
Karena malam sudah larut dan hampir masuk waktu subuh, ke adaan rumah sakit terlihat sepi, hanya ada beberapa perawat yang masih bertugas.
Kenan dan Khay langsung menuju ke ruangan ICU dimana saat ini Enzy di rawat.
"Om Kenan." Ucap Enzy masih terdengar lemah saat melihat Kenan dan Khay masuk.
"Bagaimana ke adaan kamu nak, apa yang kamu rasakan ?" Tanya Kenan mendekat ke brangkar Enzy.
"Aku masih sedikit pusing Om, o iya Om, papa mama aku mana, kenapa mereka tidak menemuiku ?" Tanya Enzy.
Kenan dan Khay saling tatap, lalu Kenan kembali melihat Enzy yang menatap keduanya bingung, karena Kenan tak juga menjawab pertanyaannya.
Kenan menarik nafasnya dalam, kemudian mengeluarkannya perlahan, lalu duduk di atas brangkar di samping Enzy.
"Nak, ada hal yang ingin om sampaikan, tapi om harap kamu tenang." Ucap Kenan lembut sambil merangkulnya, karena saat ini Enzy bersandar di kepala brangkar.
"Apa maksud Om ?" Tanya Enzy takut apa yang ia pikirkan sama yang akan di sampaikan Kenan.
"Papa mama kamu, dan yang lainnya tidak bisa di selamatkan nak." Jawab Kenan.
Enzy langsung menegang apa yang ia dengar, Enzy menatap lurus kedepan dengan mata berkaca-kaca, ia tak bisa mengeluarkan sepatah katapun, hidupnya seakan runtuh seketika, mendengar orang-orang yang ia sayangi, dan memanjakannya telah meninggalkannya sendiri.
"Papa....mama...." Enzy berteriak histeris memanggil kedua orangtuanya.
"Kenapa papa mama meninggalkanku sendirian, apa kalian tidak menyayangi ku, hah, bagaimana aku akan hidup jika tanpa kalian." Ucap Enzy histeris.
"Papa, siapa yang akan melindungi ku, siapa yang akan selalu membelaku jika ada orang yang menggangguku."
"Mama, siapa yang akan membuatkan makanan kesukaan ku, siapa yang akan menyayangiku, dan siapa yang akan menemaniku kemanapun aku mau pergi, ma ??" Enzy terus saja berbicara sendiri dalam pelukan Kenan.
Kenan masih diam mendengarkan semua keluh kesah Enzy, sambil memeluknya, Kenan mengerti betul apa yang di rasakan Enzy saat ini, jadi ia biarkan Enzy mengeluarkan semua apa yang ia rasakan.
Sedangkan Khay hanya diam memperhatikan, ia merasa kasihan melihat keadaan Enzy, dia tidak bisa bayangkan ada di posisi Enzy. Di tinggalkan seluruh anggota keluarganya.
"Opa Oma, kenapa kalian meninggalkan ku sendirian, aku harus bagaimana sekarang, kenapa kalian semua tega ?" Lagi-lagi Enzy berucap terdengar sangat pilu, bahkan suaranya hampir hilang karena isakannya.
"Nak, apa yang kamu katakan ? Kamu masih memiliki kami, kami ini keluarga kamu, kamu bisa menganggapku orangtua kamu, walaupun rasanya beda, tapi om dan tante akan berusaha menjadi seperti mereka."
"Sekarang kamu tenang, dan cobalah ikhlaskan papa mama mu, dan yang lainnya." Ucap Kenan menenangkan Enzy yang masih saja terisak di pelukannya.
"Om, aku mau menemui mereka." Ucap Enzy dengan suara seraknya.
"Tapi apa kamu baik-baik saja ?" Tanya Kenan mengkhawatirkan keadaan Enzy, karena melihat ada banyak luka di bagian tubuhnya karena terkena pecahan kaca dan juga luka di bagian kepalanya, untung saja wajahnya tak ada luka sedikitpun.
"Aku baik-baik saja om, aku mau melihat mereka untuk yang terakhir kalinya, aku ingin mengantarkan mama papa ketempat peristirahatan terakhirnya." Sahut Enzy melepaskan pelukannya beralih menatap Kenan dengan tatapan yang penuh dengan kesedihan.
"Ya sudah, kalau begitu aku akan bicara dengan dokter yang berjaga." Ujar Kenan di angguki Enzy.
"Bang, kamu temani Enzy disini !" Seru Kenan kepada Khay.
"Iya Yah." Sahut Khay.
Setelah kepergian Kenan, ruangan tersebut menjadi hening, hanya sesekali terdengar suara isakan Enzy, Khay tidak tau harus mau bicara apa, ia ingin sekali menenangkan dan mencoba menghibur Enzy, namun ia merasa canggung, karena keduanya tidak terlalu dekat, berbeda dengan Kia dan si kembar yang akrab. sebenarnya Khay selalu merasa canggung dengan Enzy begitupun dengan Enzy karena dulunya Rafa selalu mengatakan kalau keduanya akan di jodohkan, di tambah lagi keduanya selalu mendapat godaan dari kia juga Rendara dan Nendra.
...----------------...
Setalah mengurus kepulangan Enzy dari rumah sakit, Kenan langsung mengajak Enzy pulang ke rumahnya, dimana orangtua dan opa Oma Enzy di semayamkan.
Di dalam perjalanan Enzy hanya terdiam, dengan air mata yang terus membasahi wajahnya, rasanya baru pagi tadi ia bercanda dengan kedua orangtuanya, makan siang bersama seluruh keluarganya tadi, itulah makan siang terakhirnya, Enzy benar-benar berharap kalau ini hanya sebuah mimpi, tapi saat itu juga ia sadar kalau ini bukanlah mimpi, ini kenyataan yang amat pahit yang harus ia rasakan, kehilangan sebuah keluarga, dan hanya tinggal sebatang kara di usianya yang masih terbilang muda.
Tak berselang lama mobil yang di kendarai Khay, tiba di depan rumahnya, tiba-tiba Enzy merasa lemas melihat beberapa rangkaian bunga dan beberapa pelayat yang masih berada disana.
"Ayo Nak !!" Ajak Kenan membukakan pintu mobil untuk Enzy.
Enzy hanya mengaguk lalu keluar dari mobil, Kenan membantu Enzy berjalan karena masih pincang akibat ada cedera di kakinya.
Saat tiba diruang tengah Enzy berdiri mematung melihat ke enam jenazah yang terbaring di tutupi dengan kain putih. Air mata Enzy keluar semakin berjatuhan tak ada hentinya.
Diva langsung menghampirinya, dan menuntunnya berjalan mendekati jasad kedua orangtuanya.
Enzy langsung memeluk tubuh Hera mamanya, mengis tanpa mengeluarkan suara, tangisan Enzy terlihat sangat pilu.
"Ma, mama... Kenapa mama ninggalin Enzy ma, apa mama sudah enggak sayang Enzy lagi ?" Ucap Enzy terisak masih memeluk mamanya.
Sementara Diva mengusap punggung anak dari sahabatnya itu.
Enzy pun beralih pada jasad Rafa papanya, Enzy melakukan hal yang sama memeluk eret tubuh papanya itu.
"Pa, papa... Enzy pengen ikut papa mama juga, kenapa kalian harus meninggalkan Enzy sendirian, jika papa pergi siapa yang akan melindungi ku jika ada yang mengangguku pa." Ucap Enzy.
Semua yang ada di ruangan itu, ikut menangis melihat ke adaan Enzy, seolah semuanya merasakan kepiluan yang Enzy rasakan.
"Sayang, kamu jangan berkata seperti itu, kamu enggak sendirian, kamu masih memiliki kami, Tante janji akan menganggapmu seperti anak kandung Tante, Tante akan berusaha memberimu yang terbaik, dan menyangimu seperti mama dan papa kamu, nak." Ucap Diva menarik Enzy masuk ke dalam pelukannya.
"Kenapa Allah jahat sama aku Tan, kenapa dia mengambil orang-orang yang aku sayangi ?" Ujar Enzy terisak dalam pelukan Diva.
"Nzy, kamu tidak boleh bicara seperti itu nak, Tante ngerti kamu sedih, kamu sulit menerima ini semua, tapi Tante mohon cobalah untuk ikhlaskan semua, dan menerima dengan lapang dada atas semua cobaan yang Allah berikan sayang, Tante percaya Allah menyiapkan takdir yang lebih indah untukmu di kemudian hari." Ucap Diva.
Tangisan Enzy semakin tak terbendung, ia benar-benar hancur sekarang, ia masih belum sanggup menerima semuanya, walaupun ia tahu ketidak ikhlasannya akan membuat orangtuanya merasa tak tenang disana. Enzy butuh waktu untuk menerima dan mengikhlaskan semuanya.
...----------------...
Kini menunjukkan pukul 5 Dini hari, Enzy masih saja menangis, hingga membuat matanya hampir tak bisa terbuka karena sembab, akibat terus-terusan menangis, selama berada disana Enzy tak pernah meninggalkan sisi jasad orangtuanya, Enzy memeluk keduanya bergantian.
Saat akan duduk tiba-tiba saja tubuh Enzy jatuh dan tak langsung tak sadarkan diri.
"Enzy ?" Pekik Diva melihat ke adaan Enzy.
"Nak, sayang bangun, Nzy bangun nak...." Diva, Lani, Kiki, dan Jova bergantian memanggilnya secara bergantian berharap ia akan segera tersadar, namun hasilnya nihil. Sementara semua laki-laki kecuali Khay sedang sholat berjama'ah di masjid yang tak jauh dari kediaman Kenan.
Diva melihat Khay baru keluar dari musholla yang ada di rumahnya, langsung memanggilnya.
"Ada apa Bun ?" Tanya Khay belum menyadari ke adaan Enzy.
"Tolong kamu bawa Enzy ke kamar tamu, dia tak sadarkan diri !" Seru Diva.
"Baik Bun," Sahut Khay dan langsung mengangkat tubuh Enzy menuju kamar tamu yang tak jauh dari ruang tengah.
Bersambung.....
Author kurang semangat buat nulis, soalnya author liat, like dan komentar, dan Votenya sangat kurang.
Para reader author tunggu dukungan dari kalian, jika ceritanya membosankan, mohon beri saran dan masukan !!!!
Terimakasih 🙏🙏🙏🤗🤗🤗❤️❤️❤️