasil.


Kavi melanjutkan acara belajar mengajarnya, sedangkan Kia melangkahkan kakinya dengan malas menuju kantin, di sana Kia duduk sambil menopang dagunya, perasaannya sungguh sangat kesal mengingat ekspresi wajah dingin, datar dan betapa menyebalkannya guru baru itu dan tak lain adalah pria yang biasa ia panggil dengan sebutan om Kavi.


"Aahhkkkhhh.... Kok aku malah mikirin dia sih, bodo amat lah, mau bangkrut, mau jadi guru, mau jadi pemulung, atau jadi apa kek, terserah dialah, apa urusannya sama gue, gue gak peduli juga." Ucap Kia prustasi mengacak-acak rambutnya, sambil menghentak-hentakkan kakinya.


"Woi, Ki, Udah gila kamu ya ?" Ujar seorang pria yang tiba-tiba duduk di dekatnya membawa segelas Boba, lalu ia letakkan di depannya.


Kia mengangkat kepalanya melihat pria tersebut.


"Ndre, ngapain kamu disini ? Disuru keluar juga kamu ?" Kia malah balik bertanya pada salah satu siswa yang bernama Andre yang cukup dekat dengannya, sejak ia masuk sekolah tersebut.


"Gue habis latihan buat pertandingan basket besok ! Ngapain kamu disini, disuru keluar sama guru pengajar?" Jawab Andre kemudian mengulangi pertanyaan Kia untuknya tadi.


"Emmm, ada guru baru di kelas gue, dia rese banget tau gak, masa gue telat tiga menit aja di ngusir gue keluar, dan lebih parahnya lagi, kalau gue gak keluar saat itu juga, dia gak akan ngijinin gue masuk di kelasnya selama seminggu." Jelas Kia kembali kesal membahas Kavi.


"Guru baru ? Emang ada ya, tumben gak ada info terlebih dahulu, kalau bakal ada guru baru ?" Bingung Andre, pasalnya setiap bakal ada guru baru, ataupun guru pengganti, sebelumnya bakal di infokan oleh pihak sekolah.


"Emmm, itu bukan urusan gue, yang jelasnya gue, gedek banget liat tuh guru, mana sok kecakapan lagi, udah tua juga." Oceh Kia.


"Segitunya kamu sama guru baru itu, gue jadi penasaran." Ucap Andre menyeruput minuman yang ia bawa tadi.


...----------------...


"Baik anak-anak, cukup sampai disini dulu pertemuan kita hari ini, jika ada yang masih belum paham sampai disini, saya berikan waktu dua menit untuk bertanya !" Ucap Kavi mengakhiri jam mata pelajaran yang ia bawakan hari ini.


"Baiklah jika sudah tidak ada yang ingin ditanyakan, saya akan keluar, dan jangan lupa besok tugas kalian dikumpulkan, saya tidak ingin mendengar alasan apapun jika tidak selesai." Ucap Kavi tegas dengan tatapan datar plus dingin, membuat para siswa-siswi sedikit merinding melihatnya.


"Baik pak !" Ucap serentak murid dikelas tersebut.


Kavi mulai melangkahkan kakinya keluar dari kelas tersebut, saat berjalan menuju ruang guru berada, ia tak sengaja berpapasan dengan Kia yang sepertinya akan menuju kelasnya.


"Azkia, sekedar informasi saja, besok dikelas kamu masih ada jam pelajaran saya, dan saya tidak ingin mendengar alasan apapun kamu tidak mengerjakan tugas yang saya berikan tadi, atau tidak kamu akan mendapat hukuman." Jelas Kavi menekankan setiap perkataannya dengan sangat tegas, dan tentunya berekspresi datar.


"Tapi, saya gak ikut kelas....


"Saya tidak mau dengar alasan apapun, pokoknya kamu harus mengumpulkan tugasnya besok." Ujar Kavi menyela ucapan Kia, lalu pergi meninggalkan Kia yang masih berdiri mematung, memikirkan bagaimana caranya ia mendapatkan materi tugas untuk besok.


Kemudian Kia menjentikkan jarinya, lalu pergi menuju kelasnya, mencari keberadaan sahabatnya si Prilly, ia ingin meminta materi tugas untuk besok.


Bersambung............


Budayakan like, Koment, dan Vote.....


Terimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏🙏