Pernikahan Yang Tak Kuduga

Pernikahan Yang Tak Kuduga
Episode 102


Di dalam kamar, Diva tampak sibuk menyiapkan pakaian dan juga perlengkapan putranya yang akan ia gunakan setelah mandi. Kemudian Diva masuk ke kamar mandi menyiapkan air hangat di dalam bak kecil khusus tempat bayi mandi. Setelah semuanya selesai, Diva menghampiri baby Khay yang ia baringkan di tempat tidur, di samping Kenan. Kenan masih terlelap dengan damainya, tapi jelas terlihat dari wajahnya kalau Kenan sedang kelelahan, karena Kenan baru tertidur jam 4 subuh tadi, karena terus menemani baby Khay yang terjaga. Kenan benar-benar jadi ayah dan suami siaga buat keluarganya.


"Sayang ... Anak bunda, udah puas ya mainnya ? Sekarang kita mandi yuk, udah bau acem nih..." Diva mengajak putranya berbicara namun suaranya ia pelankan, takut membangunkan suaminya yang sedang terlelap.


Dengan pelan Diva membuka pakaian yang baby Khay gunakan, sesekali Diva menciumi perut putranya itu, karena gemas.


Setelah semua pakaian putranya itu ia tanggalkan semua, tersisa popoknya saja, Diva menurunkan kakinya dari tempat tidur, untuk segera menggendong baby Khay ke kamar mandi, tapi belum sempat ia berdiri, tiba-tiba Kenan memeluk pinggangnya.


"Mau kemana ?" Tanyanya dengan suara khas bangun tidur, tapi masih memejamkan matanya.


"Mau mandiin baby Khay." Sahut Diva sambil mengelus lembut lengan Kenan yang melingkar di pinggangnya.


"Biar aku aja yank." Kenan segera membuka matanya, kemudian beranjak duduk.


"Emangnya kamu bisa by' ?" Diva mengangkat kedua alisnya ragu, karena Kenan tidak pernah melakukannya, apalagi baby Khay belum bisa menahan lehernya sendiri.


"Bisa yank, semalam aku sudah janjian sama baby Khay mau mandi bareng, aku juga sudah melihat cara memandikan bayi di google." Terang Kenan.


"Janjian." Ujar Diva tak habis dengan suaminya itu, mengajak bayi buat mandi bareng.


Kenan hanya mengangguk, kemudian turun dari tempat tidur, lalu mengambil baby Khay yang terbaring di tempat tidur, Kemudian membawanya ke kamar mandi.


"By', kok aku ragu, kamu yang mandiin baby Khay." Ucap Diva melihat Kenan akan masuk ke kamar mandi.


"Tenang aja !" Sahut Kenan dari dalam kamar mandi.


"Yank, tolong sekalian, siapin baju gantiku !" lanjutnya.


Di kamar mandi


Kenan memasukkan baby Khay di dalam bak mandi kecil yang sudah di siapkan Diva tadi. Kenan masih terlihat kaku memandikan putranya itu. Tangan Kenan sudah mulai membasuh di mulai dari wajah putranya, kemudian kepalanya, lalu sedikit mengguyur air ke badan baby Khay menggunakan tangannya. Itulah yang ia pelajari semalam.


Setelah semua bagian tubuh babynya basah, Kenan segera memberi shampo, yang juga bisa sebagai sabun, dengan sangat lembut ia menggosok tubuh dan kepala putranya itu. Sekitar 10 menitan Kenan selesai memandikan baby Khay.


"Duh.... Anak bunda sudah mandi." Ucap Diva menghampiri suami dan anaknya itu yang baru keluar dari kamar mandi.


"Iya, aku mandinya sama ayah bunda." Sahut Kenan menirukan suara anak kecil.


"Abang suka nggak mandi sama ayah ?" Tanya Diva kemudian mengambil alih gendongan baby Khay dari Kenan.


"Abang cuka unda.." Jawab Kenan.


Diva segera membawa baby Khay ketempat tidur, untuk memakaikannya baju, sedangkan Kenan kembali ke kamar mandi untuk mandi.


Diva selesai memakaikan baby Khay pakaian, di saat yang bersamaan Kenan juga keluar dari kamar mandi, dengan handuk yang melilit pinggangnya. Kenan langsung menghampiri anak istrinya, kemudian memeluk Diva dari belakang, yang duduk di tepian tempat tidur.


"Pakaiin aku baju juga dong Bun !" Rengek Kenan manja.


"Nggak usah manja by' !" Sahut Diva tanpa menghiraukan Kenan yang masih saja memeluknya, Diva masih sibuk mengajak baby Khay bermain.


"Yank, perasaan, sejak baby Khay lahir, kamu nggak pernah lagi merhatiin aku, kamu selalu mengabaikan aku Yank, selalu saja baby Khay yang kamu perhatikan." Ucap Kenan melepaskan pelukannya, kemudian berjalan ke arah sofa di mana bajunya sudah di siapkan Diva.


Diva menoleh melihat tingkah suaminya itu, Diva tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.


"Jadi .... Ceritanya, kamu lagi kesal, cemburu sama anak sendiri ?" Ujar Diva berjalan menghampiri Kenan, Diva segera mengambil kaos yang ada di tangan suaminya itu.


"Sini aku bantu pakaiin." Ucap Diva.


Kenan sedikit memundukkan kepalanya, agar memudahkan Diva memasangkan bajunya, kemudian Kenan memasukkan lengannya, di kedua sisi lengan kaos tersebut dengan cara bergantian, Kenan tidak ada bedanya dengan anak kecil yang di pakaikan baju kepada ibunya.


Setelah memakai bajunya, kini Diva meraih celana, yang akan di gunakan Kenan, tapi Kenan langsung menrik pinggang Diva lalu ia peluk tubuh istrinya itu yang mulai berisi.


"Yank, bukannya aku cemburu, tapi aku juga ingin di manja, dan di perhatikan juga sama seperti baby Khay." Bisik Kenan kemudian mengecup sekilas bibir istrinya itu.


"Kamu ini." Diva geleng-geleng kepala melihat tingkah suaminya, Diva tak habis pikir betapa posesifnya suaminya itu, bahkan anaknya sendiri ia cemburuin.


"Ya sudah, aku mau mandi dulu by'." Ucap Diva.


"Iya sayang." Sahut Kenan melepaskan pelukannya, kemudian mengambil celananya yang di pegang Diva.


"Yank, Baby Khay aku ajak keluar ya !" Ujar Kenan sedikit berteriak.


"Mau keluar kemana ?" Diva menyembulkan kepalanya di balik pintu kamar mandi.


"Di taman dekat sini aja yank, buat berjemur." Sahut Kenan.


"Ya sudah, tapi jangan lama-lama !" Ucap Diva.


Kenan segera mengambil stroler baby Khay yang masih berada di sudut kamarnya, sepertinya stroler tersebut masih baru, Kenan sibuk mengeluarkan stroler tersebut dari doanya, kemudian membuka plastik yang membungkus stroler.


"Cucu Oma mau kemana ? Pagi-pagi udah rapi, wangi lagi." Ucap Bunda Vivian saat melihat putra dan cucunya rapi, siap untuk keluar.


"Bun, aku mau bawah baby Khay jalan-jalan, di taman dekat sini sekalian berjemur." Pamit Kenan.


"Iya, hati-hati, jangan lama-lama !


"Kamu nggak sarapan dulu ?" Lanjut Bunda Vivian menawarkan sarapan.


"Nanti aja Bun, iya aku juga nggak akan lama." Sahut Kenan.


Setelah berpamitan Kenan segera keluar dari apartemen nya, menuju taman, selama perjalanan banyak wanita yang memperlihatkan nya, dan juga mengaguminya, bagaimana tidak, Kenan yang memang dasarnya memiliki wajah tampan, walaupun terlihat masih kurus karena baru saja sembuh, tapi itu tidak mengurangi ketampanannya, Ayah muda satu anak itu benar-benar sosok hot Daddy banget. Kenan yang menyadari kalau dirinya diperhatikan, seperti biasa, ia hanya menampilkan wajah datar dan dingin. Kenan berhenti di sebuah bangku taman, dan menjemur babynya itu, di bawah sinar matahari pagi, karena itu baik untuk pertumbuhan anak-anak.



Setelah sekitar 30 menit Kenan kembali ke apartemen, butuh waktu lima belas menit tiba di apartemen. Sesampainya apartemen Kenan mendapati keluarga mertuanya, dan juga Ray bersama Lani sudah berada di sana, sepertinya pagi ini mereka akan sarapan bersama.


"Sayang, dari mana aja sama Ayah, Hemm?" Ujar Diva langsung menghampiri anak dan suaminya.


"Kami dari taman Bunda." Kenan menjawab pertanyaan istrinya khas anak kecil.


"Ya sudah, semuanya sudah pada ngumpul, sarapan yuk !" Ajak bunda Vivian.


Semuanya menuju meja makan untuk mengambil sarapan, kemudian para anak-anak muda kembali ke ruang tengah, sedangkan para orangtua, tinggal di meja makan untuk sarapan, karena tidak mungkin semuanya duduk di meja makan, yang hanya memiliki 6 kursi.


Di tengah-tengah sarapan mereka, tiba-tiba bel berbunyi, dengan cepat Mau selaku asisten rumah tangga, membuka pintu.


"Siapa May ?" Teriak Kenan.


"Ini tuan, katanya teman tuan." Sahut May.


"Suru masuk aja !"


Tak lama sepasang anak manusia masuk, menghampiri mereka.


"Assalamualaikum." Sapa Rafa dan Hera bersamaan.


"Walaikumsalam." Jawab mereka semua hampir bersamaan.


Rafa dan Hera langsung ikut bergabung, Diva langsung menghampiri Hera dan berpelukan, begitupun dengan Lani. Setelah Rafa dan Diva ingin berpelukan juga, buru-buru Kenan berdehem.


"Tidak usah pakai meluk Yank !" Sahut Kenan datar dan juga dingin.


Rafa yang memang suka melihat keposesifan suami dari sahabat kecilnya itu, ia langsung memeluk Diva.


"Rafa ...." Ucap Kenan dengan tatapan membunuhnya melihat Rafa.


"Masih posesif aja lu sama gue." Cebik Rafa.


Semua yang berada di sana, termasuk Arka dan Vara, hanya tersenyum dan geleng-geleng kepala, melihat ke posesifan Kenan.


Sedangkan Kenan menghiraukan semuanya, dan segera beranjak dari duduknya, berjalan menuju meja makan, untuk menyimpan piring bekas sarapannya.


"Ehh .... Raf, Gue penasaran banget nih, dengan orang yang kamu maksud special itu." Ucap Diva.


"Iyya nih Raf, gue juga." Lani ikut menimpali.


"Apa jangan-jangan, yang elu maksud itu....


Diva dan Lani saling menatap, lalu beralih melihat kedua sahabatnya itu, yaitu ke arah Rafa dan Hera.


Bersambung.....


Hay...Hay... Readers, terus dukung author ya !!!


Like


Coment


Vote


Rate


Favorit


Terimakasih 🙏🙏🙏🤗🤗🤗❤️❤️❤️❤️