
Satu minggu kemudian, selama itu juga Kenan maupun Diva tidak pernah saling mengabari. Hal itu membuat Kenan menjadi kalang kabut sendiri menahan rasa rindunya.
Kenan yang awalnya ingin memberi sedikit pelajaran buat istri bar-barnya itu, dengan tidak pernah memberinya kabar, namun Diva juga ikut-ikutan tidak menghubunginya.
Terlihat Kenan dan Ray duduk didepan kelasnya, sambil ditemani dengan minuman kaleng.
"Kenapa lu bro, lecet amat tuh muka.?" Tanya Ray.
"Diva juga tidak pernah ngabarin gue." Jawab Kenan sambil mengusap wajahnya. Kenan terlihat sangat prustasi.
"Elu coba kerjain dia balik, bilang kalau elu kagak bisa datang ke acara nikahannya kak Arka." Ray mencoba memberi saran untuk sahabatnya itu.
"Diva sengaja tidak hubungi elu, dia sengaja mau ngerjain elu." Ujar Ray dan langsung meminum minumannya.
"Tau dari mana, jangan sok tau lu." Sahut Kenan melempar kaleng minumannya kearah tong sampah yang berada tidak jauh dari tempat mereka duduk.
"Calon bini gue sahabatan sama bini elu, kalau elu lupa." Jawab Ray jengah kepada sahabatnya itu.
"Ok, gue coba ikuti cara Lo." Ucap Kenan dan langsung mengeluarkan ponselnya mengirim pesan untuk Diva.
๐จ "Maafin aku Yank, aku tidak bisa datang ke acara nikahannya kak Arka."
๐ฉ "Tidak apa-apa."
Diva langsung menjawab pesan Kenan. Kenan kembali mengirim pesan kepada
Diva, ia merasa curiga karena Diva hanya mengatakan tidak apa-apa.
๐จ "Kok, tidak apa-apa?" ๐คจ๐คจ
๐ฉ "Rafa ada kok, nemenin gue, lagian dia sudah putus sama pacarnya, jadi gue bebas ngajakin dia.๐๐
Kenan yang melihat pesan terakhir Diva kirim membuatnya geram, dan mukanya memerah menahan emosinya, meletakkan ponselnya sedikit membantingnya di bangku yang mereka duduki.
"Ada apa ?" Tanya Ray mengangkat kedua alisnya.
Kenapa juga Kenan tiba-tiba kesal seperti itu, pikir Ray.
Karena tidak mendapat jawaban Ray langsung memeriksa ponsel sahabatnya itu.
Ray langsung tertawa sampai memegang perutnya, melihat pesan Diva.
"Siap-siap lu bro di madu." Ucap Ray masih terkekeh.
Ray yang mendengar itu Seketika menatap Ray dengan tatapan horor, membuat Ray segera menghentikan tawanya.
Sedangkan dikota Z terlihat Diva tertawa puas berhasil mengerjai Kenan, Diva tau kalau sekarang pasti Kenan merasa sangat kesal.
"Ada apa lu, kesurupan?" Tanya lani mengerutkan keningnya heran melihat Diva tiba-tiba tertawa keras.
Teman-temannya sampai ngeri sendiri melihatnya, pasalnya tadi Diva hanya terus diam tak bersemangat.
Rafa langsung merebut ponsel Diva dan melihat isi percakapannya dengan Kenan.
"Ka****t N**rr, lu do'a in gue putus sama Sisi." Sahut Rafa menyentil kening Diva.
"Ya maaf, habisnya gue kesal banget sama si Kenan-Kenan itu." Jawab Diva enteng sambil meminum jusnya yang sedari tadi cuma ia aduk-aduk doang.
Rafa terlihat sangat kesal dengan perlakuan sahabatnya itu, sedangkan yang lain pada menertawakan nasib Rafa yang selalu dapat bulian dari Diva.
"Dasar sahabat laknat emang lu." Umpat Rafa kepada sahabatnya itu.
Sedangkan Diva santai saja menanggapi ucapan Rafa.
Diva langsung mengambil ponselnya yang ditangan Rafa, dan memberikan kepada Jova.
"Elu fotoin gue sama Rafa yang bagus.!" Ucap Diva kepada Jova saat Jova terlihat bingung karena Diva memberikan Ponselnya kepada dirinya.
Diva meletakkan tangannya kepundak Rafa, sedangkan Rafa tersenyum kearah kamera.
Diva langsung mengirim foto dirinya bersama Rafa kepada Kenan.
Sedangkan ditempat lain Kenan sangat geram melihat foto yang Diva kirim. Kenan langsung berdiri masuk kedalam kelasnya dan mengambil tasnya dan berlalu pergi.
Setelah sampai rumah Kenan langsung masuk ke kamarnya mengemasi barang-barangnya. Setelah berganti pakaian Kenan segera keluar menuruni anak tangga.
"Mau kekota Z Bun, ada urusan mendadak." Jawab Kenan datar.
"Aku pinjam mobil sama pak Mali (sopir bunda Vivian)." Sahut Kenan dan segera keluar tanpa mendengar jawaban bundanya.
Sedangkan Bunda Vivian hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah putranya itu.
Jam 4 Sore Diva baru sampai dirumhnya, Diva segera masuk langsung menuju dapur untuk mengambil air minum.
"Baru pulang non?" Tanya bi'Asih yang baru masuk dari pintu belakang.
"Iya bi', O iya Bunda mana, kok tidak kelihatan." Sahut Diva.
" Tadi Ibu keluar bersama calon mertua den Arka, katanya mau ngurusin catrin nikahan den Arka." Jawab bi'Asih.
"Apa non, mau makan biar bibi siapkan." Ujar bi'Asih.
"Tidak usah bi', aku mau ke kamar dulu." Jawab Diva berjalan kearah kamarnya.
Setelah sampai kamar Diva langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur dan memejamkan matanya.
Tiba-tiba Diva membuka matanya, karena kaget seseorang sedang berada diatasnya menatapnya dengan tatapan sulit diartikan.
"Ke ... Kenan" pakik Diva saat melihat suaminya itu berada diatasnya.
"Ada apa, Kamu tidak senang aku disini." Sahut Kenan dengan tampang datar.
"Bukan begi ....
Ucapan Diva terhenti saat Kenan membungkam mulut Diva dengan bibirnya. Kenan terus m*****t bibir Diva. Lama-lama ciuman Kenan semakin menuntut ingin lebih, begitupun Diva yang sudah memeluk erat tubuh suaminya itu, menyalurkan kerinduan mereka selama beberapa Minggu terakhir.
(Maka terjadilah yang harusnya terjadi).
Setelah melakukan aktivitas mereka, Kenan menarik tubuh Diva masuk kedalam pelukannya, menarik selimut untuk menutupi tubuh polos mereka.
Diva mendongakkan kepalanya menatap suaminya sedang memejamkan matanya.
"By', sejak kapan kamu sampai." Sahut Diva sambil membuat garis-garis Abstrak di dada polos Kenan menggunakan jari telunjuknya.
Kenan segera menahan tangan Diva agar berhenti, dan membuka matanya menatap istrinya itu.
"Tadi siang." Jawab Kenan masih datar.
"Kamu marah?" Tanya Diva melihat suaminya dengan tatapan sedih.
"Masih nanya kamu Yank, lagian mana bisa aku marah sama kamu." Sahut kenan memeluk pinggang Diva dan mendaratkan ciuman dipucuk kepala istrinya itu.
"Kamu mandi dulu yank, itu sudah adzan Magrib." Ucap Kenan melepaskan pelukannya.
"Baiklah ..." Jawab Diva dan segera beranjak turun dari tempat tidur.
Namun tiba-tiba saja Kenan menggendongnya masuk kekamar mandi.
"Kita mandi bareng yank, entar tidak keburu waktu magribnya." Ucap Kenan.
"Modus, bilang aja mau mandi bareng." Ujar Diva mencubit gemas hidung Kenan sambil terkekeh.
Kenan hanya membalas ucapan istrinya dengan kekehan pula.
Setelah sekitar lima belas menit mereka sudah siap-siap menunaikan ibadah sholat magrib berjamaah.
Bersambung.....
Halo para readers mohon dukungan kalian semua, maaf jika alurnya tidak sesuai dan membuat kalian bosan, aku mohon kritik dan saran dari kalian.
Maklum aku masih amatiran soalnya, masih butuh masukan dari kalian.
mohon tinggalkan jejak
LIKE
COMENT
VOTE
๐ค๐ค๐ค๐ค๐๐๐๐