
Kia merasa takut karena pertanyaannya barusan yang menyinggung masalah lalu yang baru tadi pagi sah menjadi suaminya, Kia takut jika saja suaminya itu akan marah.
"Maaf..." Cicit Kia dikalah Kavi masih saja menatapnya dengan tatapan datarnya.
"Kenapa minta maaf ?" Tanya Kavi datar.
"Maaf karena aku menyinggung masa lalunya mas, maaf." Jawab Kia, lalu kembali mengucapkan kata maaf sambil menatap pria di yang masih memeluknya namun tidak lagi erat seperti tadi, kini sudah ada sedikit jarak di antara mereka.
"Kamu tidak perlu minta maaf !" Seru Kavi masih bernada datar.
"Tapi aku salah." Sahut Kia.
"Sayang, dengarkan mas baik-baik !" Kini nada bicara Kavi mulai melembut lalu meraih tangan kanan Kia untuk ia genggam kemudian membawa tangan tersebut tepat di dadanya.
Kia memberanikan menatap intens manik mata suaminya itu yang kini terlihat sangat serius.
"Jujur aku pernah mencintai seseorang sebelum dirimu, aku butuh beberapa tahun untuk bisa melupakannya." Ucap Kavi sejenak ia menjeda ucapannya.
"Kamu pasti sudah tahukan, saat pertama kali aku memanfaatkan mu bekerja di perusahaan, itu karena wajahmu mengingatkanku dengan mendiang istriku, tapi seiring berjalannya waktu, aku mulai tertarik padamu bukan karena kamu mirip dengannya, tapi karena dirimu sendiri yang apa adanya, setelah aku perhatikan ternyata kamu sangat jauh berbeda dengan mendiang istriku, dari cara kalian bersikap, berbicara, berpakaian, semuanya berbanding terbalik." Lanjut Kavi.
"Hanya tertarik ?" Tanya Kia memastikan ia mulai penasaran bagaimana suaminya itu mulai mencintainya.
"Awalnya hanya tertarik, aku tidak ingin kamu jauh-jauh dariku, bahkan sampai ayah datang marah-marah di kantorku, aku masih bimbang dengan perasaanku, apakah itu cinta atau hanya rasa ketertarikan ku saja, atau bahkan hanya karena kamu mirip dengan mendiang istriku, aku masih belum bisa membedakannya."
"Lalu ?"
"Tapi saat ayah memukulku dan memojokkan ku, dan ingin membawamu pergi, bahkan ia tak mengizinkanku untuk menemuimu lagi, entah dorongan darimana, sadar atau tidaknya, tiba-tiba aku mengakui kalau aku mencintaimu, bukan karena obsesi ataupun hal lainnya, itu yang aku katakan murni dari lubuk hatiku, walaupun setelah itu aku masih bimbang sih, tapi perasaan ku selalu meyakinkanku untuk tetap mempertahankan mu, dan tak bisa jauh darimu, maka sejak itu aku berusaha mendekatimu, walaupun ayah tak pernah mengijinkan." Jelas Kavi panjang lebar.
"Percayalah sayang, mungkin masa laluku tidak bisa aku lupakan, karena biar bagaimanapun itu juga kenangan terindah bagiku sebelum kamu hadir dalam hidupku, tapi sekarang masa itu biarkan lah menjadi bagian dari ceritaku, karena bagaimanapun tak semuanya masa lalu itu patut untuk dilupakan, sebagian ada yang perlu dijadikan kenangan dan adapula yang harus dijadikan pelajaran hidup untuk introspeksi diri kita kedepannya." Ucap Kavi kini ia beralih mengelus lembut rambut panjang istrinya.
Sedangkan Kia hanya bisa diam mendengarkan semua apa yang telah di jelaskan suaminya, ia bersyukur karena mendapatkan suami yang dewasa, suami yang mau terbuka dan menceritakan semuanya.
"Sudah ya ! Semuanya sudah jelas, dan kamu tidak perlu lagi mengungkit masa yang telah lalu, biarkan itu menjadi kenangan dan tersimpan apik baik didalam diriku maupun dirimu, yang terpenting sekarang bagaimana kita memikirkan masa depan kita, masa kehidupan rumah tangga kita kedepannya, menjadi baik dan harmonis, agar kelak anak cucu kita bisa mengenang dan menceritakan dengan bangganya kepada keturunan mereka juga, dan bisa menjadikan kita sebagai contoh dan pembelajaran bagi keluarga mereka juga nantinya." Ucap Kavi, lagi-lagi membuat Kia merasa beruntung dan bahagia mendapatkan pria seperti itu.
"Aku beruntung dan bangga punya suami seperti mas." Ucap Kia menatap suaminya.
"Aku juga sangat beruntung memiliki istri cantik, baik seperti kamu sayang, bukan hanya cantik dan baik diluar tapi juga dari dalam sini." Balas Kavi kemudian menunjuk bagian dada istrinya.
"Mas bisa aja." Ujar Kia malu lalu menenggelamkan wajahnya di dada suaminya.
"Sayang jangan menggodaku !" Seru Kavi saat merasa desir nafsunya muncul saat Kia terus mendusel-dusel di dadanya yang terekspos.
"Goda, siapa yang ngegoda sih mas, orang gak ngomong apa-apa." Kia kembali mendongak menatap Kavi yang kini juga menatapnya dengan tatapan aneh menurut Kia.
"Sayang, apa kamu mau aku memakanmu sekarang ?" Ucapan Kavi semakin membuat Kia bingung tak mengerti, biar bagaimanapun Kia masih polos.
"Mas lapar ?" Tanya Kia polos yang hanya di jawab gelengan kepala.
"Tapi tadi ma...." Ucapan Kia terhenti saat mulutnya di bungkam oleh mulut Kavi, membuat Kia melototkan matanya karena mendapatkan serangan mendadak.
Karena merasa tak dapat penolakan ataupun perlawanan, Kavi meneruskan kegiatannya, ia m***mat bibi kenyal Kia, tapi karena tak dapat balasan Kavi sedikit menggigit bibir bawah Kia membuat Kia otomatis membuka bibirnya dan tanpa melewatkan kesempatan Kavi mulai menjalajahi seisi ronggah mulut sang istri."
"Sayang, balas." Ucap Kavi samar-samar karena masih dengan kegiatannya.
Kia yang bingung bagaimana cara mebalasnya, masih tak bergeming.
Kia mengangguk pelan, lalu melakukan apa yang Kavi katakan.
Meski sangat kaku tapi Kavi menyukai itu, tangan Kavi mulai nakal, mengusap lengan Kia secara sengsual, membuat Kia merasa perutnya dipenuhi kupu-kupu yang menggelitiknya.
Kemudian Kavi memasukkan tangannya dibalik piama yang dikenakan istrinya, lalu mengusap bagian punggungnya, setelah puas mengusap punggung mulus Kia, Kavi melepaskan pengait bra yang digunakan Kia, membuat Kia refleks mengehentikan Lum***tannya.
"Mas..." Cicit Kia.
"Apa boleh mas melakukannya malam ini ?" Tanya Kavi serak karena hasratnya, bahkan tatapannya sungguh diliputi gairah yang memuncak.
"Tapi mas, aku takut..." Sahut Kia pelan.
"Gak sayang, kamu tidak perlu takut, aku akan melakukannya dengan sangat pelan dan lembut."Ujar Kavi.
"Apa sangat sakit ?" Lagi-lagi pertanyaan polos itu keluar dari mulut Kia, membuat Kavi semakin gemas dan bersemangat.
"Mungkin awal-awalnya akan sakit sayang, tapi percayalah aku akan berusaha agar tidak terlalu menyakitimu." Kavi berusaha meyakinkan istri kecilnya itu.
"Emmm...." Kia hanya berdehem sembari mengagukkan kepalanya.
Kavi yang mendapat persetujuan, langsung mencium seluruh wajah istrinya dengan sangat lembut, terakhir mencium bibir Kia, tak hanya mencium tapi juga mel****nya, begitupun Kia membalas aktivitas suaminya itu.
"Aku akan melakukannya sekarang sayang, jika kamu merasa kesakitan kamu jangan segan-segan memukulku atau menggigitku." Ujar Kavi memulainya.
"Ishhh mas...." Ringis Kia sambik meremas kuat bahu Kavi, tanpa sengaja Kia mencakarnya saat Kavi memasukkan itunya.
"Aku akan pelan sayang, kamu tahan ya ! Setelah ini kamu tidak akan kesakitan kok." Ucap Kavi menghentikan sejenak aktivitasnya lalu kembali mencium dan me****t bibir istrinya, dan hanya sekali hentakan penyatuan mereka berhasil.
Dini hari itu, malam pertama mereka lakukan sampai jam tiga dini hari, walaupun sebenarnya Kavi belum merasa puas, tapi ia menahan egonya karena mengingat istrinya itu masih kecil dan belum terbiasa mengimbanginya, ditambah lagi acara sejak pagi tadi hingga mal membuat Kia kelelahan.
"Terimakasih sayang, aku berjanji akan selalu mencintaimu, juga bertanggungjawab dengan keluarga kita kelak." Ucap Kavi setelah ia merebahkan tubuhnya di samping tubuh polos sang istri lalu menarik selimut untuk menutupi mereka yang benar-benar polos.
Kavi membawa kepala Kia menidurkannya di atas lengannya lalu memeluknya.
"Aku cinta kamu sayang." Ucapnya kemudian mencium kening Kia lama.
Kia mengeratkan pelukannya pada Kavi.
"Aku juga cinta kamu mas." Ucapnya.
"Sekarang istrirahat ya ! Maaf karena membuatmu kelelahan sayang." Ucap Kavi yang hanya dijawab anggukan oleh Kia.
Bersambung
Hay.... readers jangan bosan dengan ceritanya ya !!! Karena kemarin gak up maka untuk hari ini disela-sela kesibukan author menginput kerjaan, author sempatkan untuk up dua episode.....
Jangan lupa terus berikan LIKE, jika layak diberikan LIKE menurut kalian, dan juga KOMENTAR, jika ada saran ataupun masukkan dari kalian, dan juga menurut perasaan readers mengenai episode ini, Dan satu lagi VOTE jangan lupa jika memang pantas bisa untuk diberikan VOTE....
Mampir juga ke cerita author berjudul DENDAM MEMBAWAH CINTA....
...TERIMAKASIH...
...🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏...